
Anne terdiam tak mampu berbicara sepatah katapun lagi setelah Angel menceritakan tentang kehidupan rumah tangganya yang begitu amat miris. Padahal Anne pikir dia sudah paling menderita tidak ada tandingannya, tapi ternyata kakaknya malah jauh lebih menderita di banding dirinya. Tentu saja dia juga tidak menyangka kalau Gerry yang terlihat sangat baik juga mampu menyakiti kakak nya seperti itu.
Anne, kakak ingin menyambut tangan Gerry yah terulur dan menjanjikan banyak hal, tapi aku terlalu pengecut. Bagiamana bisa aku ingin mencintai Dan di cintai tapi takut akan di sakiti juga? Entah aku ini bodoh, atau bagaimana, tapi setiap hari aku hanya bisa menasehati diri sendiri agar tidak terlena dan jatuh cinta lagi. Seumur hidup ini cukup saja penderitaan karena laki-laki, tapi kenapa hati ku goyah? Padahal aku tidak ingin begini, aku tidak ingin begini sungguh.
Anne mengusap air matanya. Benar, kakaknya sudah melewati banyak ujian dalam hidup, dia harus bahagia jadi Anne ingin dia mencari tahu hal apa yang sebenarnya di butuhkan oleh Angel agar dia bis bahagia tanpa takut di kecewakan.
" Kak, cobalah pelan-pelan kakak buka hati. Nilai lah kembali bagaimana Gerry yang sesungguhnya, lihat seberapa tulus dia mencintai kakak, rasakan betapa besar perasaan cinta yang dia miliki untuk kakak. Aku juga bukan berarti begitu paham akan cinta, tapi aku yakin apa yang aku katakan ini pasti akan memberikan hasil yang kakak inginkan. "
Sekarang aku benar-benar tidak bisa berpikir dengan baik, aku bingung untuk hal yang sebenarnya bahkan entah ada atau tidak.
" Baiklah, coba istirahat saja dulu, tenangkan diri kakak, baik-baik nanti pikirkan lagi. Aku akan hubungi kakak beberapa jam setelah ini, jadi kakak tidur dulu sebentar ya? "
Iya.
Anne membuang nafasnya, dia sekarang benar-benar bingung dengan semua yang terjadi ini. Padahal masalahnya sendiri dengan keluarga James sudah cukup membuat orang tuanya kalang kabut sampai begitu marah dan tidak berselera lagi untuk makan. Jadi bagaimana kalau sampai orang tuanya tahu bahwa anak pertama mereka yang mereka cintai dan sayangi sepenuh hati di sakiti baik verbal dan fisik? Gila, membayangkannya saja Anne sudah bisa menebak kalau Ayahnya juga Ibunya pasti akan sangat marah dan kecewa luar biasa. Bagaimanapun Ayah dan Ibu mereka tidak sekalipun memukul meksipun sangat marah kepada mereka berdua.
***
James membuang nafas lega karena proyek kali ini berjalan dengan lancar. Meski hatinya masih terasa hampa karena dia belum melihat Anne hari ini, setidaknya kesibukannya sekarang ini bisa ia gunakan untuk mengalihkan fokusnya yang terus tertuju kepada Anne seorang. Semenjak dari kemarin juga Ibunya belum lagi menghubungi, jadi karena tidak ada kabar apapun, maka James yakin keadaan Ibunya pasti baik-baik saja sekarang.
Urusan Arthur, dia sudah mencari tahu kalau Arthur akan mengadakan acara amal, jadi dia juga tidak perlu khawatir begitu besar karena saat Acara amal berlangsung nanti, Anne tidak akan datang kesana. Kenapa James begitu yakin? Karena James tahu bagaimana Ayah Bien, dia akan bersikap biasa saja kepada orang yang dia sukai atau tidak, tapi Ayah Bien adalah orang yang paling anti membawa putrinya ke tempat yang jelas akan membawa mereka dalam keadaan yang kurang baik, atau bisa di bilang buruk.
