Side To Side

Side To Side
SPECIAL IDUL FITRI EP 3



Brengsek!! Awas aja kalau selingkuh lagi, gue hajar elo, batin Kenzo kesal. Ia jadi lupa tujuannya kemari mau ngajakin Rere makan bakso bakar abis tarawih.


Kenzo terus memantau gerak gerik Arkash. Pemuda tampan itu tampak seperti jemaah pada umumnya. Ia mengikuti jalannya tarawih dengan kusuk. Justru saat itu Kenzo yang tak bisa fokus pada ibadahnya karena terus melihat ke arah Arkash.


Kenzo juga sudah melupakan Rere, ia bahkan tak sadar saat gadis itu mengusap wajah dan mengakhiri doanya.


Semua jamaah berangsur-angsur keluar dari masjid dengan teratur. Cuma Kenzo yang nyerobot keluar duluan, takut kehilangan jejak Arkash. Beruntung, cowok Kezia itu memilih untuk menunggu teman wanitanya sebelum keluar dari kompleks masjid.


Kenzo bersandar di pagar luar masjid, menunggu Arkash. Mencari bukti bahwa Arkash telah kembai mengkhianati kakak perempunnya beberapa jam setelah mereka baikkan.


Kegeraman Kenzo semakin bertambah saat ternyata Arkhas menggandeng tangan gadis itu sambil tersenyum hangat. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, namun samar-samar Kenzo bisa mendengar bahwa Arkash memanggil gadis itu dengan sebutan 'Sayang', bukannya panggilan itu hanya ditentukan bagi pacar atau orang yang kita sayangi. Gadis itu terlalu muda sebagai ibunya dan Arkhas tidak punya saudara perempuan.


"Wah, mesra banget ya, panggil-panggil Sayang segala," cibir Kenzo, pandangan matanya tajam, ia melipat tangannya di depan dada. Asael yang nongkrong di wedangan depan masjid langsung ikut terkesiap saat sahabatnya itu mencegat pasangan yang habis tarawih.


"Ciah ngapain tu kadal busuk?! Masa iya mau ngembat punya orang juga." Asael yang tak mengerti duduk pekaranya cuma bisa geleng-geleng. Ia kira Kenzo bakalan godain pacar orang. Memang siapapun yang melihat kemesraan Arkash dan gadis itu pasti akan menganggap kalau mereka pacaran.


(Kembali ke Kenzo)


"Wah ... wah, padahal sore tadi baru aja balikkan, belum juga dua jam, elo uda selingkuh lagi, Kash!" ledek Kenzo.


Arkash langsung membuang gandengannya, membuat gadis itu bingung. Pemuda tampan dengan tindik selusin itu berkeringat dingin karena kepergok selingkuh tepat di depan adik pacarnya sendiri.


"Gue bisa jelasin, Zo," sahut Arkash.


"Ga usah jelasin. Gue tahu, soalnya gue akui gue juga sampah kaya elo!! Tapi satu hal, gue nggak pernah serong pas gue punya pacar!" Kenzo melirik ke arah Rere yang baru saja keluar dari masjid. Ia mendekap perlengkapan sholat di dadanya.


"Kita cuma temen kok, Zo. Iya kan Del," tukas Arkhas, gadis di sampingnya langsung melotot galak.


"Mana ada penjahat ngaku?!" Kini Kenzo semakin murka karena Arkash bohong, memangnya dia anak kecil yang gampang di bohongi.


"Sory, gue Kenzo bukan Kezia, gue nggak naif dan gampang terpedaya sama bujuk rayuan dan gombalan elo. Kata-kata maaf dan sayang dari elo cuma mempan buat kakak gue!" Kenzo mengepalkan tangannya, lalu merangsek maju. Arkash mundur satu langkah.


"Elo Cowok br*ngsek!! Putusin Kezia sekarang!!" Kenzo berteriak, semua mata langsung memandang ke arahnya. Begitu pula Asael, tempe mendoannya langsung mecelat karena spontan langsung berlari ke arah Kenzo. Berusaha menjaga amarah sahabatnya itu.


"Br*ngsek!! Bajing*n!!" Kenzo langsung menghantamkan tinjunya tanpa ragu ke wajah Arkhas. Emosinya tersulut saat mendapati bahwa pria ini tak mau melepaskan Kezia. Kenzo tak tahan lagi bila teringat saat-saat Kezia menangis waktu Arkash mengkhianatinya dan senyuman yang terkembang saat mereka baikkan.


"Sialan!! Putus sama Zizi!!" Kenzo menghajar Arkash, Asael bergegas untuk menarik Kenzo dengan melingkarkan lengannya pada perut Kenzo.


Tenaga Kenzo saat marah rupanya jauh lebih besar dari tenang Asael. Arkash bergegas bangkit, Della membantunya bangkit. Namun Arkash dengan kasar menyingkirkan lengan gadis itu dan meludahkan darah dari mulutnya.


"Gue nggak akan putusin Kezia!! Dan lo nggak perlu ikut campur tentang hibungan gue dan Kezia!!" seru Arkash.


"Muka badak! Gue heran gimana cara orang tua lo didik anaknya?!" cibir Kenzo, ucapannya langsung membuat Arkash marah dan langsung melayangkan tinjunya ke wajah Kenzo.


BAK BUK!!


Dua pukulan telak mengenai wajah Kenzo yang menjadi sasaran empuk Arkhas karena Asael menahan tubuhnya. Asael langsung melepaskan Kenzo, ia juga jadi nggak terima karena Arkash memukul sahabatnya.


"Eh!! Sialan lo!!" Asael maju, ia hendak membalas Arkash, namun Kenzo menahan bahunya.


"Lo kagak usah ikut campur, Nyet! Ini urusan gue!" Kenzo menghampiri Arkash, pacar kakaknya itu juga tak bergeming saat melihat Kenzo. Nampaknya keduanya sudah siap untuk baku hantam.


Para warga mengerumunin area depan masjid yang mendadak berubah menjadi ring tinju. Perkelahian itu tak terelakkan. Kenzo menghajar Arkash, begitu pula sebaliknya. Wajah keduanya babak belur, darah mengalir dari sudut bibir Kenzo, dan pelipis Arkash.


"Stop, Zo!!" Asael berusaha menghentikan amarah Kenzo, namun yang ada ia malah tak sengaja tersikut lengan Kenzo dan mimisan.


"Elo ga papa, El?" Rere yang mengenal Asael langsung menolong pemuda malang itu.


"Kenzo sialan! Duh, gimana donk kalau digerebek polisi?" Asael panik.


Kepanikan Asael terbukti, seorang warga melaporkan perkelahian itu pada hansip setempat. Hansip dan juga beberapa warga melerai kedua pemuda itu dan menggiring mereka ke pos. Di sana keduanya masih acap kali ingin beradu mulut dan juga tinju. Terpaksa warga mengadukan mereka ke polisi, mobil bersirine dengan cepat datang menjemput.


"Nah lo??! Gue mesti gimana donk?!" Asael menjambak rambutnya kesal. Ia tak bersalah tapi ikutkan ke seret-seret, kan periiihhhhh!!!! Asael akhirnya ikut terciduk.


...— DINDA X JAKA —...