
SIDE TO SIDE - JAKA
NGE-GYM
Esoknya...
Pulang sekolah Kenzo mampir ke sekolahan Rere sebelum menuju ke bengkel. Sampai saat ini Rere masih belum mengatakan kepada Kenzo alasannya menghilang dua tahun lalu. Kenzo masih penasaran, makanya nggak mau menyerah buat dapetin jawaban dari mulut gadis manis itu.
“Re..!” panggil Kenzo.
“Halah, dia lagi!!” Rere berjalan dengan malas menuju ke arah cowok tengil yang memanggilnya.
“Kok lo di sini?” tanya Rere basa basi.
“Lo masih utang penjelasan ama gw, Re.”
“Nggak ada yang perlu di jelasin Kenzo. Elo nggak punya salah ke gw, dan gw memang uda ngelupain semuanya.”
“Re, pliss deh. Nggak mungkin elo ngelupain kenangan manis di antara kita gitu ajakan?” Kenzo menarik siku lengan Rere agar cewek itu berhenti.
Tiba-tiba sebuah suara seorang cewek lai. terdengar, memutus percakapan mereka berdua, “Re, ini buku lo, thanks, ya.”
“Sama-sama, La.” jawab Rere.
“Oke. Gw pulang dulu, ya.” Gadis itu berpamitan.
Mata Kenzo tak berkedip sama sekali mengagumi kecantikan gadis di depannya itu.
“Siapa? Cantik banget..” mata Kenzo mengikuti kepergian teman Rere sampai menghilang di belokan jalan.
“Kalila, temen sekelas gw. Kenapa? Naksir?” Rere sewot. (BACA MUSE S2 bagi yang belom baca)
“Hehe.. cantik sih.” senyum Kenzo.
“Jangan ngarep, dia uda punya lakik.”
“Malah lebih menantang.” Senyum Kenzo lebih lebar.
“Ck.. bener kata si puppy. Kenzo itu playboy cap teri asin!!” pikir ReRe sebel, ia melanjutkan langkahnya untuk berjalan pulang.
“Re, tunggu donk! Jangan marah, ya. Lo juga cantik kok.” Kenzo kembali berjalan di samping Rere.
“Gombal!!” Rere mempercepat langkah kakinya.
“Re, tunggu donk!!”
“Stop, Enzo. Elo dan gw bakalan hanya akan sakit hati kalau mengingat kejadian waktu itu. Lupain gw! Kaya gw ngelupain elo saat ini!!” Rere menghentikan langkahnya, memandang Kenzo dengan serius.
“Tapi alasannya apa, Re?? Apa?? Apa yang pernah terjadi di antara kita?? Kenapa cuma gw yang nggak tahu???” Kenzo menggoyangkan bahu Rere.
Rere menangis, kenapa cowok ini melupakan semuanya? Apa benar Rere tak begiti berarti di dalam hidup Kenzo? Padahal Kenzo begitu berarti dalam hidup Rere.
Kenzo dengan mudahnya melirik, menggoda, dan mengaggumi cewek-cewek lain begitu saja. Kalau memang dengan mudahnya ia bisa membagi perasaannya, kenapa mesti mengharap kenangan tentang Rere kembali hadir?
“Elo brengsek!!” Rere menghempaskan tangan Kenzo.
“Re.. gw emang brengsek! Dari dulu elo tahu, dan lo nggak pernah keberatan.”
“Gw bukan Rere yang lo kenal!!”
“Re, gw masih cinta sama lo.” Ucap Kenzo.
Ucapan Kenzo membuat hati Rere semakin perih dan sakit. Semudah itukah kata cinta keluar dari mulut Kenzo? Dan seremeh itukah Kenzo menganggap arti dari sebuah kata CINTA?
“Trus mau lo apa? Pacaran sama gw?”
“Lo mau?”
Rere terdiam. Dalam benaknya kembali berkecambuk pikiran-pikiran tentang ide balas dendamnya pada Kenzo. Kenapa nggak diterima aja? Saat ini dia bisa membalas Kenzo berkali-kali lipat lebih sakit di banding apa yang dirasakannya dulu.
“Gw pikir-pikir dulu.” Rere masih belum tega, ia kembali berjalan meninggalkan Kenzo.
>>> JAKA <<<
Kenzo berjalan lesu pas datang ke bengkel. Membuat temen-temennya yang lain saling pandang dengan keheranan.
“Kenapa lo, nyet?” tanya El.
“Abis ketemu Rere gw.” Jawab Kenzo lemes, ia langsung tiduran di sofa belakang kasir. Bangku yang biasanya di pake anak-anak buat melepas lelah dan makan siang.
“Ck.. lo bukannya bantuin malah pacaran.” Damprat Arron, bengkel mereka emang mendadak rame begitu ide gila dari V kemarin di jalankan.
“Iya.. iya.. gw kerja.” Kenzo melepaskan baju seragamnya dan berganti dengan kaos oblong.
Dengan malas-malasan Kenzo mengambil peralatan dan duduk di antara El dan Jay.
“Lo di tolak Rere lagi?”
