Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun



" Tidak, kau tidak perlu meminta maaf karena ini bukan salahmu. Tapi, usahakan untuk memperingati Ibumu agar tidak sembarangan membuka mulut menceritakan tentang putriku sesukanya. Katakan juga padanya, jangan memaksaku bertindak jahat. Kau, juga tahu benar bagaimana aku dan suamiku mencintai putri-putri kami kan? Jangankan menyakiti, kami bahkan siap membunuh tanpa merasa bersalah jika untuk membela putri kami. "


Kalimat yang keluar dari mulut Ibunya Anne itu benar-benar bagaikan Sambaran petir untuk James, bagaimana tidak? Ibunya Anne selama ini sangat terbuka dan baik l serta memperlakukannya seperti anak kandungnya sendiri. Jadi kalau dia sampai berbicara seperti itu, sudah jelas lah Ibunya pasti membuat kesalahan besar dengan menyakiti hati Ibunya James. Kesalahan apa ya tentu saja sudah bisa di tebak kalau mengingat kata-kata yang keluar dari mulut Ibunya Anne, Ibunya pasti membuka mulut kesana kemari, hasilnya adalah hubungannya dengan Anne akan semakin renggang.


Begitu sampai di rumah kedua orang tuanya, James segera masuk ke dalam rumah dengan mimik kesal, dia berteriak mencari ibunya yang kebetulan juga baru saja sampai di rumah.


" Ibu! Ibu! "


" James kenapa kau berteriak seperti itu?! " Protes ibunya James seraya berjalan cepat mendekati James.


James menatap wajah Ibunya dengan tatapan kecewa. Padahal dia sudah mencoba untuk mengalah dan tidak banyak berkalimat kasar selama ini, tapi nyatanya Ibunya malah membuat hubungan antara dia dan Anne, juga hubungan antar keluarga jadi memburuk. Jelas saja Anne pasti melarang kedua orang tuanya untuk berbuat sesuatu kepada mereka, karena kalau tidak, sudah jelas Ibunya tidak akan bisa bergosip di luaran sana, bisa jadi juga perusahaan akan berada di ambang kehancuran mengingat Ayah Bien adalah salah satu pemegang saham terbesar di perusahan keluarganya.


" Ibu, kenapa Ibu bahkan tidak bisa menjaga lisan Ibu dengan baik? Ibu tahu tidak tindakan Ibu dengan menceritakan kondisi Anne membuat hubunganku dengan Anne akan semakin sulit! Ibu juga seharusnya sadar kalau kita tanpa orang tua Anne pasti sudah lenyap sedari dulu! Tolong jagalah sikap Ibu, jangan melakukan hal bodoh! "


Ibunya James melotot kaget. Bagaimanapun dia benar-benar tidak bisa percaya kalau James akan membentaknya seperti ini, tatapannya juga begitu tajam seolah dia benar-benar begitu marah tak tertahankan lagi.


" James, kau ini kerasukan atau apa?! Bagaimana bisa kau bicara seperti itu, nada bicaramu benar-benar sangat kurang ajar! Kau lupa aku ini Ibumu, hah?! "


James mengusap wajahnya dengan kasar. Sungguh dia benar-benar frustasi dengan apa yang terjadi sekarang, masalah terasa berat setiap kali dia memikirkan semua yang terjadi. Anne, dia seperti sangat menjaga jarak seolah tak ingin lagi bersama, keadaan perusahaan juga masih membutuhkan banyak usaha yang ekstra, belum lagi tentang perubahan sikap kedua orang tua Anne, juga semua tingkah ibunya sendiri yang sukses membuat emosinya naik melesat dengan cepat.


" Justru karena Ibuku, kalau bukan karena itu, aku pasti sudah menyakiti Ibu dan melampiaskan kemarahan ku! "


" Kau benar-benar membuat Ibu kecewa, James! " Ibunya James menahan tubuhnya dengan menyenderkan tubuhnya di dinding. Dia benar-benar pusing dan sepertinya tekanan darahnya benar-benar naik.


James yang melihat perubahan mimik Ibunya tentu saja cepat tanggap. Dia menahan tubuh Ibunya dan membawanya masuk ke dalam kamar untuk istirahat.


