Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?



" Sebenarnya apa yang kau inginkan, Gerry? " Angel menatap dingin Gerry yang kini duduk bersebrangan meja dengannya. Sebenarnya Angel benar-benar terkejut karena ternyata Gerry tinggal di depan unit yang ia tinggali, ini sudah berlaku sekitar dua Minggu dan Gerry masih enggan untuk pergi dari sana. Padahal sebelumnya Gerry adalah pria yang sangat menomor satukan pekerjaan, dia tidak pernah membuang waktu untuk bekerja apapun alasannya. Bahkan saat akan menikahi dengannya Gerry memilih waktu malam hari demi bisa bekerja di lagi dan siang harinya. Apakah dua Minggu ini tidak membuatnya gelisah karena tidak bekerja seperti biasanya?


" Kau, beserta hatimu. " Gerry lalu tersenyum selesai bicara. Sebenarnya dia sendiri tahu benar kalau bekerja dari jarak jauh seperti yang sedang ia jalani sangatlah tidak mudah, tapi dibanding pekerjaan Angel tentulah jauh lebih penting dari apapun.


" Masalah itu sudah sering aku katakan, Gerry. Sampai sekarang aku masih belum berubah pikiran jadi aku tidak memiliki keberanian mengizinkanmu kembali ke dalam hidupku. "


Gerry mengangguk paham, tentu saja semua yang terjadi ini berat untuk Angel. Tapi sayangnya, dia tidak akan menyerah apapun yang terjadi, seberapa banyak kali pun Angel menyerah dia tidak akan mundur barang selangkah saja.


" Angel, lalu bagaimana dengan yang ada di perutmu? "


Angel jelas terkejut dengan apa yang dikatakan Gerry barusan, padahal dia sama sekali bum memberitahu siapapun termasuk kedua orang tuanya dan juga Anne. Dia pikir dia akan menyimpan tentang kehamilannya dan menceritakan nanti saat proses perceraian di antara dia dan Gerry beres barulah dia akan mengatakan kondisinya berharap kehamilannya itu tidak mengganggu proses bercerai.


" Dari mana kau tahu? "


Gerry tersenyum, sebenarnya dia juga tahu belum lama ini setelah mencari tahu detail kegiatan apa yang di lakukan Angel selama ini. Itulah kenapa dia bisa tahu kapan jam Angel biasa pergi untuk joging santai, dia tahu kapan Angel akan keluar untuk membeli makan siang, dan dia juga sampai hafal makanan apa saja yang di pesan Angel selama tinggal di sana. Awalnya Gerry merasa agak takut saat mengetahui Angel pernah pergi ke rumah sakit, tapi begitu tahu kalau Angel menemui dokter kandungan dia cukup lega dan bisa menebak sekiranya meski dia sendiri belum yakin benar. Tapi setelah melihat ekspresi Angel yang terkejut Gerry menyadari benar jika dugaannya itu adalah benar. Bagus, benar-benar bagus sekali karena anak mereka hadir di waktu yang tepat, pemersatu kedua orang tuanya.


" Memang kau bisa menyembunyikan apa dariku? Selama ini kau bilang tidak mencintaiku dan meminta untuk bercerai sampai berkali-kali, tapi saat mengatakan itu semua aku melihat keraguan di matamu. "


" Omong kosong! Memang kenapa dengan calon anak ini? Dia hanya akan menjadi anak kita, tapi bukan berarti kita harus bersama kan? "


" Tidak bisa, Angel. Aku tidak ingin hidup berpisah darimu dan anak kita nanti, aku tidak ingin waktuku bersama kalian terbatas, aku lebih tidak ingin lagi kalau sampai nanti ada pria lain yang di panggil Ayah oleh anakku. "


Angel mencengkram kain baju yang ia gunakan. Sial! Benar-benar sial karena ternyata ucapan Gerry barusan benar-benar membuat jantungnya berdebar, dan malah mengingat masa lalu indah yang pernah mereka lalui bersama meski hanya beberapa waktu saja sebelum kekacauan rumah tangganya terjadi.


