
SIDE TO SIDE - JAKA
PENSI
Tak terasa sudah seminggu berlalu sejak kejadian telor Arron yang kempes sangking kebanyakan mainan bungkus permen. Kini para bocah nakal lagi ngadem santai di warung mi ayam Kang Subur. Menikmati makan mi ayam sambil minum es sirup.
“El, liat, nih!” Kenzo memperlihatkan pada Asael ceker yang sudah dimakannya sebagian dan hanya tersisa sebuah jari tengahnya saja.
“Eh..., gila lu, Ndro! Nih, wa kasih juga, Wkwkwk...” El ketawa ngakak sambil ngacungin jari tengah cekernya.
“Geblek!!” balas Kenzo sambil cekikikan.
“Ck, kalian ini kayak bukan anak sekolahan aja.” tegur Arron.
“Iya, iya, bocah teladan!” El menghentikan aksinya.
“Jay, elo nggak nambah?”
“Nggak, lagi ngirit, gw belum bayar duit listrik.” jawab Jayden.
“Ck, kasihan amat, sih? Lo jual diri aja, pasti laku mahal.” usul Kenzo celelekan.
“Enak aja!” Jay protes.
“Ngomong-ngomong soal jual diri, gw ada ide buat pensi.”
“Jangan bilang lo mau ngikuti sarannya Lenna.”
“Ya mirip sih, cuma bedanya kita cuma pergi kencan doang aja. Jadi no *****-*****!!” Arron memberikan ide.
“Gw nggak ikutan.” Jay langsung nolak.
“50% uang lelangnya masuk ke kantong kita.” Kata Arron.
“Gw ikutan.” Jay langsung setuju.
“Tuh, kan, emang kok kalau ngomongin soal uang, nggak miskin, nggak kaya, ngemel!!” Kenzo menempeleng pelan kepala Jayden.
“Sumpah gw lagi butuh duit buat ngebayar apartemen sama listrik.” Jayden membalas pukulan Kenzo.
“Ya, udah, ntar kita bikin peraturannya supaya nguntungin kita-kita.” Arron mengembalikkan mangkoknya.
“Yang ikutkan pasti banyak, di seleksi nggak?”
“Diseleksi donk.”
“Kalau kita nggak menang gimana?”
“Nggak mungkin, kitakan gantengnya udah kaya Ipin (El), Upin (Enzo), Mail (Jay), sama Iksan (nunjuk diri sendiri).” Kata Arron sambil nunjuk temannya satu per satu.
“Gw Mail? Sialan lo, Mail kan mata duitan!! Cocoknya elo!” Jay menamplek tangan Arron.
“Ya tapikan Mail item kaya elo!”
“Anying... kulit gw nggak item tahu!! Eksotis!!” Jay melepaskan blezer abu-abunya.
“Ah, udah, Pokoknya gw usahain semuanya menang!” Arron kembali ke topik awal.
“Kolusi dan nepotisme dalam OSIS!!” Tuduh El.
“Sedikit.” Kenzo membela Arron.
“Yang pentingkan dapet duit.” Tambah Arron
“Bener. Dosa nggak apa-apa yang penting bisa buat makan.” El mangut-mangut dengan pedoman hidup Arron.
“Nggak dosa bangetlah. Sedikit.” Kenzo membela Arron lagi.
“Lo cuma bisanya bilang sedikit mulu?!” El ngeliatin Kenzo sebel.
“Cabut, yuk! Ntar kalau ada pelanggan di bengkel.” Ajak Jayden.
“Yuk,” mereka berempat berdiri trus berjalan pulang!! Keren banget gayanya uda kayak boyband ala-ala korea. Bikin semua cewek yang lewat langsung menoleh. Bahkan ada yang sampe nabrak tiang listrik sangkin nggak bisa menolak pesona kegantengan mereka berempat.
Namun tiba-tiba lagu backsound mereka ngelokor gara-gara teriakkan dari kang Subur.
“Woi Mas!!!!” Teriak kang Subur.
“Kenapa Kang?”
“Bayar dulu.. enak aja main kabur aja!”
“Wo.. iya!!” Arron nepok jidat, trus ngeluarin dompet.
“Maaf Kang, khilaf, berapa?”
“Khilaf kok tiap hari.”
“Sebagiankan ngutang Kang. Bukan nggak bayar!” Protes Arron.
“Pelajar miskin.”
“Sana-sana.”
Akhirnya Arron kembali lagi ke barisannya. Mereka jalan bareng lagi, trus backsoundnya keluar lagi.
“Authornya gila ya, Jay. Orang ga kedengeran lagunya, bilang ada backsoundnya.” Kenzo berkasak kusuk bareng Jayden.
