Side To Side

Side To Side
SPECIAL EPISODE 7



SIDE TO SIDE


SPECIAL EPISODE 7


Klik ...


Suara pintu penthouse mewah milik Brian terbuka. Brian mempersilahkan Elisa masuk ke dalam. Elisa sedikit ragu-ragu dan bergetar hebat. Tangannya tertaut untuk menyembunyikan rasa kikuk dan grogi yang terus melekat padanya sejak di dalam mobil.


Brian mengajaknya pulang di malam pertama mereka pacaran. Elisa sedikit bimbang tapi tak menolaknya. Terbesit di benaknya kata-kata Noel siang ini. Noel menyarankan untuk terus menikmati pria tampan di depannya ini setiap ada kesempatan.


Mikir apa kamu Elisa ...? Elisa bergeleng pelan.


“Duduklah Lisa.” Brian mempersilahkan Elisa duduk dan melepaskan jasnya.


“Ma—masa langsung sih?” Elisa sedikit gagap.


“Langsung apa??” Brian bingung.


“Nggak kok.” Elisa duduk dengan malu.


“Apa kau mengharapkan aku melakukan sesuatu yang erotis?” Brian tersenyum melihat tingkah laku Elisa.


....


Elisa semakin tertunduk malu, bagaimana Brian bisa tahu apa yang melayang-layang di pikirannya.


“Kemarilah!” Brian menggandeng tangan Elisa menuju ke balkon luar.


Pemandangannya sangat menakjubkan, seluruh kota terlihat kecil dari sini. Lampu-lampu berkerlap-kerlip seakan-akan bintang pindah ke permukaan bumi. Angin malam menerpa rambut Elisa. Membuatnya terurai ke belakang.


“Aku akan menyelesaikannya, Elisa, apa kau siap?” tanya Brian.


“Oh, Oke, aku siap.” Elisa melongo menantikan kelanjutan perkataan Brian.


Brian tersenyum dan melakukan panggilan. Sesaat kemudian semua lampu yang telah tersusun di jalanan menyala. Membentuk hati, di bawahnya ada tulisan BE MY GIRL? Viewnya sedikit tidak simetris karena harusnya terlihat dari resto hotel berbintang tempat mereka janjian.


“Harusnya setelah ini aku memberikan cincin itu.” Brian mengelus punggung tangan Elisa.


“Maaf, aku tak menyangka kalau kau mempersiapkan semuanya.” Elisa tampak kecewa.


“Lalu, masih ada kelanjutannya.” Brian menoleh.


Kembang api meluncur di langit malam kota QSland. Percikan bunga api berwarna warni membuat langit yang gelap kembali hidup. Orang-orang yang berlalu lalang pun ikut menikmati kembang apinya.


“Lalu aku akan menciummu Elisa.” Brian mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Elisa.


Brian mengecup lembut bibir Elisa, menglumatnya pelan dan berirama.


“Kau merencanakannya dengan matang.” Elisa mengangkat wajahnya.


“Iya, aku sampai mencatatanya dan memilih segala sesuatunya dengan detail.”


“Thanks Mr. Perfecsionis.” Elisa melingkarkan tangannya pada leher Brian, berglayut manja di sana.


Brian hanya membalas pujian Elisa dengan senyuman manis. Wajahnya sedikit kaku karena angin dingin terus menerpa. Tanpa meminta persetujuan Elisa, Brian mengangkat dan menggendongnya.


“Waaa!! Brian!!” pekik Elisa kaget.


“Giliran menyelesaikan apa yang dari tadi terus melayang di benakmu.” Brian berjalan menuju kamar.


....


Elisa diam, tak membantah dan menikmati dekapan pria ini. Wajahnya terus tersenyum, membuat kebahagian memenuhi hati Elisa. Hangatnya aroma parfum Brian membius Elisa masuk dalam pikiran nakalnya.


— SIDE TO SIDE —


“Lihat Jay, kembang api!” Renny menunjuk ke atas langit malam yang gelap.


