Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 81 : Kurang Pergaulan



" Ibu, menurut Ibu bagaimana jika membiarkan Ayah menikah lagi dan biarkan dia memiliki anak dari wanita itu? Atau, bagaimana kalau Ibu saja yang hamil? "


James bertanya dengan tatapan dingin kepada Ibunya, tentu saja seperti dugaan James kalau Ibunya akan marah karena merasa James begitu kurang ajar kepadanya. Dengan sekuat tenaga lagi-lagi tangan yang dulu penuh kehangatan, melindunginya kini mendarat di wajah James meninggalkan rasa sakit dan perih di sana.


" Jaga bicaramu, James! "


James tersenyum, dia menghela nafas karena jelaslah dia bisa menduga kalau ini adalah yang akan di katakan oleh Ibunya ketika dia mengajukan pertanyaan itu.


" Ibu marah kan? Ibu kesal dan kecewa karena saranku sangat tidak masuk akal dan menyakiti hati Ibu? Seperti itulah perasaan Anne ketika Ibu menyarankan untukku menikahi wanita lain dan melahirkan anak bersama dengannya. Hanya saja, Anne tidak memiliki kemampuan untuk memukul orang yang mengatakan saran seperti Ibu. "


Ibunya James terdiam sebentar, iya memang benar dia tertampar oleh ucapannya sendiri setelah dia menpar James barusan dengan sekuat tenaga.


" Jangan samakan keadaan ini dengan Ibumu sendiri, James. Kau lihat aku sudah tidak muda lagi kan? Kalau Ayahmu menikahi wanita lain tentu saja berbeda karena anak yang akan lahir bukanlah anak kami berdua! "


James kembali tersenyum kelu.


" Pasti berat bagi Ibu merawat anak, dan menerima seorang anak dari suaminya sendiri dengan wanita lain kan? Tentu saja seperti itu yang akan Anne rasakan nantinya. "


Lagi-lagi Ibunya James terbungkam oleh ucapannya sendiri hingga hanya bisa menatap James marah dan belum mampu membantah ucapan James.


" Ibu, aku adalah pria yang tidak mudah jatuh cinta. Delapan belas tahun aku menghabiskan waktuku hanya untuk mencintai Angel seorang, dan kalau tidak ada halangan seharusnya Ibu tahu apa yang akan terjadi kan? Begitupun hatiku kepada Anne, untuk mencintai Anne aku harus mulai dari meremehkannya, membencinya, merasa sebal harus terus bertemu dengannya, aku merasa bosan, aku menjadi orang jahat yang terus menyakitinya, memintanya menunggu tapi aku bahkan tidak pernah datang padanya. Setelah mengalami fase itu aku benar-benar tanpa sadar sudah jatuh sangat dalam untuk mencintai Anne, bukan cuma Anne yang keberatan, aku juga keberatan karena aku bukan pria yang dengan mudah menyentuh wanita apalagi menghamilinya. "


" Kau hanya kurang bergaul saja, James. Kau selalu membatasi diri dari lingkungan karena kau begitu menuruti Angel dulu, sekarang kau bisa sedikit keluar dari batasanmu, lihat betapa banyaknya hak indah yang kau lewatkan. "


James terkekeh geli mendengar ucapan Ibunya. Kurang bergaul? Bagaimana bisa James kurang bergaul? Wanita cantik mana yang belum dia lihat? Dia juga bukan pria polos dan alim yang hanya akan menghabiskan waktunya untuk berada di rumah dan berdoa. Dia juga sering mendatangi tempat-tempat malam bersama temannya, bahkan juga mabuk bersama Angel bukan hanya sekali dua kali dia lakukan. Wanita cantik juga banyak yang mencoba untuk mendekatinya, hanya saja James tidak terlalu tertarik dengan wanita seperti itu.


