
" Kalian seharunya tidak begitu di rumah sakit kan? " Ucap Ibunya Anne yang malu melihat James mencium putrinya dengan begitu semangat. Dengan melihat James mencium Anne barusan, setidaknya kekhawatiran yang ia rasakan untuk hubungan James dan Anne terasa lega. Bagaimanapun dia selama ini menahan diri untuk tidak menunjukkan kekhawatirannya, syukurlah semua berjalan dengan baik batin Ibunya Anne.
James menggaruk tengkuknya, sebisa mungkin dia tersenyum meski nyata dia terlihat kikuk.
" Maaf untuk barusan, aku hanya kesulitan menahan diri saat melihat Anne tadi. "
Ane terdiam tak mengatakan apapun, sementara Ayah Bien hanya bisa memasang wajah datarnya dengan segala pemikiran yang ada di otaknya sekarang ini.
Angel, dia jelas terkejut dan ada perasaan kecewa serta cemburu. Entah mengapa di dalam hati dia berharap hubungan James dan Anne tidaklah sedekat itu, tapi sialnya dia harus melihat James mencium Anne dan mau tak mau dia harus menelan kekecewaan itu.
" Kalian ingin mengobrol dengan Anne dulu? Kalau iya aku tunggu di luar saja ya? "
Begitu berada di luar, rupanya James di kejutkan dengan keberadaan Gerry di sana. Sebentar Gerry menatap dingin James, tapi karena harus bertanya mau tidak mau dia mengeluarkan suaranya juga.
" Angel ada di dalam? "
James mengeryit.
"Kau tidak menunggu istrimu, jangan bilang kau juga baru datang kerumah sakit? "
Gerry membuang nafas kasarnya.
" Aku menunggunya sampai larut, hanya saja ada pekerjaan penting. "
" Memang apa yang lebih penting di banding istri sendiri? "
Gerry menatap James dengan tatapan tak percaya, dia terkekeh setelahnya karena merasa ucapan James barusan benar-benar sangat lucu.
" Kau tanya apa yang lebih penting dibanding istri sendiri? Apa kau sudah berkaca, adik ipar? Hem? "
James terdiam, iya dia ingat benar perbuatannya beberapa saat lalu yang pasti akan membuat semua orang berpikir sama seperti yang di pikirkan Gerry. Gila, dia benar-benar sudah gila karena mengatakan apa yang seharusnya tidak dia katakan.
" Gerry, aku mengatakan ini sebagai sahabatnya Angel, aku berharap kau menjaga dia dengan baik. "
Gerry benar-benar tidak tahan lagi dengan dua wajah yang dimilik James. Satu wajah untuk menunjukan betapa baiknya dia sebagai sahabat, satu wajah lagi digunakan untuk menyelingkuhi Angel, hah! Gila, bahkan semut saja mungkin bisa kesal dengan James.
" Aku, paling benci dengan pria bajingan sepertimu. " Gerry melakukan langkahnya dengan kepalan di tangannya dan memukul James kuat.
" Kau gila ya?! " James tentu saja tidak terima,dengan segera dia membalas dengan tinjuan yang tak kalah menyakitkannya.
" Kau bilang apa? "
James dan Gerry kompak menoleh ke arah yang sama. Ayah Bien, pria itu keluar karena keributan dan berniat ingin membubarkan keduanya, tapi siapa sangka yang akan dia dengar malah sebuah kalimat menyakitkan.
James dan Gerry saling menjauhkan diri.
Beberapa saat kemudian, Ayah Bien, Gerry, dan juga James berada di luar rumah sakit, mereka berada di tempat yang sepi untuk membicarakan masalah tadi. Gerry mengatakan apa yang dia ketahui, dia bahkan juga memberikan bukti rekaman dari kamera pengawas yang memperlihatkan semua kejadian itu, hingga Anne datang kesana, melihat dari rekaman video itu jelas Anne keluar sembari menyeka air matanya.
