
SIDE TO SIDE - JAKA
KENZO
(3 tahun yang lalu..Kenzo kelas 2 SMP)
“Kenzo, beliin mama minyak goreng di warung.” Dinda masuk ke dalam studio kecil di dalam rumahnya.
“Yah, Mama. Kok Enzo sih, Zizi aja yang disuruh.” Enzo menghentikan permainan bass-nya.
“Enzo aja, Ma.” Zizi ikut menghentikan tangannya menggebuk drum.
“Zizi mau Mama suru bantuin masak. Uda ayo cepetan Enzo!”
“Yahhh...” teriak mereka berdua bersamaan.
“Semangat anak-anak!!” Erza ikut berhenti, ia melepaskan tali gitar yang melekat dibahu kanannya.
“Udah nggak usah pada ngeluh, semua punya tugasnya masing-masing..!”
“Ugh..!” Baik Kenzo maupun Kezia beranjak dengan malas. Jarang-jarang mereka bisa nge-jam bareng Papanya. Susah mendapatkan waktu di antara kesibukan Erza sebagai penulis dan produser lagu.
“Ini Kenzo, pake motor Papa.”
“Asyik...”
“Za, Enzo masih kecil, belom cukup umur buat naik motor!!” Larang Dinda.
“Biarin, Babe. Gw dulu juga SMP juga uda naik motor ke mana-mana.”
“Kan bahaya, belum punya SIM..”
“Santai aja, Babe. Terlalu dilarang-larang ntar dia nggak bisa jadi cowok tangguh.” Erza memeluk Dinda dan mencium pipinya.
“Lagian cuma deket situ doangkan, Ma.” Kezia ikut menimpali Mamanya.
“Hati-hati, Enzo!!” Teriak Dinda.
“Iye..!” Balas Enzo juga dengan berteriak dari teras luar.
>>> JAKA <<<
Kenzo mengendarai motor sport milik Papanya. Tinggi tubuhnya terbilang cukup tinggi untuk anak seusianya. Makanya Kenzo dengan mudah bisa naik ke atas motor sport hijau ini.
“Mejengin cewek ah..” Kenzo bukannya langsung ke mini market malah muterin kompleks rumahnya dulu buat tebar pesona. Kali aja ada cewek yang terkesima liat kegantengannya, plus motor mahalnya.
“Mumpung jalannya sepi nambah kecepatan deh.” Kenzo memutar gas dengan lebih dalam.
Tiba-tiba dari kejauhan ada seorang gadis menyebrang jalan. Kenzo berjengit kaget, cepat-cepat ia mengecilkan gasnya dan mengerem motor sekuat tenaga.
“Hei Awas!!!! Minggir!!”
Ciiittt....!!!!
Motor Kenzo berhenti tepat di depan gadis itu.
Bruukk!!!
Gadis itu jatuh sangking kagetnya..
Jantung Kenzo berdetak sangat cepat, tangannya bergetar karena takut. Bagaimana tidak, untuk pertama kali dalam hidupnya Kenzo akan menabrak seseorang.
“Lo jalan kok nggak pake mata sih?” Kenzo turun dari motornya.
“Lo juga ngapain naik motor sengebut itu? Inikan jalan perumahan.” Gadis itu terlihat masih cukup syok. Tapi nada suaranya marah karena ucapan Kenzo malah terkesan menyalahkan dirinya.
“Yang penting elo nggak papakan?” Kenzo mengulurkan tangannya hendak menolong gadis itu.
“Nggak perlu.” Gadis itu menangkis tangan Kenzo.
“Ya udah kalo nggak mau.” Kenzo menarik tangannya kembali lalu menyimpannya pada saku celana.
“Loe nggak minta maaf sama gw?” Gadis itu bangkit berdiri dengan kemampuannya sendiri.
“Gw nggak salah kok. Elo aja yang nyebrang jalan nggak liat-liat.”
“Dih.. muka badak banget sih?!”
“Heh, ganteng gini lo panggil gw muka badak?!! Minta dicium lo?”
“Amit-amit.. mending gw nggak punya cowok dari pada dicium sama cowok kaya elu.” Gadis pucat itu pergi dari hadapan Kenzo, melanjutkan perjalanannya.
“Amit-amit juga gw cium cewek judes kaya elu.” Kenzo kembali mengendarai motornya.
>>> JAKA <<<
Esoknya....
TEEEETTT...
