Side To Side

Side To Side
S2 ~ ACT 1



SIDE TO SIDE


S2 \~ ACT. 1


Sebuah mobil sport warna silver terang melaju dengan kecepatan penuh. Tol saat itu memang sepi sekali cocok untuk Renny mengetes mobil hadiah ulang tahunnya ini.


“Nice baby, ayo kita tambah lagi kecepatanmu..!” Renny mengijak lebih dalam pedal gasnya.


Kriiinnnggg... (hp Renny berbunyi.)


“Miss Renny please don’t drive so fast. Kami tidak bisa menyusulmu. Tolong berkendaralah dengan aman, kalau ada apa-apa dengan anda, tuan dan nyonya Andre akan sangat marah dengan kami.” Para bodyguard Renny mengeluh di belakang, mereka memohon agar nona mudanya mau berhati-hati.


Renny tidak mempedulikan mereka dan masih melaju dengan kencang. Baru setelah keluar tol Renny mulai memperlambat kecepatannya, dan berhenti di sebuah rumah mewah milik keluarga Hartono.


“Selamat datang miss Renny.” Sapa kepala pelayan dengan ramah, wajahnya dihiasi dengan kumis mirip ikan lele. Renny sering memainkan kumisnya saat masih kecil, menurutnya kumis Carl sangat unik dan lucu.


Renny melemparkan kunci dan tasnya ke arah seorang pelayan perempuan, pelayan itu menangkapnya dengan sigap. Dia mundur perlahan dan pergi untuk menyimpan barang-barang tersebut.


“Papa di mana?” Renny bertanya pada Carl.


“Perjalanan dinas ke Norwegia miss.” Jawab Carl, tangan kananya memegang poci teh dan menyeduhkannya ke cangkir yang mewah.


“Mama?”


“Ikut dengan tuan miss.” Carl memberikan secangkir teh kepada Renny.


Renny memutar bola matanya, “Tentu saja Mama ikut Papa, merekakan tak terpisahkan.”


“Mereka tidak merayakan ulang tahunku?” Renny berdengus pelan.


Maureen Hartono hari ini genap berusia 17 tahun, tak ada yg kurang darinya. Wajah cantik bak bidadari, dikarunia rambut coklat kemerahanan yang bergelombang indah, tubuh yang sempurna, dan kekayaan yang melimpah ruah. Terlahir menjadi nona penerus keluarga Hartono, salah satu keluarga yang di hormati di Negara ini karna kekayaan dan bisnis mereka.


“Saya bisa merancangkannya untuk anda nona. Sebuah pesta ulang tahun yang megah.” Carl menawarkan, sebagai kepala pengurus rumah tangga keluarga Hartono tidak ada yang Carl tidak mampu lakukan. Segala sertifikasi dan piagam penghargaan pernah Carl dapatkan.


“Oke, pool party kedengarannya seru. Undang semua teman-teman sekolahku. Jangan lupa aku mau Dj yg paling terkenal.” Renny kembali bersemangat.


“As you wish my lady.” Carl pergi meninggalkan Renny.


“Papa dan mama selalu meninggalkanku sendirian. Kadang aku berfikir apakah betul aku anak mereka??” Renny mendengus dengan kesal.


“Akh..Bosan, mungkin aku perlu mencari bikini baru untuk pestaku.” Renny bergumam.


“Sonya, ambilkan tasku, Aku mau yang warna hijau neon yg baru aku beli kemarin, jangan lupa sepatuku, hmm.. flat saja.” Renny menyuru sang pelayan mengambilkan barang-barangnya.


“Yes miss.” Sonya mengangguk pelan.


Renny bergegas menuju mobil sport silver miliknya. Memacu menuju ke butik mewah langgananya.


“Renny, nice to see u baby. Apa yang kau butuhkan? Dress? Blouse? Or wedding dress maybe?” Goda Alice sambil bercipika- cipiki ria di pipi Renny yang mulus.


