Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 58 : Memohon



James membuang nafas kasarnya setelah cukup lama berada di dalam kamar tapi masih juga belum bisa tidur. Ini sudah pukul sembilan malam, tepatnya sudah satu jam lebih dia berada di dalam kamar dan matanya masih begitu segar, pikirannya juga tak bisa diam memikirkan Anne terus menerus.


Mungkinkah kadar sukanya untuk Anne semakin bertambah? Entahlah, ini hanya sekedar suka atau cinta yang sebenarnya. James sendiri tidak memahami arti cinta yang sesungguhnya karena sebelum menikahi Anne dia hanya pernah menjalin hubungan dengan Angel seorang, jadi wajar saja kalau dia tidak begitu memahami situasi hatinya.


Masih tidak bisa tidur, James segera bangkit dari posisi berbaring di tempat tidur. Dia meraih kunci mobilnya dan turun ke parkiran. Tujuannya hanya satu, yaitu Anne. Asalkan bisa melihat Anne dan memastikan kondisinya dia merasa jika dia pasti akan tidur dengan tenang sehingga mendatangi rumah orang tua Anne menjadi tujuan utamanya.


Beberapa saat kemudian.


James menghentikan mobilnya menatap dari kejauhan jendela kaca kamar Anne yang masih menyala. Padahal dia sengaja tidak menghubungi Anne karena merasa kasihan jika telepon darinya akan mengganggu Anne yang sudah tertidur. Sekarang dia tahu benar bahwa Anne belum juga tidur jadi segeralah dia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Anne.


Kak, ada apa?


" Kau sedang apa, kenapa belum tidur? "


Dari mana Kak James tahu aku belum tidur?


" Sekarang kan kita sedang bicara, jendela kamarmu juga masih terlihat terang. "


Ana segera bangkit dari kegiatannya yang tengah melukis saat itu, lalu membuka tirai jendelanya untuk memastikan apakah benar ada James di luar atau tidak. Ternyata benar-benar ada mobil James terparkir di luar gerbang.


Kak, kenapa ada di sana malam-malam begini?


" Aku hanya ingin melihatmu, sekarang aku sudah melihatmu, aku jadi tenang. "


Kak, pulang dan istirahat ya? Besok kak James kan harus bekerja.


" Iya, setelah ini aku akan pulang. Tapi, sampai kapan kita akan tinggal terpisah? "


Nanti aku kabari ya kak? Besok pagi aku bicara dengan Ayah dan Ibu dulu.


James menghela nafasnya.


" Iya. "


Gerry menatap Angel yang kini tengah bersimpuh menunduk dan menangis memohon kepada Gerry yang terlihat cuek. Sudah tiga puluh menit Angel berada di diposisi bersimpuh seperti itu, dan Gerry yakin benar seumur hidup Angel pasti tidak pernah memohon seperti sekarang ini hingga bersimpuh dan menatap sembari menangis dengan maksud memohon.


Tak ingin begitu memperdulikan meski ada perasaan tak tega, Gerry melanjutkan saja kegiatannya yang tengah memeriksa email yang dikirimkan kepadanya oleh sekretaris yang tentunya adalah tentang pekerjaan di kantor.


Angel, wanita itu benar-benar sudah menjatuhkan harga dirinya hanya untuk bercerai dengan Gerry. Ini sudah tiga puluh menit dia bersimpuh memohon untuk dikabulkan permintaanya, tapi Gerry malah tak menganggapnya sama sekali. Sungguh kedua kaki Angel sudah mati rasa sekarang ini.


" Gerry, aku tahu kau mendengar ucapanku ini, tolong mengertilah dan mari kita bercerai saja agar kita bisa hidup tenang satu sama lain. "


Angel mencoba menyampaikan lagi ucapan yang sudah beberapa kali ia ulangi. Jelas pula dia mengetahui jika Gerry sengaja mengabaikannya dan tidak ingin membahas tentang perceraian terus menerus. Tapi masalahnya dia benar-benar sangat tidak tahan dengan semua keadaan ini, di tambah dia melihat Anne dan James yang tambah mesra satu sama lain, dia jadi semakin tidak bisa mengontrol diri dan berpikir jika dia memohon dengan sangat Gerry akan memenuhi keinginannya untuk segera bercerai lalu baik-baik dia menata hatinya dan siapa tahu James masih memiliki keinginan yang sama dengannya.


