
Lewat sebuah video yang di tonton lewat internet, Anne kini telah menyelesaikan pekerjaan dapurnya, dia memasak sayur bayam, lalu ikan goreng dan tentunya menggunakan bumbu instan karena dia belum paham benar tentang bumbu-bumbu yang sangat banyak sekali macamnya.
James seharunya memang sudah bangun karena hari ini dia harus bekerja, tapi karena biasanya Anne membangunkannya dan kali ini tidak, James yang terburu-buru karena kesiangan bahkan keluar dari kamar dengan pakaian yang belum rapih.
" Kenapa kau tidak membangunkan ku? "
James menatap sebal Anne yang kini tengah duduk bersiap untuk menikmati sarapan yang sudah susah payah dia buat. Anne nampak tak menyesal, dia bangkit dari posisinya seraya meletakkan sendok dan garpu nya lalu berjalan mendekati James. Dia tak menjawab pertanyaan James dan memilih untuk membantu James memakai dasinya. Dia sudah bisa memakaikan dasi untuk James, itu semua karena dia semalaman belajar memakaikan dadi agar nanti bisa melakukan nya.
James bukan tidak tahu jika semalam Anne tidak tidur, dia berdiri setelah menggantung dasinya dan mencoba memakaikan dasi hingga hampir subuh barulah Anne berhenti untuk tidur. Sebenarnya apa yang dilakukan Anne cukup membuatnya tersentuh, tapi karena gengsinya yang tidak ketulungan James masih saja bersikap angkuh seolah enggan menerima pernikahan itu.
" Aku tidak memintamu memakaikan dasi untukku! "
" Aku juga tidak mau! Memangnya kalau kau bukan suamiku aku mau memakaikan dasi untuk seorang pria?! " Anne segera menjauh begitu selesai memakaikan dasi untuk James, sungguh di luar dugaan karena Anne malah akan membentaknya. Ah, kenapa wanita itu bisa berubah drastis sih? Apakah dia sedang datang bulan? Batin James menerka.
" Aku tidak ada waktu untuk sarapan! " Ucap James seperti ingin berbalik badan, tapi tatapannya yang tak sengaja melihat ikan goreng membuatnya menelan saliva sembari meminta di dalam hati agar di tahan jangan pergi sebelum makan.
" Yah, pergi saja. "
James terperangah kesal, bisa-bisanya suami mau berangkat kerja malah tidak di ajak sarapan, ah! Ingin sekali mencekik Anne yang menyebalkan itu. Eh, James tersenyum tipis karena sepertinya dia tahu bagaimana cara mencari gara-gara supaya bisa ikut bergabung dan memakan ikan goreng yang terlihat menggiurkan itu.
" Kau, dari mana uang untuk membeli bahan makanan ini? "
Anne yang baru akan menyuap makanan ke mulutnya terpaksa harus menghentikannya dan menatap James dengan tatapan sebal.
" Ya pakai uang ku lah. Memangnya kau ada memberiku uang? Air habis saja aku harus beli sendiri kan? Apalagi makanan ini? "
James terperangah kesal, dia benar-benar kehabisan kata-kata menghadapi Anne yang sangat sensitif dan pemarah sejak kedatangan orang taunya kemarin. James membuang nafas kasarnya, dia mengeluarkan dompetnya lalu menyerahkan kepada Anne tali meletakkannya di meja.
" Ini! Mulai dari sekarang mau beli apapun pakai uang ku saja! "
Anne tersenyum lebar lalu dengan segera meraih kartu milik James yang di sodorkan padanya. Bahagia sekali, setidaknya James sudah memberikan kartu untuknya belanja seperti kebanyakan suami istri lainnya.
Sialan! Kenapa juga aku begitu cepat bereaksi tanpa pikir panjang sih?!
" Makanan ini juga termasuk aku yang bayar jadi aku akan makan makanan yang sudah aku bayar dengan uang ku sendiri! "
Anne mengangguk dan tersenyum saja, sebenarnya masakannya enak ya tentu saja karena bumbu instan, tapi melihat James makan dengan lahap membuatnya merasa lebih bahagia lagi. Memang sih dari semalam mereka tidak makan, itu semua karena James terus saja merengut membuat Anne juga jadi malas untuk makan sehingga pagi ini mereka benar-benar kelaparan.
