Side To Side

Side To Side
BELLA II



SIDE TO SIDE JAKA


BELLA II


Hari sudah sore saat mereka semua kembali ke bengkel. Bella tertidur di kantong celana El. Arron membawa bungkusan berisi makanan untuk Bella yang baru saja di belinya di pasar burung.


“Bella chan, tara!!!” Panggil Kenzo, ia mengeluarkan kasur anjing empuk untuk tidur Bella.


Bella langsung menggelengkan kepalanya senang. Ia memanjat keluar dari kantong yang hangat, menuju ke atas kasur. Kenzo meletakkannya di sudut kamar Arron.


“Bel, awas lo ngengek lagi!! Beneran gw panggang.” Lenna menunjuk Bella dengan pisau dapur. Bella cuma melengos.


“Lucu banget sih kamu, Bell.” Mimi mengelus Bella, entah kenapa Bella cocok sama Mimi, padahal MiMi juga cewek, mungkin karena Mimi kaya raya, dan Bella tipe ayam matre.


“Bulu Bella putih, besok kita warna pink saja biar nambah imut!” usul El.


“Bener, ntar dikasih motif polkadot!” tambah Jay.


“Nanti aku beliin dia kalung berlian.” Mimi ikutan semangat, ia mengeluarkan ponsel dari dalam tas hermpesnya dan menghubungi sekretaris papi.


“Hallo!! Pesenin Mimi kalung buat ayam, pake berlian segedhe kacang ijo tiap satu cm!!”


“Siap, Misssi.”


“Good!!”


“Beneran itu berlian asli?” Jay ngenes.


“Beneranlah!” jawab Mimi.


“Kagak usah, Mi!! Ntar Bella diculik orang.” El menolak, kan ada tuh yang bilang anak kecil jangan dikasih perhiasan nanti diculik.


“Bener, ntar kalau Bella diambil ginjalnya gimana? Trus kalau disakitin suru ngemis gimana? Kan kasihan?” cerca Kenzo.


“Bener, ntar minta tebusan sama kita-kita.” tambah Arron.


“Ow, bener juga, ya, udah Mimi nggak jadi beliin Bella kalung berlian. Beliin rok tutu aja.” Mimi mengangguk pengertian.


Lenna dan Rere yang merasa paling normal di sana saling pandang. Terus nyolot.


“Heh para titisan dewa kuda nil!! Bella itu ayam bukan bocah!!!” Lenna melipat tangannya di depan dada. Keki hatinya dengan pemikiran otak semua temannya yang nggak center.


“Kalian agak nggak waraskah?” tambah Rere.


“Ye ... kalian iri, ya? Iri, ya?” ledekan El bikin Rere esmoni eh ... esmosi.


“Booodooo ah, gw pulang!!” teriak Rere.


“Gw anter!!” El sama Kenzo nawar barengan.


“Ciiyyehhh!!! Cinta segi tiga.” Jay tepuk tangan.


“Cinta persegi panjang dong!! Mimi ikutan.” Mimi merangkul lengan Kenzo.


“Wah mantab!!” Jay bertepuk tangan lagi.


Bella sebel terus saat hendak memberikan bom hangat ke arah Mimi, Mimi bilang, “kalau Bella nggak sayang, Mimi, nggak Mimi bikinin rok tutu yang cantik!!”


Bella langsung menghentikan serangannya terus nempel di kaki Mimi.


“Pengen gue sembelih tu ayam matre!” Rere sebel.


“Bella bobok, ya!! Kami pergi dulu ya, Bel.” Kenzo mengelus kepala mungil Bella, begitu juga MiMi dan El. Cuma Rere yang ogah, benci banget sama tu ayam kampung.


“Jay lo juga cepetan pulang!! Nggak tahu Arron ngampet?!” Ajak Kenzo.


“Brengsek!!” Lenna melempar kaos kakinya ke arah Kenzo.


“Selamat berduaan.” Pamit El.


“Arron jangan lupa dipakai!” Pamit Jay dengan wajah datar.


Arron hanya bisa bergeleng dengan kelakuan nyebelin teman-temannya.


“Lo jangan mesum, ya, Ron!!” Lenna melempar bantal ke arah wajah Arron.


“Iya, iya.”


“Ya, udah ayo bobok! Capek!!” Lenna bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan wajah dan sikat gigi sebelum tidur. Arron juga menyusulnya, mereka berdua menyikat giginya.


“Bella nggak punya gigi, ya?”


“Wkwkwkwk, mo lo sikatin?” Lenna ngakak.


“Kali aja.”


“Good nite, Ron.” Lenna mengecup pipi Arron setelah selesai menyikat gigi.


“Good nite.” Arron ingin membalas kecupan Lenna namun Lenna terlanjur pergi, menyisakan bibir monyong Arron mencium udara.


Lenna sudah merebahkan diri senyaman mungkin di atas kasur empuknya. Arron yang berjalan lemas karena nggak berhasil mendapatkan ciuman juga ikutan tidur. Bella tidur dengan nyaman dikasur miliknya. Namun karena dinginnya malam Bella diam-diam pindah ke bawah selimut Arron. Mendekam dengan nyaman.


“Thor, dimana mana namanya pelakor itu syantik!! Menor!! Ganjen!!” Protes Lenna.


Hlo emangnya si Bella nggak syantik? Nggak menor? Nggak ganjen? Kan Bella emang syantik, menor juga hlah orang tadi dia makan gincu dior-nya Mimi, trus mandi pake skincare SKII milik Mimi. Terus dia kalau jalan kan emang pantatnya goyang ke kanan dan kiri. Kurang ganjen gimana? Author bingunglah, Len.


“Ya tapikan bukan manusia!! Dia ayam Thor! Ayam!!!” teriak Lenna sebal.


Lenna bangkit berdiri dan membuka selimut Arron. Dengan sigap Lenna menendang Bella turun dari ranjang Arron. Pake pasang wajah garang Lenna mendelik ke arah Bella. Bella ikutan pasang wajah garang.


“Hish ... hush ... Sana pulang ke kandang lo sendiri!” usir Lenna.


“Pyiikk ... pikk ... pyiikk!!”


“Nggak ngerti gw!! Gw bukan transleter bahasa ayam.” Lenna menjulurkan lidahnya trus masuk ke dalam selimut Arron.


“Pyiikkk ... puiik ...!” Bella marah, namun akhirnya kembali ke kasurnya. Dalam hati Bella bertekat untuk membalas Lenna besok. Tunggu aja cewek jelek!!!


Lenna tidur di samping Arron lantaran nggak mau ada pelakor yang ngerebut Arron darinya. Arron yang sudah tertidur nggak sadar kalau Lenna ikutan tidur di sampingnya.


“Mimpi gw kok aneh sih? Apaan sih ini?! Kok empuk banget, mana wangi banget?!Sayangnya kurang gedhe!” Arron menggigau dalam tidurnya.


“ARRON!!!” teriak Lenna!!


“HAH???!” Arron terbangun, wajahnya nempel-pel-pel di dada Lenna. Mana pake ileran lagi.


Ya, Tuhan Arron. Ngimpi apa kamu semalam, dapat durian runtuh?! Eh...


Jadi kira-kira Arron ngimpi tentang apaan ya? 😝🤭


Bella besok berperan jadi maskot. Nantikan ya!!


>>> JAKA<<<


Wahai para teman dewa kuda nil. Tolong selamatkan JAKA dengan like dan commentnya. Jangan lupa dukung authornya dengan baca Muse ❤️❤️❤️