“Wedding dress? Siapa pasangannya?” Renny memutar bola matanya yg indah, sepasang mata biru kristal yang menawan.


“Lalu kamu mau aku designin apa sayank?” Alice berkata dengan nada manja, bibirnya yg tebal dan sexy melengkapi gaya bicaranya.


“Bikini.. for my birthday.” Jawab Renny.


“Bikini for birthday? Seriously? Kamu mau ulang tahun pakai bikini?”


“Iya pool party.” Jawab Renny.


“Ow I see.. undang cowok yang banyak, kali aja ada yang nyantol ya cint... sudah hampir 2 dekade belum punya pacar.” Ucapan Alice bener menohok. Secara 17 tahun tapi Renny sama sekali belum pernah berpacaran.


Bukan karna kekurangan laki-laki, tak ada laki-laki yang tak terkesima dengan kecantikan Renny. Semua mengerubunginya bak semut mengerubungi gula. Setiap hari chat-chat masuk ke inboxnya tanpa henti, sampai kadang Renny menyuru Sonya dan Carl yang membalasnya. Bahkan dulu Renny berfikir untuk mempekerjakan seorang admin khusus untuk menjawab chat dan commentar para cowok di akun akun sosmed miliknya.


Tapi tidak ada satupun lelaki yang berhasil mengambil hatinya, mereka semua nampak seperti ayam-ayam yang tak henti berkotek sepanjang hari.


“Kemaren aku menolak ajakan makan siang King, idol baru yang lagi naik daun.” Renny bercerita pada Alice.


“Yang benar saja, dia idolaku. Aku suka saat dia mengayuhkan lengannya. Wow bgt..” Alice menjawab sementara tangannya sibuk mengukur setiap inci tubuh Renny dengan pita.


“Orang asia punya daya tarik tersendiri bukan? Ketampanan yang alami.” Alice menirukan tarian para idol.


“Apa perlu aku terima ajakannya ya?” Renny tersenyum.


“Kamu terima saja ajakannya, ntar aku yang berangkat.” Alice terkikih.


“Masa jeruk minum jeruk?” Renny tertawa.


“Ih...badan boleh keker, tapi hati eke ini hello kitty.” Alice mendoak sebal dengan Renny. Alice sebenarnya laki-laki dengan nama asli Alinson, namun sudah lama menjadi transgender. Walaupun transgander namun passionnya dalam fashion tak diragukan di dunia internasional.


“Aku tidak begitu tertarik dengan cowok Indo, bukan tipeku.” Renny melanjutkan.


“Why? They are cute. Papa dan mamamu orang Indo jugakan.”


“Papa half Ausi, mama asli Indo, kenapa ya? Hm.. Just not my type.” Jawab Renny.


“Bagaimana kalau ternyata jodohmu seorang cowok Indo?” Alice bertanya.


“Hmm.. Aku tidak mau.” Jawab Renny.


“Jangan berkata seperti itu darling, nanti kualat!” Alice selesai mencatat dan siap menggambar beberapa design.


“Aku pergi dulu, kirim gambarnya kalau sudah jadi. Akan ku pilih beberapa. See you Alice” Renny tersenyum manis dan keluar dari butik mewah milik Alice.


“Oh gosh.. mari mulai bekerja.” Alice menghentikan lambaiannya dan mulai menggambar.


Renny kembali ke dalam mobilnya, membayangkan tentang ucapan Alice, “Mungkin aku harus mulai berkencan.” Pikir Renny. Tangannya mencari- cari hp. Dia mengetik beberapa kata yang ditunjukan pada Carl,


Renny: Undang cowok cowok yang banyak!


Carl terkejut membaca chat dari nonanya, lalu cepat cepat membalas.


Carl : Miss Renny apakah maksudnya anda hendak memanggil semua teman- teman pria anda? Saya takut Tuan dan nyonya akan marah.


