Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 94 : Munafik Terhebat



" Berhentilah menipuku, berhentilah menjadi sok polos dan selalu meminjam tangan orang lain untuk melukai mangsamu, aku sangat memahami cara kerja orang sepertimu. "


Angel menatap dingin Meta yang nampak terkejut. Mungkin Meta bisa bersikap sok polos seperti yang di ucapkan Angel kepada orang lain, tapi dia bahkan tidak bisa menutupi bagaimana dan seperti apa yang dia rasakan selama ini.


" Saya tidak mengerti maksud anda, Nyonya. Tapi saya akan mengatakan yang sebenarnya kalau memang bukan saja pelakunya, saya bukan orang yang menyebarkan video itu. " Meta menceritakan semua yang terjadi dari awal hingga akhir. Tentu saja Meta menceritakan betapa sedihnya dan betapa bersalahnya dia atas apa yang terjadi kepada Angel.


Mungkin, jika itu adalah orang lain, dia akan langsung merasa kasihan dan merasa kalau Meta tidak memiliki pilihan lain dan memakluminya, tapi sayangnya wanita yang berhadapan dengan Meta adalah Angel. Meskipun tidak sempurna dalam banyak hal, tali untuk memahami sikap seseorang yang dia lihat dalam beberapa kali seolah cukup membuat Angel paham untuk mendeskripsikan seperti apa orang itu.


" Kau menceritakan bagaimana cara kau hidup seolah kau sangat menderita, kau ingin aku merasa iba dan merasa tidak perlu menghukummu? Kau pikir aku sebodoh dan senaif itu hem? "


Meta menaikan pandangannya menatap Angel yang menatapnya semakin dingin, di balik tatapan frustasi dan wajah putus asa seorang Angel, ternyata bisa mudah untuk Meta lihat betapa menyeramkannya ketajaman Angel dalam membaca semua perbuatannya itu.


" Aku tidak buta untuk melihat tatapan cintamu kepada Gerry, aku diam saja dan berpura-pura bodoh karena aku pikir kau dan Gerry akan menjadi pasangan yang harmonis tidak seperti hubungan kami saat ini. Tapi, beberapa Kalis telah kita bertemu, aku melihat betapa mengerikannya ambisimu untuk mendapatkan apa yang kau inginkan. Kau bisa saja sok menyedihkan, seolah terjadi begitu saja kau mengcopy video itu, membiarkan saja sepupumu memeriksa ponselmu. " Angel tersenyum miring menatap Meta.


" Kau sengaja membiarkan sepupumu menyebarkan video itu, kau ingin orang lain menggunjing ku, lalu kau menceritakan segalanya dan mencoba menggoyahkan hati untuk menjadi mengasihani mu, lalu membuat Gerry simpatik terhadapmu, dan kau bisa perlahan mendapatkan hati Gerry. Kau hanya ingin membalas dendam kepada yang menyakitimu, tapi juga ingin mendapatkan apa yang kau inginkan dalam satu tindakan. Jangan lupa Meta, tidak semua orang bisa dengan mudah kau tipu dengan penderitaan mu itu. "


Meta menunduk tak bisa berkata-kata, dia ingin sekali membuat kebohongan baru untuk menyembunyikan bahwa semua yang di katakan Angel adalah benar. Dia ingin pelan-pelan mendapatkan rasa simpati Gerry dan membuat Gerry jadi memiliki perasaan terhadapnya, dia ingin menghukum orang yang sudah menyakiti keluarganya, dia ingin menyingkirkan Angel agar bisa memiliki tempat untuk bersama Gerry, memiliki kekuadaan agar tidak ada orang lagi yang berani untuk Menyakitinya juga keluarganya. Padahal sudah berjalan lancar sekitar tujuh puluh lima persen, sialnya Angel malah mengetahui segalanya dan membuat Meta harus kebingungan sekarang ini.


" Kau sudah menyebarkan video yang tidak pantas untukku, maka aku akan membuat kau merasakan malu yang sama dengan yang aku rasakan. "


Meta melotot kaget, jelas lah dia tidak sanggup kalau harus menanggung malu sebesar itu.


