Side To Side

Side To Side
BELLA



SIDE TO SIDE JAKA


BELLA


Mereka berempat menggandeng pasangan kencan masing-masing, mengarah pulang ke rumah. Rere masih sibuk ngeliatin Kenzo yang bercanda ria sama Mimi. Lenna masih ngambek sama Arron, Arron lagi minta maaf. El lagi ngobrol sama Jay, nanyain kabarnya setelah kencan sama author.


“HEI KALIAN!!” Teriak seorang preman dari belakang. Mereka baru sampai di lapangan parkir.


“Siapa?” JAKA pada pandang-pandangan, merasa nggak kenal.


“Kami yang tadi di waterboom!” Ternyata mereka grombolan yang ngibrit takut dipukulin sama para per-JAKA gegara godain Lenna. Kini mereka kembali, bawa satu kompi pasukan, mungkin ada 10 orang lebih. Nggak bisa ngitung soalnya lagi males ngitung.


“Kalian mau apa?” Teriak El.


“Mau bikin perhitungan!! Enak aja ngancem-ngancem kita!”


“Gimana gaes? Berantem nggak?” El nanya pada temen-temennya.


“Hadapin donk!!” Jawab Jay.


“Oke!! Dalam hitungan ke tiga, kita serbu ya.” Kenzo berkedip.


Para cewek langsung menelan ludahnya karena takut. Arron menyembunyikan Lenna dibelakang tubuhnya. Kenzo ngelirik Rere, trus Mimi, El dan Jay pasang kuda-kuda kaya orang kebelet pup.


“Yang bener aja, thor!! Suasanya uda tegang banget ini!! Lo malah becanda!!” Protes El nggak jadi pasang kuda-kuda.


Sorry....Author jayus.


“Ayo lanjut!!”


“Oke.”


Trus suasana kembali tegang, angin panas bertiup. Dedaunan kering tersibak, membuat rambut dan baju berkibar-kibar bak bendera. Kini kedua kubu saling berhadap-hadapan. Sepuluh lawan empat, sudah pasti sepuluh yang menang. Tapi jangan salah, JAKA nggak kalah sama Jaka Sembung, pahlawa dari pulau Jawa yang kekuatannya setara dengan si buta dari gua hantu, pacar dari saras 008, dan murid dari sinto gendeng. Eh salah, wiro sableng muritnya si sinto ya? 🤔


Mendadak author lupa.


“Yaelah thor! Suasana thor!! Suasana!! Uda tegang ini! Jangan ngelawak!”


“Lawakan nggak lucu aja dipaksain!” Kenzo ngelirik author, cuma Jay yang melengos. Bikin author sakit hati, trus nggak mau ngelanjutin JAKA.


“JAY!!” Teriak yang lainnya.


“Author syantek, nanti saya kasih servis ekstra!” Dengan berat hati Jay mengambil hati author rengginan.


Langsung semangat lanjut nulis donk.


“Oke, hitungan ke tiga ya.”teriak Kenzo


“Siap.” Yang lain ikutan.


Satu


Dua


Tiga


Arron langsung narik pergelangan tangan Lenna.


Kenzo narik pergelangan tangan Rere dan Mimi.


El narik pergelangan tangan Jay.


Mereka berlari... kabur....


Kesepuluh orang tadi cuma diam melongo melihat aksi mereka. Sedikit malu karena dikibulin anak bau kencur.


“Sialan kita di kibulin.”


“Ayo kejar!! Jangan cuma diam aja.”


>>> JAKA <<<


Mereka semua berlari menembus angin ke arah perumahan padat penduduk. Mereka sengaja nyari tempat ramai jadi para preman nggak bisa berbuat seenaknya. Kalau dihajar Bakalan di tolong sama warga.


Ditengah jalan mereka nggak sengaja bertemu dengan segrombolan anak ayam dan induknya. Karena mereka lari terburu-buru para ayam tercerai berai. Ada seekor anak ayam yang ketinggalan, nyangkut di sepatu jordan milik Kenzo.


“Awas lu ngengek di sepatu gw!” Kenzo ngancem tu anak piyik. Sepatunya mehong man!


“Istirahat sebentr, Mimi capek!! Skincare mimi luntur!! Ntar Mimi nggak syantik lagi!” Protes Mimi, lalu ngeluarin kipas portable dari tas hermpesnya.


“Oke...” Kenzo melepaskan gandengannya. Lalu mulai mengatur napas mereka yang tersengal-sengal.


“Kelihatannya kita uda bebas dari kejaran mereka.” Jay dan El ikutan berhenti, mereka juga bernapas dengan berat.


“Arron mana?”


“Itu.”


“Capek gaes!!” Arron tersungkur ke aspal, lelah! Pasalnya dia kehilangan banyak darah kini mesti lari maraton.


“Pyik pyik pyikk...”


“Lo nyuri ayam siapa, Zo?”


“Dia nyangkut di sepatu gw! Gw nggak nyuri!!”


“Lepasin donk kasihan!” El mengambil anak ayam itu dan menaruhnya ke jalanan.


Anak ayam itu menggerak-gerakkan kepalanya, memandang Kenzo, El, Jay, dan Arron satu per satu. Lalu mengipaskan sayapnya bahagia. Setelah itu ia kembali berjalan dan meloncat naik ke pundak Kenzo.


“Sepertinya dia suka sama lo!” Kata Rere.


“Tapi gw sukanya sama elo.” Jawaban Kenzo, sukses deh bikin wajah Rere memerah.


“PYIIIKK!!! Pyyyiikkk!!!” Si anak piyik nggak terima Kenzo suka sama Rere, terus lompat dan menyerang Rere, nge-ngeek di rambutnya.


“Wkwkwkkwk!!!” Semunya ngakak.


“Sialan ni piyik! Belom tau rasanya dipanggang!” Rere marah.


Si anak piyik beralih ke pundak Jayden, lalu naik terus ngangkrem di kepalanya.


“Wkwkwkw, lucu banget! Kita pelihara yo.” Kenzo seneng.


“Ayo, ntar kalau besar kita goreng.” Jawab El.


“Lumayan ngirit biaya makan 1 hari.” Arron berbinar.


“Kita namain dia Bella aja!” Usul Kenzo.


“Hah??? Bella?” Yang lain melongo.


“Iya, betina galak!” Kenzo ngakak, yang lain ikutan ngakak.


“Dari mana elo tau dia betina?!” Jay heran.


“Dari insting lelaki gw!” Jawab Kenzo bangga.


“Pyikk...pyikkk...”


“Spertinya dia suka.” Mimi mengelus pelan Bella dengan jari telunjuknya.


“Bella manis juga!! Tapi inget ya Bel!! Nggak boleh deket-deket Arron, dia punya gw!” Lenna tersenyum dan memberi peringatan.


Bella langsung berdiri dari kepala Jayden terus menghadap ke belakang, dengan sigap Bella membombardir Lenna.


“Ayam laknat!! Gw potong baru tau rasa!!” Lenna kalap, mukanya kena tahiii ayam. Arron mencegah Lenna memotong Bella.


“Sabar, Len. Masih terlalu kecil.” Kata Arron.


Akhirnya mereka punya teman baru, gaes. Terus anggota JAKA kini jadi 5, yang satu punya ekor. Maskot geng JAKA, namanya Bella. Saingan cinta Rere sama Lenna.


>>> JAKA <<<


Crazy up setelah sekian lama..


Maaf ya saya jarang up JAKA


AUTHOR RENGGINAN BARU FOKUS BIKIN NOVEL LAIN. Baca MUSE!!


😘😘😘😘😘


Akacih reders yahud terkece!!