
SIDE TO SIDE - JAKA
NGE-GYM LAGI
Suasana mencekam meliputi mereka berempat. Atmostif yang semula terang langsung berubah menjadi mendung. Bunyi kendaraan seakan-akan menghilang bak tertelan bumi. Malam semakin larut, dan udara semakin terasa dingin. Kabut turun, menimbulkan rasa dingin yang mencekam. Mereka berempat menelan salivanya, menanti makhluk gaib apa yang akan menyambut mereka di dalam sana.
“Thor kok jadi novel horor, sih?” El melayangkan protesnya.
“Iya Thor, kan uda gw bilang jangan lebay!! Inget us....ehmmmp!!” Mulut Kenzo langsung di sumpal oleh ke tiga sahabatnya yang lain.
“Diem lo!! Ntar Authornya ngambek lagi trus JAKA ditamatin!!” bisik Arron.
“Iye!! Kok lo nggak pinter-pinter sih, Enzo?!!!” El mencubit pipi Kenzo gemas.
“Lo kagak tau susahnya author cari bahan buat nuliskan?” lanjut El.
“Hhheemm...Eemmpasahhh...(iya maap.. lepasin).” Kenzo memberontak.
Jay berjalan mendekati Author terus membungkuk minta maaf ala-ala pelajar jepang, “Author yang cantik dan kece badai, maafin kita, ya. Jangan ngambek, ya. Ntar nggak cantik lagi hlo.”
Aduh, author ma langsung mimisan, soalnya authornya udah cinta mati banget sama elo, Jay!! Apalagi readers, mereka udah jadi bucin lo tuh?! Ayo bucin Jay angkat tangannya!! ✋🏻
“Minta maaf sana!” El mendorong Kenzo.
“Author cantik, maafin Kenzo yang imut ini, ya. Jangan marah, ya. apalagi sampe JAKA di tamatin..” Kenzo langsung pasang wajah termanis yang ia punya.
Author yang nggak berkutik di depan cowok-cowok cakep langsung pingsan.. terus JAKA akhirnya nggak jadi UP..!!!
“Yah.. yah.. Thor!! Bangun donk!! Cepetan UP!!” El menepuk pipi Author.
“Iya, Thor. Kasihan yang pada uda nungguin kita-kita.” Arron menggoyang-goyangkan tubuh Author.
“Iya, Thor.. mana mereka masih harus suru baca narasi yang unfaedah kaya gini.” Kenzo ikutan menepuk pipi Author.
“KENZO!!!” Lirik mereka bertiga barengan.
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
(Ini lanjut beneran ceritanya!! Bukan narasi yang unfaedah, author akhirnya tetep UP meski sambil mimisan 😘)
•••
Arron, Jay, El, dan Enzo saling pandang trus keluar keringat dingin dari pelipis dan wajah ganteng mereka.
“Kita bakalan di grayangi nggak, ya?” El menyilangkan tangannya di depan dada.
“Gw pulang aja.” Jay memutar badannya. Tetep dengan ekspresinya yang datar tanpa rasa bersalah.
“Eee..enak aja!!” El menahan bahu Jay.
“Positive thingking aja, gaes. Siapa tahu isinya cewek-cewek cantik kaya Kak V semua.” sahut Kenzo.
Mereka belum sempat menjawab ucapan Kenzo saat sebuah tangan ramping yang kencang merangkul mereka ber 4 dari belakang, “yo gaes!! Ngapain berdiri di depan kaya orang ****? Ayo masuk!”
Mau nggak mau mereka melangkah lesu mengikuti V masuk ke dalam ruangan gym. Para ladies yang lagi asyik angkat beban langsung menoleh ke arah cowok-cowok imut ini. Mereka semua terpesona dengan keberadaan JAKA di dalam gersangnya area gym yang isinya cewek semua.
“Kak, kok nggak bilang kalau gym-nya khusus cewek?” protes Arron.
“Kan kalian nggak nanya.” senyum V dengan licik.
“Jadi cowoknya cuma kita ber-4, nih?” tanya Kenzo sambil cengoh.
Se- playboy - playboy nya Kenzo juga, kalau musuhnya sebanyak inikan bikin ngilu. Belom lagi yang bodynya langsing bisa diitung sama jari, yang lainnya punya body langsung jaya (kaya merek bis antar kota), trus ada juga yang body-nya imut-imut kaya mochi, dah bulet aja gitu.
