
SIDE TO SIDE
S2 \~ ACT 3
“Kemarikan!!” Renny membuka telapak tangannya.
“Tapi miss..”
“Aku bilang kemarikan.. semuanya!!” Renny membentak 3 orang bodyguard yang telah membuntutinya sepanjang hari. Mengambil semua hp dan peralatan GPS mereka.
“Aku juga punya privasi!!” Renny kembali berteriak.
“Tapi miss bisa gawat kalau ada apa- apa dengan miss Renny, kami bisa di pecat.”
“Kalian bisa membuntutiku di belakang seperti biasanya. Tapi alat penyadap, GPS, HP aku sita.” Renny mengambil semuanya. Ketiga pria kekar itu hanya bisa berpandangan satu dengan lainnya.
“Di rumah diawasin Brian, diluar diawasi mereka!! Kapan aku bebas.” Renny merasa kesal dalam hatinya.
Renny kembali melajukan kendaraannya ke jalanan. Sedikit- sedikit dia menambahkan kecepatnyannya dan berbelok di sebuah tikungan tajam. Tidak perlu waktu lama Renny sudah berhasil keluar dari kejaran para bodyguardnya.
“Yesss...” Renny mengangkat tangannya senang, senyum manis terkembang di wajahnya.
Renny memakai kaca mata dan membuka atap mobilnya, dia merasakan hembusan angin yang hangat menerpa wajahnya yang cantik.
“Jalan- jalan begini ternyata juga menyenangkan.” Senyum Renny senang.
Dia melaju pelan menikmati lautan yang terlihat di kejauhan. Kota tempat tinggalnya kini memang berada di dekat lautan. Sangat berbeda dengan negara kelahirannya.
“Hloh kenapa?? Kenapa ini??” Renny panik saat laju mobilnya menjadi berat.
“Kenapa sih?? Mesinnya mati??!”
Renny melangkah keluar dari dalam mobil.
“Percuma mobil mahal tetep aja mesinnya bisa rusak.” Renny menendang ban mobilnya.
“Ah hp mereka aku sita semua. Bagaimana cara menghubunginya? Apa telephone papa ya?” Renny menggeser- geser layarnya mencari seseorang untuk di hubungi.
“Akukan baru ngambek sama papa.” Gerutu Renny.
Renny berdiri menyandar di samping mobil. Kakinya yang jenjang semakin terlihat cantik dengan high heels berwarna kuning.
Kring..kring..
Sebuah mobil pick up dengan 2 orang cowok kembar dan seorang wanita separuh baya berhenti di depan Renny.
“Hallo cantik? Kenapa?”
“Mesinnya mati, kalian bisa menolongku??” Renny memasang wajah cantiknya untuk memelas.
“Tentu saja, beberapa blok di depan ada bengkel, kami bekerja di sana.”
“Betulkah?!” Renny tersenyum senang.
“Ayuk kita tarik mobilnya, anak- anak pasang tali derek. Nona kau masuklah, biar anak- anak yang melakukannya.” Kata wanita itu. Dia menyetir mobilnya, ada guratan tipis di sudut matanya, tapi wajahnya tetap cantik dan bersahaja.
“Kau terlihat seperti orang Indo.” Renny tersenyum saat bertanya.
“Aku memang orang Indo, suamiku yang asli Ausi.” Jawab wanita itu.
“Papa dan mamaku juga asli Indo.”
“Oh ya?”
“Huum.” Angguk Renny.
“Ini Sam dan Sean, anak kembarku. Namaku Milla.”
“Haloo.. Aku Sam.”
“Halloo..Aku Sean.”
“Hai. Aku Renny.” Renny mengulurkan tangannya menyambut tangan si kembar.
“Kakak sangat cantik!! Berapa usia kakak??” Ucap si kembar bersamaan.
“Betulkah??? Umurku 17 th.” Renny terihat senang, walaupun banyak yang bilang dia cantik, tapi baru kali ini terdengar sangat menyenangkan di telinganya.
“Seumuran dengan Jay. Lebih tua 2 th dari kami.”
“Oke anak- anak kita sampai. Sean tolong panggilkan Daddy, suru dia melihat kerusakan mobil Renny.” Ucap Mila.
