
James tersenyum menatap wajah Anne yang begitu damai saat dia tertidur. Kadang James benar-benar sampai lupa kalau Anne memiliki sistem kekebalan yang kurang, karena setiap waktu dia hanya bisa melihat Anne yang energik meski tidak pernah melakukan hal yang berat. Saat melayani James di atas tempat tidur dia juga sama sekali tidak pernah terlihat lemah atau mudah kelelahan.
Mungkin ini terdengar aneh, tapi sejujurnya James mulai menyukai momen seperti ini. Jika di pikirkan kembali, sepertinya dia masih bisa akan bahagia tanpa perduli ada atau tidaknya anak. James mengeratkan dekapan tubuhnya dan mengecup kepala Anne dengan lembut.
Dia masih belum bisa tidur karena memikirkan banyak hal, tapi masalah anak dan Ibunya dia akan mencoba sebaik mungkin menyelesaikan masalah itu, tapi entah mengapa di saat seperti sekarang ini dia malah mengingat semua yang sudah dia lakukan terhadap Anne dulu. Rasanya dia benar-benar sangat jahat, padahal Anne seharusnya mendapatkan yang lebih, tapi dengan sengaja dia melakukan banyak kesalahan agar Anne berlari meninggalkannya. Entah akan bagaimana hatinya jika sekarang ini Anne pergi darinya, dia benar-benar tidak rela hingga ogah walau hanya untuk membayangkannya saja.
" Maaf, Anne. Kau pasti sudah sangat menderita, maafkan aku dan segala keegoisanku ya? "
Anne membuka matanya saat James membawa wajahnya ke dalam sangat yang terasa begitu hangat. Dia terbangun saat James mengatakan kalimat maaf hingga membuatnya sudah tidak merasakan kantuk lagi. Maaf untuk apa? Bukankah yang seharusnya minta maaf adalah dia?
" Kak? "
James tersentak, segera dia meregangkan dekapannya dan menatap wajah Anne.
" Kau belum tidur atau terbangun? "
" Terbangun, baru saja. "
James mengusap wajah Anne.
" Maaf ya? Suaraku mengganggumu. "
" Tidak kok. Kak, besok pagi kita temui saja Ibu ya? Meksipun aku sudah bisa menebak apa yang akan di bicarakan oleh Ibu mertua, aku akan berusaha sebaik mungkin untuk mengerti dan tidak memasukkan ke dalam hati. "
James menghela nafasnya, memang kalau dipikirkan lagi, untuk apa dia menghindari Ibunya? Mau sampai kapan? Pasti masalah ini akan berlarut-larut jika tidak segera di selesaikan.
" Iya. "
***
Angel mondar mandir di dalam kamarnya karena merasa begitu bingung sembari memegang ponsel yang ada di genggaman tangannya. Dia benar-benar gelisah memikirkan tentang rencana Ibunya James, jujur saja ada rasa di hatinya ingin menyetujui ajakan itu, tapi akal sehatnya masih terus menolak hingga akhirnya dia tidak tenang dan memikirkan Anne terus menerus. Mungkin saja Ibunya James gagal mengajaknya untuk melancarkan tujuan itu, tapi bagaimana jika Ibunya James membawa masuk wanita lain di dalam kehidupan rumah tangga adiknya?
Tidak! Angel semakin tidak tahan, ini sudah dari kemarin dia gelisah memikirkan ini. Padahal Gerry sendiri sudah membuat kepalanya sakit begitu juga dengan hatinya, tapi sepertinya masalah Anne dan James ini lebih penting untuknya. Segera Angel mengeluarkan ponselnya, lalu mengirim pesan kepada Anne untuk menanyakan bagaimana kabar Anne. Tentu saja Angel tidak bisa langsung menanyakan apa intinya, bagaimanapun dia harus mencari tahu dulu keadaan Anne. Cukup lama Angel menunggu, tapi karena tidak juga mendapatkan jawaban, Angel jadi merasa kalau mungkin sekarang belum saatnya untuk bertanya kepada Anne.
" Sudahlah, mungkin lebih baik kalau aku tidur saja dulu. "
Baru saja Angel akan memejamkan mata, suara dering ponselnya membuat segera Angel membuka mata untuk melihat apakah itu Anne yang menghubunginya? Saya sekali, rupanya Gerry. Angel membuang nafasnya, meksipun malas sekali, tapi dia coba untuk menerima panggilan suara itu.
