Side To Side

Side To Side
S2 ~ ACT 20



SIDE TO SIDE


S2 \~ ACT 20


(Warning!! Mengandung konten mesra dan perasaan baper. Buat para jomblowers harap berpegangan sabar karna ini ujian.)


“Anggap aja ujian cinta Ren.” Hilda mengerling.


“Kadang butuh tarik ulur agar tidak bosan.” Senyum Bella.


“Aku nggak mau tarik ulur.. aku maunya nempel terus sama Jay.” Teriak Renny.


“Renny kamu kesambet apa?” Hilda menggoyang- goyangkan bahu Renny.


“Hahahaha.. Renny baru saja merasakan indahnya Cinta.” Nella tertawa.


“Kalau sudah mencintai harus cinta sepenuh hati donk!! Jangan setengah- setengah, rasanya nggak akan enak.” Renny menjulurkan lidahnya dan berlari memeluk Jayden.


“Jay.. maafkan aku, harusnya aku nggak ke sini bareng mereka.. harusnya aku nggak ninggalin kamu.” Senyum Renny.


“Nggak papa kok. Sudah basah nyemplung aja sekalian, ayo nikmati liburan ini.” Ucap Jayden senang.


“Iya Jay.”


“Pakai ini.” Jayden melepaskan kaos tipis yang dipakainya, sekarang tinggal celana pendek yang melekat di badannya yang sexy.


“Ah.. bau Jay.. kangen..” Renny menerima kaos itu dan mencium wanginya.


“Aku nggak suka kamu ngobrol sama cowok lain, apalagi dia melihatmu dengan baju renang.” Ucap Jay malu- malu.


“Aih..Jay cemburu.. manis banget.. ekspresinya manis banget..” Pikir Renny sambil senyum- senyum senang.


“Iya aku pakai.. tapi aku boleh nggak pegang perutmu dulu.” Mata birunya berbinar melihat otot- otot abs milik Jayden.


“Nggak bisa, ih cewek kok grayang- grayang?!” Jay memukul pelan tangan Renny yang sudah ambil ancang- ancang.


“Ah.. masa nggak boleh menikmati punya pacar sendiri?” Cibir Renny.


“Nggak boleh, geli.”


“Boleh donk.. boleh ya?!” Renny terus mengejar Jayden.


“Renny ayo main voli pantai!!” Ajak Nella, tangannya sudah membawa bola pantai.


“Ajak Jay juga biar pas orangnya!” Teriak Bella.


“Iya!!” Teriak Renny memberi jawaban.


“Ayuk Jay, kita main bola.” Renny menggandeng tangan Jay menuju ke bibir pantai.


Net sudah di pasang, Hilda, Bella dan King di kelompok 1, Renny, Nella, dan Jay di kelompok 2. Mereka bersiap untuk bermain.


“Oppa jangan mau kalah sama Jay..!” Teriak Hilda.


“Pastilah..!”


“Jay jangan kalah!! Kalau kalah aku grayangi hlo!!” Seruan Renny membuat wajah Jayden memerah.


“Paan sih Ren?” Jawab Jay malu.


“Oke Ready.. Go..!” Seorang pelayan didaulat menjadi wasit.


Jay memberikan servis start, Jay memukul bola dengan telapak tangannya dan melayang ke kubu lawan. Dengan sigap Hilda melakukan passing dan membuat bola itu melambung kembali ke balik net di kandang Renny.


“Aduh..” Renny dengan kesulitan mengembalikan bolanya. Tapi nggak bisa keluar dari net.


“Yeeahh..!” Hilda dan Bella berhigh five.


“Kalau kalah kencan denganku Renny.” Teriak King.


“Enak aja!!” Jawab Jayden emosi.


“Jay!!” Renny mencegah Emosi Jayden meluap.


“Wah pertarungan semakin panas.” Bella tertawa.


“Ayo lanjutin..! Aku nggak akan kalah..!” Geram Jayden.