" Aku minta maaf, Ibu. Istirahat lah sekarang, Dokter akan datang sebentar lagi, aku akan menunggu di luar. "


James benar-benar menunggu di luar kamar Ibunya karena tidak ingin kalau sampai dia terpancing emosi lagi, di tambah Ibunya juga tak mengatakan apapun, sepertinya dia juga tengah merasa kesal kepada James.


Seperti dugaan, Ibunya James rupanya benar-benar mengalami hipertensi, jadi setelah Dokter pergi dan Ayahnya jam pulang ke rumah, James berniat ingin langsung meninggalkan rumah itu, tapi karena sebentar Ayahnya mengajak bicara, mau tak mau dia hanya bisa mengiyakan saja permintaan Ayahnya itu.


" James, Ayah tahu kau sedang dalam hati yang bimbang dan serba salah, tapi untuk sebentar ini tolong bersabarlah menghadapi Ibumu meski sulit sekali. Ayah juga akan mencoba sebisa Ayah untuk membuat Ibumu mengerti. "


" Yah, tolong setidaknya beri pengertian kepada Ibu untuk tidak mengumbar terus menerus tentang situasi hubungan pernikahanku dengan Anne. Tolong mintalah Ibu untuk menutup rapat-rapat semua masalah keluarga kita, cukup kita saja yang tahu, jangan biarkan orang luar yang tidak tahu apa-apa ikut nimbrung memperkeruh suasana juga merusak hubungan baik yang sudah lama terjalin juga. "


Ayahnya James mengangguk pilu. Sungguh-sungguh dia hanya bisa meminta semua orang di dekatnya untuk bersabar dan berpikir dengan tenang agar tidak terjadi hal yang akan merugikan mereka semua.


***


Meta terdiam melihat bagiamana Gerry terus menatap photo Angel yang ada di meja kerjanya. Hanya saja photo itu selalu di letakkan di dalam laci, dan ini adalah kali pertama Meta melihat Gerry terus menatap photo pernikahan mereka.


" Tuan, apa yang harus saya kerjakan lagi? " Tanya Meta setelah dia membuatkan kopi, lalu menunggu cukup lama karena takut Gerry akan memintanya untuk melakukan sesuatu.


Gerry sebentar menatap Meta sembari berpikir.


" Tolong belikan bunga, sikat bunga mawar merah yang segar dan di rangkai dengan amat cantik, sama seperti wajah Angel. " Ucap Garry lalu tersenyum sembari menatap wajah Angel di photo yang tengah ia pegang.


Meta memaksakan senyumnya, sial! Dia benar-benar sulit sekali mengendalikan perasaannya akhir-akhir ini. Dia mudah sekali merasa tak suka dengan bagaimana Gerry yang diam-diam rupanya sangat mencintai istrinya, padahal saat mendengar kalau hubungan Gerry dan istrinya tidak baik, Meta seperti lega entah mengapa dia juga tidak yakin dengan apa yang dia rasakan.


" Baik. "


Tak membuang waktu, Meta benar-benar pergi keluar gedung kantor untuk memesan bunga mawar seperti yang di minta oleh Gerry.


Setelah memesan bunga seperti yang di inginkan Gerry, Meta butuh menunggu untuk membuatkan si penjaga toko bunga untuk merangkai bunga mawar merah itu agar terlihat cantik.


Meta terkesima melihat bunga yang terlihat sangat cantik, da begitu indah, warnanya putih agak hijau di dekat tangkainya. Namun karena bunga itu berada di dalam pot yang di tutupi kaca, Meta jadi semakin penasaran dengan bunga itu.


" Kak, ini bunga apa? Cantik sekali, ini pasti mahal ya karena berada di dalam kaca seperti ini. "


" Ah, bukan begitu Nona. Bunga itu sejenis lili yang paling beracun, jaya dengan menghirupnya saja bisa membuat halusinasi parah, dan juga sangat membahayakan paru-paru. "


Meta menatap bunga itu sembari memikirkan jika imajinasinya menjadi realita.


Bersambung.