
Hari ini James terpaksa menemui Larisa karena wanita itu sudah berjanji untuk memberikan dokumen penting tentang kebusukan dan juga bagaimana Arthur membodohi kliennya selama ini. Tadinya James ingin meminta Don saja yang datang, tapi karena Don ada hal penting yang harus di kerjakan sementara James juga tidak mempercayai orang lain lagi selain Don, maka mau tidak mau dia hanya bisa datang sendiri menemui Larisa.
" Aku sudah menyerahkan semua sedetail mungkin, aku sudah berbuat sejauh ini, tolong lindungi aku dari amukan Arthur. Kalaupun bisa, tolong jangan sampai Tuan Arthur dipenjara, meksipun dia banyak menyakiti keluarga anda, tapi dia juga baik kepada beberapa orang. " Pinta Larisa, wanita itu tak berani menatap James karena perasaan takut, bersalah dan waspada. Bagaimanapun memang benar Arthur sangat licik dan juga tidak akan bertindak tanpa memikirkan keuntungan, tapi dia juga sudah banyak membantunya. Arthur sudah membawanya jauh dari tempat tinggal yang seperti lobang sampah meski tujuannya adalah untuk di manfaatkan.
James tersenyum miring, bukankah setiap orang memang seperti itu? Memiliki sisi baik dan buruk bersamaan. Lalu apakah perbuatan jahat Arthur harus di maafkan begitu saja setelah begitu lama berlangsung menyengsarakan keluarganya?
" Seseorang tentu akan mendapatkan hadiah saat dia berbuat baik, dan seseorang juga akan di hukum saat melakukan kesalahan, jangan hanya perduli hadiah apa yang akan kau dapat setelah berbuat baik, juga harus memikirkan dan menerima hukuman juga barulah kehidupan akan berjalan seimbang. "
Larisa terdiam, sepertinya dia benar-benar tidak memiliki pilihan selain mencari aman saja, padahal awalnya dia ingin mencoba lagi untuk menggoda James siapa tahu James akan memiliki perasaan tertarik dan membuatnya terlindungi dari Arthur, tapi melihat dinginnya tatapan James barusan, dia benar-benar sadar benar jika James sama sekali tak tertarik olehnya. Sekarang yang harus dia lakukan adalah mengikuti saja perintah James karena dia sama sekali tidak bisa mengelak dari semua bukti yang menunjukkan bahwa dia adalah orang yang sudah banyak berbuat kesalahan. Kalaupun nanti dia di penjara, dia yakin benar kehidupannya nanti akan jauh lebih menderita sebelum dia bertemu Arthur. Bagiamana pun selama ini dia sudah banyak menjebak saingan bisnis Arthur demi menguntungkan Arthur, dan pastilah beberapa di antara mereka akan membalas dendam dengan cara mereka tidak perduli dia berada di luar atau di dalam penjara.
Setelah bertemu dengan Larisa, James segera menuju dimana Don berada untuk menyerahkan semua bukti yah di berikan Karisa tadi. Setelah itu, James memutuskan untuk mendatangi rumah orang tua Anne dan lagi-lagi dia terdiam dari kejauhan untuk menatap jendela kamar Anne. Berbeda dari sebelumnya, hari ini James benar-benar beruntung karena dapat melihat Anne tengah membuka jendela kaca kamarnya, dia terlibat memejamkan mata menghirup udara. James tadi ya ingin keluar dan segera berlari untuk memeluk Anne lalu membawanya ikut pulang bersamanya. Tapi, James membatalkan niatnya, dia hanya bisa diam menatap Anne mengerakkan jemarinya seolah dia bisa menyentuh wajah Anne.
" Aku merindukanmu. " Ucap James pelan, benar-benar tidak karuan rasanya bisa melihat Anne tapi tidak bisa menyentuhnya secara langsung apalagi memeluknya. James terus menatap Anne hingga tanpa sadar dia menitihkan air mata kerinduan yang selama ini ia tahan.
Sementara untuk Anne, dia sebenarnya terkejut karena saya membuka mata dia menyadari jika mobil James berada di sana. Sebentar dia terdiam dan bergumam di dalam hati.
Aku merindukanmu, kak James. Tapi aku takut menghadapi hatiku yang selalu merasa bersalah padamu, pada Ibumu, juga Ayahmu. Aku ingin terus bersamamu, tapi aku tidak mau membangun dengan wanita lain. Maaf karena cintaku tidak sedalam itu hingga rela untuk berbagi. Baik-baik ya kak, jangan terus datang kesini aku benar-benar tersiksa melihat kak James meski tidak secara langsung.
Anne memundurkan langkahnya, dia kembali meraih jendela kaca kamarnya, lalu perlahan menutupnya dengan perasaan yang begitu pedih.
Aku pastikan hatiku tidak akan mencintai pria lain, tapi aku tidak akan masalah jika harus melihatmu memiliki kehidupan baru dan memiliki anak-anak yang lucu, selamat tinggal, kak.
James memukul dadanya degan kepalan tangannya lumayan kuat. Sungguh dia tidak rela dengan semua yang terjadi ini, setiap hari dia harus melalui hari dengan merindukan Anne, mengendus aroma tubuh Anne di pakaian yang terakhir Anne pakai waktu itu, lalu memeluk bajunya saat akan tidur.
***
" Semua sudah jelas sekarang, aku pastikan bahwa anak itu bukan anakku, kalau dia menghilang begitu saja setelah kau memberikan uang, maka tujuannya adalah memang untuk itu. Jadi sekarang kita harus fokus dengan kita saja. "
Angel membuang nafasnya.
" Gerry, maaf sekali aku sudah tidak bisa bertahan dengan pernikahan ini. "
Sebenarnya Angel tahu akan lebih baik kalau dia mempertahankan rumah tangganya, hanya saja semenjak dia mendapatkan kekerasan fisik dan verbal dari Gerry, dia seperti membatasi diri dan mencegah hatinya untuk memaafkan Gerry yang sudah sangat keterlaluan baginya. Seandainya saja yang dilakukan Gerry adalah meluluhkan hatinya, berbicara dari hati ke hati dan membuat suasana tidak semakin panas, mungkin Angel tidak akan kehilangan penuh perasaannya terhadap Gerry.
Gerry lagi-lagi terlihat begitu marah, rahangnya sudah mengeras dan biasanya setelah itu dia akan melakukan sesuatu kepada Angel seperti dugaan Angel sendiri.
" Kau tidak boleh membicarakan soal perceraian lagi, pernikahan kita bahkan masih jauh dari satu tahun, apa kau tidak berpikir jika bercerai itu terlaku cepat? "
Angel menatap kedua bola mata Gerry, kali ini Gerry benar-benar berbicara dengan nada yang begitu datar seolah tak lagi marah seperti sebelumnya ketika membahas soal perceraian di antara mereka.
" Kau menginginkan apa dari pernikahan kita ini? Jujur saja aku benar-benar tidak bisa menerima setiap kali mengingat kau memukulku, mencaci maki sesukamu tidak perduli salah atau benarnya. Aku tidak bisa bernafas lega setiap kali kau memaksaku melakukan hubungan suami istri. Padahal kau bisa menggunakan cara yang wajar, tapi kenapa kau selalu seperti itu? Benar, aku juga bersalah dalam pernikahan ini, tapi aku selalu merasa bahwa kita tidak akan menemukan apa yang kita inginkan dalam pernikahan ini. "
" Kita belum mencobanya, Angel. Mari kita coba perlahan, mengenai kesalahan yang aku lakukan, aku minta maaf dan aku janji tidak akan mengulanginya lagi. "
Bersambung.