
Gerry tersenyum puas setelah mendapati Angel tertidur di sebelahnya dengan kondisi yang kelelahan. Apa yang terjadi beberapa saat lalu benar-benar membuatnya sadar jika Angel mungkin saja memiliki fantasi semacam itu dengan James. Entah benar atau tidaknya mereka sudah berhubungan fisik cukup jauh, tapi dia juga tida mengelak jika dia adalah pria pertama yang mendapatkan kesucian Angel.
Perlahan Gerry bangkit dari tempat tidurnya, sebentar dia memang bisa menahan Angel untuk terus memikirkan perpisahan, tapi dia juga tidak kehilangan akal untuk membuat Angel terikat padanya. Gerry adalah pria yang ambisius di balik sikap lembut dan pengertiannya terhadap Angel, jadi dia tidak akan melepaskan apa yang dia inginkan, bahkan sampah bekas dia pakai juga tidak akan bisa di pungut oleh orang lain.
" Mari kita lihat bagaimana hancurnya saat kau tidak bisa menggapai hati pria yang kau puja-puja itu. " Gumam Gerry lalu menyalakan shower untuk mengguyur tubuhnya.
***
James terdiam memandangi bubur apel buatan Anne. Sebenarnya dia ingin memakan bubur apel itu, tapi ketika dia mencicipinya tadi dia jadi dilema sendiri, bagaimana tidak? Rasanya kelewat manis hingga membuat James mengernyitkan kening berkali-kali tak bisa menahan wajahnya ketika rasa manis luar biasa itu menyengat lidahnya.
" Berhentilah memandanginya, buang saja! " Anne sudah memegang mangkuk di hadapan James, tapi dengan reflek James menahan tangan Anne.
" Aku akan memakannya. "
Anne sedikit tersenyum, sebenarnya Anne cukup bahagia dengan perubahan sikap James yang mulai menghargainya. Tapi kali ini bubut apel buatannya memang terlalu manis sehingga tidak bak juga untuk kesehatan, jadi dia tetap akan membuang bubur apel itu apapun alasannya.
" Jangan di makan, kadar gulamu bisa naik tinggi nanti. "
Nada bicara Anne barusan cukup enak di dengar sehingga James tak lagi ingin memaksakan diri untuk memakan bubur apel yang jelas sangat tidak layak untuk di makan.
Karena tidak ada lagi menu sarapan lain akhirnya James dan Anne sarapan dengan roti tawar yang sudah di beri selai blueberry.
" Besok lusa kita pindah ke rumah saja ya? "
Anne menghentikan kegiatannya sebentar, dia ingat benar kalau Angel juga pernah menceritakan bahwa James sudah membeli rumah di jalan apa entah dia lupa dan rumah itu ingin di gunakan untuk hidup bersama dengan orang yah di cintai nya nanti.
" Dimana alamatnya? "
" Jalan persik no enam puluh enam. "
Anne tersenyum kelu, yah dia ingat benar bahwa alamatnya tidak sama dengan yang disebutkan Angel kala itu. Mungkin benar jika dia bodoh karena hingga detik ini dia masih saja mengharapkan cinta James padahal dia sendiri sudah berucap kalau tidak akan mengharapkan cinta dari James lagi.
" Lebih baik di tunda saja, lusa adalah hari ulang tahun Ibuku, sekaligus ulang tahun pernikahan orang tuaku, jadi datang kesana adalah hal yang penting. "
" Iya. " James melanjutkan kegiatannya meski dia melihat adanya tatapan kecewa dari Anne yang dia tidak mengerti apa sebabnya.
Hari berjalan seperti biasanya, dan hari ini adalah hari dimana Ibunya Anne dan Angel berulang tahun, serta ulang tahun pernikahan orang tuanya.
" Aku lelah, aku pusing. " Ucap Anne sembari memegangi kepalanya. Untunglah ada kursi yang tersedia di lobby sehingga dia bisa duduk di sana sebentar sampai dia benar-benar membaik. Sebenarnya Anne sendiri sudah menyiapkan hadiah dari jauh-jauh hari, tapi anggap saja apa yang dia beli hari ini adalah dari James agar James terlihat dan terkesan sebagai menantu yang perduli kepada orang tuanya. Tapi berbelanja ternyata cukup membuat dia kelelahan luar biasa, keringat dingin juga keluar dari pori-pori tubuhnya.