Sekarang King yang memberikan servis ball pada kubu lawan, dengan sigap Jay memukul dan memberikan smash, pukulannya langsung mencetak angka karna tidak ada yang bisa menangkisnya.


“Hore!!” Teriak Nella.


Akhirnya pertandingan sudah mencapai skor 14-14, kurang 1 angka lagi untuk menentukan siapa pemenangnya.


“Servis ball, go!”


Bola kembali melesat tinggi, Hilda menangkisnya dan memberikan passing ke arah lawan. Nella meloncat menerima bola hingga melewati net. King tak melewatkan kesempatan ini dan memberikan smash ke kubu lawannya. Bola melesat cepat ke arah Renny.


“Awas!!” Jay langsung mengejar bola, terlambat sedikit saja bola itu akan mengenai kepala Renny.


“Jay!!” Teriak Renny, Jayden memeluk Renny sehingga bola itu mengenai punggung Jayden.


“Aduh, ternyata sakit juga.” Jayden meringis kesakitan.


“Kau nggak papa Jay?” Renny melihat punggung Jay yang membekas merah.


“Nggak papa kok.. yang penting nggak kena kamu Ren.” Senyum Jay, dia menghapus pasir yang menempel di pipi Renny.


“Wow so sweet banget!!” Sorak Nella.


“OPpa kita kalah saja ya, kasihan Jay sudah jadi tameng buat Renny.” Ucap Bella.


“Shit!!” King sebal dan pergi meninggalkan kelompok Renny.


“Kau nggak apa- apa Jay?” Semua berkumpul di dekat Jayden.


Renny membantu memapah Jayden untuk kembali ke kamarnya.


“Pelan- pelan Jay.” Renny membantu Jayden rebahan.


“Kemari.” Jayden menarik Renny dalam pelukannya.


“Maaf aku pura- pura sakit.”


“Aku hanya ingin berduaan denganmu.” Jay menarik dagu Renny ke atas dan menciumnya.


“Ayo kita kabur Jay!” Ajak Renny.


Jayden tersenyum dan bangkit, mereka bergegas berganti baju lalu keluar dari Villa dan pergi menyelusuri pulau.


“Kita sewa sepeda yuk!” Ajak Jayden.


“Ayuk.”


Jayden memilih sebuah sepeda dan menaikinya, Renny duduk miring di rangka sepeda depan.


“Sudah siap? Jangan lupa pegangan.” Jayden mengayuh sepedanya.


Renny merasakan angin lembut yang menerpa wajahnya, pepohonan kelapa dan rumah- rumah etnik di sepajang jalan menjadi suguhan untuk mata mereka. Tanpak beberapa wanita menyunggi sesajen di atas kepala dan terlihat sangat anggun dengan balutan kebaya khas pulau B. Kuil- kuil kecil, dan para pria yang sedang bersembayang menemani perjalan Renny san Jay menyelusuri pulau.


Renny tertawa dengan senang saat menyelusuri beach walk.


“Berhenti, parkir di sini Jay. Kita jalan yuk!” Ajak Renny.


“Ayuk..” Jay menghentikan laju sepedanya.


Mereka berjalan menyelusuri kawasan turis di beach walk, Mata Renny terus berputar karna senang dengan suasananya.


Renny tampak cantik dengan dress selutut dari kain katun dingin, model kemben dengan tali yang terikat di lehernya. Rambutnya di biarkan tergerai sehingga terlihat sangat merah saat sinar matahari sore menerpanya.


“Lihat itu ada yang jualan ikan bakar..!” Renny menarik Jay.


“Kamu mau?”


“Iya donk..”


Seperti biasanya, nafsu makan Renny sangat besar.


“Kenyang banget Jay. Ayo jalan- jalan untuk menurunkan perut..” Ajak Renny.


“Sudah sore, sebentar lagi matahari tenggelam, mo lihat sun set nggak?” Tanya Jayden.


“Mau donk!! Kan romantis.” Renny tersenyum senang.


