
" Ibu, jika memang aku pergi ke luar negeri bisa menata hatiku kembali, maka keputusanku ini adalah keberuntungan, jika tidak juga berubah, maka aku kan hanya perlu menyimpan perasaan untukku sendiri. Aku tidak akan menjadi sebab pecahnya sebuah keluarga, Bu. "
Ibunya Anne terdiam, sejujurnya dia benar-benar tidak rela jika Anne jauh darinya. Jika saja Anne berada di sisi James, sudah jelas dia yakin jika James pasti akan menjaga Anne dengan baik, tapi kalau sampai ke keluar negeri bagaimana dia bisa menjaga Anne? Memang benar Anne sudah dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri, hanya saja dia tidak bisa membayangkan jika terjadi sesuatu yang berat seperti beberapa tahun lalu ketika dia mendapati Anne demam tinggi dan setelah itu Anne tidak sadarkan diri selama dua hari penuh. Jadi bagaimana bisa dia merelakan kepergian Anne untuk ke luar negeri?
" Ibu, karena aku berangkatnya lusa, kita pergi ke salon saja yuk? Ajak kak Angel juga bagaimana? "
Ibunya Anne memaksakan senyumnya dan mengangguk saja. Seperti keinginan Anne, Ibu menghubungi Angel dan memintanya datang untuk sama-sama pergi ke salon. Aneh memang, karena baru kali ini Angel menolak untuk pergi bersama dengan alasan sedang tidak enak badan. Padahal pernah saat Angel panas tinggi dia memilih untuk diam saja dan pergi bersama, sampai di rumah barulah dia ambruk.
" Anne, kakakmu sepertinya sedang merahasiakan sesuatu dari Ibu. " Ucap Ibunya Anne dengan tatapan yang terlihat tidak biasa, matanya terbuka agak lebar dan tajam, dia memegangi dadanya yang terasa berdebar setelah mendengar suara Angel.
Anne menatap Ibunya, Anne membatin di dalam hati, apakah tentang hubungan Angel dan Gerry? Mungkinkah hubungan mereka juga tidak baik? Tapi yang Anne lihat Gerry dalah pria baik yang pemaaf, jadi tidak mungkin kakaknya sampai menyembunyikan sesuatu tentang rumah tangganya kan? Anne mengeryit mengingat kapan terakhir kakaknya menceritakan tentang hubungannya dengan Gerry. Tidak, rupanya Angel benar-benar tidak pernah menceritakan tentang hubungannya dengan Gerry selama ini, jadi apakah dugaannya benar?
" Ibu, mungkin itu cuma perasaan Ibu saja. " Ucap Anne yang tidak ingin Ibunya terllau khawatir.
" Tidak, Ibu yakin suara Angel barusan benar-benar seperti sedang mencoba untuk menyembunyikan sesuatu. Ibu padahal tidak bertanya kenapa dia menolak, tapi dia berbicara panjang lebar seperti menahan Ibu agar Ibu tidak bertanya apa-apa. Anne, Ibu benar-benar tidak bisa tenang, bagaimana kalau kita datangi kakakmu saja? "
Anne menggeleng dengan cepat, kalau kakaknya saja mencoba sebisanya untuk menutupi permasalannya dengan Gerry, itu berarti Angel benar-benar tidak ingin keluarganya tahu kan? Anne sekarang hanya perlu menenangkan Ibunya, lalu menghubungi Angel dan mengajaknya untuk bicara dari hati ke hati agar setidaknya dia bisa membantu kakaknya walau sedikit saja.
" Ibu, sekarang Ibu lebih baik tenangkan diri Ibu dan jangan terlalu banyak berpikir, nanti aku hubungi kakak dan menanyakan apakah benar dugaan Ibu atau tidaknya ya? " Bujuk Anne dengan tatapan memohon yang membuat Ibunya tak bisa lagi menolak.
***
Gerry tersenyum mengingat bagaimana Angel sangat menurut pagi tadi. Dia sama sekali tidak memberontak terhadap perlakuannya, mulai dari dia memeluk Angel, mencium keinginan, pipi bahkan bibir juga Angel sama sekali tidak marah dan memberontak seperti biasa. Hanya saja Angel meminta waktu untuk sendiri setelah keluar dari rumah sakit lagi tadi, Gerry tidak punya pilihan lain selain mengikuti keinginan Angel dan terpaksa sudah dia harus datang ke kantor.
