
Angel menepis tangan Ibunya James yang sedari tadi menggenggam tangannya dengan tatapan memohon. Angel terus menatap kedua bola mata Ibunya James dengan tatapan bingung juga heran, dia sungguh tidak percaya kalau akan mendengar kalimat mengejutkan dari mulut Ibunya James. Angel sungguh ingin mengatakan banyak ucapan yang tidak baik, tapi mengingat wanita yang berada di hadapannya adalah sahabat baik orang tuanya yang juga memperlakukannya dengan baik selama ini.
" Nak, kau tahu sendiri kalau James adalah anak tunggal di keluarga kami kan? Hubungan di antara kedua keluarga kita kan tidak boleh memburuk, bagaimana kalau kau menikah saja dengan James, jadi kau bisa melahirkan penerus kami. "
Angel mengernyit, benar-benar sudah tidak tahan lagi sekarang.
" Bibi, omong kosong apa yang Bibi katakan? "
" Bibi tahu kau sangat mencintai James kan? Apa salahnya kalau kalian menikah saja? Lagi pula hubunganmu dengan suamimu juga tidak baik kan? Anne tidak bisa melahirkan keturunan untu James, jadi Bibi rasa bertahan juga tidak akan ada hasilnya. "
Angel tersenyum miring dengan tatapan miris, tidakkah seorang wanita harus memiliki simpati setidaknya untuk hal sensitif begini?
" Bibi, aku mengaku salah dengan apa yang aku lakukan tempo hari. Aku terus menggoda James karena merasa kekurangan Gerry tidak bisa aku terima. Tapi jangan lupa kalau Anne adalah adikku, memang benar aku pernah meminta Anne melepaskan James untukku, tapi setelah membayangkannya lagi, aku pasti tidak akan bahagia saat melihat adikku menderita. Anne kami memang memiliki banyak kekurangan, dia lahir dengan ganguan imun serius, tapi dia bertahan sampai sekarang itu menandakan dia begitu sangat ingin terus hidup. Dia hanya ingin hidup lebih lama bersama James, tolong jangan menyakiti adikku, Bibi. Dia sudah sangat menderita, tolong biarkan dia bahagia kali ini. "
Ibunya James terlihat kecewa dengan wajah lemasnya, padahal dia benar-benar berharap banyak kepada Angel, dia benar-benar ingin memiliki cucu tanpa harus memutuskan tali persahabatan yang sudah lama di jalin oleh keluarganya dan keluarga Angel.
" Bibi, Anne sedari kecil sudah berjuang untuk hidup, dia bahkan pernah bangkit setelah di nyatakan meninggal sepuluh menit sebelumnya, aku pernah egois dan mengatakan banyak hal yang menyakitinya, aku tidak ingin lagi melakukan itu, aku tidak akan sanggup melihat wajah kecewa Ayah dan Ibuku, aku juga yakin benar aku tidak akan sanggup melihat adikku menderita. "
" Lalu bagaimana dengan kami? James tidak akan memiliki anak kalau hanya terus bersama Anne seorang. "
Angel terdiam sebentar, dia mencoba untuk memposisikan diri sebagai Anne, dan dia yakin benar Anne pasti akan sangat terluka dengan ucapan serta maksud dari Ibu mertuanya ini.
" Bibi, maaf sekali aku tidak tertarik dengan ajakan ini, aku juga sudah tidak tertarik membicarakan tentang hal ini. Aku tidak bisa memenuhi keinginan Bibi. "
Ibunya James terdiam kelu, dia sungguh ingin membujuk Angel dan terus memaksanya untuk memenuhi harapannya itu. Tapi minat betapa meyakinkannya wajah Angel saat menolaknya tadi, jelas sekali bahwa Angel sudah memutuskan untuk tidak melakukan apa yang dimintanya tadi.
" Kalau begitu apa boleh buat, Kami hanya bisa membawa wanita luar untuk memenuhi kebutuhan kami sebagai keluarga. "
Angel tersentak, dia mengeryit dengan tatapan terkejut karena semakin tidak percaya dengan kenekatan yang dimiliki oleh mertua dari adiknya itu.
