
JAKA
OPENING LAGI
Siangnya sepulang sekolah..
Hari ini opening bengkel JAKA untuk pertama kali, yang kemarin dianggep nggak opening soalnya tanda OPEN-nya nggak kebalik. Mereka sengaja kasih nama bengkel dengan inisial nama mereka masing-masing. Hari ini bengkel sepi, baru satu orang yang datang buat nyervisin motor.
Suara mesin motor terdengar menderu-deru saat Jay memutar stang gasnya. Kenzo mendengarkan music dari headset sambil mengetap oli dari motor metic itu. Hari ini motor matic b**t menjadi pasien pertama mereka pasca opening.
“Jay, lo nggak makan dulu?”
“Masih kenyang gw. Tadi dikasih makan sama Papanya Kisna pas betulin mesin pabriknya.” Jay berjongkok, kini ia berhadap-hadapan dengan Kenzo.
“Anaknya cantik nggak?” tanya Kenzo.
“Bukannya elo dulu pernah nolak dia?” tiba-tiba El nyelonong lewat sambil mukul kepala Kenzo dengan serbet.
“Eh.. Anying.. lap kotor lo kasih ke rambut gw.” Damprat Kenzo sebel.
“Biarin, begaya lu, ngapain pake di cet pirang segala? Sini gw itemin lagi.” El hendak menyemir rambut BUCERI (bule cet sendiri) milik Kenzo dengan lap bekas oli.
“Shit!! Sini lo kalau berani.” Kenzo bangkit terus mengejar El yang menjulurkan lidahnya lalu kabur.
“Dasar bocah.” Jay hanya geleng-geleng kepala keheranan.
“Emang elo bukan bocah?! Nyet!!” Kenzo kembali duduk di depan Jay, diam pada sisi lain dari motor itu, kembali menyelesaikan jobnya.
“Udah nggak usa banyak bacot, cepetan kerjanya.” Jay tersenyum dan menempeleng kepala Kenzo.
Kenzo berdecak sebal, ia lalu mengambil kompresor dan meniupkan angin, membersihkan sisa-sisa oli di dalam tangki. Jay mengambil beberapa peralatan dan kembali pada pasiennya.
“Kok lo hebat bener sih betulin motor?” tanya Kenzo.
“Hobby sih, lagian pegang mesin terus, jadi lama-lama pinter sendiri.” Jawab Jay.
“O.. gitu.”
Pas mereka lagi asyik ngobrol tiba-tiba V datang. Ia kembali dengan beberapa orang temannya. Sesuai petunjuk V, beberapa teman wanitanya menyerviskan motor mereka pada bengkel JAKA.
“Hallo kak V.” Senyum El lebar.
“Kak V.” Panggil Kenzo.
“Jay.. lo nggak nyapa gw?” V malah menunggu jawaban Jay.
“Hallo.”
“Nah gitu donk.”
V mengajak teman-temannya masuk. Ia ikut berjongkok di samping Jayden. Melihat apa yang sedang dilakukan oleh Jay.
“Hei ganteng. Lo kok cuek banget sih?” Goda V.
“Kan uda gw sapa tadi, Kak.” Jay masih memutar kunci enggres pada mur baut.
V mencibirkan bibirnya dan bangkit, ia melihat ke sekeliling bengkel. Hanya satu orang yang membetulkan motor, di tambah temennya ada 3 orang. Kenzo dan El memarkirkan motor teman-teman V ke dalam bengkel.
“Masih sepi, ya.”
“Iya.” jawab Jay asal.
“V.. elo yakin ini bengkelnya bagus? Kok yang mbetulin anak SMA semua?” Tanya salah seorang teman kuliah V.
“Bagus kok, cakep lagi yang betulin.” V menunjuk Jay dengan jempolnya.
“Gantengan yang sebelah sana itu.” Kedua teman V menunjuk ke arah Kenzo dan El.
“Ganteng semuakan? Hahaha.. apa gw bilang kemaren?” V mengangguk senang.
“Iya. Sayang nggak banyak yang tahu.”
