Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan



Setelah selesai sarapan, tadinya James ingin mengobrol sebentar bersama Anne, tapi Angel malah meminta waktu untuknya sebentar untuk membicarakan entah apa itu. James tadinya sudah mencoba menolak, tapi Anne mengatakan jika akan lebih baik jika berbicara saja dengan Angel, akhirnya kini James dan Angel berada di satu kursi taman belakang. Tempat itu duluan sekali mereka gunakan untuk bermain bersama ketika James mengunjungi rumahnya bersamaan dengan kedua orang tuanya. Ingat benar masa kecil mereka begitu bahagia hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta, dan semua kejadian ini mengubah segalanya yang pernah mereka cita-citakan.


" James, kau sungguh melakukannya? " Tanya Angel sembari menunduk, dia benar-benar bertingkah seperti seorang istri sah yang baru saja menyaksikan secara langsung perselingkuhan suaminya.


James menghela nafasnya, entah bagaimana dia menghadapi Angel setelah alasan yang di sebutkan oleh Ayah mertuanya mengenai apa yang terjadi dengan pernikahan dadakan mereka. Tapi, sungguh dia sama sekali tidak perduli karena jika memikirkannya lagi, James malah akan merasa terhina sendiri jika ingat itu.


" Melakukan apa? "


Angel mengepalkan tangannya mencengkram kain baju yang ia gunakan dengan perasaan pilu. Semalam dia benar-benar melihat bagaimana James begitu bersemangat menyerang Anne hingga tak menyadari jika Angel menyaksikan itu di pintu yang Sengaja ia buka sedikit. Anne, dia bahkan begitu mendominasi seolah melakukan itu adalah hal yang biasa baru mereka. Hah! Pemikiran aneh macam apa itu? Jelas saja melakukan hubungan suami istri adalah hak biasa kan? Tapi kenapa sulit untuk Angel menerima kenyataan itu?


" Apakah, kau dan Anne, maksudku hubungan kalian begitu dalam? Apakah pada akhirnya kau menerima Anne karena kau merasa tidak mungkin meninggalkannya? Apa kau takut pada Ayahku? Ataukah kau kasihan kepada Anne karena kondisi tubuhnya yang lemah? "


James menatap Angel yang sepertinya begitu menginginkan jawaban untuk semua pertanyaannya. James sebentar menatap cincin pernikahannya bersama Anne, dia ingat benar kala itu, saat-saat dia menikahi Anne hatinya benar-benar benci dan tidak menerima. Dengan alasan materi dia begitu menyiksa Anne, tapi dengan sabar Anne tetap menerimanya. Wanita seperti itu tentu saja akan sulit untuk di dapatkan, dan dia menyadari hal itu belakangan ini. Anne, dia memang tidak sempurna dengan tubuhnya yang kecil, dan mudah sekali kelelahan lalu sakit.


" Sebenarnya maksud dari pertanyaan mu ini apa? " Tanya James, dia tak menatap sama sekali Angel ketika bertanya hal itu. Bukan tidak berani, hanya saja dia agak tidak nyaman sekarang ini kalau harus sering bertatapan dengan Angel.


" Maksud? Apakah aku tidak boleh merasakan sakit hati? Apakah aku tidak boleh cemburu? Aku sudah mencoba untuk melupakanmu, James. Tapi aku sangat kesulitan, aku malah terus membayangkan bagaimana jika kita hidup bersama, bagaimana kita akan bahagia di saat kita menikah dengan hati yang saling jatuh cinta. "


James membuang nafasnya, sudah, ini sudah cukup dan dia tidak ingin keadaan menjadi samar dan perlu untuk menjelaskan.


" Angel, Ayahmu sudah mengatakan alasanmu menikah dengan Gerry. "


Angel tersentak, dia kini menatap James dengan tatapan kaget.


" James, maaf, waktu itu aku sangat mabuk, dan aku tidak tahu kala akan berakhir seperti ini, dan aku juga hamil anak Gerry waktu itu. "


James tersenyum miris, rasanya dia kesal sekali karena pada akhirnya Angel masih terus menutupi apa yang seharunya dia katakan dengan jujur sekarang.


