
Anne perlahan membuka matanya, dia diam sejenak dengan tatapan mata kosong menatap langit-langit rumah sakit yang kosong, tentulah dia tahu kalau sekarang dia sedang berada di rumah sakit, hingga Anne menggerakkan kepalanya untuk melihat siapa orang yang meletakkan kepalanya di brankar tempat ia berbaring sembari menggenggam tangannya.
James......
Pria itu tertidur dengan posisi duduk, kepalanya di letakkan di dekat tangan Anne, menunduk sembari menggenggam tangannya. Jelas sekali Anne mengingat bagaimana James berlari menuju Angel dan hampir saja membuat tubuhnya membentur lantai, untungnya ada seseorang yang menahan tubuhnya tapi dia tidak tahu siapa orang itu.
Jujur saja Anne benar-benar merasa kecewa, marah, juga sedih luar biasa melihat James dengan terang-terangan menjelaskan kepada semua orang bahwa Angel begitu berarti untuk James, dan dia sama sekali tak bisa di bandingkan dengan siapapun tak perduli bahwa posisinya sebagai istri harusnya di utamakan.
James perlahan terbangun dari tidurnya, pegal sekali tengkuknya karena tidur dengan posisi duduk seperti itu, bahkan punggungnya juga terasa sangat pegal.
" Anne? "
James tersentak, segera dia bangkit untuk melihat Anne lebih dekat karena takut salah lihat karena bagaimanapun orang yang baru saja bangun tidur suka kurang jelas penglihatannya.
" Kau sudah bangun? " James tersenyum lega, dia mengusap wajah Anne dengan lembut, perasaan bahagianya benar-benar tak bisa dia sembunyikan meski dirinya sendiri tak menyadari akan hal itu.
Anne terdiam, sungguh dia bisa melihat bagaimana tatapan bahagia yang tulus dari wajah James, tapi lagi-lagi dia sudah sering di kecewakan padahal sudah beberapa kali juga merasa yakin saat melihat wajah James.
" Dimana kau merasa tidak nyaman? Aku panggil Dokter ya? " James baru saja akan beranjak, tapi Anne menahan lengan James membuat pria itu berhenti dan menatap Anne dengan tatapan bertanya.
" Kak, mari kita bercerai. "
James terdiam, benar dia terkejut meski pernah terbayang kalau Anne pasti akan mengatakan hal itu, tapi sungguh dia merasa sedih saat mendengarnya secara langsung. Dia ingin mengatakan tidak tapi dia takut itu akan membuat Anne merasa sedih dan tertekan, mengatakan iya tapi dia tidak sanggup kalau harus berpisah dengan Anne, sekarang yang bisa James lakukan adalah menghentikan pembahasan ini agar bisa sebentar menundanya.
" Istirahat saja sebentar ya? Aku panggil Dokter sekalian mau tanya bagaimana hasil labnya. " James mengusap kepala Anne sembari tersenyum, lalu beranjak pergi untuk keluar dari ruangan. Tentu lah ini hanya alasan semata karena bagaimanapun James lebih baik menghindar, tapi dia juga memang belum menemui Dokter untuk mengetahui jelasnya kondisi Anne.
Anne menatap kepergian James, dia memang kesakitan membaca apa yang di pikirkan James sehingga pria itu malah memilih untuk menghindar. Bukankah seharusnya James senang ketika Anne yang mengajaknya untuk bercerai? Kenapa dia melihat tatapan sedih dari James tadi? Apakah hanya perasaannya saja? Ataukah James tidak tega membahas soal perceraian di saat Anne sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit? Anne menghela nafas karena dia benar-benar bingung tak bisa membaca sama sekali apa yang sedang dipikirkan James.
Di ruangan lain, kini James tengah bersama Dokter yang memeriksa kesehatan Anne. Tidak ada yang mengkhawatirkan dan fatal sebenarnya, hanya saja Anne lahir dengan imun yang lemah, dia juga pernah mengalami kebocoran jantung saat usianya enam tahun, paru-parunya juga sempat mengalami masalah saat usianya delapan tahun. Belum lagi beberapa penyakit ringan yang sering timbul karena imun Anne memang kemah sedari lahir. Sekarang tubuh Anne memang terbilang cukup baik, hanya saja tetap Anne sulit untuk beraktifitas berlebihan jadi Dokter menyarankan untuk Anne jangan terlalu lelah di kemudian hari.