“Hoo.”
“Ck.. orang emang jadi bodoh kalau kenal yang namanya cinta.” Jay geleng-geleng kepala, sementara tangannya asyik mencongkel veleg ban.
“Ck.. lebih bodoh kalau nggak kenal sama cinta sama sekali. Kaya elu.. taunya cuma oli sama kunci enggres.” Kenzo membantu Jay mencongkel ban luar keluar dari velegnya.
“Yang pentingkan gw santuy.”
“Emang lo nggak suka cewek, Jay?”
“Suka-lah. Gw normal.”
“Trus kenapa nggak mau diajak pacaran sama kak V?”
“Males aja, ngapain juga kita mesti jaga perasaan dan hati buat orang lain.”
“Lo punya tipe cewek nggak?”
“Yang nggak ngerepoti.” Jawab Jay seadanya.
“Gw doain lo dapet kebalikannya.” Kikih El.
“Gw tinggal nolaklah.” Jay ikut tertawa. Jay nggak tahu kalau dimasa depannya, ia bakalan dapet cewek super ngerepoti dan manja kayak Renny. (FLASHBACK SIDE TO SIDE S2)
“Udah jangan ngobrol terus, pelanggannya nambah banyak dan kita mesti nge-gym.” Arron mendekat, memberikan botol air dingin pada mereka bertiga.
“Ah iya gw lupa..” El nepok jidat, bentar lagi mereka harus pamer body di hadapan emak-emak biar pada ikutan Zumba classnya kak V.
“Gara-gara, Jay!!” Tunjuk Arron.
“Gara-gara elo juga mau terima ide gila dari dia. Makanya jangan mata duitan.” El menunjuk Arron.
“Emang siapa yang gaji elo-elo pada? Siapa yang bayarin gorengan lo kemarin di kantin? Kalau gw nggak mata duitan emang bakalan cukup?” Arron bales nunjuk ke El.
“Ampun bosskuh..” Nyali El langsung ciut kalau diungkit soal makanan.
“Kalau gw ma siap-siap aja, body gw-kan yahut.” Kenzo kayaknya paling PD. Walaupun keempatnya punya body yang seksoy, tapi emang body Kenzo yang paling OK di antara mereka ber-empat. Bikin siapapun yang melihatnya meleleh manja.
“Gw nggak ikut, ya. Mau ngerjain PR.” Jay mencoba kabur.
“ENAK AJA!!!!” Teriak ketiganya barengan.
>>> JAKA <<<
•••
Sore hari, bengkel mulai tutup. Mereka berempat juga udah beres-beres diri biar terlihat lebih ganteng dari biasanya. Padahal nggak dandan aja mereka gantengnya kagak ketulung, apa lagi kalau ber-dandan.
“Pliss author, kita cowok normal. Nggak dandan.” Teriak Asael pada Author.
Oh, ya..., mereka nggak dandan, cuma pake gel rambut sama minyak wangi doang. Soalnya cetakan mereka pada dasarnya uda pada ganteng-ganteng. Cuma kurang wangi-wangi aja akibat bau bensin dan oli di tubuh mereka.
“Nah gitu donk!! Kasih narasi jangan lebay pliss Thor.. sadar diri, udah tua!!!” Teriak Kenzo. Teriakan Kenzo bikin Author naik darah, terus akhirnya....
>>> JAKA END <<<
•
•
•
“Jangan di tamatin donk Thor.. belom juga seperempat cerita!!” Protes Arron.
“Iya. Gw juga belom ketemu jodoh gw yang saat ini lagi dijagain sama orang lain.” Protes El.
“Gw tadi ambil gorengan belom bayar.” Jay mengangkat tangan dengan ekspresi datar. Ketiganya langsung melirik ke arah Jayden.
“Nggak nyambung woi!”
“Gw mau ngaku dosa sebelum JAKA TAMAT!!”
“Awas kalau tamat, Thor. Aku pasti akan menghantuimu!!!”
•••
Maaf intermezonya selesai..(sangking kekurangan ide cerita.)
Back to story...
Mereka berempat sudah berdiri di depan gedung Gym tempat V mengajar kelas Zumbanya hari ini. Gedung itu nampak terawat dan modern, bersih dan juga sterill, emangnya iklan RS thor?!!
Kenzo, Arron, Asael, Jayden mendoak melihat ke atas papan nama. VENUS GYM FOR WOMAN.
“Itu nggak salah kan?” El menunjuk ke arah papan nama.
“Nggak kok.” Arron bergeleng pelan.
“For woman.” Jay menutup mulutnya yang melongo dengan telapak tangan.
“Berarti isinya wanita semua donk..” Kenzo nyengir.
Mereka berempat saling pandang terus menelan ludahnya berkali-kali.
>>> JAKA <<<
Jaka up
Wkwkwkwk
Keseruan apa yang menanti mereka di dalam gym?
Next episode readers
Jangan lupa like dan commentnya
Yang banyak.
Makasih
❤️❤️❤️❤️
BACA MUSE YUK
lagi ada giveaway menarik