
Seperti sedang menumpahkan kerinduan yang sudah melewati batas, James benar-benar tak melepaskan tubuh Anne dari pelukannya.
Aroma tubuh Anne, aroma dari shampo yang di gunakan Anne, semuanya masih sama seperti dulu membuat James merasa sedikit lega karena setidaknya bisa merasakan sebentar memeluk Anne dan menikmati semua aroma itu.
" Kak, jangan begini ya? Aku harus menemui kakakku sekarang. " Pinta Anne tapi tubuhnya benar-benar tidak melakukan pergerakan apapun karena dia memang sangat merindukan James sehingga tubuhnya ogah mengikuti apa yang otaknya inginkan.
" Tidak bisa, aku sudah susah payah bisa memelukmu seperti sekarang, jadi aku tidak akan bisa melepaskanmu. "
Anne menggigit bibir bawahnya karena tidak tahan dengan rasa sedih yang luar biasa sulit untuk dia tahan. Padahal dia sudah sok kuat dan sok tidak untuk perduli, tapi tetap saja hatinya goyah dan menginginkan James lagi.
" Kak, kalau seperti ini terus aku bisa goyah dan melakukan apa yang seharusnya tidak aku lakukan. Kak James tahu benar aku tidak bisa terus berada di tengah-tengah perseteruan yang di akibatkan karena adanya aku. Sudah cukup kak James merasa dilema dan tersiksa karena tekanan dari egoku dan juga keinginan Ibumu. "
" Berhentilah untuk omong kosong, penderitaan yang sebenarnya adalah saat kau memilih untuk menyerah dan pergi begitu saja. Aku bisa menghadapi keadaan apapun, aku bisa melakukan apapun, bersabar sebanyak apapun asalkan kau tetap bersamaku. "
" Kak, aku- "
James mengurai pelukannya, dia menangkup wajah Anne dan menatanya dengan dalam membuat Anne gemetar menahan rasa yang begitu ingin mendobrak hatinya.
" Anne, tidak kah kau melihat kalau aku benar-benar tidak bisa kalau tidak bersamamu? Lebih baik aku menghadapi mu marah-marah, atau mau memukulku atau apapun caramu menyiksaku, asalkan kau tetap bersamaku tentu saja itu adalah hal yang bisa aku terima. Tidak perlu merasa kasihan atau tidak enak, kau bisa melampiaskan kemarahan mu kepadaku setiap kali Ibuku menyakiti hatimu, setidaknya dampingi aku sampai kita bisa sama-sama meluluhkan hati Ibuku. "
" Kak- "
Melihat masih ada penolakan dari sorot mata Anne, James segera meraih lengan Anne dan membawanya untuk masuk ke dalam mobilnya.
" Kak, mau apa? "
James ikut masuk ke kursi belakang dan sebentar bangkit untuk mengunci mobilnya. Setelah itu dia kembali menatap Anne yang menatapnya dengan dahi mengeryit mempertanyakan apa yang di lakukan James saat ini.
" Aku benar-benar sudah tidak bisa bersabar kalau seperti ini, apakah kau ingin melihatku bersujud di kakimu dan mencium kakimu untuk memohon padamu agar kau kembali padaku dan hidup bersamaku? Aku akan melakukanya jika itu bisa membuat hatimu tergerak. "
Anne menggeleng dengan cepat sembari menahan suara tangisnya yang ingin pecah.
" Kak, bukan begitu maksudnya, aku cuma- "
James membungkam mulut Anne dengan sebuah ciuman.
Angel meraih rambut Meta, menariknya dan membuat Meta mendongak menatapnya. Sungguh Angel benar-benar sangat marah hingga tidak tahan untuk menyakiti Meta dan masa bodoh saja kalau Meta adalah sahabat terbaik adiknya.
" Ah! " Pekik Meta yang tentulah dia merasakan sakit. Sebenarnya kalau boleh jujur ingin sekali rasanya dia membalas perbuatan jahat Angel, tapi kalau mengingat bagiamana menyeramkannya Gerry saat marah, Meta benar-benar tidak akan sanggup menghadapi Gerry nantinya dan jadilah dia harus tetap menahan diri dan mengendalikan emosinya.