" Angel, kau bisa membohongi Ayahmu karena bagi Ayahmu kau adalah gadis yang polos dan baik meski kau juga terkesan cerdas, bijak dan anggun. Tapi, jangan lupa kalau kita tumbuh bersama, di banding dengan orang tuamu kau lebih bersikap apa adanya di hadapanku. Kita bukan sekali dua kali minum sampai mabuk, tapi kita tetap bisa mengendalikan diri meski kita melampiaskan dengan cara kita. Aku juga tidak begitu bodoh hingga memercayai cerita drama yang melakukan kesalahan semacam ONS lalu langsung hamil. Realita tidak semudah yang ada di dalam drama, atau novel romansa, Angel. "


" Semenjak Ayahmu memberitahu sebab kau memilih untuk menikahi Gerry, aku sudah memikirkan semua baik-baik dan mencernanya dengan benar. Kau sudah menentukan pilihanmu dari awal, kau sudah memilih Gerry maka cobalah untuk fokus dan menerima pilihanmu sendiri, Angel. "


" Tidak, aku tidak bisa! Dia tidak bisa dibandingkan denganmu, dia tidak akan bisa sepertimu karena dia tidak memahami ku seperti kau memahamiku. " Angel menyeka air matanya yang jatuh ketika mengatakan itu, sayangnya James malah merasakan betapa egoisnya Angel, mungkinkah ini sifat Angel yang sebenernya?


James membuang nafasnya, sekarang dia benar-benar harus melepaskan Angel dan fokus untuk Anne. Bukan karena pengkhianatan Angel, tapi karena dia sadar dan semakin sadar bahwa Tuhan sudah memberikan seorang istri yang dia butuhkan, dan sekarang hatinya juga tertuju terus menerus kepada Anne.


" Kalau begitu, itu adalah masalahmu dengan Gerry. Bicarakan saja baik-baik, masalah kekurangan atau kelebihan setiap orang memiliki itu, Angel. Jangan terlalu menuntut orang lain untuk terus mengerti dirimu dan bersikap seperti yang kau inginkan untuk menjadi sempurna olehmu, tapi lihatlah kekuranganmu juga, imbangi kekuranganmu dengan kelebihan suamimu, jadikan juga kelebihan suamimu sebagai penutup kekurangan suamimu. Gerry tidak akan bisa sempurna di matamu kalau kau sendiri tidak berusaha menyempurnakannya, dan yang paling penting kau harus belajar mendalami dan mencoba mengerti arti dari kata bersyukur. "


James tersenyum, dia bangkit dari duduknya untuk meninggalkan Angel di sana. Ini lumayan lama dan dia ingin bertemu dengan Anne sekarang.


" James? " Panggil Angel saat James baru melangkahkan kaki untuk pergi.


" Iya? "


" Apa kau mencintainya? Apa kau sungguh akan hidup bersama orang yang tidak jelas kapan dia akan mati? "


James mengeraskan rahangnya, dia menatap Angel dengan tatapan marah yang baru pertama kali Angel melihatnya sehingga Angel merasa takut melihat itu.


" Orang itu adalah adikmu, anak dari kedua orang tuamu, dia istriku. Masalah hidup dan mati mana bisa orang menebaknya? Angel, aku memutuskan untuk terus bersama Anne dan mempertahankan rumah tangga ini juga bukan tanpa pertimbangan. Entah berapa lama banyak waktu yang kami miliki, setahun, dua tahun, atau seharipun aku tidak akan merasa keberatan. Aku hanya tidak ingin menyesal karena tidak melakukan apa yang seharusnya aku lakukan. "


" Apa kau mencintainya? Kenapa sekarang kau lah yang terlihat begitu mendekatinya? Tidak mungkin cinta kan? Jadi artinya kau kasihan padanya? "


James menatap Angel dengan tatapan dingin dan tegas.


" Aku tidak ingin kehilangan Anne, aku ingin terus bersamanya, aku merindukannya saat dia tidak ada di dekatku. Aku bahkan sering kali memanggil namanya ketika di apartemen dan lupa kalau dia ada di sini. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersama dengannya. Artikan sendiri bagaimana perasaanku dari ucapanku barusan kepada Anne. "


Bersambung.