
" Maaf jika kau mendengar ucapan yang kurang nyaman dan membuatmu merasa sedih, aku tau ini juga tidak mudah untukmu, meksipun ini juga sama tidak mudahnya untukku, tapi aku janji akan tetap bersama denganmu, apakah ada anak atau tidak. Aku janji tidak akan membawa wanita lain dan menikahinya hanya untuk anak. Aku janji padamu, jadi bisakah kau berhenti menangis? " James mengusap wajah Anne dengan pelan dan lembut, entahlah kenapa juga dia merasa begitu sedih melihat Anne menangis seperti ini. Yah, kalau saja kejadian ini terjadi dulu, mungkin James akan dengan semangat mengikuti saran dari Ibunya. Hatinya sudah berubah, jadi syukurlah hal itu tidak akan terjadi.
Anne mengusap air matanya hingga dia merasa sudah bersih dari wajahnya.
" Maaf kak James, aku tahu ini benar-benar berlebihan karena aku terlalu mudah menangis. Tapi mau bagaimana lagi karena menahan perasaan ini juga sangat sulit untukku. Aku sedih bukan hanya karena aku tidak di perbolehkan hamil, aku jauh lebih sedih karena apa yang terjadi pada tubuhku ini justru membuat kak James, dan keluarga jadi terbebani dan saling merasakan marah. Padahal aku sudah tahu dari awal, aku sudah diperingatkan tentang keadaan tubuhku ini, tapi dengan egoisnya aku tetap diam. Aku pikir semua akan berjalan bahagia seperti yang aku bayangkan. Ternyata aku memang terlalu bodoh dan tidak tahu diri sehingga semua orang menjadi kecewa karenaku. " Anne menyatukan jemarinya, membuatnya saling bertautan da mencengkram kuat menahan perasaan yang menumpuk di dadanya.
James menatap tangan Anne yang terlihat sampai memerah, dia melepaskan tangan Anne yang saling mencengkram kuat, menggenggamnya dan mencium kedua tangan itu.
" Tidak apa-apa, jangan menyalahkan dirimu sendiri. Aku yakin, baik kau atau wanita manapun pasti tidak ma kalau harus mengalami ini semua. Aku akan baik-baik saja, kau juga harus begitu, jadi mari kita pelan-pelan menenangkan diri ya? Nanti kalau sudah tenang baru kita bahas masalah ini lagi dan kita cari jalan keluar terbaik dengan syarat kita tidak boleh merasa tersakiti. "
Anne mengangguk paham. Dia benar-benar tidak menyangka kalau James yang dulu begitu cuek akan begitu perhatian padanya meski sekalipun tak pernah mengatakan kalau James mencintainya.
" Tapi, bagaimana kalau Ibu mertua datang? Bagaimana aku harus menyambutnya? "
" Seperti biasa saja, hanya kau perlu menguatkan hatimu untuk menerima sikap Ibuku yang mungkin saja akan menyakitimu. "
***
Angel terduduk di pinggiran tempat tidur dengan terus memikirkan apa yang dikatakan oleh Ibunya James. Bukan memiliki keinginan untuk melakukan apa yang di inginkan Ibunya James, tapi dia sedang memikirkan bagaimana perasaan Anne sekarang ini? Pastilah Anne sudah tahu tentang tidak setujunya Ibu James kala Anne tidak bisa mengandung cucunya. Sungguh tidak masuk akal sekali kehidupan ini, padahal baik Anne atau dirinya sendiri adalah putri yang begitu di sayangi oleh kedua orang tuanya. Mereka hidup dengan limpahan cinta kasih, sehingga mereka tidak pernah membayangkan jika kehidupan akan berubah menjadi amat pahit dan berbanding terbalik saat mereka menikah.
Anne tersiksa oleh keadaannya yang tidak di izinkan untuk mengandung, sementara dia tersiksa oleh keegoisan dan Maruk yang pada akhirnya membuat kehidupannya begitu menyedihkan. Angel kini sedang berandai-andai, bagaimana jika kedua orang tuanya tahu jika keadaan dia putri mereka sangat tidak baik? bagaimana jika kedua orang tua mereka tahu hampir setiap menit kedua putri mereka menangis? Tentulah hati mereka akan sangat hancur kah lebih sakit dan hancur di banding mereka berdua kan?