" Aku membencimu, aku sangat membenci cara licik yang kau gunakan. Kau pikir kau siapa berani sekali bertindak seperti itu?! Kau mempertontonkan tubuhku kepada banyak orang tanpa perduli bagiamana aku akan hancur. Sekarang lihatlah, aku akan memperlihatkan bagaimana rasanya malu seumur hidup. "
Angel melepaskan tangannya dari rambut Meta dengan kasar. Dia bangkit untuk mengambil sebuah botol obat yang dulu pernah di gunakan Gerry untuk mengerjainya. Oba itu memang sengaja di tinggalkan di sana oleh Gerry karena saya terakhir kali Gerry menyuapkan obat itu langsung dengan mulutnya dan lupa untuk membawa pergi sisanya.
" Telan ini! " Ucap Angel seraya meraih dagu Meta, menekannya dengan kuat dan memasukkan pil itu ke mulut Meta.
" Em! " Meta jelas mencoba untuk menolak menelan obat itu, awaknya memang dia hanya meronta agar tidak di paksa untuk menelan pil yang tidak dia tahu apa kegunaannya, tapi karena Angel terus memaksanya, dia tapa sadar mendorong tubuh Angel dan membuatnya terjatuh ke lantai dengan posisi duduk.
" Tolong jangan paksa saya, Nyonya! " Meta membuang pil itu menjauh dari mulutnya. Benar-benar dia sudah tidak tahan karena hanya selaku menerima penderitaan padahal dia hanya melakukan apa yang sekiranya bisa menyelamatkan hidupnya dan juga keluarganya, tapi kenapa orang selalu mengacaukannya?
Angel segera bangkit dan ingin kembali menyakiti Meta, tapi Meta yang sudah tidak tahan lagi itu menahan tangan Angel yang terangkat ke atas ingin mendapat Meta.
" Jangan sembarangan memukul, Nyonya. Kenapa anda begitu marah hanya karena video anda tersebar? Bukankah itu sebenarnya adalah salah anda sendiri? Anda jangan pikir saya tidak bisa menilai bagiamana hubungan Anda dan juga Tuan Gerry, jadi jangan menghakimi saya! "
Angel menggeleng tak percaya tapi dia sama sekali tidak terlihat takut.
" Jadi, kau sudah tidak bisa menyembunyikan seperti apa dirimu yang sebenernya? Kau benar-benar menunjukannya lebih cepat dari pada yang aku pikirkan. Aku, benar-benar amanat sakit padamu, kau ternyata sama sekali tidak memiliki rasa segan terhadap Gerry sampai dengan gilanya berani mengcopy video pribadinya. Yah, aku benar-benar tidak tidak heran sekarang. "
Meta mengepalkan tangannya, sekarang dia sudah tidak bisa menyembunyikan apapun lagi, dia juga sudah jelas tidak bisa menahan diri lebih lama lagi karena ucapan dan tatapan Angel sangatlah membuatnya tertekan dan menjadi marah pada akhirnya.
" Jangan begitu percaya diri terus menyalahkan aku hanya karena satu kesalahan ku saja, Nyonya. Cobalah untuk melihat diri anda sendiri, semua ini terjadi juga karena kesalahan anda bukan? " Meta menatap Angel dengan tatapan berani seolah dia sudah tidak merasa takut lagi dengan resikonya.
Angel terkekeh, dia sekarang benar-benar bisa melihat bagiamana Meta yang sesungguhnya dan ternyata ini cukup menunjukan kepada Angel bahwa memasang wajah melas dan naif untuk menyembunyikan jiwa monster dalam diri seseorang memang banyak diminati oleh banyak orang dan termasuk Meta di sana.
" Iya, aku sadar aku juga salah. Tapi jangan lupa kalau aku sudah memberikan banyak kesempatan untukmu dengan Gerry, kalau kau tidak bisa mendapatkan apa yang kau inginkan, maka itu adalah salahmu yang bodoh dan tidak menarik! Dibanding mengoreksi dimana kurangnya dirimu sendiri, dan memperbaikinya. Kau memang berhasil membuatku malu, tapi kau gagal dalam megambil perhatian Gerry, dan kau gagal dalam hal lain juga kan? "
Bersambung.