Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 104 : Bahagia Sekali



Anne membuka kedua matanya perlahan saat pagi mulai menyapa, alarm di kamarnya sudah berbunyi, tapi buru-buru dia matikan karena tidak ingin kalau sampai suara alarm itu menganggu tidur suami tercintanya. Seperti hari kemarin, Anne terbangun dengan perasaan bahagia karena pelukan hangat selalu dia dapatkan ketika membuka mata, juga sepanjang dia tertidur bersama dengan James.


Pagi ini dia sengaja bangun lebih pagi karena dia memiliki jadwal konsultasi ke dokter untuk menjalani terapi imun, tujuannya bukan untuk hamil, tapi dia ingin memenuhi keinginan James agar setidaknya Anne bisa lebih kuat dan sehat dan tidak perlu banyak meminum banyak vitamin seperti biasanya.


Awalnya tentu saja berat untuk Anne merasa bahagia seperti ini, karena bagaimanapun Ibu mertuanya adalah orang yang akan tidak bisa menerima tidak adanya cucu untuknya. Tali, hari dimana terakhir kali dia menyodorkan gadis dan lagi-lagi di tolak mentah oleh James, dia mulai lelah dan memerah. Tidak ada lagi Ibunya yang beralasan meminta untuk di jemput atau lain lainnya, dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama suaminya, bahkan baru-baru ini mereka berlibur berdua.


Benar, semua pada akhirnya berjalan sesuai rencana Tuhan, jika ada yang membatin kenapa masalah rumah tangga, atau hubungan lainnya selalu memiliki masalah yang tak ada habisnya, maka jawabannya adalah karena masalah adalah pengait yang akan menguatkan sebuah hubungan. Jalani saja, bahagia dengan apa yang dimiliki sekarang, jangan sibuk menilai kepunyaan orang lain dan menganggapnya bahagia dan membuat iri. Lihat lah diri sendiri, tanyakan dan nilai diri sendiri dan cobalah untuk mensyukuri apapun yang dimiliki agar selalu merasa bahagia.


Anak, mungkin Anne memang menginginkannya, James juga pasti menginginkannya. Tapi, jika adanya anak membuat mereka tidak bahagia bersamaan lalu apa gunanya? Benar, dalam sebuah hubungan penting untuk memiliki dua hal yaitu, memberi dan menerima. Jika tidak bisa memberi apa yang di inginkan, maka cobalah untuk kenali masing-masing, satukan visi dan misi dalam sebuah hubungan.


Seperti yang sekarang di jalani oleh James dan Anne, keinginan untuk memiliki anak sudah benar-benar menjadi nomor sekian setelah mereka merasa begitu bahagia berdua kayaknya pasangan yang sedang menjalin hubungan asmara.


" Sayang, bangun! Hari ini kau bilang ada meeting penting kan? " Anne mengecup bibir James beberapa kali, ini sudah pukul enam tiga puluh dan Anne sudah selesai mandi jadi tidak ada alasan menunda membangunkan James yang memiliki jadwal penting lagi ini, setelahnya dia juga memilki jadwal pekerjaan yang cukup padat, di tambah dia juga sedang mengurus masalah Arthur beserta keluarga Ayahnya.


James mengernyitkan dahi perlahan membuka matanya, lalu memeluk Anne untuk menghirup aroma tubuh istrinya yang jelas sudah wangi.


" Sekarang jam berapa, sayang? " Tanya James kembali menutup matanya.


" Enam tiga puluh, bangun ya? Kalau di tunda terus nanti kau bisa telat. "


James membuang nafas sebalnya, bagaimana tidak? Semenjak proyek mulai berjalan di tambah dia masih harus mengurusi masalah Arthur, waktu bersama Anne benar-benar banyak tersita. Malam tadi dia juga pulang pukul sebelas malam, begitu sampai di rumah dia mendapati Anne sudah tertidur dan lagi dia tidak berani membangunkan Anne yang terlihat sangat pulas dan nyenyak.


" Sayang, setelah proyek ini selesai kita benar-benar harus pergi liburan deh. "


Anne terkekeh dan mengangguk dnegan cepat.