“Ah, gw ada ide.” V langsung bergerak menuju ke arah meja kasir.
“Hei, boss.” Sapa V pada Arron.
“Kenapa, Kak?” Arron bingung. Pasalnya dia sama sekali nggak kenal sama V. Jadi ngapain cewek ini nyariin dirinya.
“Elo mau laris nggak?”
“Mau donk.” Kalau masalah uang Arron langsung no 1, dia udah ibarat Mr. Crab di dunia manusia. Maklum tanggungannya banyak, ngidupin anak orang 4 orang. Ditambah dirinya sendiri jadi 5 orang
“Gw ada ide. Mau denger, ga?”
“Boleh.”
Arron mendengarkan ide marketing dari V dengan seksama. Habis itu bulu kuduknya merinding disko. Usulan V terlalu ekstream. Tapi emang nggak ada salahnya di coba, merekakan cowok, jadi nggak rugi apa-apa.
“Hei kam*ret lo!! Masa iya lo mau nyuruh gw lepas baju kaya gini!!” Protes El pada Arron.
“Ck.. ini namanya strategi marketing.”
“Lo jual kita-kita biar bengkel rame gitu?” El hendak menolak.
“Kak V yang suru.” Arron menunjuk V yang lagi asyik mengobrol di kursi tunggu dengan teman-temannya.
“Gw sih nggak keberatan.” Kenzo langsung copot kaos, menunjukkan tubuhnya yang seksoy. Ototnya six packnya terlihat menggiurkan.
“Eh sumpah ni anak nggak ada malunya.” El melirik Kenzo.
“Itu dada lo kenapa?” El menunjuk bekas luka di sepanjang dada Kenzo.
“Oh ini, kata Mama gw pernah kecelakaan pas masih kecil.” Kenzo nampak tak mempermasalahkan bekas luka di dadanya. Tapi emang nggak terlalu kelihatan karena zaman sekarang jahitan bekas oprasi tak terlihat dengan teknologi bedah plastik.
“Jay buka bajumu!!” Teriak Kenzo.
“Oke.” Jay membuka bajunya, body Jayden nggak kalah keren kalau dibandingin dengan Kenzo, apa lagi kulitnya yang kecoklatan, membuat pemandangan eksotis tersendiri.
“Giliran lo..!” Arron menunjuk Asael.
“Gw mau asal elo mau juga!!” Jawab Asael.
“Oke, siapa takut.” Arron membuka bajunya, dan melepaskan kaca matanya.
“Wow, ternyata elo ganteng banget kalau lagi nggak pake kaca mata..” puji El.
“Entah kenapa gw ilfil denger pujian itu dari mulut seorang laki-laki?!” Arron merinding.
“Shit!! Gw muji tulus elo nangkepnya gw gay!!” El melepaskan kaosnya juga.
“Putusin urat malu kalian. Kita musti cari duit yang banyak buat bayar utang di warung mi ayam Kak Subur sama utang di kantin mpok Enah!!” Arron mengumpulkan ke empat temannya.
“Siap Bosskuh...!” Teriak Kenzo.
“Gila, surga dunia.”
“Sumpah, gw rela ditiduri salah satu dari mereka!!”
“Gw juga.”
“Gaes sadar diri wwwoooiii!!!” V menyentikkan jarinya di depan wajah temannya yang melongo sangking terlalu kagum.
Arron membuka pintu bengkel lebar-lebar, membuat para ibu-ibu, nenek-nenek, cewek-cewek, pokoknya semua titel untuk kaum hawa berkumpul. Mereka semua memandang wajah terus turun ke body Ke empatnya dengan gemas.
“Baru tahu ada bengkeh hot banget gini.” Mereka berkasak kusuk.
“Ayo kita bengkelin motornya sekarang.” Mereka semua pulang buat ngambil motor, bahkan yang nggak rusakpun di servis.
“Wah langsung rame.” Arron keheranan.
“Pesona kita emang tak terkalahkan.” Kenzo mengelus dagunya.
“Gw lepas emang karena gerah.” Jawab Jayden.
