Side To Side

Side To Side
SPESIAL IDUL FITRI EP 2



Suara Adzan Magrib saling bersahutan, menandakan waktu berbuka puasa. Makanan manis dan minuman menyegarkan tersuguh di atas meja makan kediaman Erza malam hari ini. Keempat penghuninya telah berkumpul, mengelilingi meja bulat sambil berdoa untuk melaksakan buka.


"Asyikkk!!" Kenzo langsung mencomot beberapa butir kurma dan melahapnya.


"Minum hangat dulu Kenzo! Biar perutmu nggak keget!" Dinda bergeleng.


"Masih panas banget, Ma. Es aja ya?" Kenzo menunjuk semangkok besar es buah yang segar di tengah meja. Ia mengacuhkan teh panas yang masih mengepul.


"Hangat dulu sedikit, Kenzo!" Dinda mulai menaikkan suaranya.


"Iya iya!!" Kenzo setengah menggerutu.


Kezia tak peduli dengan omelan sang ratu di rumah itu dan memilih untuk fokus pada ponselnya sementara tangannya sibuk mencomot kurma tanpa melihat. Wajahnya mulai ceria, tak lagi merengut seperti saat sore tadi. Sepertinya suasana hatinya mulai membaik berkat telefon dan massage dari Arkash yang meminta maaf duluan.


"Ciieehh yang abis balikkan!" Kenzo mencibir kelakuan kakak perempuannya yang senyam senyum sendiri kayak orang gila.


"Diem lo!!" Kezia menendang kaki Kenzo di bawah meja, cowok tengil itu langsung meringis dan menahan pekikannya.


"Sialan!! Sakit banget!" lirih Kenzo kesal.


Setelah melaksanakan sholat Magrib. Mereka akhirnya bersantap malam, menu hari ini sup ayam hasil masakan Erza, dan juga ada tempe tahu goreng, terus tak lupa kerupuk yang memang jadi favorit Kezia, anak gadis Dinda ini tak bisa makan kalau tanpa suara kriukan kerupuk. So, satu kaleng kerupuk pasti selalu tersedia di atas meja makan.


"Kenzo tarwih bareng Papa yuk, Nak!" Ajak Erza, si bontot emang agak susah kalau disuruh yang namanya ibadah. Puasa juga karena ancaman Dinda yang nggak bakalan beliin dia gitar baru sebagai fitrah sekaligus kado ulang tahun.


"Iya, yuk bareng." Dinda menyahut, masih sambil menuang sup ke dalam mangkok suaminya.


"Ogah, Pa, Ma. Zozo mau tarawih bareng temen aja. Udah janjian." Kenzo secepatnya melahap habis nasi di atas piring.


"Siapa?"


"Asael," jawab Kenzo.


"Hlo, bukannya Asael enggak seiman sama kita?" Dinda bingung, masa iya Kenzo mau tarawin bareng Asael? Tarawih apa main game?


"Ada deh, Mama KEPO banget sih?! Udah ah, Kenzo cabut dulu." Kenzo menghabiskan es buahnya sebelum cabut.


"Paling juga mau sambil ngecengin cewek di komplek sana," sahut Kezia.


"Emang di komplek sini kagak ada yang cantik apa?" Erza terkikih.


"Bosen, Pa, udah pernah Kenzo coba semua." Kenzo meringis.


Plak!! Dinda mengeplak kepala anak bontotnya itu sambil berseru. "Mirip siapa sih??"


"Hahahaha!!" Erza tertawa, Dinda menggelengkan kepalanya.


"Kenzo cabut. Bye Pa, Ma, Zie!!" seru Kenzo dari arah keluar.


Dinda hanya bisa bergeleng melihat kelakuan anak bontotnya yang semakin hari semakin meresahkan para kaum Hawa itu.


"Kezia ambil mukena dulu ya, Pa, Ma." Kezia dengan patuh beranjak dari kursi dan menuju ke kamarnya. Sambil bersenandung riang gadis itu memilih rukoh yang akan ia kenakan buat malam tarawihnya hari ini. Permasalahan dengan Arkash berakhir, mereka baikan lagi sama seperti bisanya.


...•...


...•...


...•...


