
" Iya, aku sadar aku juga salah. Tapi jangan lupa kalau aku sudah memberikan banyak kesempatan untukmu dengan Gerry, kalau kau tidak bisa mendapatkan apa yang kau inginkan, maka itu adalah salahmu yang bodoh dan tidak menarik! Dibanding mengoreksi dimana kurangnya dirimu sendiri, dan memperbaikinya. Kau memang berhasil membuatku malu, tapi kau gagal dalam megambil perhatian Gerry, dan kau gagal dalam hal lain juga kan? "
Barisan kalimat yang keluar dari mulut Angel itu mengawali hukuman untuk Meta. Angel tidak melakukan apapun secara langsung setelahnya, tapi Angel sudah benar-benar memikirkan baik-baik bagiamana menghukum orang yang sudah membuatnya malu luar biasa itu.
Gerry yang sudah cukup lama menunggu di luar segera dia masuk ke dalam karena merasa khawatir juga terus menunggu. Begitu masuk ke dalam kamar Gerry di buat terkejut karena matanya Meta terlihat baik-baik saja, hanya seperti banyak menangis dan bersimpuh sepertinya dia sempat memohon maaf dengan begitu serius.
" Kau baik-baik saja? " Tanya Gerry seraya berjalan mendekati Angel yang berdiri di dekat sofa yang berada tidak tak jauh dari jendela kamarnya.
Angel tak menunjukan ekspresi apapun, bahkan sampai Gerry menyentuh wajahnya dan menatapnya semakin dalam Angel tak sekalipun menunjukan mimik lain lain datar di wajahnya.
Meta, dia jelas bisa melihat bagiamana perhatiannya Gerry terhadap Angel. Padahal sekretarisnya pernah mengatakan jika hubungan Gerry dan Angel tidaklah baik seperti yang ia lihat, bahkan setiap kali bertemu Gerry dan Angel mereka berdua seperti pasangan yang tidak normal. Gerry kadang menunjukan kemarahan dan kebencian, sementara Angel selalu menunjukan sikap acuh dan muak. Tapi, bagaimana bisa Gerry terlihat begitu mencintai Angel? Dia tampak tak ingin menyerah dengan perasannya meski Angel selalu menunjukan kebalikannya.
Angel menjauhkan tangan Gerry dari wajahnya perlahan tapi dia juga tak menatap Gerry batang sedetikpun. Sedari tadi matanya terus terarah kepada Meta yang juga menatapnya seperti menunjukan bahwa dia begitu iri dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
" Lihatlah wanita itu, wanita yang duduk bersimpuh dengan mata lembab karena begitu banyak menangis. Wanita itu sangat menginginkanmu, dia begitu terobsesi padamu, sama sepertimu yang sangat ambisius dalam banyak hal. Dibandingkan dengan ku, kau lebih mirip dengan dia dan kalian pasti akan terus berada di arah jalan yang sama, kenapa kau tidak mencoba saja hidup dengan wanita itu? "
Gerry mengeryit, tatapannya tajam seolah menjelaskan bahwa dia benar-benar tidak menyukai ucapan Angel barusan.
" Omong kosong apa yang kau katakan? Menikah bukan hal yang bisa di mainkan begitu saja, juga bukan ajang uji coba. Berhentilah untuk terus mendorong hubungan kita menuju perpisahan. Seberapa kuat kau mencoba untuk melepaskan diri, maka aku juga akan semakin kuat mengikatmu dengan segala cara yang aku bisa. "
Angel tersenyum tipis, senyum itu sengaja dia tunjukan kepada Meta agar membuat Meta tahu apa yang dia lakukan dan usahakan, apa yang dia harapkan hanyalah fantasinya belaka. Iya, itu benar-benar berhasil karena Meta menangis tanpa suara melihat bagaimana nyatanya Gerry begitu mencintai Angel sampai dia yang biasanya sangat dingin, dan juga tegas rela merendah untuk memohon agar hubungan pernikahannya bersama Angel tetap bertahan. Iri sudah tentu pasti Meta rasakan, bagaimanapun dia juga heran dan penasaran bagaimana bisa Gerry begitu mencintai Angel, serta cara apa yang di gunakan Angel hingga terus membuat Gerry selalu mencoba segala cara untuk bertahan padahal Angel selalu cuek dan terkesan dingin kepada Gerry.