Tak banyak yang dilakukan Anne setelah kepergian James untuk bekerja, dia hanya mengisi waktu untuk menonton video memasak, membuat kue, juga untuk melukis. Sebenarnya Anne sudah membeli alat melukis beberapa hari yang lalu, jadi kala dia merasa begitu suntuk tidak kegiatan, dia akan menggunakan waktunya untuk melukis. Memang jauh berbeda dari nona kaya lainnya meski tak menyangkal semua pakaian, tas dan sepatu serta sendal semuanya memilki harga yang mahal, tapi Anne yang mudah merasa pusing kunang-kunang saat terkena sinar matahari terlalu lama membuatnya lebih senang menghabiskan waktunya di dalam rumah. Jika ingin mempercantik diri dia hanya perlu menghubungi pegawai salon untuk datang kerumah, belanja juga hanya perlu menggunakan ponsel, jadi wajar saja jika Anne tidak memiliki teman selain satu teman dekatnya yang bernama, Meta. Sayangnya dia sedang berlibur bersama keluarganya untuk mengunjungi kakak perempuannya yang baru saja melahirkan, ini sudah satu bulan Meta pergi ke luar kota.
Tak terasa sudah akan malam Anne melukis, karena sebentar lagi James pulang maka dia bergegas merapihkan semua peralatan melukisnya, juga membersihkan ruangan apartemen yang agak kotor. Kali ini dia juga memasak, dan lagi-lagi dia menggunakan bumbu instan untuk membuat nasi goreng dan dua telur ceplok. Berhasil, tapi demi mendapatkan dua telur ceplok yang bagus dia sudah membuang delapan telur sebelumnya. Ini memang pemborosan, tapi mau bagaimana lagi kalau nyatanya ini adalah proses belajar otodidak.
" Hah! Selesai. " Ucap Anne lalu bergegas untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi, Anne merasa begitu pusing hingga memutuskan untuk duduk saja di atas tempat tidur, toh dia juga sudah rapih jadi tidak masalah.
Beberapa saat kemudian, James pulang ke apartemen. Dia dengan dahi mengeryit melihat Anne yang tertidur dengan posisi duduk menyenderkan tubuhnya kebelakang. Tak ingin menghiraukan nya, James langsung saja berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah keluar dari kamar mandi Anne rupanya sudah bangun karena dia tidak lagi ada di tempat tidur.
" Sepatumu, taruh lah di tempatnya. " Ucap Anne ketika James keluar dari kamarnya untuk menuju meja makan.
" Bukanya biasanya kau yang melakukannya? " Protes james tak menatap Anne sama sekali.
" Mulai sekarang kau harus taruh sepatumu sendiri. "
" Itu kan pekerjaan istri? " Protes lagi James yang tak mau kalah.
" Kau kan tidak menganggap ku istri? Kalau hanya aku yang mengaggap mu suami, sementara kau terus memusuhi ku, apa itu adil? "
James membuang nafas kasarnya, sialan dia benar-benar kesal sekali dengan Anne yang seperti ini.
" Iya iya iya! Aku akan taruh sepatuku di rak sepatu! " James merengut sebal lalu dengan tatapan mata kesal dia terus menatap Anne.
Setelah itu James kembali untuk makan malam, siang tadi dia hanya makan roti saja jadi dia benar-benar lapar sekarang ini.
" Brep......! " James menyemburkan nasi goreng yang masuk ke dalam mulutnya. Anne hanya bisa menghela nafas dan menyingkirkan nasi di lengannya akibat James tadi.
" Asin! Kau mau membunuhku dengan cara membuat tekanan darahku naik ya? "
" Aku tidak kurang kerjaan sekali sampai harus meracuni mu yang akan memakan waktu jangka panjang. Buang saja kalau tidak mau. "
Ucapan Anne barusan benar-benar membuat James mengira kalau Anne kerasukan jin.
Bersambung.