Di lain sisi, Kenzo dengan motor sportnya sampai di kos kos an Asael. Ia menaruh motornya di depan gerbang kos dan mulai menggedor pintu kamar Asael.


"Kagak sekali panggil gue 'Bangkeee'??" Asael membuka pintu kosannya dengan kasar. Ia keki melihat cowok tengil berbaju koko dengan menyandang sarung yang di angkat dan tertengger miring pada bahu itu. Memperlihatkan celana kolor dan sandal jepit merk billabong yang udah kumal (sengaja emang biar enggak di maling orang). Mana bulu kakinya njegrik lagi. Asael merasa pengen cabutin semuan bulu kaki itu.


"Rere uda berangkat tarawih belon?" tanya Kenzo.


"Mana gue tahu, emang gue emaknya?!" Asael nyolot.


"Temenin gue tarawih yuk!!"


"Elo gila, trus gue ngapain di masjid?" Asael mencelos.


"Kalau gue kagak ajakin elo, ntar Rere curiga Nyet! Masa iya gue kejar-kejar dia sampe nekat tarawih di kompleks sini!! Kan gue malu, El!"


"Oh, elo punya ******** juga."


"Punya, panjang banget malah, lo mau liat. Kita adu panjang-panjangan." Kenzo terkekeh.


"Banggkee!!" Asael mengeplak kepala Kenzo.


"Ayo!! Cepat!! Keburu kelar!" Kenzo nekat menarik tangan Asael dan menggiring temannya ke masjid.


...•...


...•...


...•...


Yup, namanya juga lagi tarawih, tempat seluruh bidadari komplek berkumpul di satu titik. Bikin Kenzo ngiler pas jabanin masjid. Asael bergeleng keki.


"Ck, mau cari Tuhan atau cewek sih?!" gerutu Asael, ia pura-pura ambil wudhu bareng Kenzo.


"Yailah, ya Tuhan to, cewek noh bonusnya, Nyet!" Kenzo selesai wudhu, ia bertolah toleh mencari Rere.


"Itu noh, di sana!" Asael menggiring kepala sang prend ke arah seorang gadis manis dengan kulit langsat dan lesung pipi yang menggoda. Lagi ngobrol riang sama cewek satu kompleks sambil menggelar sajadah dan merapikan mukenanya.


"Aish bener!!" Sorak Kenzo gembira.


"Dah ketemukan!! Gue tunggu di luar ya, kagak enak gue. Masa iya gue ikutan tarawih." Asael melipat tangan di depan dada.


"Ya udah sono!!"


"Anying gue bener diusir tanpa basa basi." Asael mengumpat, habis manis sepah dibuang, kagak mau nelen sekalian.


Namun saat Kenzo mau masuk ke masjid, tiba-tiba pandangan matanya menangkap seseorang yang tak asing. Seorang pria yang tengah berjalan beriringan dengan seorang wanita cantik, tertawa sambil bercanda. Mereka beratribut lengkap, hendak tarawih di masjid itu juga. Sang wanita terlihat mendekap sajadahnya di depan dada sambil menatap mata pria itu, matanya berbinar seakan memang sedang memperlihatkan betapa bahagia hatinya saat itu. Begitu pula si pria, menatapnya dengan teduh.


Kenzo mengeryit. Padahal baru sore tadi wajah Kezia kembali tersenyum karena pria ini. Baru sore tadi kakak perempuannya berbunga-bunga karena janji pria itu untuk tidak kembali mengkhianatinya. Malamnya, belum sampai 1x24 jam berlalu, Kenzo sudah melihat pria itu berjalan dengan wanita lain.


"Arkash!" Kenzo terkesiap, wajahnya merah padam menahan amarah.


"Apaan??" Asael kaget karena tiba-tiba aja Kenzo membatu, kaku kek ikan tongkol.


"Sembunyiin gue, ***!" Kenzo bersembunyi di balik punggung Asael sambil memantau gerak gerik Arkash.


Brengsek!! Awas aja kalau selingkuh lagi, gue hajar elo, batin Kenzo kesal. Ia jadi lupa tujuannya kemari mau ngajakin Rere makan bakso bakar abis tarawih.


...— DINDA X JAKA —...