" Terus merenung seperti itu apa kau sedang memikirkan James tersayangmu itu? " Suara Gerry yang begitu dingin terdengar dari balik punggung Angel membuatnya tahu benar jika tidak usah menyahut sama sekali dan membiarkan Gerry meyakini tuduhannya sendiri akan membuat Gerry sendiri merasa puas.
" Buka bajumu! "
Angel tak bereaksi, dia sungguh sudah lelah menghadapi Gerry hingga tidak lagi memiliki keinginan untuk berbicara dengannya. Padahal beberapa waktu lalu dia merasa lebih baik dengan Gerry yang mengacuhkannya dan tidak menyiksanya dengan obat perangsang seperti sebelumnya. Tapi semenjak dia menjenguk Gerry di rumah sakit, Gerry seperti kesal dan marah sehingga kembali menyiksanya dengan cara yang begitu menyakitkan. Tahu, melayani suami jelas adalah tugasnya, tapi apakah dengan hubungan mereka seperti itu pantas untuk melakukan hubungan suami istri? Gerry juga telah mengatakan dan berjanji akan menceraikannya setelah semuanya tenang, tapi kenapa Angel merasa begitu berat membiarkan Gerry mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan sebagai seorang suami?
" Kau tuli? Aku bilang buka bajumu! " Gerry semakin kesal hingga dia tidak tahan lagi dan berjalan mendekati Angel. Dia meraih dagu Angel kaku mencengkramnya cukup kuat. Sakit jelas bisa Angel rasakan, tapi dia benar-benar tida perduli dengan rasa sakit itu hingga bibirnya justru semakin rapat dan ogah memekik sakit.
Angel menepis tangan Gerry, dia bangkit dan menatap kedua bola mata Gerry dengan berani.
" Sebenarnya kenapa kau memperlakukan aku seperti ini? Kau merasa kesal dan terhina karena apa yang sudah pernah aku lakukan? Kau hanya tinggal membuangku saja, jangan begitu membuang banyak tenaga hanya untuk mempertahankan aku, ah, apakah karena menyiksaku sangat menyenangkan? "
Gerry terdiam, sebenarnya biasanya dia akan bisa menjawab apapun yang dikatakan Angel, membantahnya dan membalikkan ucapan itu menjadi serangan untuk Angel. Tapi, tatapan Angel kali ini benar-benar membuatnya tak mampu berkata-kata. Dia seperti bisa melihat perasaan putus asa, dia merasakan betapa hilangnya semangat dari dalam diri Angel.
" Apakah masih butuh waktu lama untukmu bersenang-senang? Aku sudah mulai bosan, jadi mari berhenti, Gerry. Kehidupan rumah tangga kita benar-benar tidak sehat, kau juga menyadarinya dengan jelas kan? "
Gerry mengeraskan rahangnya, lagi-lagi pembicaraan di antara mereka adalah perceraian?
" Kau, apa sungguh tidak sabar untuk bercerai dariku dan lari kepada James itu? "
Angel menghela nafasnya.
" Berhentilah membahas tentang James, kau tahu benar ku sudah tidak mungkin bersama dengannya lagi. Kita sebenarnya sedang menjalani apa? Kenapa aku kesakitan dan kau juga kesakitan? Bukankah ada pilihan yang lebih baik dari pada begini? "
Tatapan mata Angel yang begitu menyedihkan ternyata mampu membuat Gerry bisa merasakan bagaimanapun perasaan Angel saat ini.
" Jika kau memang ingin menyebarkan video ku waktu itu, aku juga tidak akan bisa mencegahnya. Lakukan saja apa yang bisa kau lakukan, Gerry. Aku harap kau bisa berpikir dengan baik, dan jangan sampai pada akhirnya kau menyesali apa yang kau lakukan itu. "
" Jangan mengatakan apapun lagi, aku tidak ada waktu untuk meladenimu. "
Gerry berjalan cepat meninggalkan kamar dengan perasaan marah dan kecewa yang luar biasa.
Bersambung.