Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
mana harga diri mu?



"Sayang aku ingin melakukan nya sekali lagi bersama mu",, utas ayuna


Moza yang belum keluar dari kamar itu mendengar hal tersebut dan kemarahan nya memuncak.


"Apa yang kau lakukan kak! tegas moza


Dia suamiku sekarang. Kenapa kau merebut nya dari ku, kau telah mengambil suami ku di malam pertama kami dan sekarang kau juga ingin mengusai dia di pagi pertama kami bersama. Di mana harga dirimu kak",, tegas moza sambil marah


Mendengar hal yang moza kata kan ayuna terdiam. Tetapi dean bangun dan pergi menampar wajah moza.


"apa yang kau lakukan dean"? tanya moza sambil memegang pipi nya


"Kau masih bertanya hah! aku memang suami mu di mata semua orang, tapi tidak di mata ku. Aku tidak pernah menganggap pernikahan ini. Orang yang kucintai hanya satu ayuna kakak mu",, ucap dean memperjelas.


"kenapa dean, kenapa kau tidak menganggap ada nya aku. Aku sekarang istri mu",, ucap moza sambil menangis.


Dean pun megusir moza dari kamar itu.


keluar kamu! aku tidak mau kau merusak pagi ku. sarapan saja kamu sendiri aku ingin menghabis kan waktu dengan ayuna


Moza pun menangis keluar dari kamar, ia sangat menyesali pernikahan ini. Andai ia tidak menerima pernikahan ini, ia tidak mungkin akan terluka seperti sekarang.


•skip•


siang hari nya dean dan ayuna keluar dari kamar dan sudah berpakain rapi untuk makan bersamadi luar.


"kalian berdua ingin kemana"? tanya moza


"kami ingin makan di luar, aku muak melihat wajah mu",, tegas ayuna


Mereka pun meninggalkan moza sendiri dirumah,moza hanya menghabis kan waktu nya dengan membersihkan rumah dan menonton tv, hingga sore moza kedatangan tamu.


"siapa itu? apakah dean dan ayuna?? tanya moza masih bingung karena rumah mereka jauh dari kota.


Moza pun menuju pintu dan yang datang adalah tante amiel ibu dari dean. moza sangat terkejut karena dean tidak ada dirumah.


"ibu, ada apa engkau kesini? apa ada hal yang penting"? tanya moza masih dalam keadaan bimbang


"ah, mari masuk dulu bu". utas moza


Ibu dean pun masuk dan duduk di ruang tamu, sementara moza menyiapkan minum dan cemilan di dapur. moza masih sangat gelisah karena tidak tau apa yang harus di jelas kan nanti. ia pun menelepon dean untuk pulang.


tut tut tut,, bunyi telepon


"kenapa dia tidak mengangkat di saat seperti ini", moza yang kesal


Moza pun menarik napas dan akhir nya membawa kan minum dan cemilan ke mertua nya.


"Ibu, ini minum lah",,menyuguhkan sambil tersenyum


"terima kasih sayang, sini duduk lah di samping ibu", sambil menepuk di samping tempat duduk nya


Moza pun duduk dalam keadaan gelisah.


"kenapa moza? kenapa kau kelihatan gelisah? dan di mana dean"? tanya ibu penasaran


"a,ti tidak ada ibu, aku tidak apa apa. Dean sedang keluar kata nya ada urusan". jelas moza


"hmm dean ini! kenapa dia meninggal kan istri nya sendiri di rumah! marah ibu dean


Tidak apa apa ibu",, utas moza sambil tersenyum


Moza dan ibu dean pun mengobrol menanya kan kabar mereka, lalu tiba² terdengar suara mobil dari luar rumah. moza pun kaget karena mengapa mereka harus pulang sekarang.


"seperti nya dean sudah pulang, ayo kita liat"..ajak ibu kepada moza


"tidak usah ibu, ibu duduk disini saja biar moza saja yang keluar". utas moza dengan takut


"tidak apa apa ibu juga ingin memberi kejutan kepada dean". jawab ibu menarik tangan moza menuju pintu


Sebelum mereka sampai di pintu ternyata sudah ada orang yang mendorong pintu tersebut. moza yang takut memejam kan mata karena tidak ingin melihat dean menggandeng pulang ayuna.


tetapi....?