***
" Kak, jangan begini! Aku harus segera pergi untuk menyelesaikan masalah kak Angel! "
Anne mencoba untuk menyingkir dari dekapan James, bahkan James juga terus mencoba untuk menyatukan bibir mereka dan berusaha membuat Anne terpancing agar dia bisa melepaskan rindunya sebentar kepada Anne, atau akan lebih baik lagi setelah apa yah dia inginkan terjadi Anne akan memilih untuk kembali padanya dengan mengesampingkan masalah Ibunya.
Anne menggeleng dengan tatapan memohon, Iya tentu saja dia harus segera pergi meksipun dia sendiri juga masih ingin terus bersama dengan James. Sebelum masalah ini masalah Ayah dan Ibunya turun tangan, dan sebelum masalah ini menjadi pekik, Anne benar-benar berharap bisa membantu Angel untuk mengatasinya hingga hasil akhirnya sesuai dengan harapan Angel sendiri. .
" Kak James aku mohon berhentilah dan jangan seperti ini! " Anne semakin terganggu saat James mencoba untuk melepas dress yang ia kenakan, James bahkan sudah membuka pengait celana setelah gesper dan bahkan resletingnya. Tidak tahu sejak kapan karena Anne fokus untuk meminta agar James melepaskannya dulu.
" Untuk kali ini saja, tolong biarkan aku kembali egois dan mementingkan keinginanku sendiri, tolong jangan menolak. "
Tidak, ini benar-benar tidak benar karena keadaan mereka bahkan tidak mendukung sama sekali. Otaknya terus memikirkan apa yang akan terjadi kalau sampai orang tuanya turun tangan akan kejadian ini lebih cepat dari pada dia.
Plak!
Anne menampar wajah James meski setelahnya dia nampak syok dan sangat terkejut dengan apa yang dia lakukan. Benar saja James langsung menghentikan aksinya yang bisa di bilang tinggal satu gerakan lagi, tapi tamparan dari Anne itu benar-benar membuatnya terkejut luar biasa. Ini adalah kali pertama dia mendapatkan pukulan dari Anne, meksipun masih tidak ingin mengakuinya, tapi James cukup merasa kecewa dan sakit di hatinya.
" Kak, aku benar-benar minta maaf untuk apa yah aku lakukan ini, sekarang aku benar-benar tidak ingin terlambat jadi tolong biarkan aku pergi. ''
James tak lagi bereaksi bahkan setelah Anne keluar dari mobilnya, sungguh dia benar-benar merasa terkejut juga kecewa dengan apa yang dia dapatkan. Tamparan dari Anne tadi seperti sebuah penjelasan bahwa bisa saja cinta Anne untuknya sudah jauh berkurang.
" Aku sendiri juga bingung, sebenarnya apa yang aku lakukan barusan? " Gumam James dengan tatapan yang masih terkejut dan pasrah.
Begitu keluar dari mobil James dan berniat untuk kembali ke tempat dimana Rumah Gerry berada, Anne di buat terkejut bukan main karena nyatanya Ayah dan juga Ibunya sudah berada di dana dan memaksa untuk memasuk dengan berbagai ancaman kepada satpam rumah Gerry.
" Ayah, Ibu? Ka kalian berdua sudah datang? " Sapa Anne dengan gugup.
" Kau seharusnya tidak menyembunyikan apapun, nak. Kalau kami tidak mendapatkan informasi setelah video itu tersebar, mungkin selamanya kamu berdua tidak tahu kalau putri yang kami sayangi malah diperlakukan kasar seperti itu. ''
Bersambung.