Anne melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Ini sudah pukul empat sore dan dia harus segera kembali ke apartemen dan mempersiapkan segalanya karena nanti malam dia dan James akan datang ke acara Ibu dan Ayahnya yang akan di gelar di rumah saja. Tamu yang di undang juga tidak banyak, hanya keluarga inti saja dan kenalan dekat Ayah juga Ibunya.
Anne menarik nafas dan membuangnya perlahan berharap segera tubuhnya membaik. Untunglah mencari taksi di sana juga sangat mudah, jadi Anne tidak lagi membuang banyak tenaga. Sesampainya di apartemen, Anne membuka bungkus roti dan memakannya, tak lupa segelas susu hangat menemani. Pagi tadi dia benar-benar lupa meminum vitamin jadi dia mudah lelah dan pusing, satu-satunya yang bisa dia lakukan adalah makan yang banyak agar tubuhnya bertenaga. Bagaimanapun dia tidak ingin mengacaukan pesta orang tuanya nanti.
James kembali lebih cepat dari biasanya karena tahu benar pentingnya hari ini untuk Anne dan juga dirinya.
" Aku bawa hadiah ini ke mobil dulu ya? Kau mandi dan bersiap saja dulu. " Ucap James karena dia melihat sendiri bagaimana banyaknya hadiah untuk orang tuanya Anne.
Begitu dia kembali ke apartemen rupanya Anne sudah selesai mandi dan kini tengah menggunakan pakaian, jadi segera dia mandi agar Anne tidak lama menunggunya nanti.
Anne tersenyum memandangi penampilannya malam ini, dia sengaja memakai gaun sesuai tema yang sudah di tentukan yaitu, hitam. Anne tidak berlebihan dalam menggunakan make up, tapi dia benar-benar terlihat cantik dan anggun malam ini. James yang baru keluar dari kamar mandi juga bisa dengan jelas melihatnya, dia benar-benar terpana melihat Anne yang nampak sangat cantik, anggun, berbeda seperti sebelumnya. Memang sih dia pernah melihat Anne secantik ini saat akan menghadiri pesta pernikahan sepupunya beberapa waktu lalu, dan entah mengapa James merasa sangat tidak rela wajah cantik Anne yang seperti ini akan di lihat oleh orang lain.
" Ini bajumu. " Anne yang menyadari James sudah selesai mandi tentu saja dengan segera menyerahkan pakaian yang akan di gunakan oleh James, tentu saja juga serasi dengannya, warna dasi James yang garis-garis hitam silver juga sama dengan tas yang akan digunakan Anne yaitu warna silver.
" Ah! " Pekik Anne saat merasakan sakit kepala yang lumayan parah di kepalanya saat tengah memakaikan dasi untuk James.
" Kenapa? "
Anne menggeleng dengan cepat.
" Hanya agak pusing saja. "
***
Angel sudah siap dengan penampilannya yang terlihat cantik juga anggun. Sebenarnya dia benar-benar tidak ingin datang ke pesta orang tuanya karena tubuhnya benar-benar seperti tak memiliki energi. Semenjak kematian setelah Gerry memberikan obat aneh itu, Angel benar-benar di buat tidak berkutik karena di ancam akan di sebar luaskan rekaman video saat dirinya tengah beraktifitas panas kala itu. Gerry, pria itu benar-benar memanfaatkan situasi untuk terus menyerang tubuhnya tanpa kenal ampun.
" Shh.... " Desis Angel karena dia benar-benar pusing sekali, tapi dia juga harus segera berangkat ke rumah orang tuanya.
" Masih belum keluar, apa kau ingin melakukannya lagi? " Gerry tersenyum miring membuat Angel memejamkan mata sebentar menahan diri untuk tidak membuang tenaga hanya untuk marah kepada Gerry.
Bersambung.