“Nggak kok, tuh ada Pak Kumis. Dia OB.” V menunjuk seorang pria paruh baya yang dari tadi megal megol sambil ngayunin gagang pel.
“Jay, elo pacaran sama kak V aja gih!!” El mendorong tubuh Jayden ke depan V.
“Kak mari kita pacaran!! Satu minggu..” tembak Jay. Soalnya dia juga nggak mau ibu-ibu, kakak-kakak, tante-tante satu gym pada ngeliatin tubuh seksoynya. Apa lagi sampai di grayangi. Walaupun nggak di nodai juga kalau di grayangi wanita satu komplekkan eneg juga, ya ga?
“Yah.. udah terlambat, Jay.” V berkacak pinggang.
“V. Kelas lo uda mo mulai, tuh. Kameranya juga udah gw pasang!” teriak seorang cewek lain, temen V sesama instruktur di Venus Gym.
“KAMERA???” Mereka ber-empat langsung menjerit kaya cewek di kejar kecoak terbang.
“Iya, media promosi.” alis V naik turun.
“Kak.. tolonglah, kami hanya anak-anak di bawah umur..” Arron menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.
“Wkwkwk.. Emangnya kalian mau diapain, sih??? Pikiran kalian jorok deh pasti?!” cerca V sambil ketawa ngakak.
“Trus kenapa nggak bilang kalau gymnya khusus wanita?” sergap Arron.
“Trus kita di suru nggak pake baju buat apa?” sergap El.
“Trus pake kamera segala buat apa?” sergap Jay.
“Trus Kak V senyum-senyum licik kenapa?” sergap Kenzo.
“Ntar juga kalian tahu. Ayo masuk ke studio, yang lain udah pada nungguin!”
V kembali merangkul pundak mereka bertiga dan berjalan menuju ke dalam kelas. V melepaskan jaketnya, ia sudah berganti dengan sport bra berwarna hitam dan biru, dengan celana sport ketat sepanjang betis. Perutnya yang ramping dan otot-otot lengannya yang kencang menandakan bahwa cewek manis ini benar-benar rajin berolah raga.
“Jadi gini, kalian ntar di depan. Ngikutin gerakan gw. Ntar kita live, di siarin di IG TV sama di TV luar.” V mulai melakukan pemanasan pada lengannya.
“Kaliankan cowok, nggak ada yang kurang juga.” kikih V bahagia.
“Tetep aja, kita kan punya ke-malu-an!!” Kenzo mempertegas ucapan Jayden.
“Ntar kalau pada liat body kalian pasti banyak member baru yang mau daftar.” V menarik lengannya ke atas.
“Tapi nggak boleh menzolimi anak di bawah umur hlo, ya.” ucap El.
“Tenang aja, aman. Pokoknya lakuin dengan serius. Kalau ntar banyak member baru yang daftar kalian gw kasih fee ekstra.”
“Fee ekstra, Kak? Ayo gaes semangat!! Kita bawa member baru yang banyak.” Arron langsung menyemangati teman-temannya.
“Dasar mata duitan!!” keplak El dan Kenzo barengan.
“Cepet buka baju!!!” V menyilangkan tangannya di depan dada.
Akhirnya ke empatnya menurut. Mereka langsung buka baju yang sontak langsung membuat semua wanita di dalam Gym bersorak histeris. Entah bagaimana caranya sekarang mereka langsung jadi idol dadakan.
Para ladies yang lagi asyik angkat bebanpun nggak mau ketinggalan. Mereka langsung naruh semua peralatan dan masuk ke dalam kelas. Kelas Zumba V hari ini begitu semarak dan meriah karena kehadiran mereka ber-empat.
“Sumpah gw malu!!!” Jay menutup wajahnya.
“Demi apa gw begini?!” El ikutan menutup wajahnya.
“Demi utang lo di mi ayam Kang Subur.” Jawab Arron.
“Sama gorengan yang lo belom bayar kemaren di kantin mpok Enah.” tambah Kenzo.
“OKE SEMANGAT!!!!” Mereka berempat akhirnya menyerah pada keadaan dan memilih untuk menghadapi kenyataan.