" Selamat pagi, Tuan? " Sapa Meta sembari membawakan secangkir kopi untuk Gerry. Dia tersenyum dengan begitu bersemangat setelah kelegaan yang ia rasakan berkat nasehat dari Gerry.
" Pagi Juga. "
" Barusan saat saya akan membawa kopi kemari, ada telepon dari sekretaris Jhoni, beliau mengatakan jika hari ini anda ada janji untuk bertemu dengan sahabat lama anda yang baru datang dari luar negeri. "
" Ah, iya! Aku hampir lupa. " Gerry bangkit dengan segera karena jam sekarang bahkan sudah lewat dari waktu yang mereka tentukan.
" Meta, tolong rapihkan mejaku ya? "
Setelah Gerry meninggalkan ruangan kerjanya, Meta dengan segera bergerak mengikuti perintah dari Gerry tadi. Bukan hanya merapihkan meja saja, tapi dia juga merapihkan seluruh ruangan, hingga tibalah waktunya dia merapihkan meja yang begitu berantakan laptop juga masih di buatkan menyala begitu saja. Yah, maklum saja Gerry pergi terburu-buru jadi bukan hal yang aneh kalau sampai lupa dengan laptopnya.
Tadinya Meta ingin mematikan dan menutup laptop itu, tapi entah mengapa timbul rasa tertarik untuk mengetahui banyak hal tentang Gerry dengan alasan agar dia bisa lebih mengenal Gerry dan tahu bagaimana memperlakukannya dengan baik untuk membalas kebaikannya. Tai entah mengapa tiba-tiba dia bergerak menjalankan jarinya untuk melihat file yang ada di sana. Meta mengeryit melihat nama penyimpanan yang bernama hot wife, awalnya dia ragu-ragu ingin membukanya, tapi karena rasa penasaran semakin besar, akhirnya Meta membukanya hanya dengan sentuhan jarinya.
" I ini, apa? " Meta terperangah dengan kedua bola mata yang terbuka sempurna. Dia sungguh sangat terkejut melihat isi dari video itu, dan bahkan sampai menggelengkan kepala karena takut jika dia salah melihat. Sebentar Meta mengernyitkan dahi terus memperhatikan wajah siapa yang tengah betingkah panas seperti wanita yang tidak tahu malu.
" Ini, istrinya Tuan Gerry? "
Setelah beberapa saat, Meta menutup laptop itu dan merapihkan meja dengan perasaan campur aduk yang tidak bisa dia ungkapkan melalui kata-kata.
***
Angel terdiam di pinggiran tempat tidur sembari terus mengingat apa yang di katakan Gerry semalam. Sekarang dia benar-benar goyah bahkan hampir kacau dan sulit untuknya berpikir seperti sebelumnya. Dia jadi memiliki keinginan untuk terus bersama Gerry, dia jadi ingin terus menggenggam tangan pria itu dan memilikinya seorang diri. Tapi, benarkah tidak apa-apa jika dia memilih itu? Apakah jika nanti terjadi masalah dalam rumah tangga mereka Gerry akan memukulnya lagi? atau bahkan mencekoki obat perangsang? Dan bagaimana jika saat dia meminum obat itu dia justru malah melakukan dengan pria lain? Kenapa dia tidak bisa mengenali Gerry dengan baik? Dari semua sikap Gerry dari yang bak bak malaikat, sampai Gerry yang seperti iblis, manakah Gerry yang sebenarnya?
Angel menoleh ke arah samping dimana ponselnya berada, dia meraih ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya, lalu menerima panggilan suara itu.
" Anne? "
Kak, bagaimana kabarmu?
" Aku baik-baik saja? Bagaimana denganmu dan Ibu, Ayah? "
Baik, Kakak sedang tidak enak badan kah? suara kakak seperti sangat tidak berenergi.
Angel terdiam sebentar.
" Anne, aku benar-benar tidak bisa berpikir lagi, apa yang harus aku lakukan? "
Bersambung.