Setelah cukup lama berbincang dengan Dokter, James memutuskan untuk kembali masuk keruangan dimana Anne di rawat. Sesampainya di sana, dia menyapa kedua orang tua Anne yang entah kapan datangnya, mungkin beberapa saat setelah James meninggalkan Anne untuk menemui Dokter tadi.
" Kau baru aja menemui Dokter James? Bagaimana dengan kesehatan Anne? " Tanya Ibunya Anne yang nampak khawatir sekali.
" Anne kelelahan hari kemarin, tidak ada yang serius, sebentar lagi Dokter akan datang untuk memeriksa, jadi nanti kalau masih belum yakin dengan jawabanku, Ayah dan Ibu mertua bisa menanyakan langsung kepada Dokternya. "
Ibunya Anne menghela nafas.
" Angel juga kelelahan dan kekurangan kalsium beberapa hari ini sampai membuatnya pingsan, Anne juga kelelahan sampai pingsan, Ibu benar-benar jadi merasa bersalah kepada kalian berdua, apakah kalian pingsan gara-gara Ibu? "
" Ibu jangan bicara begitu ya? Aku lelah bukan karena itu kok. "
" Permisi? " Dokter datang untuk memeriksa, dan itu membuat Ibunya Anne berhenti menunjukan wajah sedihnya, begitu juga dengan Ayah Bien. Setelah Dokter memeriksa juga menjelaskan bagaimana kondisi Anne, mereka akhirnya bisa merasa agak lega dan bisa bergantian untuk mengunjungi Angel sekarang.
Tinggallah James dan Anne sekarang, sebentar mereka tak ada bicara, James juga bersiap untuk memberikan sarapan yang di bawakan perawat untuk Anne.
" Biar aku yang menyuapimu ya? " Ucap James yang sebenarnya dia tidak menginginkan jawaban dari pertanyaan itu sekarang. Benar-benar dia ingin memperlakukan Anne dengan baik, sehingga tidak ada lagi ajakan untuk bercerai yang terlontar dari mulut Anne.
" Buka mulutmu! "
Anne menghela nafasnya.
" Kak, sekarang aku sedang tidak ingin makan. Kak, mengenai yang aku katakan tadi, bagiamana pendapatmu? Kalau benar kau " Anne tak lagi bisa melanjutkan ucapannya karena James memasukkan bubur ke mulut Anne saat sedang berbicara tadi.
Anne tak memiliki pilihan lain selain mengikuti apa yang diinginkan James sekarang. Dia menyingkirkan dulu niatnya untuk memperjelas ajakannya tadi, dan memakan habis saja dulu makanan yang di suapkan padanya.
Beberapa saat kemudian.
" Sudah, aku tidak sanggup lagi memakannya! " Ucap Anne sembari menggeser sendok yah terarah ke mulutnya dari James.
" Minum dulu ya? " James mendekatkan air minumnya, apa yang dilakukan James kali ini benar-benar membuat Anne tersentuh. James nampak begitu lembut membuatnya merasa nyaman dan jadi agak ragu untuk membicarakan soal perceraian. Sejenak Anne terdiam mengikuti semua yang di perintahkan James padanya.
" Kau mau ke toilet tidak? " Tanya James, jelas sekali James seperti tidak ingin ada waktu tenang karena dia tidak ingin membahas soal perceraian, tapi itu malah membuat Anne semakin penasaran dan tidak tahan lagi untuk bertanya.
" Kak, tentang perceraian yang aku bicarakan tadi, " Sekarang Anne tidak bisa melanjutkan ucapannya lagi karena James justru mencium bibirnya dan bermain di sana membuat Anne tak bisa berbicara apapun.
" Anne? "
James sontak menjauhkan dirinya karena menyadari kedatangan orang lain tiba-tiba.
" Kakak? "
Angel terkejut melihat apa yang dilakukan James kepada Anne, begitu juga dengan kedua orang tua Anne dan Angel meski perasaan terkejut mereka berbeda dengan apa yang di rasakan Angel tentunya
Bersambung.