“Siapa yang boros-borosin duit nyalain kembang api besar padahal nggak ada event apa-apa?” Jay melihat kembang api juga.


“Kelihatannya aku tahu siapa pelakunya,” jawab Renny.


“Masa sih? Pria kaku itu?”


“Sejak kapan Brian belajar romantis?” Renny tertawa senang.


“Hahahaha ... besok kita nikah pakai kembang api juga yuk, Jay.” Mata Renny di penuhi bayangan percikan bunga api.


“Boleh, kalau kau suka.” Jay menggandeng tangan Renny.


“Ayo kita pulang, Jay. Aku ingin segera memelukmu.” Renny mengajak Jay masuk ke dalam mobil.


— SIDE TO SIDE —


“Hatching!!” Brian bersin.


“Ck, Siapa yang lagi ngomongin aku?” decis Brian.


“Perasaanmu aja kali,” jawab Elisa.


Brian merebahkan Elisa ke atas kasur. Pandangannya kembali fokus pada wanita cantik di depannya itu. Elisa membalas tatapan Brian, masih tidak percaya kalau pria sempurna di depannya kini telah resmi menjadi pacaranya, mengajaknya membagi perasaan bersama.


Brian kembali menarik tubuh Elisa mendekatinya, mendaratkan sebuah ciuman di bibirnya yang ranum. Brian ******* bibir itu, sesekali memberikan gigitan pelan.


“Mau di teruskan?” tanya Brian.


“Huum.” Elisa mengangguk.


“Tidak, aku sangat siap.” Elisa mengangkat wajahnya.


Elisa memutar tubuhnya dan memunggungi Brian untuk menarik napas panjang, setelah menyiapkan hatinya dengan perlahan Elisa menghampiri Brian. Menatap pria tampan itu lamat-lamat. Kagum dengan keindahan rupa dan raganya yang bagaikan polesan seni.


“Pelan-pelan Brian,” pinta Elisa.


“Yeah, be mine Elisa,” tukas Brian.





Mereka merasakan keindahan yang terjadi di antara keduanya.


“Hahaha ...!” Elisa tertawa setelah kehiatan mereka berakhir.


“Kenapa tertawa?”


“Teringat ajaran, Renny. Aku jadi ingin melakukannya.”


“Melakukan apa?” Brian heran.


“Ehem.” Elisa mengatur nada.


“BRIAN AKU MENCINTAIMU ...!” Teriak Elisa..


“Hahahaha.” Brian membenamkan wajah tampannya ke atas bantal.


“Renny yang mengajarimu?”


“Iya, katanya itu bisa membuat lega.”


“Oh, ya?”


“Huum.”


“ELISA AKU MENCINTAIMU!!” teriak Brian mencobanya.


Elisa tercengang.


“Kau bilang baru akan belajar mencintaiku?” tanya Elisa.


“Benar, tapi kelihatannya aku memang telah mencintaimu dari dulu.” Brian kembali mencium Elisa.


Elisa menangis karena haru, perasaannya meluap-luap.


“Jangan menangis.”


“Thank you, Brian.”


“Aku yang harusnya bilang terima kasih, Elisa. Trima kasih sudah mau menunggu dan mencintai pria br3ngsek sepertiku.” Brian memeluk dan mencium Elisa.


“Hiks.” Elisa menghapus air matanya.


“Mau lakukan lagi?” Brian meletakan tangannya di pinggang Elisa.


“Tentu saja.”


Elisa mencium Brian, entah berapa kali mereka melakukannya malam itu.


Bertukar perasaan.


Bertukar tarikan napas.


dan bertukar kenangan manis.


— SIDE TO SIDE —


Wow Brian dan Elisa akhirnya..


Tinggal Jay dan Renny..


Nantikan di next episode.


Semoga nggak menggantung lagi ya Jay.


Kasihan Jayden di PHP sama authornya terus..^^


Makasih ya sudah baca..


Sudah kasih like..


Sudah kasih comment


Sudah kasih vote


Sudah cinta ama authornya..


Ih gemesh deh..


❤️❤️❤️❤️


Aku bagi cinta untuk semuanya..