Side To Side

Side To Side
S2 ~ ACT 19



SIDE TO SIDE


S2 \~ ACT 19


“Arron pinjem komputernya lagi.” Jayden menarik Arron untuk pergi dari kursinya.


“Woi.. selow man.”


“Renny tak habis- habisnya bikin aku khawatir.” Decak Jayden.


“Apa lagi sekarang?” Tanya Arron penasaran.


“Ini coba kau lihat.” Jayden memperlihatkan rekaman Cctv, seorang dengan masker dan jaket hoodie menutupi kepalanya. Dia merusak dan mencorat coret meja Renny.


“Wuih gila. Pasti cewek nih, ada yang cemburu ama Renny kali, Jay. Kaukan lumayan populer.” Arron nyenggol pundak Jayden dengan sikunya.


“Lihat Ron! Jarinya kena cutter. Berarti pelakunya punya luka sayat di tangannya.” Jayden menunjuk- nunjuk ke arah monitor.


“Eh iya.. kau cari aja Jay. 700an murid hlo..Selamat berpusing- pusing ria.” Arron tertawa.


“Cek sekali lagi.” Jayden mengulangi video rekaman cctv.


“Ah ternyata dia.”


“Hah?? Siapa?” Tanya Arron penasaran.


“Nggak usah kepo!!” Jay bergegas berlari menuju ke kelas 2.


“Kisna ayo kita bicara.” Jay mencari Kisna ke dalam kelasnya.


“Kak Jay?!” Kisna kaget karna Jayden menemuinya terlebih dahulu.


“Ciiiyyyeeee!!” Sorak Mika and Mira barengan.


“Hush.. kalian apaan sih.” Kisna tersenyum malu.


“Ada apa kak Jay?” Tanya Kisna lembut.


“Kita ke lapangan belakang aja, ada yang ingin aku omongin berdua.” Ajak Jayden.


“Iya Kak.” Kisna mengikuti Langkah kaki Jay yang lebar sampai ke halaman belakang.


Halaman belakang biasanya untuk parkir sepeda, otoped, dan motor tampak sepi. Jay emang sengaja mencari tempat yang sepi untuk berbicara dengan Kisna.


“Ada apa kak Jay? Kok terburu- buru gitu?” Kisna tanpak takut melihat ekspresi Jayden yang berubah seketika.


“Kenapa Kisna? Kenapa kau tega? Selama ini aku kira kamu cewek yang baik.” Jayden mengotrol emosinya.


“Kak Jay, maksudmu apa?” Wajah Kisna memucat.


“Kau yang menuduh dan menfitnah Rennykan?” Jayden mulai marah.


“Kak, aku tidak??!” Kisna berusaha membela diri.


“Lihat jari ini!! Jari yang terluka karna cutter yang kau bawa pagi ini. Dan tumitmu juga terluka karna kau memakai sepatu hak tinggi untuk menyerupai perawakan Renny kemarin, makan itu jalanmu terlihat aneh saat pulang.” Jayden mencengkram kemeja seragam Kisna.


“Tidak!! Aku tidak melakukannya!! Nggak ada buktinyakan!? Mana buktinya?” Kisna berteriak.


BRUUK!!!


Jayden memukul tembok di samping wajah Kisna. Membuat Kisna reflek memejamkan matanya. Darah mengalir dari jari jemari Jayden yang memukul dinding kasar.


“Jangan ganggu Renny lagi Kisna, atau aku akan benar- benar memukulmu lain kali.” Ancam Jayden.


“Kenapa kakak sangat menyukainya? Padahal aku lebih dulu mengenalmu, kak??” Kisna menangis.


“Aku lebih dulu menyukaimu!!! Aku lebih dulu mendekatimu!!! Kenapa!!?? Kenapa kakak malah memilih dia??!” Kisna jatuh tersungkur dan terisak.


“Kau benar- benar menyedihkan Kisna. Bahkan kau tega menfitnah dan menuduh Renny.. Bagaimana mungkin aku akan memilihmu??!” Jayden pergi meninggalkan Kisna.


“Jangan kak. Jangan marah padaku, aku benar- benar menyukaimu, mencintaimu.” Kisna memeluk Jayden dari belakang.


“Lepasin.” Jayden membuka paksa pelukan Kisna.


“Nggak kak. Jangan marah padaku, aku mohon. Aku minta maaf.” Tangis Kisna.


“Kau gila, lepasin aku!! Minta maaflah pada Renny!!” Jay melepas paksa tangan Kisna dan mehempaskannya hingga terjatuh.