" Ibu, bukan aku yang kurang bergaul, tapi Ibu sendiri. Ibu pasti mendapatkan saran itu dari teman Ibu yang hanya itu-itu saja kan? Ibu lah yang membatasi diri, Ibu hanya berteman dengan orang yang memiliki cara berpikir seperti Ibu saja, cobalah mencari teman dengan cara berpikir berbeda, maka Ibu akan mendapatkan saran yang tidak pernah Ibu pikirkan. "


James beralih langkah dan memilih untuk segera keluar dari rumah mengindari perdebatan yang pasti akan lebih lagi kalau terus melayani ucapan Ibunya. Untuk sementara biarkan dulu Ibunya perlahan berpikir apakah benar atau tidak tindakan yah dia pilih ini, kalaupun pada akhirnya dia masih belum memahami, maka artinya Ibunya memang sangat tidak memahami apa artinya hidup.


***


Angel terdiam melihat Meta berdiri di hadapannya dengan mata yang sama sekali tidak berani menatapnya balik. Aneh, padahal jelas-jelas Angel sama sekali tidak pernah menyalahkan Meta untuk apa yang mereka lalui dan lakukan, kenapa Meta malah seperti merasa bersalah?


" Jadi, sampai kapan kau akan berdiri di sana? "


" Apa? Ah, iya saya akan segera masuk untuk mengambil barang Tuan Gerry. "


Meta memaksakan senyumnya, sungguh dia merasa. segitu berdebar gugup karena Angel yang tak lain adalah istri Tuannya benar-benar orang yang sulit untuk di tebak. Padahal jelas sekali kemarin Meta bisa melihat dan merasakan kalau Angel sama sekali tidak cemburu dan tidak perduli tentang Gerry, tapi kenapa dia merasa kalau sebenarnya Angel begitu di cintai oleh Tuannya meski cara Gerry memperlakukan Angel amat kasar.


" Barang-barangnya sudah aku siapkan di dalam, kau bisa ambil saja. " Ucap Angel sembari membuka pintu kamar Gerry.


" Baik. " Dengan segera Meta mengambil barang-barang yang sudah di siapkan Gerry, sementara Angel memutuskan untuk pergi dari sana karena ada satu lagi yang tertinggal.


Saat Meta akan meninggalkan kamar, rupanya suara pintu terbuka membuat Meta terkejut dan berbalik sebagai gerakan reflek.


" Ah! Maaf, Tuan! " Ucap Meta sembari menutup matanya yang tanpa sadar sudah membuat barang-barang yang tadi ia pegang berjatuhan ke lantai.


" Kenapa kau ada di sini? " Tanya Gerry yang merasa agak kesal karena ada orang asing yang masuk ke dalam kamarnya.


" Istri anda, dia meminta saya untuk mengambil barang-barang Anda yang sudah di siapkan oleh istri anda tadi. " Ucap Meta seraya menjauhkan matanya dan dia dengan cepat menunduk tak berani melihat Gerry meski pria itu menggunakan handuk di pinggangnya.


Gerry membuang nafas kasarnya, dia benar-benar tidak habis pikir dengan Angel yang gampang saja menyuruh orang untuk masuk kedalam kamar seperti ini.


" Sudahlah, ambil barang yang berjatuhan itu dan segera keluar dari sini. "


" Baik. " Buru-buru Meta mengambil barang yang berjatuhan tadi dan berniat membaranya untuk segera keluar.


Tapi baru selangkah dia mulai berbalik untuk. entahlah, suara dering ponsel membuat ya sebentar menghentikan langkah karena panggilan telepon itu dari sekretaris Gerry.


" Halo? Ah, iya ada! Baik. "


Meta kembali berbalik untuk menyerahkan ponselnya kepada Gerry karena ada hal penting yang ingin di sampaikan kepada Gerry sesegera mungkin.


" Tu Tuan, pak sekretaris ingin bicara kepada anda. " Ucap Meta menunduk tak berani melihat tubuh Gerry.


" Berikan ponselmu padaku! "


" Baik. " Karena jalan yang menunduk, di tambah banyaknya barang yang ia pegang, lagi-lagi Meta membuat kesalahan dengan hampir tersungkur dan untungnya Gerry segera menahan tubuh Meta.


" Ah, maaf lagi-lagi aku mengganggu. " Angel kembali ke sana membuat Meta segera membenahi posisinya.


" Ini flashdisk nya, ini hampir tertinggal. Ah, aku benar-benar minta maaf kalau mengganggu ya? " Angel tersenyum berniat segera meninggalkan tempat itu.


Bersambung.