Mereka berjalan santai menikmati suasana dan menuju ke sebuah pantai di belakang kawasan pertokoan. Sesekali Renny menggoda Jay, dalam hati Renny merasa menjadi cewek paling bahagia di dunia. Dulu Renny merasa bahagia saat punya segalanya, kekayaan dan popularitas itu segalanya. Tapi bersama Jayden dia merasakan kebahagiaan yang lain. Kebahagiaan yang bahkan tak mampu di bendungnya, selalu meluap- luap, dan selalu menyelimuti hatinya dengan kehangatan.


“Suit- suit, cewek main sama kita donk!!” Sekelompok cowok dengan pedenya menggoda Renny di depan Jayden. Bau alkohol tercium di sekitar mereka.


“Jay, sudahlah jangan di tanggapi.”


“Ayo main sama kita aja..!” Goda mereka lagi, hal ini membuat telinga Jayden menjadi panas.


“Jay..! Ayo nggak usah di tanggapi.” Tarik Renny.


Jay menggenggam tangannya marah, tapi menahannya karna kalau dia bertengkarpun nggak akan ada untungnya untuk Renny.


Beberapa langkah di depannya ada penjual dengan gerobak keliling selesai mencuci piring.


“Pak airnya mau saya buangin ga?” Tanya Jayden yang tiba- tiba muncul sebuah ide di benaknya.


“Hah?? Boleh..” Bapak itu kaget namun mengiyakan juga.


Jayden mengambil seember air bekas cucian dan kembali pada pada cowok berandalan tadi, secepat kilat Jay menyiramkan air kotor itu ke wajah mereka.


BYURR!!!


“Ba**sat!! Sialan!!” Umpat mereka semua.


“Minum tuh air comberan!” Jay senang dan puas lalu kembali berlari ke arah Renny.


“Ayuk lari Renn!!” Jay menggandeng tangan Renny untuk mengikutinya berlari.


“Jay..!” Seru Renny.


Mereka berlari sekuat tenaga menghindari kejaran para cowok- cowok berandalan tadi.


Bukannya takut Renny malah merasa senang. Hembusan kuat angin dan genggaman tangan Jayden membuatnya sadar kalau memang hanya Jayden yang ada di dalam hatinya. Satu- satunya orang yang di cintainya.


“Hah..hah..hah..” Jay mengatur nafasnya yang tak beraturan.


“Sudah pergi?” Renny bertanya, dadanya masih naik turun karna capek.


“Kelihatannya sudah nggak mengejar kita lagi.” Jay celingukan.


Mereka berbelok di tikungan jalan, dan masuk ke dalam gang- gang sempit di sekitar pertokoan dan cafe.


“Mataharinya sudah terbenam.. maaf ya..” Jayden melihat wajah Renny yang berkeringat.


“Nggak papa, lebih seru begini.” Renny tertawa senang.


“Maaf karna aku, kamu jadi ikutan lari.” Jay bersandar pada dinding.


“Keringtmu banyak banget Jay!” Tunjuk Renny.


“Kamu juga.” Jay menyeka keringat di dahi Renny.


Rambut poninya basah karna keringat, Jay menyibakkan rambut Renny kebelakang telinganya. Jay menarik pinggang Renny untuk mendekat padanya, mata mereka bertemu, saling memandang dengan mesra.


“Aku ganti sun set nya dengan ciumanku saja.” Senyum Jay lalu mencium bibir Renny.


Renny membalas ciuman Jayden dengan gigitan- gigitan pelan, membuat Jay semakin bersemangat memainkan ciumannya di bibir Renny. Renny melingkarkan lengannya di leher Jayden. Jayden mengangkat tubuh Renny dan menggendongnya, Renny tertawa senang dan kembali mencium kening Jay sampai turun ke bibirnya.


“Kau tahu Jay?! Ini lebih indah dari pada Sun set manapun.” Renny terlihat sangat bahagia.


Jayden merebahkan wajahnya di dada Renny dan Renny merebahkan dagunya di kepala Jay.


.......................


Semangat nulis buat hari ini ><


Terus dukung saya ya ^^


Lap yu ❤️