Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali



Setelah mendengar cerita dari Ane dan juga Angel secara langsung, Ayah Bien benar-benar sangat marah laut biasa hingga meras begitu sesak dadanya. Dia sudah mencoba melakukan segala cara agar putrinya bisa merasakan sedikit saja kebahagiaan dengan menikahi James selaku pria yang sudah lama Anne sukai, tapi ternyata secara tidak langsung dia justru malah memberikan luka baru untuk putri keduanya itu.


Dia adalah seorang Ayah, tentu saja jelas bahwa semua itu tidak mudah untuknya menerima saat putrinya di sakiti hatinya oleh orang lain, orang lain? Rasanya itu benar-benar tidak pantas di sebut orang lain mengingat hubungan mereka yang sudah lama terjalin bak saudara kandung sendiri. Bagaimana bisa orang yang dekatnya melebihi saudara kandung malah menyakiti hati anaknya dengan menyalahkan putrinya yang tidak di perbolehkan hamil padahal mereka jelas tahu bagaimana Anne bisa bertahan hidup selama ini.


" Kau sudah memutuskan untuk pulang kerumah, itu berarti sudah semakin tidak terkendali kan? Sekarang katakan bagaimana kau ingin menghukum mereka, biar Ayah yang melakukannya agar mereka tidak menyembarangi putri yang begitu kami perjuangkan agar tetap hidup. "


Anne menggeleng dengan cepat karena memang dia tidak setuju kalau sampai Ayahnya Menyakiti james dan juga keluarganya. Bukan sok baik, hanya saja ucapan Ibunya James yang begitu putus asa saat mengatakan bahwa dia tidak pernah hidup dengan tenang dan bahagia selama menikahi Ayahnya James, hingga sekarang ini. Anne jadi merasa kalau dia tidak ingin memberikan luka dan penderitaan lagi untuk Ibunya James sehingga merasa kalau ini adalah pilihannya sendiri, dan tidak ada yang boleh menderita lagi siapapun itu.


" Ayah, jangan ya? Aku benar-benar melakukan semua ini atas kemauanku sendiri, aku hanya ingin mereka bahagia, kalau Ayah menyakiti mereka, sama saja mereka juga sulit bahagia. "


Ayah Bien membuang nafas kasarnya, benar-benar amanat emosi sekali, tubuhnya bahkan masih terasa panas sampai mata dan juga sekeliling wajahnya bagai terbakar api.


" Ayah pikir kau sudah menemukan kebahagiaanmu, tapi tidak tahunya mereka hanya menambah kesedihanmu saja. Benar-benar menyesal sekali harus memenuhi ucapan konyol kami dulu untuk menikahkan anak-anak kami. " Ayah Bien tertunduk lesu, sungguh dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi karena hatinya sekarang ini benar-benar sangat patah hingga tidak mampu berpikir panjang seperti biasanya.


Anne mendekatkan tubuhnya dengan Ayah Bien, mereka tengah duduk di sofa yang terletak di ruang keluarga hingga mudah saja bagi Anne untuk dekat dengan posisi Ayahnya. Dia memeluk lengan Ayah Bien, menjatuhkan kepalanya di bahu sang Ayah sembari memejamkan mata menikmati betapa nyamannya bahu Ayahnya.


" Ayah, aku akan baik-baik saja. Mungkin aku akan sesekali menangis, tapi aku baik-baik saja dan saat bersama kak James aku sangat bahagia jadi aku tidak memiliki penyesalan sama sekali. Kak James pasti benar-benar gundah dan bimbang beberapa waktu ini karena harus terus menjaga perasaanku dan perasaan Ibunya, sekarang biarkan saja dia tenang, Ayah. Itu saja sudah cukup, dan kalau bisa Ayah juga biarkan dia hidup dan bahagia setelah ini. "


Ayah Bien terdiam meski hatinya begitu ingin memberontak karena baginya tidak mudah memaafkan begitu saja orang yang sudah menyakiti hati putrinya.


