Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 92 : Dia Pelakunya?



" Angel, dengarkan aku baik-baik ya? Jhoni dan yang lain sedang menangani masalah itu, tolong tenanglah dan jangan terlalu memikirkannya ya? Buka pintunya dan mari kita bicara. " Pinta Gerry sembari terus menggerakkan handle pintu dan memukulnya pelan karena pelayan rumah mereka sedang mencari kunci serep kamar yang di tempati Angel.


Setelah mendapatkan kunci kamar Angel, dengan segera Gerry membukanya, begitu melihat Angel sangat kacau dia bergegas berlari dan memeluk Angel.


" Pergi! Pergi dariku, bajingan! Sebenarnya kau ini sedang apa hah?! Kau mempermainkan seperti ini apa sangat menyenangkan?! Aku masih bisa terima kau menyakitiku, tapi bagaimana aku bisa menghadapi kesedihan orang tuaku, hah?! Kau pikir aku ini hanya milikmu saja karena kau pikir aku adalah istri mu?! Aku ini anak dari orang tuaku, aku di besarkan dengan baik, orang tuaku jelas akan sangat tersiksa kalau sampai tahu tentang ini! Brengsek! Saya kau merekamnya kau pasti sangat menikmatinya bukan? Sekarang kau sudah membuat harga diriku dilucuti habis, apa kau puas? Kau sudah puas menghukumku hah?! "


Angel mencengkram baju yang di gunakan Gerry, menatapnya dengan sangat tajam, air matanya juga terus jatuh membuat Gerry tak bisa berkata-kata. Bagaimanapun dia juga masih belum tahu kenapa video pribadinya tersebar, tapi yang membuatnya tak bisa berkata-kata adalah kesengsaraan dari tatapan Angel yang menggambarkan telah berada di level paling tinggi rasa sakitnya.


" Angel, aku minta maaf tentang video itu, tapi percayalah kalau aku dan Jhoni pasti akan segera menyelesaikan masalah ini, dan membawa pelakunya ke hadapanmu. "


" Pelakunya kau bilang? Jangan membela diri! Pelakunya tentu saja kau! Kau yang merekamnya sendiri, kau juga pasti menyimpannya sendiri kan? Jangan pikir kau bisa terus membodohi ku, aku benar-benar lelah berada di dekatmu! " Angel meraih kedua tangan Gerry meletakkannya di lehernya.


" Sekarang bunuh saja aku! Cekik aku semakin mati! "


" Angel, kau tenanglah dulu! " Gerry menarik tangannya untuk menjauh, sungguh dia ingin memeluk Angel dan menenangkannya, tapi sepertinya akan sulit dengan keadaan Angel sekarang ini.


" Tenang? Tenang katamu?! " Angel melayangkan tamparan kepada Gerry, sungguh dia ingin lagi memukul Gerry sampai mati kalau boleh, atau kalau tidak, dia bertahap tamparan itu bisa membuat Gerry marah dan memukulnya, dan kalau bisa semakin matipun Angel akan merasa itu jauh lebih baik dari pada hidup dengan rasa malu yang luar biasa itu.


" Tubuhku di tonton oleh banyak orang! Kegiatan menjijikan itu sudah di lihat banyak orang! Bagiamana aku bisa mengangkat wajahku dengan penuh percaya diri seperti dulu lagi, hah?! Bagaimana pendapat rekan kerja, juga klien ku setelah melihat ini? Lalu, bagaimana hancurnya hati keluargaku kalau melihat itu?! Kau memintaku tenang untuk semua kemungkinan yang jelas akan terjadi itu?! Kau pikir ini mudah?! Aku memang pernah menggilai James sampai pernah menggodanya untuk meniduruku, tapi aku tetaplah wanita terhormat! Kau, hanya kau satu-satunya pria yang menyentuh tubuhku sejauh itu, tapi kau juga satu-satunya pria yang sudah memberikan luka begitu dalam dan meyakinkan ini. Aku jelas tidak akan bisa melupakan ini seumur hidupku. " Angel menjatuhkan tubuhnya dan duduk di lantai lalu menangis histeris.