Gerry membuang nafas kasarnya, benar-benar mengganggu sekali dan dia semakin tidak tahan. Gerry menutup Laptopnya dan kini menatap Angel dengan tatapan tegas. Sungguh ia kesal sekali karena merasa dia seperti pria yang tidak berguna sehingga istrinya dengan rela berlutut memohon untuk di ceraikan agar bisa memilih jalan hidupnya sendiri sesuai dengan apa yang dia inginkan.


" Lihatlah dirimu, Angel. Lihatlah betapa memalukannya hidupmu sekarang. "


Angel perlahan mengangkat pandanganya untuk menatap Gerry yang terus menatapnya dengan tatapan kecewa.


" Jangan kau menganggap sesuatu yang tidak bisa kau dapatkan adalah hal yang bisa membuatmu bahagia. Apa yang ingin kau raih setelah kita bercerai, hah? Kau hanya ingin mencoba peruntungan saja apakah James masih bisa hidup bersamamu atau tidak kan? " Gerry menggeleng, dia tersenyum dengan mimik wajah tak percaya. Sungguh dia keheranan dengan wanita yang dulu terlihat begitu anggun, tegas, kompeten, bijak, sekarang justru menjadi wanita bodoh yang bahkan tidak tahu apa yang dibutuhkan oleh dirinya sendiri.


" Sejujurnya aku juga sudah lelah mengharapkan cinta James yang justru semakin jauh, aku hanya ingin hidup tenang saja, tapi pernikahan ini benar-benar seperti beban besar yang aku tidak bisa terima dan menanggungnya. Aku hanya ingin terbebas saja dari ikatan pernikahan yang menyesakkan ini. Tapi mengingat kau menyimpan begitu banyak videoku, aku seperti tercekik tidak bisa bernafas tapi aku tetap saja hidup. Jadi tolong biarkan aku bebas, karena dengan begitu kau juga bebas mendapatkan kebahagiaan sejatimu. " Angel kembali menunduk karena dia benar-benar tidak berani menatap mata Gerry lebih lama. Selain Gerry sangat membuatnya tertekan, tatapan mata Gerry yang seperti itu seolah membuatnya tidak memiliki pilihan lain selain mengatakan yang sejujurnya.


Gerry bangkit dari posisinya, dia berjalan sampai di hadapan Angel. Pandangannya menunduk menatap Angel yang tak berani menatapnya. Ada seulas senyum kekecewaan yang terbit dari wajah Gerry. Padahal dia benar-benar mencintai Angel, padahal dia menginginkan perubahan dalam diri Angel untuk menjadi lebih baik, jujur dan terbuka agar tidak perlu ada rahasia di antara mereka. Selain Gerry juga merasa berat untuk bercerai, dia juga masih berharap Angel berubah lebih baik meski akan memakan waktu yang cukup lama.


" Gerry, hubungan pernikahan kita memang sudah kacau pada awalnya kan? Percuma saja kita mencoba memperbaikinya karena jelas hubungan kita akan tetap memiliki batasan yang tidak mungkin untuk di langgar kan? "


" Hubungan kita kacau karena ku yang membuatnya, Angel. Kalau saja kau tidak begitu menjauhkan diri dari orang tuaku, andai saja kau lebih memahamiku dan dirimu sendiri, kau tidak akan sampai memiliki waktu untuk bersikap dan bertindak seperti ini. "


" Itu adalah masalahnya, Gerry! Aku tidak sanggup melakukannya, aku tidak sanggup menjadi istrimu lebih lama lagi. "


" Baiklah, kalau kau memang ingin perpisahan. Kita baru saja tiga bulan menikah, jadi sangat tidak wajar untuk kita bercerai. Tunggulah sekitar dua atau tiga bulan lagi. Setelah itu akulah yang akan memberikan surat cerai padamu berikut tanda tangan dariku juga. "


Bersambung.