Lagu mulai berdentum dengan keras, mereka semua mengikuti gerakan V yang melenggok penuh semangat. Sesekali semuanya bersorak dengan penuh semangat. Memang Zumba adalah aliran olahraga yang memadukan dance dengan aerobic. Jadi power dan semangatnya begitu berapi-api.
“EEEEEAAAAA!!!!” teriak V.
“EEEEEAAAAAA...!!!!” Teriak para ladies.
“Eeeeaaaaaaa...!!!!” teriak JAKA!!
Setelah merasakan bahwa olah raga ini begitu menyenangkan, keempatnya malah ikutan happy. Mereka cukup ahli ternyata, nggak kalah sama ibu-ibu komplek. Keringat mulai bercucuran, dan napas mereka mulai terasa ngos-ngosan. Bahunya naik turun mencoba mengatur irama detak jantung yang semakin cepat.
Orang-orang yang berlalu lalang di depan gedungpun ikut menonton siaran live dari TV yang memang sengaja disediakan oleh pihak manajemen. Akhirnya pada gadis, ibu-ibu, tante-tante, sampai oma-oma-pun mendaftarkan diri mereka jadi member gym. Mereka akan rajin berolah raga agar tubuh semakin sehat dan kuat.
•
•
•
“Wah ganteng-ganteng banget, sih?!” sapa para ladies.
“Uda punya pacar belum? Jadi menantu tante, yuk.”
“Jadi pacar gw aja, Dek!!”
“Temen kak V, ya? Kok imut banget..?!”
“Anu itu kegantengannya tolong di kondisikan. Bikin kami meleleh.”
Pujian demi pujian bersarang pada mereka. Cuma Kenzo yang masih bisa senyum nyengir. Yang lain udah kehabisan energi sama mental. Jamahan ibu-ibu ternyata lebih menyeramkan dari pada nonton film kisah cintanya Om Popo sama Tante Kunthi. (Pocongan dan kunthilanak)
“Gaes gaes.. uda jangan dikerubungi lagi!! Mereka bisa mati!!” V memecah kerumunan wanita yang melingkari mereka berempat.
“Ayo bangun!!” V menarik tangan mereka satu per satu.
Mereka berempat bangkit dan memakai kembali pakaian mereka. Lantas mengikuti V dari belakang.
“Ini air minum. Ini fee yang gw janjiin.” V memberikan amplop pada Arron.
“Beneran, Kak?” Arron setengah nggak percaya.
“Bener. Kaliankan udah kerja keras. Lagian banyak member baru yang daftar gara-gara kalian. Jujur sebenernya area gym mulai rugi gara-gara membernya mulai menurun.” Jelas V.
“Jadi berkat kalian, gym ini bisa jalan lagi. Thanks, ya, Gaes.” V mengajak mereka berempat ber- high five ria.
“Sama-sama, Kak V.”
“Oh iya, Jay. Kalau tawaran lo tadi masih berlaku gw mau hlo.” V menggoda Jayden.
“Sory, Kak. Udah terlambat.” balas Jayden.
“Yah.. sayang banget.” desah V sebal.
“OK, Kami pulang, ya.” pamit mereka semua.
“Bye, Gaes.” V melambaikan tangannya.
Dan merekapun kembali ke rumah mereka masing-masing.
>>> JAKA <<<
Setibanya di bengkel, Arron bergegas naik dan membuka pintu rumahnya. Melemparkan tasnya pada sofa dan melepaskan sepatunya. Arron merasa sangat gerah dan pengen segera membersihkan diri.
“Adduuuhh..” rintihan Lenna terdengar.
“Len?!!” Arron mencari asal suara Lenna.
Arron berjengit kaget, wajah Lenna terlihat pucat. Lenna meringkuk sambil memegang perutnya, keringat dingin membasahi pelipisnya.
“Lenna? Lo kenapa?”
Wajah Arron berubah khawatir, sebenernya Lenna kenapa sih?
>>> JAKA <<<
Next episode, ya. Authornya uda capek.. mau rebahan.
❤️❤️
Like, comment, plis jangan di hujat, author tahu novel ini Jayus dan Gaje..
Voteeeee.... biar JAKA nambah femes!!! Sory biar authornya nambah femes..