“Daddykan sedang memancing!”
“Oh iya, kalau gitu panggilkan Jay.”
“Oke.”
Sam dan Sean melepaskan tali dan mendorong mobil Renny memasuki area bengkel. Karna hari ini hari minggu bengkel mereka tutup. Tidak ada montir yang bekerja, bahkan Harry, suami Millapun pergi memancing.
“Sebetulnya hari ini kami libur, untung saja masih ada Jay.” Mila mengajak Renny mengikuti si kembar masuk ke dalam.
“Jay, bisa kau bantu kami.” Mila memanggil Jay, dia menggunakan bahasa Indo.
“Jay juga orang Indo?” Tanya Renny penasaran.
“Iya, dia keponakanku. Dia hanya sebulan di sini untuk berlibur.” Jawab Mila.
“Dia bisa betulin mobilku?” Renny terlihat penasaran, mana mungkin anak yang masih sekolah bisa membetulkan mobil sport mahal miliknya.
“Sure, Jay sangat berbakat.” Mila tersenyum dan meninggalkan Renny.
“Kak Renny kemarilah.” Sean memanggil Renny untuk mendekat.
Renny berjalan beberapa langkah sebelum sampai di area bengkel. Bau minyak dan oli memenuhi indra penciuman Renny. Renny melihat sekeliling dan memastikan tempat duduknya bersih dari minyak sebelum duduk.
“Jadi permasalahannya apa?” Suara seorang cowok mengagetkan Renny.
Cowok itu keluar dari dalam kolong mobil sedan merah di depan Renny, tangannya masih memegang peralatan bengkel dan kunci- kunci inggris.
Seorang cowok tampan dengan kulit sawo matang, dia menggunakan jump suit khusus montir berwarna biru tosca. Lengan panjangnya terikat di pinggang, menampilkan dadanya yang telanjang. Dada bidang dan perut six pack menghiasi tubuhnya. Keringat yang membasahi wajahnya dan noda oli yang mengotori tubuhnya terlihat sangat Sexy di depan Renny.
Renny melongo melihat cowok itu. Sekejap kemudian dia menggigit bibirnya yang mungil dan tebal. Baru kali ini Renny bergetar saat melihat cowok bertelanjang dada.
“Heh!! Kenapa mobilnya?”
“Ah..mogok.. mogok begitu saja.” Renny tersentak kaget.
“Jay, lembut sedikit donk kalau sama cewek.” Mila keluar dengan nampan, ada 5 gelas jus jeruk menemaninya keluar.
“Ah.. ini yang namanya Jay.” Pikir Renny.
“Dia ngelamun. Aku sudah bertanya dengan lembut sebelumnya.” Jay menghampiri mobil silver milik Renny.
“Dasar anak itu!” Mila berdecak sebal.
“Terimakasih Aunty.” Renny tersenyum, memamerkan deretan giginya yang rapi dan putih.
“Ah kau sangat cantik.. andai saja aku punya anak perempuan. Sayangnya rumah ini berisi cowok semua.. sangat suram.” Keluh Mila.
“Hahaha.. lucu!!” Jay tertawa kaku.
“Renny, apa kau tidak tertarik dengan Jay?? Dia sangat tampan bukan?” Mila tampak berseri- seri.
“Iya tampan!” Renny mengacungkan jempolnya tanda setuju.
“Jay, Renny bilang kau sangat tampan.” Teriak Mila.
Jay tak menggubrisnya, tetap diam dan sibuk mengecek mobil Renny.
“Hei si bodoh ini!! Kenapa dingin banget sama cewek cantik? Kadang aku curiga dia seorang gay.”
Renny senyum- senyum memandang cowok di depannya. Matanya terus melihat mulai dari ujung rambut, wajah, dada, kaki, terus kembali naik lagi. Kali ini melihat hidung milik Jay. Wajah Renny memerah, teringat ucapan Bella tentang hidung dan ukuran mr.P.
“Bisa- bisa aku meledak!!” Renny menyembunyikan wajahnya yang memerah di tangkupan ke dua telapak tangannya.
“Hei kamu!!” Jay memanggil Renny.
“Namaku Renny, bukan Hei!!” Renny terlihat sebal.
