Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 103 : Selamat pagi, istri?



" Aku tidak bisa mengatakan tidak, aku juga tidak bisa mengatakan iya. Aku hanyalah seorang Ayah yang ingin putrinya bahagia, aku seorang Ayah yang tentu saja marah, kecewa, dan juga dendam saat putrinya di sakiti. Tapi, percayalah aku juga tidak berhak ikut campur urusan kalian ingin bertahan dalam pernikahan atau tidak. Kalau kau memang ingin mencoba mengubah sifat dan mencoba untuk kembali mendapatkan hati putriku, maka lakukan saja, biarkan aku melihat seberapa besar niatmu dan seberapa bersungguh-sungguhnya ucapanmu ini. "


Berbekal kalimat yang keluar dari bibir Ayah Bien itu, Gerry akhirnya dengan hati yang lega dan teguh berangkat keluar negeri untuk menyusul Angel. Tidak tahu apakah akan banyak menghabiskan waktu untuk meluluhkan kembali hati Angel, entah seberapa lama nantinya dia akan meredam emosinya yang kadang sulit di kontrol, tapi ini adalah misi terbesar untuk Gerry, jadi dia berusaha sekuat mungkin sampai titik dara penghabisan.


Sepanjang perjalanan Gerry hanya terus memikirkan Angel, mengingat benar betapa jahatnya dia saat merasa terkhinati oleh perbuatan Angel yang menurutnya sudah sangat menyakiti hatinya. Tapi, jika di pikirkan kembali semua juga bukan sepenuhnya karena Angel seorang saja, pastilah ada hal yang dia lakukan tanpa sengaja membuat Angel memiliki keinginan semacam itu terhadap adik iparnya sendiri.


Beberapa jam setelah menempuh perjalanan, akhirnya Gerry sampai di mana apartemen yang di sewa Angel berada. Dia juga sudah bersiap-siap sebelum berangkat, dan tentulah dia juga menyewa apartemen yang berseberangan dengan unit yang di tinggali Angel.


" Hello, istriku? " Ucap Gerry pelan saat dia berada di depan pintu apartemen yang ditinggali Angel. Rasanya benar-benar ingin menekan tombol pintu agar Angel membukanya jadi dia bisa langsung memeluk Angel dan melepaskan kerinduannnya.


" Aku masuk dulu, sampai bertemu besok pagi ya istriku? " Ucap Gerry lalu segera mendekati pintu unit apartemen dan masuk untuk istirahat. Yah, ini sudah malam dan dia juga tidak boleh mengganggu istirahatnya Angel kan?


Besok paginya.


Seperti kebiasaan yang telah di jalani Angel beberapa waktu ini, dia akan pergi untuk joging santai karena tidak mungkin juga dia hanya duduk dan tiduran saja di dalam apartemen dan menghabiskan uang orang tuanya. Yah, dia memiliki cukup uang untuk membuka usaha sebenarnya, hanya saja untuk saat ini dia ingin banyak istirahat setidaknya sampai usia kandungannya tiga bulan.


" Wah, udara pagi benar-benar sangat segar seperti biasanya. " Gumam Angel saat merasai sinar matahari yang menerpa kulitnya. Hangat, juga sangat segar membuatnya merasa jauh lebih baik dari sebelumnya.


" Iya, segara sekali ya? "


Angel mengeryit tersentak mendengar suara yang jelas dia kenal sekali suara. Tidak, Angel benar-benar tidak ingin menoleh ke balik punggungnya karena dia masih ingin meyakini jika yang dia dengar adalah suara yang mirip saja.


Tak mau lagi banyak memikirkan itu, Angel melajukan kembali langkah kakinya sembari menggelengkan kepala berharap tak lagi mendengar suara yang mirip dengan suara Gerry.


" Suara itu membuat bulu kudukku merinding. " Gumam Angel kesal.


" Benarkah? Haruskah aku menggunakan nada bicara yang lebih lembut? "


Angel menghentikan langkah kakinya dengan wajah yang terkejut karen lagi-lagi mendengar suara Gerry, bahkan lebih jelas dari pada sebelumnya. Tentu saja sekarang Angel tidak bisa berpura-pura lagi tidak dengar. Dia menahan nafasnya sembari perlahan memutar tubuhnya untuk melihat siapa yang sedari tadi bersuara di punggungnya.


