
SIDE TO SIDE - JAKA
AKHIRNYA PENSI
(Cerita ini mengandung muatan kata-kata kasar, cerita unfaedah, dan guyonan jayus yang nggak baik untuk kesehatan mental pembaca. Mohon bijak menyikapinya ya readers ❤️)
Dreeeng...Jeng..ndreeejeeeng... jeng jeng... des.. das dus... das.. Des...tumplak plak...dung.. deng..jess.. tiuit uit... uit....trak!! njunjung..ceret...!! njunjung ceret...!! teeerrrrrik.. tumpang..pe..des...(bunyi backsound kedatangan para per-JAKA ke sekolahan. Harus + kudu dibaca!! Kasihan authornya udah nulis panjang-panjang backsoundnya nggak di baca!! Kan syedeh!!)
Dulu soalnya di protes nggak kedengeran suaranya. Sekarang author kasih backsound biar nggak di protes lagi. Ntar readers yang bersuara, niruin suara gitar, bas pletok, ketipung sama dram jadi satu. Oke bae!!
Jay, El, Kenzo sama Arron berdiri berjajar di depan pintu gerbang sekolahan. Mereka berkacak pinggang, melipat tangan di depan dada, masukin salah satu tangan ke kantong. Pokoknya pose ala-ala boyband biar tambah kece. Nggak lupa kaca mata item sama lampu sorot dari kipas angin hello kitty portable. Ada taburan buang-bunga di sekeliling mereka, membuat siapapun yang melihat kegantengan mereka langsung meleleh!!
“Yeah,, akhirnya, setelah beberapa episode, PENSI nya di mulai juga.” Kenzo manggut-manggut bahagia
“Iya akhirnya kita tampil.” Arron nggak kalah bahagia, soalnya bakalan dapet duit banyak.
“Thor kok kalau nulis nama yang laen komplit, tapi nama gw enggak?” Protes El, wah iya, El. Soalnya author lupa sama namamu, El. (Aslinya ma malas nulis.)
“Nama gw Asael thor!! Catet!!”
“Gw grogi, man!!” Jay menelan ludahnya.
“Nggak usah grogi, Jay. Yang penting kasih senyuman lo yang paling manis.” Kenzo senyum manis, maksudnya Jay suru niruin senyuman dia.
“Kaya gini?” Jay nyengir.
Yang lain langsung diam membeku dan tak berdaya. Membatu dan tertiup angin dingin.
Jay cuma nyengir kaku aja gantenge bikin mereka diam tak berdaya, apalagi kalau senyum manis, bisa-bisa yang lain nggak laku donk ya..?
“Lo nggak usah senyum.”
“Hoo, nggak usah!!”
“Ntar yang lain nggak laku!!!”
Mereka masih berjajar ber- empat di tengah gerbang. Sampai akhirnya pak Kumis berdehem mengaggetkan mereka.
“Mau sampai kapan berdiri di sini?” Pak kumis yang hatinya hello kitty memluntir kumisnya.
“Teros mau sampai kapan itu cewek-cewek pada nebarin bunga mawar?!! Ini sekolahan bukan kuburan!!!” Pak kumis memandang ke beberapa fans fanatik JAKA yang sengaja bawa kipas dan bunga biar atmosfirnya kedatangan JAKA terlihat lebih dramatis.
“Maaf Boss gank. Silahkan!!” Mereka berempat buka jalan. Ternyata ketua gank JAKA adalah Pak Kumis, si ganteng dengan kumis ikan lelenya yang menggoda jiwa raga seluruh wanita dan wanita jadi-jadian di berbagai belahan dunia juga akhirat!! (Hah..huh..hah... authornya capek baca narasi. Ambil udara dulu biar kembali lega.)
Akhirnya para cowok kece nan ganteng kita ini masuk ke dalam gedung sekolahan. Saat ini hiruk pikuknya begitu menggembirakan. Semua murit berbaur menjadi satu pada lapangan tengah.
Stand-stand makanan, panggung acara, band, lomba baca pusi, juga macam-macam lomba lainnya. Semuanya terselenggara dengan meriah, para murid maupun tamu dari sekolah lainnya menikmati acara Pensi dengan ceria.
Arron mengangguk puas, nggak sia-sia kerja kerasnya selama ini, PENSI berlangsung meriah. Uangnya yang masuk ke kas OSIS buat di sumbangin ke khalayak misqueen pasti banyak.
Mereka berempat nungguin giliran mereka showoff. Soalnya acara lelang mereka merupakan acara puncak PENSI, dan planningnya akan berlangsung sekitar jam 4 sore.
“Dari pada gabut kita cerita, yuk!!” usul Kenzo.
“Apaan?” tanya Arron.
“Apa ya? Ah, banyak-banyakkan cewek yuk!” usul Kenzo.
“Itu ma udah pasti elo yang menang!!” Keplak El.
“Lo pernah pacaran nggak Ron?”