“Kemarilah!” Jay melambaikan tangannya.
“Oh.. Oke.” Renny terihat sangat senang. Dengan langkah riang dia mendekati Jay.
“Lihat itu, kau lihat tanda bensin di situ!” Tunjuk Jay.
“Lihat.” Renny mengangguk.
“Bensinnya habiss!! Kalau mogok ya jangan salahin mobilnya!! Salahin orangnya!!” Jay terlihat emosi. Mana ada orang memacu mobil tanpa tahu kalau bensinnya habis.
“Ahahahaha.. ternyata cuman kehabisan bensin ya.” Renny tertawa senang.
“Kau itu bodoh ya?” Jay terlihat sebal.
“Jay jangan kasar- kasar sama cewek!!” Mila berkacak pinggang.
“Iya iya!!”
“Mobil ini setidaknya berharga 5 M, dan kau nggak punya uang untuk membeli bensin??” Gerutu Jay.
“Ahahahaha.. soalnya Carl selalu mengisinya untukku.” Renny tersenyum manis.
“Sudah aku isi bensinnya, kau bisa pulang.” Ucap Jay, dia berbalik dan akan meninggalkan Renny.
“Tunggu. Tolong perbaiki mobilku.” Renny menarik tangan Jay. Kehangatannya menyebar memenuhi genggaman Renny.
“Mobilmukan tidak rusak, apa lagi yang harus di betulin.”
Renny berlari dan mengambil sebuah palu besar, lalu dengan sempoyongan kembali ke mobilnya, membuka cap mobil yang melindungi mesinnya. Dengan sekuat tenaga Renny memukul mesin mobilnya di beberapa tempat.
Jayden, Mila, Sean dan Sam terlihat melongo dengan tindakan Renny.
“Huft.. Sekarang mobilnya rusak.” Renny mengatur nafasnya dan tersenyum puas.
“Kau Gila!!!” Jay melongo.
“5 M hlo harganya!!!” Sean hampir menangis.
“Aku belum sempat foto dengan mobilnya.” Sam memuntahkan lagi jus jeruk dari mulutnya.
“Perbaiki mobilnya.” Renny mendekati Jay.
“Cewek Gila!! Kenapa kau merusaknya??”
“Biar bisa lebih lama melihatmu.”
“Kenapa??” Jay berteriak.
“Aku suka kamu pada pandangan pertama, ayo pacaran denganku.” Renny memberikan palu besar itu pada Jay.
Jay diam terpaku dengan pengakuan cinta Renny, padahal baru satu jam mereka bertemu, bagaimana bisa dia bilang suka!!?
“Ayo pacaran denganku.” Renny kembali tersenyum, menunggu jawaban dari Jay.
Sam dan Sean bertepuk tangan dan memecahkan keheningan.
“Hebat Jay.. terima saja!! Kak Renny sangat cantik!” Sam bersiul.
“Iya Jay, kapan lagi dapat cewek cantik, kaya, dan sedikit...”
“Gila...!!” Seru si kembar bersamaan.
“Aku menganggapnya sebuah pujian.” Renny malah mengacungkan jempolnya pada si kembar.
“Kalian saja yang pacaran, aku ma OGAH!!” Jay melemparkan palu dan kembali masuk ke dalam rumah.
Renny berdiri terpaku di samping mobilnya. Baru kali ini dia mengalami penolakan dari seorang cowok.
Bagian mana yang kurang?
Bagian mana yang salah? Kenapa di tolak? Kenapa????????
Renny menangis, ternyata di tolak itu sangat sakit.
“Renny, u okay baby??” Mila mendekati dan memeluk Renny.
“Aku ditolak.. huhuhu...” tangis renny.
“Kamu serius dengan perasaanmu? Aku kira cuma bercanda.” Mila menghapus air mata Renny.
“Tentu saja, aku menyukai Jay.”
“Aku akan membantumu.” Mila tersenyum dan kembali memeluk Renny.
............
Free talk.
Hallo gaeeessss..
Jangan lupa ya +fav, like, and comment..
Oh iya.. authornya liburan dulu ya readers..
Updatenya agak lama ya ^^
Tetep ditunggu ya
Author ❤️❤️❤️❤️ kalian