
Anne terdiam di depan restauran yang sudah tutup sekitar satu jam yang lalu, ini sudah pukul dua belas malam, tapi suami yang di tunggu tak kunjung datang menemuinya. Rasanya dia begitu kecewa, dadanya sesak, nyeri dan perih karena lagi-lagi yang ia dapatkan hanyalah kekecewaan saja. Padahal akan lebih baik kalau tidak terlalu mempercayai ucapan James kan? Tapi tidak bisa, setiap kali James berbicara dia seperti tersihir dan tak bisa menolak apa yang dia katakan, apalagi sampai ingin mengajaknya pergi bersama.
Harapan yang besar kepada seseorang, lalu di patahkan oleh orang tersebut rasanya sangat sakit, tapi sialnya dia tidak bisa membenci karena perasaan cinta yang terlalu dalam. Ini bukan kisah istri yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa, tapi ini tentang istri yang terjerat oleh rasa cinta hingga rela terluka berkali-kali. Bodoh kah? Bukan, tapi dia tahu seharunya dia tidak begitu mencintai James, pergi dari James dan mencari kebahagiaan lain di luar sana. Tidak bisa, Anne tidak bisa melakukan itu karena dari awal dia hanya memfokuskan hatinya untuk James seorang.
Anne menghela nafas, sepertinya James memang tidak akan datang jadi mau sampai kapan dia berdiri di sana dengan kaki gemetar karena lelah seperti sekarang? Mungkinkah dia lupa meski sudah mengirimnya pesan? Ataukah, Anne terdiam karena apa yang dia pikirkan membuat dadanya semakin terasa sakit. Angel... Mungkin kah mereka tengah bersama? Kalau pun iya memang apa yang bisa di lakukan oleh pria beristri dan wanita bersuami ketika mereka bersama? Apakah mereka berdua begitu berkeinginan untuk bersama hingga mengesampingkan posisi mereka masing-masing?
" Betapa menyedihkannya, tapi sial aku tidak bisa membenci kalian. " Gumam Anne dengan mimik yang begitu pilu tapi dia tak menangis. Setelah itu Anne melangkahkan kaki menuju jalan utama, dia memberhentikan taksi untuk dia menuju ke apartemennya. Mungkin memang lebih baik seperti ini, jika James berlaku manis takutnya dia akan semakin terlena dan menjadi sulit menghadapi hidupnya sendiri.
***
Angel masih terus menangis sesegukan di pelukan James. Dia baru saja bertengkar dengan Gerry karena masalah sepele pada awalnya, tapi karena Angel yang kurang bisa meredam, Gerry juga meluap emosinya menjadikan mereka bertengkar hebat. Untungnya Gerry sama sekali tidak memukul Angel, entah bagaimana jadinya kalau sampai memukul Angel, mungkin dramanya akan lebih mengherankan dari sekarang.
" Dia mudah sekali berbicara dengan nada tinggi, James. Dia sangat berbeda dengan mu, aku tidak kuat kalau seperti ini terus. "
James sedari tadi memilih diam mendengarkan saja semua yang di keluhkan oleh Angel tentang Gerry suaminya. Sejujurnya dia benar-benar tidak mengerti harus bagiamana dengan Angel, apakah dia hanya perlu menyemangati, ataukah dia harus menyarankan untuk berpisah saja dengan Gerry? Tidak, dia tidak tahu harus bagaimana.
" James, aku tidak ingin pulang. Aku ingin tetap disini. " Ucap Angel masih dengan sesegukan.
" Angel, disini kan dingin. Lagi pula kalau kau tidak pulang bagiamana jika Gerry mencari mu ke rumah orang tuamu? Bagaimana kalau orang tuamu juga jadi khawatir? Dari pada tinggal disini sampai besok, bagaiman kalau aku antar saja ke rumah orang tuamu? "
Angel sebenarnya tidak ingin pergi kesana. Selian karena dia takut orang tuanya akan menyalahkannya dan memintanya untuk kembali ke rumah Gerry, dia merasa berat kalau harus meninggalkan atau berpisah dari James sekarang ini. Dia merindukan James, dia ingin bersama James, dan melupakan sejenak tentang kesedihannya. Tapi, James juga harus bekerja besok, mau tak mau pilihannya adalah menurut saja untuk di antar kan ke rumah orang tuanya.
