
Sudah bertahun-tahun Jessica menerima bullying. Kejadian ini bermula dari fitnah seniornya yang teramat pedih. Pada hari penutupan Ospek, senior tersebut menarik Jessica ke belakang tenda menjauhi acara penutupan. Ketika sudah berada di tempat yang cukup jauh dari tempat acara, senior itu menyatakan cinta kepada Jessica. Jessica yang memang tipikal orang yang berterus-terang langsung menolak pernyataan cinta tersebut. Sebenarnya tidak ada maksud buruk dari Jessica, hanya saja senior itu tersinggung ketika Jessica langsung menolak cintanya. Ia merasa direndahkan. Jessica meminta maaf berulang kali sambil tetap menolak senior itu. Senior itu akhirnya mau menerima permohonan maaf Jessica dengan syarat Jessica mau diajak bersetubuh sekali dengannya. Jessica yang masih terkejut dengan syarat yang ia dengar, seketika dibanting ke tanah. Tubuh senior itu menghimpit tubuh Jessica sambil berusaha membuka pakaiannya. Dengan segenap kekuatan, Jessica mendorong senior itu hingga terpelanting, lalu berlari menuju tempat acara.
Semalaman itu Jessica menangis di dalam tenda, ia ijin tidak enak badan sehingga disuruh beristirahat di sana. Jessica tidak menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada panitia karena selain tidak ada saksi mata, ia juga tidak tega mempermalukan seniornya tersebut, meski sudah secara biadab, berniat melakukan hal buruk kepadanya. Jessica hanya menceritakan peristiwa tadi pada Kania dan Saras rekan kelompoknya selama Ospek yang langsung menyadari ada sesuatu yang tidak beres dari Jessica – di sinilah awal persahabatan mereka tumbuh.
Jessica tidak menyangka, peristiwa yang sudah ia tutup rapat ini tersebar. Dan lebih parahnya yang tersebar adalah rumor yang dihembuskan seseorang – setelah lama Jessica selidiki rumor tersebut berasal dari senior tersebut. Rumor itu mengatakan Jessica dengan mudahnya diajak bersetubuh dengan salah satu panitia selama Ospek, dari rumor tersebut mulai berkembang bulying ke Jessica. Ada yang menyebutnya sebagai wanita nakal, gampangan, bahkan banyak juga yang menyebutnya sebagai wanita panggilan. Rumor tersebut nyaris membuatnya tidak memiliki teman, tentu kecuali Kania dan Saras yang setia menemaninya. Wanita-wanita di angkatannya menjauhinya karena takut menjadi korban bulying dan sebagian besar mereka juga senang merendahkan Jessica – alasannya adalah mereka iri dengan kecantikan Jessica, sedangkan sebagian besar pria hanya melihat Jessica sebagai objek pemuas nafsu mereka, sedikit yang merasa simpatik, dan lebih sedikit lagi yang jatuh hati seperti halnya Yoga. Kejadian ini membuatnya depresi, mentalnya terganggu sampai ia memutuskan cuti kuliah untuk menenangkan dirinya.
Ketika senior itu lulus, bulying yang didapatkannya memang sudah mulai berkurang. Terlebih jika Jessica bersama dengan Kania. Kehadiran Kania membuat segan para pembulying, lebih tepatnya mereka segan dengan Kania sebagai kekasihnya Dino.
Namun jika tidak ada Kania di samping Jessica, Jessica kerap kali menerima bulying seperti halnya tadi. Terlebih saat-saat sekarang di mana Kania sedang sibuknya menyelesaikan skripsi dan tinggal menghitung waktu, Kania akan lulus dan pergi meninggalkannya. Jessica takut tidak ada yang melindunginya. Takut oleh kesendirian.
Sampai ia merasa terlindungi oleh tangan yang tengah menuntunnya ini.