
Meta bersimpuh dengan detail air mata yang jatuh membasahi pipinya, di katupkan kedua telapak tangannya untuk memohon maaf kepada Gerry yang kini berdiri di hadapannya dengan tatapan tajam yang baru kali ini Meta lihat betapa menyeramkannya Gerry.
" Kau tahu benar aku bukanlah orang yang mudah untuk memaafkan bukan? Sekarang kau harus bertanggung jawab dengan apa yang kau lakukan, dan ingat baik-baik bahwa mulai dari hari ini kau tidak akan pernah bisa memiliki kesempatan untuk bekerja lagi denganku. Awalnya aku kasihan terhadapmu karena hidupmu yang malang itu, tapi aku benar-benar telah salah menilaimu, sebenarnya kau sendirilah yang tidak bisa memanfaatkan kekuatanmu untuk melawan dan berusaha sekuat tenaga untuk berdiri di atas kakimu sendiri. Fatalnya, kau berani-beraninya mengkopi video pribadiku bersama istriku dan menyimpannya di ponselmu, walaupun kau bodoh, seharunya kau tidak akan berani melakukan itu. "
Meta menunduk tak berani berkata-kata, dia tetap menangis, kedua telapak tangannya juga masih menangkup untuk memohon ampunan. Sebenarnya memang kalau di pikirkan lagi semua ini benar-benar adalah kesalahannya. Jika saja dia tidak menolak uang dari Ayahnya sebelum dia memutuskan untuk bekerja agar bisa mencari tempat tinggal, tentulah dia tidak perlu menumpang di rumah bibinya, bermusuhan dengan keponakannya yang sangat jahil, pedas mulut dan suka sekali mencuri barang-barangnya. Benar, semua itu salahnya yang memilih untuk menderita padahal dia bisa mengindari itu jika dia mau. Sekarang semua sudah kacau seperti ini, meksipun dia sudah mengatakan kalau dia bukan orang yang menyebarkan video itu, tapi kesalahan terbesarnya adalah dia mencuri video itu, menyimpannya sampai ke rumah dan membuat keponakannya berbuat jahat untuk mencelakainya. Tetap saja hasilnya sama kan? Meta akan tetap berada di posisi yang salah.
" Aku benar-benar membencimu, rasanya aku ingin sekali menginjakmu sampai tulang di tubuhmu remuk. Tapi, kau harus menjelaskan semuanya kepada istriku, aku tidak perduli dia akan memaafkanmu atau tidak, yang paling penting adalah istriku mengetahui segalanya, dan jangan memancing kesalahpahaman sedikit pun. Setelah itu barulah aku akan menghukummu. Ah, tidak tahu harus mulai darimana, apakah mulai dari Ayah dan Ibumu lalu juga satu adikmu yang masih hidup? Atau dari nenek mu yang sekarang sedang sakit? "
Meta mendongakkan wajahnya menatap Gerry dan menggeleng tak setuju. Dia kembali menangis kencang Meksi suaranya tak begitu jelas terdengar karena Meta masih sangat kuat menahan suara tangis yang seakan pecah itu.
" Jangan Tuan, saya mohon jangan sakiti keluarga saya. Saya salah karena sudah mencuri video pribadi anda, tapi bukan saya yang menyebar luaskan video itu. "
Gerry membuang nafas kasarnya. Sungguh dia sudah sangat menahan diri dan terus mengeraskan rahangnya karena tidak ingin kalau sampai dia memukul Meta dan membuat Angel semakin histeris karena Meta menemuinya dengan keadaan tidak baik.
" Baiklah, tapi jangan pikir kau akan bisa lari dari hukumanku. Sekarang aku membiarkan mu karena aku tidak ingin Angel melihatmu yang sedang tidak baik, tapi setelah menemui istriku, kau harus bersiap dengan hukuman dan tidak boleh mengeluh agar bisa menyelamatkan keluargamu. "
Meta mengangguk setuju, sekarang dia benar-benar tidak memiliki pilihan lain. Dari tatapan Gerry yang begitu tajam seolah dia bisa melihat hambatan jelas dari sana. Pasti, hidup Meta setelah ini akan semakin buruk dari pada sebelumnya, tapi meskipun memang seperti itu yang akan diterimanya dari mencuri video pribadi Gerry dan Angel, tetap saja dia masih berharap akan ada sedikit saja kesempatan untuknya menunjukan bahwa dia tidak seburuk itu dan batal dihukum.