" Angel, aku juga yakin benar kau tidak akan suka kalau sampai anak kita memanggil wanita lain dengan sebutan Ibu kan? Walaupun bukan demi anak, setidaknya anggap saja ini demi dirimu sendiri agar suatu hari nanti kau tidak perlu tersiksa melihat anak kita tumbuh tidak seperti anak lainnya. "


Angel terdiam, sungguh dia harus begitu kah? Sebentar Angel menaikkan pandangan untuk menatap kedua bola mata Gerry yang terlihat hangat sama seperti awal mereka menikah. Lali bagiamana jika perseteruan di antara mereka kembali terjadi? Akankah kekerasan seperti sebelumnya akan terjadi lagi?


" Angel, walaupun kau terus mengelak nya, aku yakin benar jika kau memiliki perasaan cinta meski sedikit. Cobalah untuk percaya padaku kali ini, aku akan menunjukkan bahwa aku layak menjadi suami yang baik untukmu, aku juga ingin menjadi Ayah yang baik untuk calon anak kita. Tolong terimalah aku dengan segala sumpah penuh keyakinan bahwa aku akan menjadi suami yang baik, tidak akan ada kekerasan dalam rumah tangga seperti sebelumnya. Sumpah, demi diriku sendiri, demi anak kita aku tidak akan mengangkat tanganku untuk memukul mu, aku tidak akan membuka mulutku kalau hanya untuk membentak dan menyakiti perasaanmu. "


Angel terus menatap kedua bola mata Gerry yang nampak begitu penuh keyakinan. Angel benar-benar tidak bisa menahan diri karena tiba-tiba saja perasaanya menjadi kacau dan dia menangis begitu saja setelah betapa saat Gerry bersumpah di hadapannya.


" Angel.... " Gerry bangkit dari duduknya, dia berpindah berada di samping Angel lalu memeluknya.


" Salahku, kau bisa marah atau memukulku saja. Asalkan bisa membuatmu lega, aku yakin tidak akan memprotes tindakan apapun. "


***


James kembali ke rumah lebih awal karena dia ingin tahu bagiamana hasil terapi imun istrinya hari ini, dan dia juga ingin membantu istrinya berkemas. Yah, seperti janji yang di ucapkan James, setelah masalah pelik di perusahaan keluarganya selesai, dia akan membawa istrinya pergi liburan untuk memperbaiki mood mereka menjadi lebih baik lagi dari sekarang.


" Sayang! " Panggil James seraya membuka pintu kamarnya.


" Sayang, kenapa cepat sekali pulangnya? " Anne bangkit dari posisinya yang tengah melipat beberapa dan dia masukkan ke dalam koper besar.


James memeluk Anne erat-erat serta memberikan kecupan sayangnya di kening sang istri.


" Aku ingin membantu mengemas barang, aku juga ingin dengar langsung tentang terapi imun Minggu ini. Bagaiman, apa semua berjalan lancar seperti Minggu sebelum nya? "


Anne mengangguk cepat.


" Semua lancar, dan aku masih harus makan makanan yang sehat, asupan yang masuk ke dalam tubuhku harus ekstra bersih, aku harus banyak minum air, suplemen dan juga beberapa vitamin lain. Dokter bilang asalkan aku semangat dan yakin, semua perjuangan ini tidak akan membuatku merasa sia-sia. "


" Ah, bagus sekali! Pokoknya jadwal selanjutnya aku harus ikut! "


" Iya, sayang. "


Ibunya James membuang nafas sebalnya dengan mimik sebal. Sekarang ini James benar-benar tidak bisa di tipu lagi, dan dia juga sudah mulai lelah menipu putranya sendiri dan memaksa untuk menikahi gadis lain. Melihat bagaimana James memperlakukan Anne, sepertinya mustahil kalau membuat James mengkhianati Anne. .


Bersambung.


Ctt....


Untuk yang kemarin sudah memenangkan gift dari othor, di bulan selanjutnya akan di kecuali kan dulu supaya bisa gantian dengan readers lain nya ya.... ❤️❤️