" Ayah, aku punya Ayah dan Ibu, juga kakak yang tidak akan perduli bagaimana kurangnya aku kan? Kalian akan menyayangiku tidak perduli seberapa menyebalkannya aku kan? Jadi untuk apa aku terlalu sedih kalau aku memiliki keluarga seperti kalian semua? "


Ayah Bien melingkarkan tangannya memeluk sang putri erat-erat. Jelaslah mengatakan semua kalimat itu juga membuat hati Anne sendiri sakit, Ayah Bien sangat paham bagiamana putrinya, jadi untuk kali ini saja dia akan bersikap dengan seharusnya.


" Tuan, maaf sekali mengganggu, di luar ada Tuan James ingin bertemu, apa saya bukakan gerbang dan mempersilahkan masuk? " Ucap satpam rumah kepada Ayah Bien. Kompak Anne dan Ayah Bien segera menjauh dengan tatapan kaget.


" Bukakan saja gerbangnya. " Ucap Ayah Bien kepada satpam.


" Baik. "


Anne terdiam sebentar karena debaran jantungnya yang begitu terkejut begitu terasa dan membuatnya bingung, tapi tak berapa lama Anne memilih untuk menggelengkan kepala. Dia tahu benar kalau sampai dia melihat James, apalagi melihat tatapan matanya yang teduh, hangat dan memohon sudah pasti secara otomatis seluruh tubuhnya akan memilih untuk mengikuti apa yang di inginkan oleh James.


" Kau yakin? " Tanya Ayah Bien dengan tatapan menyelidik.


" Iya, aku takut reaksiku akan berbeda dari harapanku, jadi akan lebih baik kalau aku tidak melihat James lagi, Ayah. "


Ayah Bien terlihat pasrah, sekarang dia benar-benar tidak bisa membantu banyak untuk putrinya selain mengatakan apa yang seharusnya dia katakan dan melakukan apa yang di inginkan putrinya.


Beberapa saat setelah Anne masuk ke dalam kamarnya, Ayah Bien dengan segera bangkit dari duduknya untuk menuju ruang tamu di mana James sudah menunggunya. Iya, salut juga sih Ayah Bien terhadap James, meksipun James adalah menantunya, tapi James masih. segitu sopan dan tidak menerobos seenaknya saja.


" Ayah mertua? " James bangkit dari duduknya, wajahnya yang cemas dan gundah itu benar-benar bisa di lihat secara jelas oleh Ayah Bien, hanya saja dia tidak terpengaruh lagi dengan wajah semacam itu.


" Ayah mertua, kedatanganku kesini adalah untuk memanjatkan tentang Anne, dan meminta izin juga untuk bertemu dengan Anne dan membawanya pulang ke rumah kami. "


Ayah Bien membuang nafasnya membuat James seolah bisa merasakan emosi semacam apa yang di arahkan oleh Ayah mertuanya itu.


" Ayah mertua, apa yang terjadi Ayah mertua pasti sudah mendengarnya dari Anne, aku tahu banyak sekali kekecewaan yang di dapatkan Ayah mertua dan keluarga. Aku tahu ini benar-benar sangat tidak tahu malu, tapi aku mohon untuk membiarkan aku menemui Anne, aku harus menjelaskan dan meyakinkan dia. "


" Bukan putriku yang perlu kau yakinkan, tapi Ibumu. Dia bahkan sampai menemui Angel untuk kembali denganmu, lalu menikah denganmu hanya karena dia begitu menginginkan anak kandung dari keluarga mereka. Apakah Ibumu tidak berpikir kalau tindakannya itu akan kembali menghancurkan hubungan kakak dan adik yang sebelumnya begitu saling menyayangi? "


" Maaf, Ayah mertua. Lain kali aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi. "


Ayah Bien menatap James dengan tatapan dingin.


" Lain kali, kau memang tidak akan mengulang hal ini lagi, karena Anne tidak akan kembali padamu. Lebih baik penuhi saja keinginan Ibumu, temukan pasangan yang baru dan menikah lalu lahirkan banyak anak, siapa tahu memang kebahagian itu yang di butuhkan keluarga kalian. Mengenai perusahaanmu, mulai detik ini aku menarik diri dan tidak akan ikut campur lagi apapun masalah yang akan kalian hadapi nanti. "


Bersambung.