Gerry melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, dengan kasar dia meraih lengan Meta dan menyeretnya untuk mengikuti langkah kakinya. Masa bodoh dengan Meta yang sudah hampir jatuh karena tidak bisa mengimbanginya, dia masih tetap menyeret Meta hingga sampailah di sebuah kamar yang di gunakan Angel beberapa hari belakangan ini.
" Ikut aku masuk! " Ucap Gerry yang langsung segera di lakukan oleh Meta.
" Lihatlah, istriku terbaring tidak sadarkan diri karena dia begitu histeris setelah mengetahui videonya tersebar dan aku terpaksa meminta dokter untuk menyuntikkan obat penenang. Kau bisa lihat seberapa besarnya efek dari apa yang kau lakukan bukan? Kali ini aku tidak akan mengampuni jadi jangan semakin membuatku marah karena kalau tidak, aku akan membuatmu jauh dari kematian tapi aku akan membuatmu sekarat sepanjang hidup. "
Meta menunduk dan lagi-lagi hanya bisa meneteskan air mata. Takut, dia benar-benar sangat takut karena tatapan Gerry benar-benar menggambarkan bagaimana dia akan menderita nanti.
Gerry kini fokus menatap Angel yang masih terbaring, menutup matanya dengan tenang. Dia benar-benar bersalah kepada Angel, padahal hanya karena rasa cemburu dan tidak terima karena merasa egonya telah di lukai, dia bahkan sampai gelap mata dan menyiksa wanita yang jelas-jelas dia cintai itu. Andai saja kalau waktu itu dia lebih bersabar diri dan terus berada menggapai hati Angel, semua pasti tidak akan seperti ini kan?
" Kau sudah bangun? Apa kau membutuhkan sesuatu? " Gerry dengan segera bertanya kepada Angel, dia benar-benar terlihat sangat perhatian tapi sayangnya Angel benar-benar ingat dengan jelas apa yang terjadi beberapa saat lalu.
" Kenapa kau masih disini? Kenapa kau tidak membunuhku saja? Padahal aku menurut saja saat kau menyuntikkan sesuatu padaku karena aku pikir itu adalah racun, kenapa aku masih hidup? " Tanya Angel dan lagi-lagi dia hanya bisa menangis pilu.
" Maaf sayang, tadi itu obat penenang. Dokter bilang hanya butuh tiga jam maksimal untuk kau istirahat, tapi kau bangun empat jam lebih setelahnya. "
" Bajingan! Aku ingin membunuhmu! " Angel tadinya ingin langsung bangkit dan menyerang Gerry, tapi dia benar-benar tida sanggup walau hanya untuk mengerakkan tangannya dengan kuat.
" Aku tahu kau masih marah, jangan memaksakan diri ya? Pengaruh anestesi ini masih ada. Tunggu sebentar kalau ingin memukulku ya? Sekarang ada orang yang ingin bicara denganmu, tolong dengarkan dia, nanti kau ingin bagaimana kau hanya tinggal beritahu saja padaku. " Gerry mengecup kening Angel lalu bangkit untuk keluar dulu dari sana agar Meta dan Angel bisa bicara dengan tenang.
Bruk!
Meta menjatuhkan tubuhnya dengan posisi bersimpuh dan mengatupkan lagi kedua telapak tangannya untuk memohon ampun.
" Nyonya, akulah yang bersalah. Aku mencuri video pribadi milik anda dan Tuan Gerry, saya bersalah karena membuatkan keponakan saya melakukan kebodohan itu. Maafkan saya, Nyonya hukumlah saya yang bersalah ini. " Ucap Meta begitu Gerry keluar dari kamar.
Angel terdiam sebentar.
" Berhentilah menipuku, berhentilah menjadi sok polos dan selalu meminjam tangan orang lain untuk melukai mangsamu, aku sangat memahami cara kerja orang sepertimu. "
Angel menatap dingin Meta yang nampak terkejut.
Bersambung.