Side To Side

Side To Side
SEKOLAHAN



SIDE TO SIDE - JAKA


SEKOLAHAN


(Banyak kata-kata kotor tolong bijak dalam membaca dan menyikapi ya readers!! ❤️❤️❤️)


DRAP DRAP!!


“Cepetan, Enzo!! Anying.. gara-gara lu nih kita telat..” Asael berlari sambil mengumpat pada temannya sebelum melemparkan tasnya masuk ke dalam pagar sekolah.


“Aduh, El, uda nggak kuat. Tangan!! Bantuin gw naik!!” Erzo menarik nafasnya dalam-dalam. Bahunya ngos-ngosan naik turun.


Enzo melemparkan tasnya, lalu mengikuti langkah Asael memanjat pagar besi di belakang sekolah.


KRIIIEETTT..


Pintu pagar terbuka. Jayden dan Arron yang membukanya.


“Hei!!!” El sangat sebal, ternyata pintu pagarnya nggak terkunci.


“Gyahahaha..” Enzo tertawa menyadari kebodohannya dengan El.


“Kalian ngapain panjat-panjat? Kebanyakan gula?” Jayden melipat tangannya didepan dada.


“Biasanyakan di kunci.” El meloncat turun, memungut tasnya.


“Apa gunanya punya Arron.” Jay menunjuk Arron dengan jempolnya.


“Lain kali gw ogah kalian manfaatin kaya gini.” Arron kembali menggembok pagar setelah kawan-kawannya masuk.


“Iya iya murid teladan. Makasih, ya.” Enzo menepuk pundak Arron.


“Kok bisa telat sih?!” Arron masih gemas, sesekali ia membetulkan letak kaca matanya.


“Ini si Enzo sialan.. ngajakin gw nonton kimi-chan semalem.” El menempeleng kepala Enzo.


“Hla elunya mau kenapa??” Enzo nggak mau disalahin, keputusan semalem telah disetujui oleh mereka berdua.


“Lu juga punya rumah nggak pernah pulang malah ngabisin jatah beras gue!!” El balik ngedamprat Enzo.


“Lu nginep tempat El lagi?” tanya Arron pada Enzo. Sudah beberapa hari ini Kenzo menginap di kos-kosan Asael.


“Iya. Bosen gw di rumah.. dengerin Mama ngomel tiap hari.” Kenzo membersihkan tasnya.


“Hei gw mo nanya.” Jay menghentikan langkah kakinya. Wajahnya terlihat serius.


“Apaan???” Ketiganya langsung berhenti dan bales bertanya. Menatap Jay dengan serius juga.


“Kalian semaleman berdua aja-kan? Liat Kimi-chan kan?”


“Hoo.” Enzo memandang El.


“Emang kenapa?” El memandang Enzo.


“Trus kalian nyalurinnya gimana? Pedang-pedangan gitu?! Jujur gw penasaran!!” Jayden mengelus dagunya.


Enzo dan El saling pandang..


“Hoek!!! Mo muntah gw dengernya.” umpat Enzo.


“Hoek!! Gw juga!! Lu kata kita homo?”


“Hahahaha..” tawa Jayden.


“Jay, tanggung jawab!! Perkataan lu telah mencemari telinga gw yang masih suci.” wajah Arron bersemu merah karena menahan tawa.


“Nggak usah di tahan kenapa sih, Ron? Ketawa aja!!” Jay menepuk punggung Arron.


“Nanti wibawaku menghilang.” Jawab Arron.


“Ya elah.. emang lu masih punya wibawa dihadapan kita-kita?”


“Sialan.. ups.. ga boleh ngomong kotor.” Arron menutup mulutnya.


“Tuan Muda..Tuan Muda.. emang beda kasta ama kita-kita.” gumam Enzo.


“Udah ayuk masuk, ntar kita ketahuan.” ajak Arron.