Angel mengeryit keheranan sendiri.


" Apa aku sudah gila karena mendengar suara Gerry? " Ucap Angel yang tak mendapati Gerry di sana. Tapi begitu dia kembali berbalik badan untuk melanjutkan langkah kakinya, betapa terkejutnya dia melihat Gerry berdiri di hadapannya dengan bibir tersenyum dan jarak yang begitu dekat.


" Good morning, wife? "


" Ah! " Pekik Angel yang luar biasa terkejut hingga hampir saja terjatuh saat dia reflek memundurkan kakinya, untung lah Gerry sigap menahan tubuhnya dengan memeluk pinggul Angel.


" Lepaskan aku! " Pinta Angel yang ogah berlama-lama berada di dalam pelukan Gerry meskipun tahu benar tujuan Gerry adalah untuk mencegahnya jatuh.


" Oke! " Gerry membenahi posisi berdiri Angel dulu barulah dia melepaskan Angel.


" Lama tidak bertemu, istriku. " Gerry tersenyum seolah semua hal sebelumnya tidak pernah terjadi.


Anne tersenyum melihat James yang begitu manja apalagi semenjak Ibunya ikut tinggal di sana dengan alasan ingin membantu mengurus James. Yah, meskipun nyatanya yang dilakukan oleh Ibunya James adalah menguji kesabaran James dan Anne, nyatanya sepasang suami istri itu hanya menanggapi segala tingkah polah Ibunya dengan senyuman dan tertawa saja saat mereka sedang berdua menceritakan apa yah di lakukan Ibunya hari ini.


" Sayang, apa tidak bisa aku ikut mandi bersama denganmu? " Rengek James yang membuat Anne terkekeh geli.


" Kenapa harus mandi bersama? Nanti kalau kau jadi basah semua bagaimana? Lagi pula kau kan sudah mandi tadi? "


" Yah, makanya aku tadi seharunya jangan mandi duluan. "


Anne tersenyum seraya meraih ikat rambutnya karena dia sudah keramas pagi tadi dan dia juga sedang malas.


" Sayang, kalau tidak salah Ibu mertua kan memintamu untuk menjemput dia di tempat temannya yang tadi mengatakan arisan kan? " Tanya Anne sebelum masuk ke kamar mandi.


James membuang nafas sebalnya.


" Kau tahu apa yang akan terjadi kan? "


" Tahu lah, pergi saja nanti aku akan menyusul kok. "


James lagi-lagi hanya bisa membuang nafas, sebenarnya malas sekali menjemput Ibunya karena apa yang akan terjadi nanti juga sudah bisa di tebak. Seperti biasanya, itu hanyalah alasan dari Ibunya saja untuk mempertemukan James dengan gadis lain dan berharap James akan jatuh cinta lalu perlahan meninggalkan Anne yang tidak bisa memberikan cucu untuknya.


Seperti yang di minta Ibunya, James segera menuju tempat di mana Ibunya meminta di jemput sementara Anne dia akan menyusul nanti setelah selesai mandi dan membereskan diri.


Lagi-lagi seperti yang di tebak James dan Anne, Ibunya James benar-benar memperkenalkan anak gadis dari sahabatnya.


" James, kenalkan anak dari teman Ibu, namanya Sanaya, cantik kan James? "


James memaksakan senyumnya, cantik sih, tapi tetap saja tidak bisa membuat James jatuh cinta. Ah ya mungkin ini karena cintanya yang sedang menggebu-gebu untuk Anne jadi dia tidak merasa tertarik sama sekali, dan Semoga saja cinta yang ia rasakan untuk Anne ini tetap menggebu-gebu seperti sekarang ini.


" Halo James, senang berkenalan denganmu. " Ujar Sanaya sembari menyodorkan jabatan tangannya.


" Aku, James. "


Beberapa saat mereka sengaja di tinggalkan mengobrol berduaan, tapi untunglah James sudah mengirim lokasi keberadaannya kepada Anne jadi tidak lama setelah itu Anne datang untuk menyusul.


" Ah, sayang sudah datang? " James bangkit begitu dia tahu Anne sudah berada di depan rumah Sanaya.


James berjalan cepat untuk menyambut kedatangan Anne lalu memeluk Anne seperti sudah setahun tidak bertemu membuat Sanaya menekan salivanya sendiri.


Bersambung.