" Ada apa? " Tanya Angel begitu panggilan telepon di antara mereka terhubung.
" Siapa ini? "
Maaf mengganggu waktu, Nyonya. Tuan Gerry mabuk parah di bar, apa bisa Nyonya menjemput? Tangan kanan saya tulangnya retak karena aktivitas seminggu yang lalu dan belum pulih benar, jelas saya akan kesulitan membawa tubuh Tuan Gerry nantinya.
" Tidak, aku tidak ada waktu. " Angel segera memutuskan sambungan telepon itu. Dia benar-benar kesal harus terus mendengar nama Gerry, apalagi setelah semua yang di lakukan pria itu kepadanya, dia benar-benar merasa sudah sangat tidak berminat lagi dalam hal apapun.
Tapi, saat dia mulai memejamkan mata dia justru merasa kasihan dan memikirkan yang tidak-tidak, membuatnya tak tenang.
" Sialan! Kenapa juga aku tidak bisa tenang sih?! " Angel bangkit dari posisinya, dia meraih jaket lalu kunci mobil dan keluar dari kamarnya untuk menjemput Gerry.
Beberapa saat kemudian, Angel sampai di bar yang di maksud pria tadi. Sebentar dia berjalan melintasi orang-orang yang ada di sana, ada beberapa pria yang menatap ke arahnya mengagumi betapa indahnya wajah Angel. Tentu saja Angel tidak punya banyak waktu untuk tebar pesona karena orang yang dia cari belum juga di temukan.
Angel terdiam saat Gerry sudah ada di depan matanya. Kenapa tidak langsung mendekati dan membawanya pulang? Itu semua karena Angel melihat Meta tengah di cium bibirnya oleh Gerry bahkan di depan sekretarisnya yang tadi menghubunginya.
" Kenapa kau menolak ku? Aku bisa memberikan apapun yang kau mau, tapi kau tidak boleh bersama dengan bajingan itu! " Ucap James dengan sorot mata layu dan mengadakan bahwa dia benar-benar sangat mabuk. Meta juga hanya bisa melotot kaget saja tak bicara, entah dia tidak sanggup berkata-kata karena begitu terkejut atau apa, tidak tahu.
" Nyo Nyonya? " Sekretaris Gerry melotot kaget saat melihat Angel ada di sana, dan sepertinya dia benar-benar melihat adegan ciuman tadi. Meta menoleh juga dan semakin terkejut.
" Kenapa kau menghubungiku saat sudah ada orang yang mengutusnya? Membuang waktuku saja! " Kesal Angel membuat Gerry menatap ke arahnya dengan dahi mengeryit, dia menatap Angel dan juga menatap Meta bergantian untuk memperjelas perbedaan wajah di antara mereka. Sungguh itu sulit sekali karena matanya benar-benar seperti blur. Tapi melihat cara bicara Angel barusan, jelaslah Gerry bisa mengenali istrinya itu.
" Nyonya, tadi karena anda menolak untuk menjemput Tuan, makanya saya meminta Meta untuk datang. Masalah Tuan mencium Meta tadi, sebenarnya Tuan itu- "
" Berhenti! " Angel menatap dingin sekretarisnya Gerry.
" Aku tidak memintamu menjelaskan padaku, aku tidak perduli jadi aku tidak membutuhkan penjelasan itu. Karena kalau di lihat-lihat, mereka berdua lebih cocok, jadi aku akan mempersilahkan keduanya menjalin hubungan. "
" Nyonya, sebenarnya hubungan saya dan Tuan Gerry " Belum selesai Meta menjelaskan kepada Angel, Gerry menjalankan langkahnya yang gontai dan menjatuhkan tubuhnya tubuh Angel.
" Berhentilah membuatku muak, aku sudah sangat bosan dengan ini. Berdirilah yang benar, aku tidak akan sanggup menopang badanmu yang seperti badak ini! "
" Bawa aku pulang, aku mohon.... "
Angel tidak bisa berkata apa-apa lagi dan sepertinya mau tidak mau dia hanya bisa membawa Gerry kembali ke rumah.
Meta terdiam, aneh benar-benar aneh perasannya itu. kenapa dia merasa kecewa?
Bersambung.