" Iya tentu saja! Sekarang cepatlah bangun, sebahaya bekerja supaya pekerjaanmu selesai lebih cepat dari sebelumnya, aku juga harus berangka ke rumah sakit nanti. "


James sontak membuka matanya karena terkejut. Iya, dia lupa kalau hari ini jadwal konsultasi untuk terapi imun Anne.


" Ya ampun! Aku lupa, aku undur jadwal meeting dulu ya? Dimana ponselku? " James segera bangkit dari posisinya melihat ke kanan dan ke kiri tentu untuk mencari dimana letak ponselnya.


" Jangan, sayang. Aku berangkat saja sendiri, nanti bagaimana hasilnya kau bisa menghubungi Dokternya langsung kan? "


Anne mencium bibir James supaya pria itu tidak melanjutkan ucapannya.


" Sayang, kau kan harus bekerja supaya bisa membayar terapi imun ku yah tidak murah, juga kebutuhan lainnya. Jangan begitu menomor satukan aku, aku ingin kita sama-sama berjalan beriringan jadi jangan memaksakan diri dan mengabaikan kadang uangmu, aku kan juga mau beli tas bari dan juga perhiasan. "


James menghela nafas tersenyum, dia mengusap kepala Anne dengan lembut.


" Sejak kapan ya istriku jadi mata duitan? "


" Memangnya kau tidak tahu kalau cita-cita terbesarku adalah menjadi sangat kaya sampai tanganku kejang menghitung uang?. "


James terkekeh dan mengangguk saja.


" Baiklah, doakan aku terus supaya bisa menghasilkan banyak uang dan memenuhi keinginannya terbesar istriku ini. "


" Iya, setelah punya banyak uang kau tidak boleh diam-diam menyimpan uang. Soalnya kebanyakan pria akan merasa gelisah saat banyak uang dan gatal jadi ingin berbagi dengan wanita lain. "


" Aduh! Kalau begitu semua uang yang aku hasilkan akan langsung di sektor padamu deh. "


James dan Anne saling terkekeh sampai lupa kalau waktu terus berjalan sedari tadi.


***


Setelah pertemuannya dengan Gerry, sebisa mungkin Angel mulai membatasi aktivitas harian nya. Padahal niatnya dalam waktu dekat dia ingin membuka butik di tengah kota yang tidak jauh dari pusat belanja yang cukup terkenal di sana, tapi sepertinya dia harus mengurungkan dulu sebentar niatnya sampai setidaknya Gerry kembali ke negara asalnya saja.


Sayangnya semua tidak berjalan seperti yang di inginkan Angel, kenapa? Karena setiap lagi dia mendapatkan bunga mawar sehat di depan pintunya. Ah, kalau ingat beberapa waktu lalu dia alergi dengan bunga membuatnya malas untuk menyentuh bunga itu. Yah kalaupun menyentuh biasanya dia akan menyentuh dengan satu jari telunjuk dan ibu jarinya dan menaruhnya di tempat sampah. Sehari berhenti dari teror bunga mawar merah, mulai hari berikutnya Angel selalu mendapatkan boneka beruang berwarna pink dan juga cokelat dengan variasi berbeda-beda. Mulai yang berbetuk bola dengan coklat warna warni yang mengenaskan, kemudian coklat dengan bentuk satu hati dengan inisial G dan A, kemudian coklat berbentuk bunga, berbentuk gambar Angel, ada juga coklat dengan bentuk cincin. Hah.... Sudah jangan di tanya lagi siapa pengirimnya, bukankah sudah jelas dengan inisal G yang artinya Gerry?


" Ya ampun! Orang ini gila atau apa sih?! " Gerutu Angel saat lagi-lagi alarm pintunya berbunyi dan ternyata ada paket baru lagi. Susu rasa strawberry dalam kemasan botol yang di beri mengikat pita berwarna pink, dan lagi-lagi ada inisial G di sana.


" Sebenarnya dia ini tinggal dimana sih?! Jangan bilang dia ikut tinggal di gedung ini juga? "


Bersambung.