Side To Side

Side To Side
WATERBOOM II



SIDE TO SIDE JAKA II


WATERBOOM II


Beralih ke salah satu anggota JAKA yang lagi di mabuk asmara. Juga di dera rasa mabuk yang lainnya. Arron bersandar pada bibir ban, Lenna duduk bersandar pada tubuh Arron. Mereka menikmati arus dari kolam arus yang membawa mereka berkeliling dengan santai.


“Lo pucat Ron! Lo mikirin apa sih sampe ngucur terus darahnya?” Lenna menggembungkan pipinya sebal.


“Habis lo pake baju sexy gitu!” Arron mengengadah menutup wajahnya dengan handuk. Tak ingin melihat Lenna agar mimisannya mau berhenti.


Lenna spontan langsung menyilangkan tangannya di depan dada. Sebenarnya baju renang Lenna nggak seksi, Arronnya aja yang kelewatan mesum.


“Hei Nerd!! Jangan mikirin gw mesum! Kalau nggak kita putus!” ancam Lenna.


“Jangan donk! Baru juga jadian kemaren!” Arron membuka handuknya, ia sedikit menegakkan badan.


“Nah, gitu donk! Kitakan mau fun! Jangan bikin suasananya jd nggak oke gara-gara otak ngeres lo!!” Lenna menempeleng kepala kekasihnya.


“Oke. Oke.” Arron mencoba menghentikan bayangan yang muncul dalam benaknya.


“Latihan deh!! Latihan!” Lenna menarik ke dua tangan Arron dan meletakkannya melingkar pada pinggangnya.


“Peluk gw Ron.”


“Hah??!!”


“Udah cepetan!!” Lenna sebel nungguin Arron bertindak dulu.


Dengan ragu-ragu Arron mengencangkan pelukkannya, melingkarkan tangannya di pinggang Lenna dari belakang. Rasanya sangat menggelitik hati. Berdesir geli. Arron belum pernah merasakan rasanya jatuh cinta sebelumnya. Kehangatan suhu tubuh Lenna menyalur membuat hatinya ikut menghangat.


“Nyaman.” Kata Arron. Lenna hanya tersenyum.


“Udah bisa kontrol diri?” Lenna menyandarkan kepalanya pada pundak Arron. Arron mencium punggung Lenna, membuat wajahnya menghangat.


“Huum.” jawab Arron.


Tiba-tiba dari samping kolam ada yang berteriak.


“Ciyeee... ciyeee... Pak RT pacarannn!!” Kenzo dan El berteriak sambil melambai-lambaikan tangannya. Jay mengekor dengan lesu.


“Sialan anakan kuda nil sama anakan anjiing, gangguin orang lagi asyik aja!” pikir Arron gemas.


“Laper Ron!! Ayo makan!” Teriak Kenzo.


“Iya!! Lo juga mesti isi tenaga dulu buat delapan ronde ntar malam!” Teriak El.


“Anj****, ups,, ga boleh ngomong kotor!” Arron spontan menutup mulutnya.


Lenna terkikih pelan, lalu mendorong tubuh Arron agar tercebur ke kolam.


BYUR....!!!


Lenna ikutan menceburkan diri. Trus mencari keberadaan Arron. Dengan perlahan Lenna meraih lengan Arron, mendekatkan dirinya pada tubuh Arron. Lenna menaruh jari telunjuk didepan bibirnya, menyuruh Arron untuk berhenti bergerak. Lenna memegang pundak Arron dan mengecup bibirnya.


Gelembung udara berisi napas Arron langsung keluar semua. Terpaksa Arron harus mencari permukaan dan mengambil napas. Lenna melakukan hal yang sama, terkikih dengan jelas.


“Ayo, kita makan.” Lenna menggandeng Arron keluar dari kolam.


“Darah lo keluar lagi, Ron!!” El melempar handuk kecil.


“Setan laknat!!” Kenzo ngakak.


“Ron, bagaimana hari-hari lo ke depan kalau begini aja udah nggak sanggup nahan?” Jay berbisik ke telinga Arron, Arron baru teringat dia tinggal sama Lenna.