Renny : iya, undang beberapa seleb laki-laki tampan dan anak-anak rekan bisnis daddy.


Carl : tapi my lady, tuan pasti marah.


Renny: sejak kapan daddy peduli dengan apa yang aku lakukan.


Carl : Tuan amat sangat perhatian dengan anda miss.


Renny : Tapi dia tidak datang merayakan ulang tahunku.


Carl menatap sedih pada chat dilayar hpnya. Betul dia hanya seorang pelayan, tp dia melihat Renny tumbuh besar, menemaninya dan menggantikan kasih sayang ayahnya yang jarang pulang ke rumah.


Renny: kenapa tidak balas?


Carl: as u wish my lady.


Carl kaget, nona kecilnya telah tumbuh begitu dewasa, bahkan mau mencari pacar... tidak... Bagaimana kalau laki-laki itu menyakiti hati nonanya yang masih polos.


......................


Hari ini kolam renang milik keluarga Hartono disulap menjadi arena pesta yang meriah. Alunan musik hip hop, rap, sampai remix dimainkan oleh Dj AW, salah satu dj yg sedang naik daun belakangan ini. Makanan mewah tersaji di tiap sudut, bir dan coctail yg melimpah.


Carl telah berusaha keras mewujudkan pesta yang diingikan nonanya, walaupun dia sebenarnya kurang menyukai ide nonanya dengan mengundang banyak pria ke pesta itu. Carl menempatkan beberapa bodyguard yang menyamar di pesta itu, takut-takut ada yang menggoda nonanya secara berlebihan.


“Ladies and gentelman..mari sambut bintang pesta hari ini..misss Maureen...!!!” Seru DJ AW yang berteriak menyambut kedatangan Renny ke arena pool.


Renny tampak cantik dengan bikini warna merah muda berpadu dengan warna kuning rancangan Alice. Bikini ini menonjolkan lekuk tubuh Renny yang sexy. Banyak pria bersorak untuknya.


“For Renny.” Seseorang mengangkat gelas sampanye.


“For Renny.” Yang lain ikut menyahut.


“C’mon girls. For my birtday.” Renny mengangkat gelasnya dan bertoast pada beberapa teman wanitanya.


Renny bergabung dengan semua teman-teman junior high school dan high schoolnya. Mereka menceburkan diri di dalam kolam renang air hangat milik Renny.


“Lihat itu, wow badannya oke banget.”


“Gantengan yang di sana itu.”


“Kau suka yang mana Ren?”


“Nggak ada yang menarik.” Renny memutar bola matanya mengamati seluruh pria yang datang. Tak satupun yang masuk ke dalam kriteria cowok idaman yang tergambar di benaknya.


“Standartmu terlalu tinggi Ren.” Seru Hilda.


“Daddymu terlalu ganteng, jangan kau jadikan dia standart cowokmu. Susah!!” Teriak Hilda lagi.


“Hei lihat cowok yang baru saja datang itu.” Nella teman Renny menunjuk seorang cowok yang baru saja memasuki area pesta.


“Gila, ganteng banget.” Seru mereka berbarengan.


“Badannya sexy juga.” Bella mengangguk senang.


“Wajahnya mirip artis, cute banget.” Hilda menyentuh pipi dengan kedua telapak tangannya.


“Kau kenal pria setampan itu Ren? Dan nggak kau pacarin? Mubazir amat!” Nella menyipratkan air ke wajah Renny.


“Dia pasti hebat banget di atas ranjang!” Seru Bella.


“Bagaimana kau tahu?” Tanya Hilda antusias.


“Kata orang kalau hidungnya besar maka ukuran mr.P nya juga besar. Jadi kalau kalian mau tahu besar ato nggaknya punya mereka lihat hidungnya dulu.” Bella terkikih pelan.


“Masa sih?? Rumus dari mana itu? Aku baru tahu.” Renny tertawa.