“Jayden!!” Suara Renny mengagetkan Jayden.


“Renny?”


“Kamu apa- apaan sih? Kasar banget sama cewek!” Renny membantu Kisna bangkit berdiri.


“Nggak usah bantuin dia..!” Jay menarik dan menggandeng Renny.


“Jangan donk Jay. Kisna terluka tuh..!” Renny bersikeras membantu Kisna.


“Dia tu dah ngefitnah kamu, dah bikin kamu nangis.” Jayden kembali menarik tangan Renny.


“Iya Jay. Tapi dia kan kasihan.” Renny berlari kembali menuju Kisna.


“Kamu nggak papakan Kisna..?” Renny mendekati Kisna dan membantunya berdiri.


“...” Kisna diam saja.


“Sudah ayo pergi..” Ajak Jayden, menggandeng Renny dan memaksanya pergi.


Kisna masih tersungkur dan menangis.


“Jay.. terimakasih.” Ucap Renny.


Jay langsung menarik tangan Renny dan memeluknya erat.


“Aku takut Renny, aku takut orang lain menyakitimu. Apalagi dia menyakitimu karna aku.” Jayden memeluk Renny lebih erat.


“Sudahlah Jay. Kisna menyukaimu, mungkin aku juga akan berubah menjadi jahat saat cowok yang ku cintai menyukai cewek lain.” Jawab Renny.


“Jangan sebut namanya.. aku muak..!”


“Iya Jay.” Renny masih menikmati pelukannya.


“Oh iya Jay, kamu nggak kebelet pipis?”


“Nggak, kenapa emang?”


“Nggap papa..” Peluk Renny lagi.


........................


Esoknya..


Sebuah mobil sport berwarna pink terang menyilaukan mata memasuki halaman parkir SMA. Semua anak terbelalak dengan kehadiran 3 wanita cantik. Hilda dengan rambut pendek bobnya berwarna pirang, Bella dengan rambut lurus abu- abu panjangnya, dan Nella dengan rambut ikal pinknya yang mempesona. Semua cowok melirik ke arah mereka saat mereka berjalan menuju ke area sekolahan.


“Omo..omo..omo...itu dia.” Teriak Bella saat melihat Renny berjalan masuk ke dalam sekolahan.


“Renny!!!!” Panggil Nella senang.


“Renny!!” Hilda ikutan berteriak.


“Gaeeeessss....!!!” Renny kaget dengan ke datangan ke tiga sahabatnya.


“Renny!?? Beneran Renny??!” Peluk ketiganya barengan.


“Aku kangen!! Sekolahan nggak seru nggak ada kamu.” Angguk Bella.


“Kangen..kalian juga.”


Jayden hanya mengamati reuni kecil Renny dan teman- temannya yang lain. Dia tersenyum manis melihat Renny begitu bahagia.


“Kenalin ini Jay, pacarku.” Renny menarik lengan seragam Jayden untuk mendekat.


“Renny punya pacar???”


“Jadi kamu beneran rela kabur dari rumah buat ngejar seorang cowok.”


“Iyaaa..” Renny mengangguk bahagia.


“Haloo.. aku Bella.”


“Aku Nella.”


“Aku Hilda. Kami ber 4 sama Renny adalah BLUPers club.” Senyum Hilda.


“Apa itu?” Tanya Jayden keheranan.


“Kelompok bermain yang jago BIKIN LUDES UANG PAPA...” Jawab Nella sambil ketawa renyah.


“Jayus amat..” Ucap Renny.


“Renny ayo kita pergi.. nggak usah sekolah.” Ajak Hilda.


“Apa??!” Jay kaget.


“Ayo!!” Renny semangat.


“Sory ya, Jay. Kita minjem Renny dulu.” Nella melemparkan tas Renny pada Jay dan masuk ke dalam mobil.


“Kalian mau ke mana?” Jayden tampak syok.


“Mau ke pulau B, kami sudah booking privat beach!! Ada King juga hlo!! Grupnya baru bikin video clip di sana.” Bella melambaikan tangannya.


“Serius??!” Renny tampak senang.


“Siapa King?” Tanya Jayden.


“Seorang idol, masa kau nggak tahu? Kuper amat?” Ejek Nella.


“Ayo cepetan jalan.” Ajak Hilda.


“Jay jangan lupa cucianku, kalau mendung di masukin ya, jangan sampai kehujanan..!” Teriak Renny.