" Tidak, tolong jangan lakukan itu, Nyonya. Aku mohon..... "


" Berhentilah berbicara dengan menunjukan mimik melasmu itu, kau terlihat sangat memuakkan. Padahal kalau saja kau hanya fokus ingin mendapatkan hati Gerry, aku tentu saja tidak akan semarah ini, tapi kau sudah membuat nama baikku hancur, jadi aku tidak akan menerimanya begitu saja. Kau, harus merasakan apa yang aku rasakan juga. "


Anne terkejut bukan main begitu mendapati video kakaknya tersebar di media sosial. Jelas lah dia bisa mengenali dengan baik kalau itu adalah Angel kakaknya. Walaupun di video itu Angel nampak acak-acakan dan seperti mabuk tapi jelas sekali itu adalah Angel. Anne sudah mencoba untuk terus menghubungi Angel, tapi ponselnya malah mendapatkan jawaban apapun, dan setelah setengah jam nomor telepon Angel tidak bisa di hubungi lagi.


Padahal Anne sudah akan berangkat, tapi dengan kejadian ini tentu saja dia tidak punya pilihan selain menundanya terlebih dulu dan mencari tahu apakah video itu benar Angel atau bukan, dan tentulah dia harus mendengar jawaban pastinya dari Angel sendiri.


Sudah dua jam Anne menunggu dan terus menghubungi Angel tapi masihlah belum mendapatkan kabar apapun. Dia juga sudah mencoba untuk menghubungi Getty, tali sialnya Getty juga tidak menerima panggilan telepon darinya. Karena tak tahan dengan kegelisahan yang ia rasakan, Anne segera bangkit dari posisinya berniat untuk segera datang ke rumah Angel dan melihat sendiri kondisi kakaknya bagaimana sekarang ini.


Baru saja kakinya melangkah sampai ke rumah tamu, rupanya dia tidak sengaja mendengar Ibunya menangis tersedu-sedu di dalam kamar. Anne perlahan mendekat dan mencuri dengar apakah yang membuat Ibunya menangis seperti itu. Setelah cukup lama berdiri untuk mendengarkan apa yang di bicarakan Ibunya kepada Ayahnya, Anne perlahan meninggalkan pintu kamar Ibu dan Ayahnya untuk segera keluar dari rumah dan menemui Angel.


Iya, tentu saja tangisan yang ia dengar tadi adalah tangisan Ibunya karena melihat video yang tersebar di media sosial hari ini. Begitu keluar dari gerbang rupanya James juga berada di luar sana untuk menunggu saja Anne keluar karena yakin sekali kalau Anne akan keluar hari setelah berita yang tersebar tentang Angel.


Begitu melihat Anne keluar dari gerbang bersama dengan sopir rumahnya, segera Gerry melakukan juga mobilnya untuk mengikuti kemana Anne akan pergi hingga sampailah dia di rumah yang di tinggali Angel dan Gerry.


Entah apa maksudnya, Anne malah diminta untuk datang lain kali karena satpam rumah mereka mengatakan jika Angel dan juga Gerry sedang tidak berada di rumah sekarang ini. Tentu saja Anne tidak bisa percaya begitu saja, karena beberapa saat lalu dia dan Angel masih saling menghubungi satu sama lain lewat telepon mereka.


Sepertinya Anne memang harus pergi sebentar, dia akan kembali mencoba menghubungi Kakaknya agar bisa masuk ke dalam rumah dan melihat sendiri apa yang terjadi sebenarnya. Tapi begitu dia berbalik ingin kembali masuk ke dalam mobil, tiba-tiba James sudah berada tepat di hadapannya dengan tatapan yang begitu dalam dan kedua bola matanya memerah.


" Kak James, kenapa ada di sini? " Tanya Anne yang merasa bingung melihat James berada di sana tiba-tiba.


James tak menghiraukan pertanyaan Anne dan lebih memilih untuk memeluk Anne erat-erat. Bukan hanya itu, terdengar seperti suara terisak kecil dari James.


Bersambung.