>>> JAKA <<<


Mereka berempat berjalan melewati koridor kelas. Semua anak-anak cewek memandang mereka dengan berseri-seri. Yaiyalah secara empat orang cowok kece datang ke sekolah bersama-sama. Kan bisa jadi vitamin mata di pagi hari.


“Hai..” Enzo mencolek salah satu gadis yang berdiri di pojok tangga.


“Hai, Enzo.”


“Call me!!” Enzo mengerling, ia memeragakan telfon dengan bahasa isyarat sambil tetap berjalan maju.


“Bilang aja lu iri ama gw, El.”


“Sory.. gue nggak suka cewe gampangan.”


“Trus lu sukanya yang kaya apa?” Kenzo menyikut lengan El.


Tiba-tiba seorang wanita cantik datang dari arah bawah tangga. Naik ke lantai dua. Rambutnya panjang, hitam dan lurus. Matanya lebar dan bibirnya tipis. Asael langsung terpesona. Belum lagi saat gadis cantik itu mengibaskan rambutnya ke belakang.


“Yang kaya gitu..!” tunjuk Asael. Mereka bertiga langsung menoleh ke arah gadis cantik barusan.


“Zi-Zi??!” teriak Kenzo.


“Siapa?” El kaget, ternyata Kenzo mengenalnya.


“Awas kalau lu deketin dia!!” Kenzo langsung nyelonong keluar barisan, menemui Kezia kakaknya.


“Ngapain ke sini?”


“Kenzo!!! Dasar anak nakal!! Mama khawatir tahu.” Kezia menjewer telinga adiknya.


“Aaa..aduduuh..sakit. Zi, lepasin, ntar pamor gw ilang.” Kenzo menahan jeweran Kezia.


“Ah..iya. Hallo..perkenalkan nama gw Kezia. Kakaknya Kenzo.” Kezia mengangkat tangannya untuk menjabat tangan Jayden, Arron, dan juga Asael.


Hanya Asael yang tak melepaskan genggaman tangannya, masih diam terpesona..


“Liat apa lu? Gw colok kalau mikirin kakak gw mesum.” bisik Kenzo.


“Lu punya kakak cantik gitu disembunyiin aja sih?”


“Jangan ngarep!! Dia mo lanjut kuliah S2 ke Luar Negri.”


“Yah..pupus sudah cinta gw.” Desah Asael.


“Kenzo, lu harus pulang ke rumah!! Mama uda marah-marah. Awas, ya! Kalau ntar loe nggak pulang lagi!! Kakak sebarin aib-mu ke satu sekolahan. Biar pada tahu siapa Kenzo sebenarnya..!” ancam Kezia.


“Tenang aja, Kak. Ntar gw yang anterin dia pulang.” Jawab El.


“Makasih, ya..” senyum Kezia hangat.


“Duh mak clesss... senyumannya.” Lirih Asael.


“Anjing, lu jual gw, El?”


“Iya, demi cinta gw rela jual sahabat gw sendiri.”


“Sialan.”


“Kakak balik dulu. Inget Kenzo!! PULANG!!” Kezia menegaskan kata terakir pada kalimatnya.


“Iya..iya bawel.”


Kenzo melambai ringan sampai kakaknya menghilang di balik tangga.


“Ckckckck..dasar anak kurang ajar!!” Arron menempeleng pelan kepala Kenzo dengan ujung jari telunjuknya.


“Pliss deh, kaya Jayden nggak aja.”


“Ya elah, beda kasus, Bro!!” jawab Jay.


“Bener!! Elo pulang deh, ntar gw anterin.” Urun El senang.


“Iye iye.. nggak usah, gw pulang sendiri aja.” tolak Enzo.


“Gw ikhlas kok nganterin lu pulang.” Bujuk El.


“Gw yang nggak ikhlas..!”


“Hahaha..” jawaban Enzo di sambut tawa oleh para sahabatnya.


>>> JAKA <<<


Halloo..


Minta like dan commentnya


Tinggalin banyak jejak ya.


Lap yu readers


❤️❤️❤️


Vote ya.. jangan lupa.. 🥰🥰