Ayah Bien terdiam dengan tatapan kosong, sungguh dia tidak tahu harus bagaimana karena semua terjadi benar-benar di luar ekspektasinya.
" Gerry, tolong tinggalkan aku dengan James saja, bisakah? "
Gerry mengangguk setuju, lagi pula dia juga tidak terlalu suka bersama atau dekat dengan James jadi segera di beranjak pergi untuk menemui Angel.
" Ayah mertua, percayalah padaku aku tidak melakukan apapun di luar batas, aku bersumpah. " Ucap James dengan tatapan mata yang bersungguh-sungguh, hanya saja Ayah Bien tak ingin menatapnya, dia memilih untuk diam menahan diri sebisa mungkin karena bagaimanapun hasilnya dia juga tetaplah bersalah, dia juga ikut andil dalam luka yang di derita Anne, bahkan juga Angel.
" James, sedari dulu aku tahu hubungan antara kau dan juga Angel. Aku tidak membahasnya karena aku tidak menentang hubungan kalian, aku hanya menunggu saja kapan kalian siap memberitahu kami, lalu kapan kalian akan menikah. Tapi sayang sekali, suatu hari Angel mabuk parah, dan dia tidur bersama Gerry, Angel sempat hamil sekitar dua Minggu sebelum akhirnya Angel keguguran beberapa hari sebelum pernikahan mu dan Anne di laksanakan. Aku memaksamu menikahi Anne adalah bentuk dan bukti nyata bahwa aku masih ingin menjalin hubungan yang semakin baik dan semakin dekat denganmu. Aku tidak memberitahu tentang itu karena Angel memohon agar merahasiakannya darimu dan juga Anne. Pernikahan Angel dan Gerry bukanlah perjodohan untuk keuntungan kami para orang tua, tapi aku hanya ingin menikahkan Angel dengan pria yang sudah menghamilinya saat itu, meksipun pada akhirnya Angel keguguran sebelum mereka menikah. "
James terkejut bukan main hingga tak bisa berkata-kata. Padahal selama ini dia begitu menjaga batasan karena James pikir tidak berhubungan badan adalah salah satu bentuk cara James menghargai Angel sebelum mereka menikah, tapi tida tahunya Angel malah sudah tidur dengan pria lain meksipun alasannya adalah mabuk. Ingin tidak percaya karena dia pernah sama-sama mabuk tapi tidak terjadi sesuatu yang seperti itu, dan bagaimana bisa itu terjadi kepada Angel saat dia bersama pria lain? Lalu, kenapa Angel bisa bersama dengan Gerry?
" James, aku bisa saja memaksamu menikahi Angel meski dia mengandung anak dari pria lain kan? Tapi aku menyayangimu seperti putraku sendiri itulah alasanku menolakmu, tapi aku juga tidak memungkiri bahwa aku mementingkan Anne. Sekarang terserah padamu saja James, aku juga tidak akan memaksa jika memang sangat sulit untukmu. Nanti aku akan bicara dengan Anne, dia mungkin akan terpukul, tapi akan lebih baik secepat mungkin kalian berpisah sebelum perasaan Anne semakin dalam lagi. " Ayah Bien terlihat pasrah dan pilu, padahal selama ini yang terlihat dari wajah pria itu hanyalah wajah datar, dingin dan tegas saja.
James mengepalkan tangannya, dia menatap dengan begitu yakin.
" Ayah mertua, aku akan bertahan dengan pernikahan ini. "
Ayah Bien membuang nafas kasarnya.
" Aku merasa ragu, James. Kau sudah sangat fatal dalam melakukan kesalahan, aku malah tidak yakin kalau Anne masih memiliki keteguhan sekarang. "
James menunduk kelu. Sebenarnya dia sedang benar-benar kacau sekarang ini, urusan perusahaan Ayahnya yang kacau, di tambah masalah pribadi yang begitu berat ini, tapi sekarang dia benar-benar harus bangkit dan tidak boleh menghindar lagi.
" Ayah mertua, biarkan aku berjuang sebisa yang aku mampu. "
Bersambung.