Bel sekolahan berbunyi.
“Kenzo...” sapa anak-anak cewek.
“Hai..”
“Enzo ntar makan siang bareng ya?”
“Boleh..”
“Bukannya lo uda janji mau lunch sama gw?!” Tiba-tiba cewek lain menarik lengan Kenzo.
“Apa iya? Gw lupa.. ya udin.. ntar bareng-bareng aja ya makan siangnya.” Enzo mengedipkan sebelah matanya.
“Kyaaa..!!” Semua gadis berteriak sangking terlalu kesemsem dengan pesona Kenzo.
.
.
.
“John, lo udah bikin peer belom? Gw minjem.” Kenzo masuk ke dalam kelas dan langsung menyalin peer sahabatnya.
“Orang bodoh minjem peer orang bodoh.. bodoh kuadrat!!” Ledek Johnny.
“Sembodoh.. yang penting beres.” Kenzo melanjutkan pengerjaan peernya.
“Hlo, Re? Elo masuk? Uda baikkan?” Tiba-tiba kedatangan seorang gadis pucat menyita perhatian Kenzo.
“Hlahh??? Elukan yang kemaren??” Kenzo menunjuk ke arah gadis itu.
“Shit!! Hari pertama masuk kelas setelah sekian lama malah ketemu cowok muka badak!!” Rere mengumpat, ia akhirnya berjalan melewati Kenzo dengan sebal.
“Loe kenal dia John? Dia sekelas ama kita? Kok gw nggak pernah sadar?” Kenzo berbisik pada Johnny.
“Hla elu, temen sekelas masa nggak kenal?” Johnny mengeplak kepala Kenzo dengan penggaris tipis lentur.
“Sumpah gw nggak tahu.” Kenzo keheranan, padahal semester satu udah berjalan hampir 3 bulan, tapi keberadaan gadis pucat itu sungguh tak pernah menggelitik indra pengelihatan Kenzo.
“Dia Rere, Reindah Berlian.”
“Ow namanya Rere.”
“Dia sakit, jadinya jarang masuk ke sekolah.” Johnny berbisik di telinga Kenzo.
“Sakit?!!”
“Iya, sakit parah katanya, jadi kudu cek up terus.” Johnny dan Kenzo melirik pada Rere.
Rere duduk di bangkunya, pandangannya asyik mengamati langit biru jauh di sisi luar jendela. Rere punya mata yang tidak terlalu lebar, tapi lipatan matanya sangat jelas. Bibir atasnya tipis, sedangkan bawahnya tebal dan penuh, tipe-tipe flying kiss lips seperti Enzo. Selain kulitnya yang pucat, Rere punya wajah yang cantik dan rambut yang berkilau indah.
“Oh.. dan gw hampir nabrak dia kemarin.. mana gw kata-katain lagi!!! Wa...!! Cowok sampah macam apa gw?!” Kenzo langsung menjambak rambutnya pelan, penyesalan berargumen dalam pikirannya.
“Ehem..” Kenzo berdehem di samping Rere, entah sejak kapan Kenzo berdiri di sampingnya.
“Apaan?”
“Ga kok.. mo minta maaf.”
“Telat Badak!!”
“Yaelah.. nggak ada kata terlambat dalam meminta maaf kales!! Ga pernah denger pribahasa itu?!”
“Itu bukan pribahasa, itu quotes!! Lagian elo juga ngapain tiba-tiba berubah pikiran minta maaf ke gw?” Rere menatap tajam pada mata bulat Kenzo.
“Ehmm... gw nggak tahu kalau lo sakit, dan gw udah hampir nabrak lo.” Kenzo menggaruk rambutnya.
“Gw nggak butuh dikasihani.” Rere kembali menatap ke luar jendela, menyangga kepalanya dengan telapak tangan.
“Sumpah gw nggak bermaksud buat ngehina elo, Re. Gw tulus minta maaf.”
“.....”
“Duh.. Jadi cewek jangan jutek-jutek, donk! Ntar cepet tua, hlo!!” Kenzo kembali ke bangkunya.
Rere mengulum siku simpul pada ujung bibirnya, merasa sebal dengan kelakuan serampangan Kenzo. Sudah hampir 3 bulan masuk ke kelas 2 dan dia baru tahu kalau tepat di depannya ada cowok yang nyebelinnya kaya gini.