Arthur memang terlihat sukses dan hebat di usianya yang tidak jauh beda dengan James, tapi bukan rahasia lagi kalau Arthur juga adalah pria yang rumit dan sangat tidak mudah di tebak. Jadi, orang tua mana yang akan mendekatkan putrinya kepada orang seperti itu?
James baru saja membatin karena Ibunya tidak menghubungi semenjak kemarin, dan ternyata sekarang dia menghuninya. James menarik nafasnya dulu sebelum menerima panggilan suara dari Ibunya.
" Ada apa, Bu? "
" Iya. "
Begitu panggilan suara berakhir, James justru malah merasa kalau besok pasti akan ada hal yang tidak biasa akan terjadi. Bagaimanapun juga dia kan paham benar bagaimana sifat Ibunya yang sangat keras kepala dan juga tidak mudah menyerah. Walaupun kedengarannya biasa saja hanya minta di nyatakan ke butik temanya, sudahlah pasti akan ada hal lain yang terjadi nanti.
Besok paginya.
Angel bangun dari tidurnya, semalam benar-benar nyenyak entah mengapa bahkan dia sama sekali tidak memimpikan apapun dan tahu tahunya sudah pagi saja. Gerry sepertinya juga masih sangat patuh dan tidak menggangu seperti permintaannya, di lain sisi juga Angel mengunci pintu kamarnya rapat-rapat karena ingin sekali tenang tidak ada satupun yang mengganggu.
Akhirnya, Angel bisa tersenyum karena ternyata perasaannya bisa sangat lega setelah tidur dengan sangat nyenyak. Angel meraih ponselnya berniat untuk menghubungi Anne dan mengajaknya untuk bertemu sebelum Anne berangkat ke luar negeri siang nanti. Tapi batu saja dia menyalakan ponselnya, yang Angel lihat adalah sebuah hal memalukan tentang dirinya, dan menyeramkannya lagi, bahkan sedang menjadi bahan pembicaraan pengguna media sosial.
" Tidak, tidak, ini bukan aku kan? Bukan, aku tidak begini, ini bukan aku! " Angel membuang Ponselnya ke lantai, dia menutup kedua telinganya, dan menangis karena tidak tahan dengan apa yang dia lihat tadi.
Sebuah video yang sudah dipotong menjadi tiga luluh detik, video dimana Angel melakukan hal yang seharusnya tidak di publish, Angel yang tanpa busana sedang bergerak melakukan hal yang sangat panas. Tentu saja itu adalah potongan dari salah satu video yang di rekam oleh Gerry saat itu.
" Kau bilang ingin menjadi suami yang baik, tapi kenapa malah melakukan ini?! Aku hanya memintamu untuk tidak menggangguku dulu, kenapa kau malah menyebarkan video gila itu?! Kenapa kau jahat sekali?! Kenapa tidak kau bunuh saja aku hah?! "
Angel memukul wajahnya, menjambak rambutnya karena begitu frustasi melihat harga dirinya sebagai seorang wanita telah hancur sehancur hancurnya. Padahal dia selama ini begitu menjaga diri, dia sudah melakukan segalanya agar tak sembarangan laki-laki mendekatinya, tapi semua citra baik yang dia bangun susah payah itu malah dihancurkan oleh potongan video yang di rekam oleh suaminya sendiri.
" Angel! Angel buka pintunya! Aku harus bicara sekarang! Buka pintunya, Angel! " Gerry yang baru tahu bahwa video pribadinya tersebar tentu saja terkejut luar biasa. Bagaimanapun di video itu hanya memperlihatkan wajah Angel saja, jadi Gerry pasti yakin saat ini Angel sedang menuduhnya sebagai pelaku yang sudah menyebarkan video mereka.
" Angel, dengarkan aku baik-baik ya? Jhoni dan yang lain sedang menangani masalah itu, tolong tenanglah dan jangan terlalu memikirkannya ya? Buka pintunya dan mari kita bicara. " Pinta Gerry sembari terus menggerakkan handle pintu dan memukulnya pelan karena pelayan rumah mereka sedang mencari kunci serep kamar yang di tempati Angel.
Bersambung.