“Gw di paksa Arron.” Celoteh El.
“Nah gitu donk!” V berteriak senang.
“Putar musiknya.” Kenzo menekan tombol pada speaker besar dan memainkan musik-musik DJ biar suasananya jadi nambah semangat.
“Gila, Bray!! Lo nggak sekalian jogetan di atas meja?”
“Lo kata gw stripter?!!” Kenzo mendorong El sambil ketawa ngakak.
Nggak lama bengkel mendadak penuh, mereka pada antri nyervis sekalian cuci mata. Kapan lagi dapet pemandangan indah anak-anak muda kece kaya mereka. Sekarang mereka berempat malah jadi kualahan. Akhirnya kuota di batasi, cuma 15 motor perhari. Motir-motir ganteng ini mulai beraksi.
“Tos dulu, Bray!!” Kenzo berhigh five pada El, Arron dengan Jay.
“Asyik, banyak duit.” Arron bahagia.
“Gimana? Lariskan?” V mendekat.
“Laris, makasih, kak V. Buat idenya yang out of the box.” Kenzo mengacungkan jempolnya.
“So, balas budinya apa?” tanya V.
“Hlah, emang kita kudu bayar royalti ide? Duh jangan donk, yang digerayangi tante-tante tadi itu gw tau nggak sih, Kak?!!” El protes, masa iya masih bagi hasil lagi sama V.
“Hahaha.. nggak kok. Gw cuma mo minta imbalan dikit aja.”
“Apa?”
“Jadi pacar Jay seminggu..” kikih V.
“No way!!” Tolak Jayden. Si cowok cuek satu ini paling benci sama yang namanya pacaran dan cinta-cintaan.
“Ah.. udah gw duga.” V manyun, wajahnya sedih.
“Sama gw aja kak V. Siap ini..” Kenzo langsung unjuk diri.
“Gw juga siap.” El nggak mau kalah.
“Wkwkwkwk.. ngak deh. Thx. Gw maunya sama Jay.” V menghela nafasny.
“Jay nggak mau tuh.”
“Ya udah bales jasanya diganti aja.” V semangat lagi.
“Apa?” Keempatnya nanya bareng, perasaan mereka nggak enak.
“Besok pas aku lagi ada kelas (Zumba) kalian dateng, ya.” V memberikan kartu namanya, ada tempat gym di mana dia mengajar.
“Ngapain kak?”
“Sama, biar laris!!!” Kekeh V.
“Jadi kita di jual?” El kembali berteriak.
“Wkwkwk.. iya.” V ngakak.
“OMG..” Arron tepok jidat.
“Gw tunggu besok!! Awas kalian nggak dateng!!” V menyahut tasnya dan bergegas pergi meninggalkan bengkel.
“Salah lo, Jay. Harusnya terima aja, pacaran satu minggu.” Senggol El.
“Iya, body oke, wajah oke, lo pacaran satu minggu juga rasanya cepet!!” Kenzo ikutan nyenggol.
“Bener!! Sekarang kita jadi kena imbasnya.” Arron ganti nyenggol.
“Kita bakal di jual!!” Sahut El.
“Di peras!!” Sahut Kenzo.
“Dipandangin!!!” Sahut Arron.
“Diplototin..!” Sahut El.
“Digrayangin!!” Sahut Kenzo.
“Dipegang-pegang!!” Sahut Arron.
“YANG PENTINGKAN NGGAK DINODAI!!” Sahut Jay keras sangking sebelnya.
“Hhhuuu.......” teriak mereka bertiga barengan.
Jadi begitulah, mereka menutup hari di bengkel JAKA dengan penuh kerja keras dan air mata. Urat malunya uda pada putus demi mi ayam Kang Subur dan utang yang menunpuk di kantin mpok Enah. Demi gorengan sama in**mie mereka rela jual body.
>>>JAKA<<<
Jaka up..
Maafkan sy ya
Telat up
Gegara ini NT ngandat
Blank space terus
Bagi like vote dan commentnya
Lop u readers
❤️❤️❤️