Setelah mengatakan Angel kesana, James segera menjalankan mobilnya. Dia segera pulang ke apartemen tanpa ingat bahwa beberapa saat lalu dia berjanji untuk makan malam bersama Anne di sebuah restauran. Begitu sampai di apartemen dia mengeryit bingung karena ruangan di sana gelap seperti tak ada orang, dia menyalakan lampu, dan benar saja tidak ada Anne di rumah. Baru saja James membatin kemana Anne pergi, suara pintu di buka, dan itu adalah Anne.
Anne membeku dengan tatapan kecewa, dari mana? Anne mengepalkan tangannya menahan marah, tatapannya juga dia jelas tunjukan kepada James yang akhirnya membuat James mengeryit bertanya di dalam hati, kenapa?
" Ternyata kakak ku benar-benar mampu membuatmu melupakan janji mu sendiri. "
James terdiam, dia membatin dari mana Anne tahu dia menemui Angel?
" Aku- " James tak bisa melanjutkan ucapannya ketika dia mengingat bahwa dia meminta Anne untuk menunggu di restauran sampai dia datang.
" Maaf. " James menunduk karena dia merasa bersalah mengingkari janjinya lagi kepada Anne.
Anne tersenyum dengan tatapan tak percaya, memang mudah mengatakan maaf, tapi apakah dia tahu seberapa sedihnya dia menunggu James berjam-jam? Dia hanya melihat bagaimana para pengunjung lain menikmati makanan bersama keluarga, padangan mereka dengan bahagia. Dia bahkan harus di usir meski dengan cara sopan oleh pegawai restauran karena tak berhenti menunggu hingga tutup dengan menyedihkan. Sialan, harapannya yang begitu besar malah membuatnya tetap menunggu, berdiri dengan harapan yang begitu besar hingga akhirnya harapan itu menjadi kekecewaan yang luar biasa. Sesampainya di rumah dia kembali di hantam kekecewaan dengan pertanyaan James, juga lagi-lagi dia mengendus aroma parfum Angel pada tubuh James.
" Tenang saja, aku punya hati yang begitu lapang untuk memaafkan mu kak. Sedari awal kau sudah memberikan banyak kekecewaan sehingga aku mulai merasa jika tidak perlu melakukan hal yang ingin ku lakukan sebagai istrimu. Ah, sialnya aku sendirilah yang menganggap diriku istrimu, kau kan tidak pernah menganggap ku begitu. "
" Bukan seperti itu, aku benar-benar minta maaf. Angel beberapa hari ini memiliki hubungan yang tidak baik dengan Gerry, Angel hanya dekat dengan ku sehingga membutuhkan tempat untuk berkeluh kesah. "
" Kau adalah penyebab nya, kak. " Anne menatap James dengan tatapan yang jelas menunjuk James sebagai tersangka yang sudah membuat Angel dan Gerry terus bertengkar.
" Jika saja bukan karena mu, jika saja kau bisa sedikit saja mengendalikan diri, semua tidak akan seperti ini. Bohong jika kakak ku tidak memiliki tempat untuk berkeluh kesah, biasanya kakak ku akan datang padaku, Ibuku, bahkan juga Ayahku. Dia hanya kesulitan dalam menangani perasaannya karena beberapa hari ini terus melihatmu di dekatnya, dan kau, kau yang selalu mencari waktu, kesempatan untuk bersamanya. Itulah kenapa dia menjadi menolak Gerry sekarang, itulah juga kenapa aku seperti orang bodoh! " Anne tak tahan lagi, dia menangis tersedu-sedu sembari memukuli dadanya yang sesak.
Bersambung.