>>> JAKA <<<
“Bagi rokok donk!” Kenzo duduk di belakang sekolahan bersama dengan teman-teman se-ganknya.
“Anak orang kaya kok ga modal!!” Johnny mengorak-arik rambut pirang Kenzo.
“Hei jangan donk!! Ntar rambut gw rusak!!” Kenzo meniupkan asap rokoknya pada wajah Johnny.
“Dasar buceri!!”
“Paan tuh?”
“Bule cet sendiri!!” Johnny ngakak, Kenzo ikutan ngakak.
“Ada yang dateng!! Umpetin rokoknya.” Donny berbisik, takut kalau ketahuan oleh guru merokok di belakang sekolahan.
Setelah beberapa saat ada beberapa orang anak cewek lewat, di belakang mereka ada seorang gadis pucat. Kenzo mengenalinya, namanya Rere, teman sekelas yang baru saja disadarinya seminggu belakangan.
“Mo diapain tuh si Rere..?” Johnny menunjuk ke arah Rere.
“Gw mo liat ah.” Kenzo bangkit, lalu menginjak puntung rokoknya.
“Dasar pangeran kesiangan.” Johnny tertawa.
Kenzo mengikuti mereka ber 5 pelan-pelan. Tetap menjaga jarak agar mereka tak menyadari kehadiran Kenzo.
PLAK!!!
“Cewek jelek!! Lo harusnya sadar diri donk!! Ngapin masih godain cowo orang!”
“Siapa yang godain?” Rere menjawab tuduhan yang ditunjukan padanya.
“Lihat foto ini?? Ini elo-kan?! Loe lagi jalan sama cowok gwkan?” Cewek yang satunya nampak emosi, ia menunjukkan beberapa bukti foto-foto Rere bersama seorang anak cowok tampan.
“Siapa cowok itu? Gw nggak kenal.”
“Jangan bohong loe!!”
“Gw ngomong jujur, kalau loe nggak percaya ya udah.” Jawab Rere singkat. Wajahnya sama sekali tak terlihat ketakutan padahal gadia-gadis itu terlihat ingin menerkamnya.
“Lalu siapa yang ada di dalam foto ini??”
Rere hanya diam tak menjawab ataupun menyangkal.
“Yang pasti bukan gw, udah gw mo kembali ke kelas.” Rere hendak berbalik.
“Hei!! Kurang ajar! Gw belum selesai ngomong!!” Gadis itu kembali berteriak.
“Pegangi dia gaes!!”
“Oke..!”
“Hei!! Kalian mau apa??!” Rere kini terlihat ketakutan. Dua orang teman gadis itu mengunci lengannya, yang seorang menahan bahunya, dan gadis itu menjambak rambutnya.
“Lo kira bisa kabur?? Lo kira lo bisa nyatai gitu setelah selingkuh ama cowok gw?”
“Lo budek ya!! Dibilang itu bukan gw?”
“Hei!! Mungkin gw budeg, tapi gw nggak buta, loe liat sendiri wajah cewek ini mirip banget sama loe!!!”
PLAK, sebuah tamparan bersarang pada pipi pucat Rere. Wajahnya memerah sangking terlalu lama menahan rasa sakit.
BRATTT...
Gadis itu menarik paksa kemeja seragam Rere sampai kancingnya terlepas semua.
“Biar semua orang tahu kalau lo itu nggak punya malu!!”
“Sialan!!! Beraninya keroyokan!! Lepasin kalau berani hadapi gw satu-satu!!” Rere meronta-ronta.
“Cewek gila!!”
Gadis itu hendak memberikan satu lagi tamparan keras pada wajah Rere, namun sebuah tangan menahannya.
“Kenzo??!” Semua cewek berteriak karena terkejut.
“Yo..girls.. kenapa ini?” Kenzo tersenyum , memamerkan senjata utamanya, ke-ganteng-an-nya.
“Nggak kok.. yuk cabut!!”
“Jangan laporin ke guru, ya, ntar kita nggak bakalan lapor juga kalau loe ngerokok disekolah..”
“Wah jadi loe pada ngancem gw, ya?” Kenzo menyilangkan tangannya di depan dada.
“Sedikit..!”
“Oke deh. Gw nggak lapor guru.”
“Makasih, Enzo.” Ucap mereka manja.
“Sana pergi!!” Keempat gadis itu mendorong tubuh Rere sebelum pergi meninggalkannya.