“Nggak. Nggak boleh sama Ortu, katanya belom bisa cari duit jangan ngarep mau pacaran!” terang Arron.
“Hla sekarangkan elo uda bisa cari makan sendiri.”
“Tapi habis buat ngasih makan kalian juga!” protes Arron.
“Kalau elo?”
“Gw ma nggak usah di tanya, pacar gw ratusan lapis kaya wafer tanggo.” Kikih Kenzo bangga.
“Kalian pernah ciuman nggak?!” Kenzo kembali bertanya, kali ini wajah Arron memerah, teringat ciuman pertamanya dengan Lenna semalam. Walaupun cuma sekejap, tapi rasanya manis kaya madu.
“Gw pernah!!” Jay angkat tangan. Bikin yang lain berjenggit kaget.
“Serius Jay? Makhluk dingin kaya elo?” El tak percaya.
“Ciuman pertama gw tuh. Jadi ceritanya gw pernah diajak pacaran pas SD. Sama anak satu kelas.”
“Elo mau?”
“Mau lah, orang pas itu nggak tahu pacaran itu apa.”
“Terus???”
“Terus dia maksa cium gw!! Ah, jadi inget ciuman pertama gw di rampas sama cewek.” Jay terlihat sendu.
“Halah, gw kira cinta beneran! Ternyata monyet! Sialan lo.”
“Tetep ajakan, gw kelihalangan keperjakaan bibir gw di usia dini.” Jay bersandar.
“Kalau elo El?”
“Gw belom pernah ciuman! Ah, gw itu agak sosiopat, susah gaul. Nggak pinter deketin cewek. Boro-boro pacaran sama cewek, deket sama cowok aja gw nggak pernah langgeng.”
“Kok sama kita-kita bisa?”
“Nah itu dia masalahnya, mungkin kalian dedemit, bukan manusia, jadi gw bisa gaul sama kalian.” Cengir El, langsung kena jitak teman-temannya yang lain.
“Kalau elo, Ron?”
“Gw baru kemaren!!” Arron menutup wajahnya yang bersemu merah dengan telapak tangan, (kelakuan Arron mirip gadis mau ngelaksanain malam pertama trus di kasih lihat ayam jantan milik suaminya.)
“Serius??? Sama Lenna??!” Semua menjerit barengan.
“Ssstt....!!! Jangan keras-keras gobl*k!!” Arron marah.
“Gimana ceritanya? Gimana-gimana?”
“Yang pertama gara-gara gw kesambet, yang ke dua gara-gara nggak sengaja kepleset.”
“Wuuuiiihh, kaya apa rasanya Ron?”
“Manis kaya madu campur entupnya!”
“Kok bisa?”
“Hla habis itu Lenna mau potong burung gw!!” Arron mengdengus sebal.
“Wkwkwkwkwk..!!” Tawa ketiganya lantang.
“Kalau elo, Zo?”
“Gw udah lupa, yang pasti gw ciuman pertama kali sama pacar pertama gw!!”
“Hallah!! Playboy cap teri asin!!”
Tiba-tiba seorang cowok ganteng masuk ke dalam ruang tunggu mereka. Seragamnya beda, soalnya emang dari sekolah lain. Terus wajahnya ganteng banget kaya Cha Eun Woo, terus dia tinggi, nggak kalah tinggi sama para perJAKA kita. Bodynya jangan di tanya, author aja ngeces.
Author ma akhirnya hanya bisa tertunduk malu. Tak mampu lagi mengangkat wajah, dan menghadapi kenyataan.
“Gara-gara elo sih!! Jadi melo kan!!” Jay ngeplak Kenzo.
“Hoo!!” Tambah El.
“Hish!!” Tambah Arron.
“Anu, maaf, disini ruang tunggu acara lelang?”
“Di sini nggak ada yang namanya ANU mas’e!!” Ledek Kenzo terus ngakak.
“Adanya IPIL, UPIL, MAIL, SAMA, IKSAN. trus eLo siapa?” tanya Jay.
“Gw JARJRIT!!” jawab cowok itu cengengesan,
“Pufft....! Wkwkwkwkw... kita suka gaya lo, Mas e...” Kenzo ngacungin jempol.
“Ealah, ganteng-ganteng sarap!” Arron ikutan ngakak sampai pegang perut geli.
“Nama lo siapa Kak?”
“Angga.”
“Oh, kenalin gw Arron. Ini yang item namanya Jay, terus yang buceri namanya Kenzo, yang G*y namanya El!!”
“Hei, Brey!! Br*ngsek lo!! Belum pernah ngerasain kemiri keriput lo gw tendangkan?!” El sebel banget pas giliran Arron ngenalin dirinya.
“Hla elo sendiri kan yang kemaren bilang si kakak ini Ganteng banget, lo aja suka?!”
“Yaiya gw yang bilang. Tapikan nggak berarti gw G*y!!”
