
James terdiam memandangi Anne yang kini sedang duduk sembari tertidur di ruang tamu Kursi yang amat minim itu pasti membuat tubuhnya tidak nyaman, tapi kenapa dia malah duduk disana sampai tertidur? Apakah mungkin menunggunya pulang? Untuk apa Bukankah Anne sedang marah, lalu untuk apa menunggunya? Sebentar dia menghela nafas, lalu berjalan mendekati Anne, perlahan mengangkat tubuhnya untuk dia bawa masuk ke dalam kamar. Sesampainya di sana dia rebahkan tubuh Anne perlahan, di dalam hati James membatin, kenapa tubuh Anne sangat ringan sekali?
Kali ini Anne sama sekali tidak terbangun atau pura-pura tertidur seperti waktu itu, dia benar-benar merasa lelah hari ini baik tubuh pikiran dan hatinya sehingga bisa tidur dengan nyenyak sekali.
James rupanya tidak bisa tidur, sialnya itu karena dia mengingat apa yang dilakukan Angel tadi membuatnya ingin melakukannya. Tidak mungkin membangunkan Anne karena dia pasti tidak akan mau melayaninya setelah apa yang terjadi beberapa waktu terakhir ini. James menghela nafasnya, apakah iya dia harus pergi ke kamar mandi dan menuntaskan dengan tangannya sendiri? Ah, benar-benar ada rasa menyesal juga sudah menolak Angel tadi, tapi kalau tidak di tolak juga akan bahaya kedepannya apalagi kalau sampai mereka berdua ketagihan, jelas mereka akan menjalani hubungan tidak wajar yang nantinya berefek menakutkan. Benar sih beberapa waktu lalu James ingin sekali bercerai dengan Anne lalu menikah dengan Angel. Tapi setelah Angel menikahi pria lain tentu saja itu menjadi perhitungan sendiri untuk James sehingga menganggap jika waktu mereka bertemu, mengobrol sudah lebih dari cukup.
James kembali membuang nafas kasarnya, dia benar-benar dalam kondisi tidak baik karena menahan bagian bawahnya yang seperti meronta membutuhkan pelampiasan. Rupanya nafas James membuat Anne terbangun. Dia melihat jam dinding di kamarnya, meski cahayanya tidak begitu terang dia bisa melihat pukul berapa sekarang ini. Pukul tiga subuh, dan dia masih merasakan tubuh James melakukan gerakan ringan yang menjelaskan bahwa James belum juga bisa tidur.
Sudah tidak perlu di tanya lagi dia dari mana, karena jawabannya pasti baru saja menemui Angel. Di jam segini Angel pasti tidak berada di rumah suaminya kan? Entah hotel, apartemen milik kakaknya atau dimana, tapi ini benar-benar tidak bisa di biarkan, dia tidak boleh membiarkan suaminya masuk terllau jauh dalam sebuah Kesalahan. Mungkin ini memang menyakiti egonya, tapi dia tidak akan bisa menerima sebuah perceraian dengan masalah yang rumit seperti sekarang ini.
Anne membalikkan tubuhnya menatap James yang ternyata berada dalam posisi duduk.
" Kau terbangun? Aku kan tidak membuat suara? "
" Hembusan nafas mu cukup kuat sampai bisa membangunkan ku. "
James terdiam, Hari ini sudah cukup membuat Anne kesal sehingga dia memilih untuk banyak mengalah saja dan jangan membantah agar Anne tidak semakin kesal nantinya. Aneh, James sekarang benar-benar tidak mengerti dengan dirinya sendiri, padahal jelas-jelas dia dulu masa bodoh dengan perasaan Anne, tapi kenapa sekarang dia seperti menjaga perasaan Anne? Entahlah, dia memang masih belum memahami apa yang terjadi dengan dirinya, sekarang ini dia hanya perlu menjalani saja kehidupan yang tidak sesuai dengan keinginannya saja.
" Kak James dari mana saja? Kakak baru pulang? "
" Kak, tolong jangan melakukan apa yang tidak boleh di lakukan ya? Aku mengatakan ini bukan karena aku cemburu laku curiga, tapi aku mengatakan ini demi kebaikan kakak sendiri. Selain itu, harga diriku sebagai seorang istri juga ada di tangan kakak, tolong jangan merusak harga diriku sebagai istrimu. "
James menelan salivanya sendiri, harga diri sebagai istri? Lalu apakah jika dia menemui Angel meski tida melakukan hal berlebihan termasuk merusak harga dirinya sebagai istri? Hah! Benar, bukankah dengan begitu Angel akan berpikir bahwa selamanya Anne tidak akan di cintai dan di anggap istri oleh James? Begitu juga sebaliknya, Gerry pasti sangat marah kalau sampai tahu mereka sering bertemu meski tak melakukan hal lebih. Gila! Jadi harus bagiamana sebenarnya James sekarang? Di lain sisi hatinya masih bergetar penuh cinta saat melihat Angel, di lain sisi ada Anne, Gerry, dan Ayah mertuanya yang menjadi tembok raksasa untuk hati James dan Angel.
Anne menatap wajah James yang seperti paham apa yang tengah di pikirkan James sekarang ini, mungkin apa yang akan dia lakukan ini adalah hal yang bodoh, tapi percayalah keegoisan Anne hanya untuk kali ini saja, dia akan tetap membuat pria yang selalu menatap kakaknya menjadi begitu jatuh cinta padanya.
" Kak...... " Anne meraih tangan James, mengaitkan jemari mereka, hangat sekali, hingga Anne semakin berani melakukan hal yang lebih. Anne tersenyum begitu lembut, tatapan matanya juga hangat saat bertemu tatap dengan kedua bola mata James.
" Bagaimanapun kita adalah suami istri, sekarang memang hanya aku yang berjuang untuk rumah tangga kita, aku berharap suatu hari nanti kau juga akan melakukan yang sama, kita akan sama-sama berjuang bertahan untuk hidup bersama. Lihat aku baik-baik, aku memang tidak sempurna, aku tidak sepandai kakakku, aku tidak punya fisik yang kuat seperti kakak ku, tapi aku rela melakukan apapun seperti yang kakak mau, karena aku yakin meski dengan keterbatasanku, suatu hari nanti kak James akan melihat bagaimana hatiku yang penuh cinta ini tidak akan memiliki bandingan. "
James terdiam, ini untuk pertama kali ada wanita yang mengatakan kata-kata manis penuh keyakinan untuknya. Jujur saja jantungnya berdebar kencang apalagi ketika matanya tak bisa beralih menatap kedua bola mata Anne yang nampak jernih dan indah malam ini.
" Aku akan menjadi lebih baik setiap harinya, tolong jangan begitu rapat menutup pintu hatimu, sedikit saja lihat aku maka kakak akan tahu jika aku adalah orang yang tepat. " Anne mendekatkan wajahnya, tangannya meraih wajah James lalu perlahan menyatukan bibir mereka.
James, pria itu benar-benar seperti terkena sihir aneh sehingga tak ingat sedikitpun untuk menolak. Dia mengikuti ritme gerakan yang di ciptakan Anne, dia ingat benar wanita yang kini begitu dekat dengannya adalah Anne, dan dia sama sekali tidak memiliki niat untuk berhenti.
Bersambung.