“Lo jangan keras-keras, kalau sampai denger ntar Authornya ngambek hlo!!” Jayden melarang Kenzo ngehujad Author.
“Hoo, Zo. Di cerita ini Author itu bak Tuhan yang mengatur jalan hidup kita, jadi elo mesti baek-baekin dia.” El nambahin.
“Hoo, puja wahai kerang ajaib, author emang paling cantik seantero Mangatoon!!” Teriak Kenzo.
“Lebay!!”
>>> JAKA <<<
Esoknya di sekolahan Arron udah pasang pengumuman. Tentang acara pensi sekolahan. Tiap kelas mesti ngisi sebuah stand, entah makanan, entah minuman, entah panggung boneka. Terus OSIS akan menyelenggarakan dream date ala-ala game kencan impian dengan beberapa cowok kece. Jadi yang merasa punya wajah kece dan body yahud bisa langsung daftar ke ruang OSIS.
Ntar pihak ciwi-ciwi anggota OSIS bakalan nyeleksi siapa cowok yang menerima gelar kehormatan itu. Rencananya akan ada 5 orang cowok yang bakalan di lelang. Trus mereka boleh ngedate seharian penuh dengan cewek itu, ehm.. kalau cowok yang nawar boleh nggak Ron?
“Nggak boleh, thor, emangnya kita cowo apaan?!”
Padahal author berharap banget bikin kisah cinta terlarang.
“Mual, Thor!!!” Protes Arron.
Oke lanjut, jadi peraturannya simpel, yang menang bisa jalan berdua selama 8 jam dengan cowok idaman, terus nggak boleh pegang apapun kecuali tangan dan tentu saja dengan seizin pemilik body.
Terus uang lelang di bagi 50-50% antara OSIS dan Peserta. Dengan pajak 10% ditanggung peserta dan masuk ke kantong Arron selaku ketua penyelenggara. (Maklum ketua OSISnya terlewat mata duitan)
Trus nggak boleh minta hal aneh-aneh dan diluar nalar.(Contoh: naik kuda nil bareng, Yuk!).
Trus Nggak boleh minta hal-hal yang membahayakan nyawa juga. (Contoh: naik kuda nil bareng, Yuk!)
Trus nggak boleh bikin malu, dan minta di jajakin. Soalnya yang di lelang belum tentu punya duit. (Khususnya: Jay dan El! Anak kos, makan aja masih susah!)
Trus nggak boleh ngerokok, narko**, s**s,
Dll. Pokoknya peraturannya banyak dan dianggap tidak merugikan kedua belah pihak.
•
•
•
“Ya ampun, Ron, emang siapa yang mau ngajakin naik kuda nil?” Kenzo geleng-geleng kepala ngebaca pengumunannya.
“Siapa tahu?! Gw nyelametin hidup kalian! Kalau misal kalian disuru yang nggak-nggak gimana?” Arron menekuk sikunya di samping pinggang, membuat tangannya masuk kedalam saku celana.
“Elo bener, Ron. Orang pintar pemikirannya emang beda!!” Puji El.
“Kok gw merinding, ya?” Jayden ilfil duluan padahal belum juga maju bertanding.
“Ingat demi tagihan listrik dan apartemen lo!!”
“Ah, Benar!! Gw pasti akan berjuang dengan baik!!” Jayden mengepalkan tangannya bersemangat.
“Gitu donk!!”
“Ya udah, yuk persiapan, kita beli masker wajah.” Kenzo bersiap dandan. Padahal dulu pernah bilang, lelaki sejati nggak pernah dandan.
“Oke, di mall kemaren ada yang beli satu gratis satu.” El ngasih ide.
“Rasa anggur sama strawberry kaya permennya Arron.” Bisa-bisanya Jay ngomongin hal itu dengan muka datar.
“Sembarangan!!” gerutu Arron.
Akhirnya empat bocah nakal ini menutup hari mereka dengan maskeran di rumah Arron. Memperganteng diri, biar besok laku mahal. Berharap duitnya bisa buat bayar kontrakan sama biaya makan sebulan.
>>> JAKA <<<
Yo, JAKA UP
DI LIKE DAN COMMENT YA
BAGI VOTE JUGA BUAT PARA BOCAH NAKAL..!! Terganteng!!!
JAY: Jangan lupa Vote, ya.
ASAEL : Jangan lupa kasih Vote buat kami!!
KENZO : satu Vote dapat satu kali ciuman dariku. Muach \~ ❤️
ARRON : Vote biar author jadi femes!!
Makasih readers.
See yu next episode.