Rere masih tersungkur, rambutnya yang hitam dan panjang menutupi wajahnya. Air matanya mengalir sederas keringatnya yang bercucuran.
“Loe nggak papa?” Kenzo berjongkok di depan Rere.
“Jangan mendekat..!” Rere malu, ia menutup erat tubuhnya, sudah tak ada kancing pada seragamnya saat ini.
“Gw udah lihat kok, pink-kan, terus ada gambar anjingnya warna coklat.” Kikih Kenzo. Ia tak menyangka bisa mengingat gambar pada bra Rere sampai sedetail itu.
“Lo pikir gw bahan candaan?” Rere menatap Kenzo.
“Nggak kok.” Kenzo membantu Rere berdiri.
Tanpa ragu Kenzo melepaskan seragamnya di depan Rere.
“Lo ngapain?”
“Ngelepas seragam..! Masa gini aja lo nggak tahu?!” Senyum Kenzo nakal.
“Jangan macam-macam, ya!! Gw teriak!!” Rere mundur dua langkah, masih mengenggem erat seragamnya yang terbuka.
“Pake..” Kenzo memberikan seragamnya pada Rere.
“Buat gw?”
“Iya, emang lo ga malu jalan kelihatan dalemannya gitu?”
“Hla trus elo pake apa?”
“Gw ada jaket di loker.”
Dengan ragu Rere menerimanya. Padahal dia sempat berpikir aneh-aneh. Tapi ternyata Kenzo hanya ingin membantunya.
“Gw hadap dulu ke belakang.” Kenzo membelakangi Rere agar Rere bisa segera berganti pakaian.
“Udah belom?”
“Udah..udah..” Rere mengancingkan kancing terakhir, baju Kenzo terlihat terlalu besar di tubuhnya yang kurus.
“Sip..”
“Makasih, ya. Sory gw mikir jelek tentang loe tadi.” Rere berjalan di samping Kenzo.
“Nggak papa. Gw kemaren emang keterlaluan. Jadi lo pasti bawaannya mikirin gw jelek terus.” Kikih Kenzo.
“Gw kembaliin seragamnya besok.”
“Oke.”
Mereka berdua berjalan kembali ke kelas.
>>> JAKA <<<
Kenzo menjadi dekat dengan Rere..
Sampai akhirnya satu tahun kemudian..
Rere pergi meninggalkan Kenzo..
Tanpa sebuah kata perpisahan..
Kepergian Rere meninggalkan kekosongan tersendiri di dalam hati Kenzo..
Kenzo berubah menjadi semakin nakal, semakin sering membantah Papa dan Mamanya. Terjerumus dalam pergaulan yang salah sampai penggunaan obat-obatan.
Setelah Kenzo menjalani rehabilitasi remaja, ia kembali menjalani sekolahnya..
(2 Tahun kemudian, Kenzo kelas 2 SMA)
“Laki tapi bawelnya kaya cewek!” Umpat Enzo pada El. Murid baru yang membuatnya sebal karena mencampuri urusannya.
“Dasar...”
Kenzo berjalan menyelusuri koridor sekolahan.. dan berhenti pada atap gedung sekolah. Kenzo merogoh kantong saku celana abu-abunya. Mencari sebatang rokok yang selalu diselundupkannya pas jam istirahat.
“Yah.. koreknya lupa..”Kenzo memasukkan kembali rokoknya dan bersandar pada dinding beranda.
Dari kejauhan seorang gadis dengan seragam SMA lain terlihat mondar mandir di depan SMA Kenzo. Wajahnya terlihat kebingungan. Kenzo mengamati gadis itu dari atas dengan lebih detail, mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya. Kenzo terbelalak, ia sangat mengenali gadis itu.
“Rere....?”
>>> JAKA <<<
Bagi like dan comment..
Jangan pelit ya readers..alias yang banyak
Hahahaha..
❤️❤️❤️
Terus dukung JAKA..
HALLO REDERS SETIA SIDE TO SIDE
Author lagi bagi giveaway nih,
Caranya gambang;
• baca novel saya yg judulnya MUSE
• bantu like dan comment
• bantu Vote MUSE dengan poin kalian
• 3 Voters terbanyak mendapatkan kenang-kenangan kaos dari saya. (Katun combet yang adem banget)
• ditutup 15 Mei 2020
• diumumin di GRup chat.
Join yuk!! Kapan lagi baca Novel berhadiah..
❤️❤️