“Sempet- sempetnya inget jemuran?” Tanya Nella.


“Nyucinya capek tahu!!” Jawab Renny.


“Renny..!!” Panggil Jayden, tapi mobil mereka sudah melesat jauh meninggalkan sekolahan.


“Ah sialan..!!” Umpat Jay yang sebal, bukan karna Renny yang mendadak pergi meninggalkannya dengan teman- teman. Tapi karna ada cowok bernama King ikut di liburan mereka.


..................


Hamparan pasir putih, lautan biru yang membentang luas, pantai yang tenang, angin laut yang berhembus spoi- spoi. Air kelapa muda, dan cowok keren bertelanjang dada.


“Surga!!” Hilda membetulkan letak kaca mata hitamnya. Mereka ber empat berjemur di kursi malas di pinggir privat beach pulau B.


Bella sengaja menyewa sebuah Villa dengan pantai pribadi dan view pemandangan yang sangat mempesona. Mereka bahkan sudah berbelanja bikini dengan berbagai model.


“Ah..Pemandangan yang menakjubkan.” Bella menguncir rambut abu- abu panjangnya ke atas.


“Ren, kok nggak semangat??” Tanya Nella pada Renny yang hanya berdiam diri.


“Aku kangen sama Jay!!! Kemarin di telfon dia bilang akan menyusulku.” Renny mendengus sebal.


“Sekarang Renny berubah menjadi seorang Bucin?!” Seru Hilda syok.


“Lupakanlah Jayden sebentar, kau lihat di sana. Ada cowok- cowok keren bertelanjang dada, kau lihat perut mereka?? Lengan?? Punggung?? Ah.. semua itu bukti kebesaran Tuhan.” Mata Nella, Hilda, dan Bella berbinar- binar.


“Hallo ladies..!” Seorang laki- laki tampan mendekati mereka. Wajahnya sangat imut dan manis. Rambutnya berwarna violet, banyak anting di telinganya. Tubuh lelakinya mampu membuat setiap wanita yang melihatnya meleleh.


“King!!” Seru Hilda.


“Oppa sudah selesai take videonya?” Tanya Bella.


“Lagi Break.”


“Teman- temanmu yang lain mana?”


“Di sana, mungkin sedang membersihkan tubuh mereka dari pasir.”


“Ajak yang lain main ke sini juga donk, Oppa.” Renggek Nella.


“Sure.”


“Renny, sudah lama nggak bertemu.. bagaimana kabarmu?” King mendekati Renny.


“Baik.” Jawab Renny.


“Kau sedikit kurusan?!” King melihat proporsi tubuh Renny dari atas sampai ke bawah.


“Hahaha..iya Oppa.” Renny sedikit malu.


“Mau jalan denganku?” Tanya King, tangannya terulur hendak menggandeng Renny.


PLAK!!


Sebuah tangan menampiknya..


Membuat King terkejut, Nella, Bella, dan Hilda menoleh untuk melihat siapa yang berani melakukannya.


“Jay??!” Seru Renny senang.


Jayden menarik tubuh Renny ke belakang tubuhnya, kini dia berhadapan dengan King. King memandang tajam ke arah Jay dan Jay memandang tajam ke arah King.


“Oppa.. ini Jay, pacarku.” Renny nongol di balik tubuh Jayden.


“Oppa??? Seriously Ren??” Jay menoleh pada Renny.


“Kau sudah punya pacar?” King terlihat kaget.


“Sudah, aku pacarnya Renny.” Jawab Jayden sebal.


“Aku nggak bertanya padamu..!” Jawab King juga dengan nada sebal.


“Wow.. bakalan seru nih gaes..!” Hilda melihat tontonan di depannya dengan semangat.


“Betooll...” Jawab Nella.


“Kami bersorak untukmu Oppa.” Seru Bella menyemangati King.


“Kalian ini!!” Renny mendekati mereka.


“Anggap aja ujian cinta Ren.” Hilda mengerling.


“Kadang butuh tarik ulur agar tidak bosan.” Senyum Bella.


...........................


Hai readers


Terus dukung saya ya..


Semoga suka ^^


Jangan lupa bawa kantong / shopping bag sendiri ya. Supaya nggak bnyak penggunaan plastik.


Bumi semakin panas dan binatang di laut semakin tercemar limbah plastik yang berbahaya untuk kehidupan mereka.


Saya sendiri juga masih belajar kaka^^


Terimakasih ya..


Aku bagi cinta untuk kalian semua ❤️❤️❤️