“Jadi pengen nyobain.” Hilda gregetan gemes.


“Ayo ajak kenalan.”


“Nggak perlu kenalan, aku sudah kenal kok.” Renny tersenyum. Mana mungkin dia nggak kenal dengan kakaknya sendiri walaupun Renny tak pernah mengakuinya sebagai saudara.


“Siapa namanya?”


“Brian, kakak yang ditunjuk papa untukku, lebih tepatnya untuk mengawasiku. Orang yang melaporkan semua kegiatanku pada papa. Cowok no 1 yang paling aku benci.” Renny mendengus sebal.


Brian adalah kakak tingkat Renny saat bersekolah, dia sangat jenius, lulus SMA di usia 16 tahun. Kini diusianya yang ke 19 dia sudah mendapat gelar sarjana di bidang bisnis. Andre yang mengetahui bakat Brian menyukainya dan menjadikan Brian sebagai anak angkatnya sejak kecil. Membiayai semua biaya sekolah dan kebutuhan hidup Brian. Mendidik Brian untuk bekerja keras. Menunjuk Brian sebagai asisten pribadi Renny, karna tidak ada orang lain yang bisa Andre percaya untuk mengurus anak gadisnya yang semakin hari semakin sembrono.


“Bisa juga dia datang kesini.” Pikir Renny, mata indahnya masih mengamati Brian.


“Brian? Apa dia cowok keren yang selalu no 1 di High school dulu?” Bella terbelalak tak percaya.


“Iya. Nyebelin. Aku benci dia.” Renny *** tangannya.


“Kan kamu yang benci, kita enggak. Ayuk samperin yuk.” Hilda mengajak Bella dan Nella menuju Brian.


“Kalian pengkianat.” Seru Renny.


Renny beranjak dari kolam renang dan kembali meneguk segelas coctail. Manis dan sedikit pahit, namun membuat sensasi senang di otakmu.


“Hei cantik, aku Shawn. Kau terlihat sangat cantik dan sexy dengan bikinimu.” Seorang cowok menggoda Renny.


“Trims.”


“Kau mau aku temani bermain?”


“Nggak, aku sudah cukup bermain air.” Tolak Renny dengan halus.


“Ayolah.” Shawn hendak menggandengan tangan Renny, namun dengan sigap Brian menahannya.


“Apa-apaan ini?! Lepasin!”


“Jangan berani menyentuh miss Renny dengan tangan kotormu.” Brian menghempaskan tangan Shawn.


“Hei! Kurang ajar.” Shawn melayangkan sebuah tinju, namun Brian menghindarinya dan memukul balik perut Shawn.


“Cukup Brian! Jangan rusak pestaku!” Renny berseru menghentikan perkelahin mereka.


“Baik miss. Tolong pakai ini.” Brian memberikan jubah handuk pada Renny dan menggandeng Renny masuk.


“Kalian antar tuan ini keluar.” Carl dengan sigap mengisyaratkan pada security untuk menendang Shawn keluar.


“Brian, lepaskan!” Renny menarik tangannya dari gandengan Brian.


“Mohon maaf teman- teman semuanya. Pestanya telah selesai, kalian bisa segera meninggalkan rumah ini. Terimakasih.” Carl menyiarkannya lewat pengeras suara di samping DJ.


“Huuuuuu...” Disambut riuh kecewa semua tamu undangan.


“Apa- apaan sih, kenapa kalian stop pestanya??!” Renny semakin marah.


“Maaf miss, tuan Andre sedang perjalanan pulang.” Brian telah memakai kembali stelan kemejanya.


“Papa pulang?? Dia tahu??”


“Iya miss.”


“Pasti kamu kan yang bilang ke papa!” Wajah Renny memerah karna marah.


“Maafkan saya miss. Iya.” Brian meninggalkan Renny yang masih berdiri kaku di ruang tengah.


“Sialan kamu Brian!” Umpat Renny.


......................