“Sudah-sudah, nggak usah bertengkar. Ntar dandanan kita ilang! Lagi pula nggak enak dilihat sama si kakak ganteng, bisa hancur image JAKA.” Kenzo menengahi.
“Iya, Kenzo, bener Ron, El.” Jay ikutan nimbrung sambil ngupil. Trus upilnya di leletin ke baju Kenzo.
“Ah, brengsek lo!! Jijik banget!! Sialan!!” Kenzo marah sama Jay.
Angga hanya bisa melihat keempatnya dengan keheranan. Ada ya kelompok orang gila kaya gini?
•
•
•
Angga terus menutup telinganya karena umpatan-umpatan dan kata-kata kasar tak kunjung berakhir keluar dari paruh ke empat anak kuda nil ini.
“Thor, emang kuda nil punya paruh?”
Oh, iya, nggak punya kok ya.. author lupa.
Nggak lama seorang cewek anak OSIS masuk. Namanya Cindi Law, panggilannya Cindill, dia bertugas jadi MC buat acara lelang kali ini. (Cindil dalam bahasa jawa artinya anak tikus. 🤣🤭)
“Kalian siap?”
“Siap, Ndill!” Teriak mereka serempak.
“Ge umumin nama kalian satu-persatu. Kalian masuk satu-persatu, Oke.” Si Cindill mengangkat jempolnya.
“Siap!!”
“Oke, GO!!!”
Cindill langsung masuk ke tengah Arena, para ciwi-ciwi sudah memutari panggung catwalk dengan mata berbinar dan antusias tinggi. Mereka uda pada nyembelih celengan bab1 buat nawar para per JAKA. Kapan lagi bisa kencan sama cowok kece.
“Yang pertama, si ganteng manis. Pastinya jiwa fujo kita meronta-ronta saat melihat wajah imutnya. INILAH ASAEL!!!”
“ASAEEELLLL!!! PILIHANKU!!!” Teriak mereka.
“Hallo!!” El keluar dan melambaikan tangan, ia berhenti diujung paling kiri.
“Yang ke dua, cowok bule kw 3, siapa lagi kalau bukan si manis KENZO!” Cindill kembali berteriak.
“KENZO SELERAKU!!” Teriak mereka.
“Hai, Baby!!!” Kenzo mberikan kiss bye sebanyak mungkin sebelum berdiri di samping El.
“Yang ketiga, tsudere yang pling gemesin sedunia, pangeran JAYDEN!!”
“JAY JAY JAY JAY JAY!” Sorak mereka.
“...... hai...” Jay berdiri di tengah, nggak senyum soalnya nggak boleh senyum.
“Yang ke empat pewaris salah satu grup terbesar di negara ini. si nerd yang tampan, siapa lagi kalau bukan si Ketos ARRON!!” Cindill langsung menirukan gaya Arron pas ngebetulin kaca mata.
“KKYYAAA ARRON- CHAN!!”
“Hallo semua.” Sapa Arron sebelum menempatkan diri.
“Yang ke lima dan terakhri, ketampanan yang hakiki dan suaranya yang menggema indah, kita sambut ANGGA!!!”
“MILIKKUUU!!!!!”
“Hai, bae!!”
Akhirnya kelima calon lelang kita telah hadir mengisi panggung hiburan. Semua cewek langsung pasang kaca mata hitam, soalnya kegantengan mereka di kumpulin jadi terlalu tampan. Wajah mereka jadi ada sensor ilahinya macam webtun sebelah.
“Jadi siapa yang mau di lelang pertama???” Cindil bertanya pada para ladies!!
Sayangnya author udah capek ngetik, jadi tunggu jawabannya di next episode JAKA ya gaes.
See you.
“Yah thor, nanggung donk!! Trus kita suru berdiri sampai kapan?” Protes El dan Kenzo.
Wkwkwkwk, tergantung kondisi mental author. Kalau pas lagi gila dikit pasti up JAKA.
>>> JAKA <<<
Yo gaes makasih udah like dan tetep setia ngguin cerita yang nggak jelas macam JAKA. Tetep sehat ya.. tetep jaga diri walaupun di rumah saja. Oh iya, JAKA mau ngomong sesuatu sama kalian.
Kenzo : Readers yang baik, bantuin author baca dan comment NOVELNYA DENGAN JUDUL MUSE. 😘
Jay: terus VOTE buat JAKA tolong buat VOTE MUSE. Jadi author masih bisa dapat pendapatan dari novel dia yg sudah terkontrak.🥳
Arron : Maafin juga author kita yang suka ngemis-ngemis ini ya. Maklum dia aslinya kaum melarat yang hobi rebahan tapi pengennya auto kaya.😝
El: thor nama gw jangan di singkat donk.😡
Yang lain: nggak nyambung El!!!!😡😡😡
JAKA: selamat beribadah, selamat berpuasa, selamat menjalankan ramadhan. Kami sayang kalian semua..😌😉😘😏
❤️❤️❤️❤️