Gerry mengikuti posisi Angel, lalu memaksa untuk memeluknya meski Angel terus meronta tak Sudi di peluk oleh Gerry.


" Aku salah, dari awal hingga akhir aku memang bersalah, aku salah jadi aku minta maaf dan biarkan aku menebusnya ya? "


Gerry beralih pandang, tepatnya dia melihat ke pintu dimana Jhoni sudah menunggu dengan seorang Dokter di sana. Dokter itu sengaja di minta untuk datang agar bisa membantu kalau saja Angel berbuat nekat karena peristiwa ini. Karena Angel masih terus histeris dan tidak bisa tenang walaupun sebentar saja, Gerry meminta Dokter untuk membuat Angel tenang sebentar agar dia juga bisa fokus mencari pelakunya karena masalah video Angel sedang di usahakan agar tidak lagi beredar dan di hapus dari media selamanya.


Begitu Angel sudah di suntik dengan obat penenang, Gerry sebentar menatap wajah Angel yang nampak sangat penat, Angel juga terlihat semakin tirus membuatnya semakin pilu dengan keadaan istrinya.


" Dokter, tolong jaga baik-baik istriku ya? Aku harus pergi sebentar untuk menyelesaikan sesuatu. "


Setelah yakin kalau akan butuh beberapa jam untuk Angel tenang, Gerry dengan segera menuju ruang kerjanya dan memantau sampai dimana perkembangan masalah ini, dan segera dia menghubungi Jhoni untuk menanyakan secara langsung padanya.


" Bagaimana? " Tanya Gerry begitu sambungan telepon di antara mereka terhubung.


Kamera pengawas di ruangan kantor anda sudah memberitahu siapa pelakunya.


" Meta? "


Iya, dia mengcopy salah satu video yang di laptop anda, dan menyimpannya ke ponsel. Tapi seharusnya dia sangat sadar apa resiko dari melakukan ini, seharusnya dia tidak akan pernah berani.


Gerry mengepakkan kedua tangannya, rahangnya mengeras dengan tatapan marah yang begitu membara. Padahal Gerry sudah memperlakukan Meta sedikit lebih baik dari dia memperlakukan orang asing, tapi kenapa masih saja tidak tahu diri dan melakukan hal yang paling tidak dia sukai.


" Bawa wanita itu kerumah sekarang. "


Baik.


Di kantor.


Meta ternganga dengan tatapan terkejut dan tidak percaya kalau video yang ia simpan di ponselnya tersebar di media sosial. Padahal dia hanya berniat untuk menyimpannya saja meski dia tahu itu tetaplah hal yang salah dan kurang ajar.


Terang saja dia gelisah karena merasa sangat takut, dia ingat kembali bahwa semalam saat dia membereskan semua barangnya untuk meninggalkan rumah bibinya lalu pindah ke apartemen yang tak jauh dari Jhoni, anak dari bibinya yang sepantaran dengannya masuk ke dalam kamar entah apa yang dia lakukan karena begitu dia berbalik badan anak dari bibinya itu kedapatan tengah memegang ponselnya. Meta lupa kalau menyimpan video Angel dan Gerry di sana, dia memang bertanya untuk apa memegang ponselnya tapi tak menaruh curiga sedikitpun.


" Apa jangan-jangan dia pelakunya? " Gumam Meta sembari memegangi dadanya yang terus berdebar kencang karena merasa takut dan was-was.


Meta segera menghapus video itu karena dia merasa sangat takut jika terjadi sesuatu yang mengerikan nantinya. Buat bagaimanapun wajar saja Angel dan Gerry melakukan hubungan badan karena mereka adalah suami istri, tapi karena wajah Gerry tidak terlihat, pastilah banyak sekali komentar yang menyudutkan Angel dan memberikan label wanita murahan untuknya.


" Meta, ikutlah bersamaku untuk menemui Tuan. "


Meta tersentak kaget karena tidak menyadari kedatangan Jhoni.


" Me menemui, Tuan? A ada apa? "


Jhoni membuang nafasnya.


" Kau pasti sudah tahu alasannya, jadi jangan membuang waktu dan ikutlah bersamaku. "


Bersambung.