" Bibi, apa yang bibi katakan? Wanita di luar? "
" Memang kami bisa apa lagi? Jelas sekali keturunan kandung adalah yang paling penting bagi kami. "
" Maksud Bibi, nyawa adikku tidak penting? Bibi, tahukah ucapan Bibi tadi itu sangat keterlaluan? " Angel menatap marah membuat Ibunya James merasa agak menyesal sudah mengatakan apa yang seharusnya tidak dia katakan.
" Kalau begitu, minta saja James untuk menceraikan Anne. Aku, juga seluruh keluargaku tidak akan menerima Anne harus menghadapi kenyataan itu. Percayalah saja ucapanku ini Bibi, bagi kedua orang tua kami, kami ini adalah hidup mereka, jika salah satu kami disakiti, maka mereka akan ganti menyakiti dengan jauh lebih parah. "
Angel meraih tasnya, dia mengambil ponselnya juga karena sedari tadi berada di atas meja.
" Aku tidak ada waktu lagi membicarakan ini, pikirkanlah baik-baik sebelum bertindak lebih jauh, Bibi. Meskipun suatu hari nanti Bibi berhasil dan mendapatkan cucu dari wanita lain, percayalah Bibi hanya akan melihat kesedihan di wajah James. " Angel bangkit dari duduknya, mengabaikan saja pesanan mereka yang baru saja datang dan pergi dengan kekesalan di hatinya.
Setelah kembali ke mobil, Angel memukul setir kemudinya dengan cukup kuat. Tubuhnya gemetar hebat, dia menangis karena tidak tahan lagi dengan gejolak hati yang ia rasakan.
" Kenapa?! Sialan kenapa aku sempat tergiur dan ingin segera mengiyakan tadi? Kenapa sulit sekali mengontrol diri sendiri? " Angel memukuli kepalanya, dada, juga wajahnya. Sungguh dia tidak tahan dengan bakar wanita murahan yang berada di tubuhnya.
" Aku benar-benar harus pergi dari lingkungan ini, aku tidak bisa berlama-lama di sini jika ingin jiwaku sehat. " Angel menyeka air matanya, sebentar dia mencoba untuk menenangkan diri agar bisa konsentrasi mengemudi.
Di sisi lain.
James kini tengah menemui seorang Dokter yang biasa menangani Anne untuk berkonsultasi mengenai kondisi Anne dan mencari tahu seberapa bahayanya kehamilan untuk Anne. Bukan tidak mempercayai istrinya, hanya saja James benar-benar ingin mencari tahu secara detail mengenai kondisi Anne.
" Dok, apakah benar-benar istri saya tidak bisa hamil sama sekali? "
Dokter itu menghela nafas, bukan merasa terganggu dengan pertanyaan James, tapi dia merasa kasihan kepada James juga Anne selaku pasien yang sering ia tangani.
" Bukan tidak bisa hamil, masalah rahim istri anda benar-benar subur itulah mengapa saya menyarankan kepada beliau untuk mengkonsumsi pil penunda kehamilan. Seperti yang anda tahu, istri anda lahir dengan sistem kekebalan yang lemah. Kami sudah berusaha menstabilkan sistem imun nya dengan berbagai cara, tapi hasilnya tetap sama. "
" Lalu, kalau istri saya dipaksakan hamil apakah sebahaya itu? "
" Iya, bukan hanya untuk istri anda saja, tapi itu juga berlaku untuk bayi yang sedang di kandung. Sistem imun yang lemah jelas akan memicu tubuh agar mudah di serang oleh kuman penyakit, dan ada beberapa bakteri penyakit yang bisa menembus dinding plasenta, keadaan Ibu yah tidak bak jelas mempengaruhi bayi yang di kandungnya. "
James terdiam, sekarang dia benar-benar harus menerima kenyataan bahwa dia tidak akan pernah bisa memiliki anak bersama dengan Anne.
" Tuan, istri anda hanya di larang untuk hamil, tapi bukan berarti kalian tidak bisa memiliki anak kandung sendiri. "
Bersambung.