“Neraka dunia!!” Tangis Arron menyedihkan.


“Wkwkwkkw, kan lo uda punya persiapan.” Kenzo merangkul pundak Arron smbil ketawa.


“Rasa strawberry sama anggur.” Jay ikutan ngakak.


“Ya ampun kita masih SMA hlo Ron!!” El ngakak.


“Kalian ngomongin apaan sih? Ayo cari tempat.” Lenna yang sudah berjalan duluan heran dengan kasak kusuk para bocah nakal.


Lenna bergabung dengan Rere dan Mimi, mereka memberikan handuk untuk menutup pinggang ke bawah. Lalu bergegas menuju ke food court untuk memesan makan siang. Berenang seharian membuat perut mereka keroncongan.


“Sering-sering aja kaya gini.” El nimpalin.


“Ga punya duit.” ucap Jay.


“Bisa kok Mimi yang bayarin tiap hari. Mimikan sultan.” Mimi dan Rere kembali dengan 8 mangkok bakso.


“Lenna mana?” Tanya Arron.


“Beli minuman dingin. Bantuin gih Ron, dia pasti kesusahan bawa 8 botol sendirian.”


“Oke.” Arron beranjak, masih dengan handuk pada pundaknya.





“Hallo cewek! Cantik banget. Sini aku bantuin bawa botolnya.” Lenna digoda oleh beberapa cowok-cowok seumuran dengannya.


“Bisa kok bawa sendiri.” Jawab Lenna.


“Itu sampai penuh semua.” Mereka melirik nakal ke arah dada Lenna. Memang sih, Lenna mendekap botol minuman di depan dada agar mudah membawanya.


Tiba-tiba sebuah handuk menutupi bagin depan dada Lenna. “Ngapain godain cewek gw?” Arron langsung mendekap Lenna, membuat wajah Lenna berseri bahagia.


“Oh, Uda punya cowok?! Bilang donk! Cewek lo nggak bilang sih, mungkin pengen digodain.” Mereka berempat ketawa ngakak. Bikin hati Arron panas.


“Nggak usah di ladeni Ron. Ayo kembali aja.” Lenna menggandeng siku lengan Arron.


“Ngapain, Ron?!” Kenzo datang, uda siap tempur juga liat cowok-cowok nyebelin di depan Arron.


“Mereka ajakin kita adu tinju nih.” Jawab Arron.


“Siapa yang ajakin?” El nongol, nggak kalah semangat.


“Gw ikutan! Mesti nyalurin emosi gara-gara author bikin gw lemes.” Jay datang.


“Eh, yuk pergi aja!! Temennya banyak!” Teriak mereka berempat.


“Cih, ternyat nggak punya nyali.” Kenzo berdecis.


“Udah donk!! Kalian ini.” Lenna menarik lagi lengan Arron.


“Rasanya aneh Lenna! Gw benci banget ngeliat cara mereka ngeliat lo!” Arron menghentikan langkah Lenna.


“Terus gw mesti gimana? Bukan salah gw mereka liatin kaya gitu.” Lenna sebel, ia lalu menghempaskan tangan Arron dan menuju ke meja mereka.


“Suasananya jadi nyebelin.” Kenzo mengeplak Arron.


“Iya!!” Tambah El.


“Nggak jadi bertengkar nih?” Jay sebel juga.


>>> JAKA <<


El; Kok JAKA nggak lucu thor?🥺


Author; Baru asyik bikin jalan cerita.


Kenzo;Bohong banget thor, pling ga punya bahan buat ngelucu.🤭


Author; Ya elah, udah tau author ga punya bahan! Kalian malah cerita-cerita! Kan malu!


Jay; Thor kembaliin keperjakaan gw😡


Author; ah Jay, jangan jujur gitu donk! Ntar readers pada protes hlo!!


Arron; Thor tolong bikin dada Lenna lebih besar.🤤


Author; siap! Ditunggu aja, lo pantengin tiap hari.