
Anne terdiam memandangi sekantung obat-obatan yang kini ada di atas meja. Itu adalah obat-obatan herbal penambah kesuburan rahim, dan juga stamina. Sebenarnya tidak ada yang salah karena bagaimanapun yang di lakukan oleh Ibu mertuanya juga termasuk baik, hanya saja Anne justru tidak nyaman jika Ibu mertuanya seperti ini. Masalah kehamilan jelas dia tidak bisa memberikannya jika ingin merasakan hidup lebih lama, dalam arti tanpa resiko besar akibat kehamilan. Tapi, sanggupkah dia bertahan dengan menyaksikan wajah Ibu mertuanya yah penuh harap seperti ini?
Mungkin Anne bisa saja berpura-pura bodoh dan mengiyakan saja seperti tak memiliki beban, lalu yah jadi masalahnya adalah, mungkinkah jika semua ini terungkap Anne masih bisa di terima sebagai menantu? Memang benar orang tua James begitu baik kepadanya, tapi jika dia bukan anak dari Ayah Bien apakah mertuanya masih akan baik?
" Anne, kondisi tubuhmu kan memang kurang bugar, bagaimana kalau mulai besok kau pergi berolah raga di tempat untuk Gym? Ibu juga tidak masalah untuk menemani kok, nanti kalau rajin olah raga pasti tubuhmu akan segar, di tambah obat herbal pasti tubuhmu akan sangat bugar nanti.
Anne terdiam, olah raga berlebihan bahkan dia juga tidak mampu melakukannya. Dia hanya mengerakkan tubuhnya atau peregangan dan berjalan kaki di seputaran rumah saja karena dia mudah sekali kelelahan. Pernah dia berkeliling pusat belanja dan dia harus merasakan bagaimana lemas tubuhnya hingga pingsan di hari penting kedua orang tuanya.
" Oh iya, Ibu juga ada teh herbal yang berkhasiat untuk menyehatkan tubuh loh. Nanti Ibu ambil dulu, dan jangan lupa di minum setiap hari ya? Kalua habis jangan ragu untuk bilang Ibu, Ibu akan meminta teman Ibu untuk menyiapkan lagi. "
Cukup, Anne benar-benar tidak tahan lagi setiap kali mendengar Ibu mertuanya berbicara. Benar, memiliki anak tentulah hal yang membahagiakan, tapi apakah nyawanya tidak boleh di pertahankan? Memang sih semua yang hidup pasti akan mati, tapi boleh kah sekali ini saja Anne egois agar bisa hidup lebih lama lagi bersama James?
" Ini! " Ibunya James memasukkan teh herbal itu di kantung yang sama dengan obat herbal yang dimintanya untuk Anne minum secara rutin setiap hari.
" Ini memang terlalu banyak, tapi percaya deh manfaatnya sangat ampuh. Nanti kau pasti akan merasa sangat bersyukur sekali saat sudah mendapati dirimu hamil. "
Anne yang sedari tadi sudah menahan dirinya hingga tangannya gemetar akhirnya memutuskan untuk tidak lagi menahan diri dan mengatakan apa yang seharunya dia katakan.
" Ibu, aku minta maaf. "
Ibunya James mengeryit bingung, dia menatap Anne dengan tatapan bertanya, dan dia mencoba untuk mengartikan apa arti kata maaf yang di ucapkan Anne barusan.
" Kau minta maaf sekali, aku benar-benar minta maaf. "
" Maaf untuk apa, Anne? "
Anne tak bisa lagi menahan laju air matanya yang jatuh tak tertahankan. Dia mencoba sekuat mungkin menghadapi situasi ini, lalu perlahan menaikkan tatapannya untuk menatap kedua bola mata Ibu mertuanya.
" Dokter bilang aku tidak boleh hamil, Ibu mertua. "
Kalimat yang keluar dari mulut Anne barusan benar-benar membuat Ibunya James terdiam dengan tatapan terkejut yang luar biasa. Bagaikan di sambar petir, dia benar-benar sangat kecewa dan terluka tentang kebenaran ini. James, dia adalah anak satu-satunya yang jelas adalah satu-satunya pula harapan keluarganya. Kalau James tidak bisa memiliki anak, lalu bagaimana nasib keluarganya? Untuk apa mereka bekerja keras sampai mereka melupakan siang dan malam, panas, dan hujan? Mereka bahkan sudah berusaha mati-matian meski nyatanya tetap saja perusahaan mereka berada di bawah bayang-bayang sahabatnya yang tak lain adalah Ayah Bien.
" Coba saja pergi temui Dokter, Anne. Ibu yakin jika kau terus rajin memeriksakan kesehatan, dan juga di pantau terus saat hamil nanti pasti akan baik-baik saja. " Ibunya James meraih kedua tangan Anne, dia menatap Anne dengan tatapan memohon. Kali ini saja, dia benar-benar harus egois karena tidak mungkin membawa wanita lain masuk ke dalam rumah tangga putranya. Alasan utamanya tentu saja karena Anne adalah anak dari sahabat yang sudah membantu banyak usaha keluarganya.
" Ibu, maaf. Aku sudah menemui Dokter dan Dokter tetap mengatakan jika akan lebih baik kalau aku tidak hamil. "
Ibunya James menjatuhkan tangan Anne begitu saja dengan tatapan kecewa yang luar biasa. Hancur sudah harapannya sebagai seorang Ibu yang baru saja menikahkan anaknya, padahal memiliki cucu adalah hal yang paling dia tunggu-tunggu.
" Coba saja cara yang lain, Anne. Kami benar-benar harus memiliki cucu supaya garis keturunan kami tidak berhenti di sini saja, Ibu mohon kau bersedia ya? "
Anne terdiam, cara lain? Apakah cara lain yang di maksud Ibu mertuanya itu adalah membawa wanita baru untuk bisa mengandung anak James seperti kebanyakan drama di televisi?
Tidak, aku tidak akan pernah bisa melakukanya. Mungkin ini egois, tapi aku benar-benar tidak akan menyetujui hal itu.
***
Larisa membuang semua barang-barang di kamarnya karena kesal dan marah yang luar biasa. Bagaimana dia tidak marah? Pagi tadi begitu sampai di kantor dia justru di minta untuk menemui James langsung. Dia pikir James akan membicarakan hal-hal menyenangkan, toh bertemu dengan James adalah hal yang sangat menyenangkan jadi dia dengan segera melangkahkan kaki cepat untuk menemui James.
Begitu sampai di ruangan James, seperti biasanya Larisa akan tersenyum sopan, juga terkesan begitu anggun dan manis. Meskipun cara itu terbilang klasik dan kuno, nyatanya Larisa masih begitu yakin jika bisa membuat James terkesan dengan caranya itu.
" Kau sudah cukup lama bermain-main di sini, cepatlah pergi, bawa surat pemecatan yang khusu untukmu seorang. "
Seperti itulah kata-kata yang di ucapkan James padanya membuat Larisa begitu terkejut. Kenapa bisa begini? Padahal selama dia bersama James untuk menjadi sekretaris James sama sekali tidak menunjukan adanya hal aneh. Memang pernah dia merasa agak ganjal karena dokumen untuk investor tempo hari, tapi setelah itu James benar-benar tidak menunjukan apapun sehingga dia terlalu santai disana.
" Saranku, lebih baik asah lagi kemampuanmu saat kau ingin merusak sistem kemanan komputer di perusahaan ini. "
Larisa tak bisa mengatakan apapun karena sekarang dia benar-benar yakin kalau selama ini dia lah yang terlalu bodoh dan menganggap James bodoh seperti ucapan Arthur.
Bersambung.