
James mematung, dia tercekat tak bisa bicara begitu mendapati Anne di hadapannya dengan memasang wajah datar. Dia tidak terkejut melihatnya disana, James maksudnya, dan itu berarti Anne sudah menduganya kan?
Anne menaikan tatapannya untuk menatap kedua bola mata James yang menatapnya terus menerus tapi tak kunjung bicara. Sungguh dia sangat terluka dan kecewa, tapi bisa apa dia kalau memang sudah terjadi. Dia juga sudah mengatakan belum lama ini kepada James untuk menjaga baik-baik harga dirinya sebagai seorang istri. Ternyata James tidak mendengarnya, apalagi memenuhi permintaannya. Jika begini terus bukankah sudah mejelaskan kepada Angel bahwa Anne sama sekali tidak ada arti apapun meski dia adalah istrinya James, sementara Angel justru selalu di utamakan oleh James.
" Masih butuh berapa lama untuk berdiri di sana? Aku ingin lewat, ah! Apakah kakakku sedang berpakaian sehingga kau menghalangiku untuk masuk? "
James menatap Anne dengan tatapan terkejut sekarang, berpakaian? Apakah Anne menuduhkan hal mesum kepada dirinya dan juga Angel?
" Jangan bicara sembarangan, aku tidak melakukan apa yang kau pikirkan. "
Anne tak menanggapi untuk beberapa saat karena dia memilih untuk diam, rasanya ingin memercayai ucapan James barusan, tapi dia juga kesulitan mengontrol dirinya, terlebih otak dan hatinya yang sudah tidak ingin berpikir positif lagi.
" Aku ingin masuk. "
James menggeser tubuhnya, tapi dia juga masih di ambang pintu.
" Kau bisa pergi sekarang, kau juga harus bekerja kan? Tenang saja, aku tidak akan berbuat buruk kepada kakakku sendiri setelah apa yang kalian lakukan. "
James mengusap wajahnya dengan kasar, dia tentu saja tidak bisa berbicara dengan nada tinggi apapun alasannya karena posisi James sekarang akan tetap terlihat seperti yang di pikirkan oleh Anne. James tak jadi keluar dari sana, dia memilih untuk mengikuti Anne yang kini sudah masuk ke kamar Angel.
Anne terdiam melihat kakaknya masih berbaring di tempat tidur. Ada bekas barang yang di gunakan untuk mengompres, itu berarti semalaman kakaknya demam. Perlahan Anne menjalankan kakinya untuk mendekati Angel, meletakkan buah di meja yang ada tak jauh dari sana. Anne menggerakkan tangannya untuk menyentuh kening kakaknya, masih hangat, mungkin suhu tubuh kakaknya sekitar tiga puluh tujuh derajat.
" Anne? " Angel yang terkejut segera bangkit untuk mengambil posisi duduk.
" Kau, kau sejak kapan ada disini? " Tanya Angel dengan tatapan yang sepertinya dia takut.
Anne terdiam sebentar, dia menatap kedua netra kakaknya tapi dengan tatapan dalam dan hangat.
" Aku baru saja datang, kak. "
" Oh, iya. Anne, maaf aku semalam meminta James datang menemani karena aku benar-benar sedang sakit. "
Anne menghela nafas, kalau melihat tempat tidur yang rapih, juga bagaimana keadaan Angel, sepertinya memang tidak ada yang terjadi di antara mereka berdua semalam. Tapi, tetap saja hati Anne merasa sakit dan cemburu hingga agak kesulitan untuk Anne menahan diri.
" Kak, semua orang mengatakan jika kakak adalah orang yang cerdas, lugas, pekerja keras sama seperti Ayah. Kakak tidak sepertiku yang manja, lemah, hanya bisa menyusahkan kalian semua sebagai keluargaku. Tapi kak, kenapa aku merasa kakak seperti menjadi orang lain? Kakak tahu kalau yang Kakak lakukan ini tidak benar kan? "
Angel mencengkram selimut tebal yang menutupi sebagian tubuhnya.
Anne tersenyum miris, Kebiasaan? Haruskah dia memaklumi kebiasaan yang tidak masuk akal ini?
" Kebiasaan yang buruk seharusnya tidak perlu terus di lakukan kan kak? Kakak tahu benar apa yang Kakak lakukan ini salah kan? Kak, sebanyak apapun yang yang kita miliki, setinggi apapun pendidikan kita, tidak ada yang lebih berharga dan di utamakan selian kehormatan dan harga diri kita. " Ana menatap dengan tatapan memohon kepada Angel, bahkan dia sampai menangis.
" Kak, tolong jangan menodai harga diri kakak sendiri, tolong jangan menghina harga diriku sebagai istrinya kak James, kakak juga tolong jangan menodai kepercayaan Suami kakak dengan ini karena kakak juga sudah menjelaskan betapa tidak berharganya suami kakak. Tolong jangan begini lagi kak, kalau kakak sakit, kakak dalam kesulitan kakak bisa memintaku untuk datang, suami kakak juga pasti bersedia, Ibu dan Ayah juga akan datang tidak perduli waktu. Ada banyak yang menyayangi kakak, tapi kenapa harus kak James? "
Angel menunduk Kelu, sebenarnya dia ingin menjawab semua itu dengan lantang, dia ingin mendemonstrasikan apa yang di rasakan oleh hatinya kepada kehidupannya sekarang. Tapi, jika dia mengatakan sesuatu tentang cinta, bukankah itu tidak pantas terlebih Anne adalah istri sahnya James? Sekarang harus bagaimana dia juga tidak tahu, dia mulai merasa tidak rela kehilangan dan jauh dari James, tapi dia juga lupa untuk memikirkan bahwa adiknya sendiri akan terluka dengan itu.
" Maaf...... " Ucap Angel karena dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana. Dia tida bisa kalau tidak dekat dengan James lagi, tapi dia juga tidak tega melihat adiknya seperti sekarang ini.
" Maaf? Maaf untuk yang bagiamana kak? Maaf karena apa yang sudah kakak lakukan, atau maaf karena kakak tidak bisa memenuhi yang aku ucapkan? "
Angel terdiam, dan itu sudah cukup mejelaskan apa yang di rasakan oleh Angel. Anne mengangguk sembari menangis tanpa suara. Dia mengusap air matanya lalu bangkit dari sana.
" Jaga diri baik-baik kak, aku tidak yakin masih bisa seperti dulu atau tidak setelah semua ini. Aku menyayangi kakak, tapi maaf karena akan ada batasan di antara kita yang tidak mudah untuk di hilangkan sementara ini. "
Anne pergi dari sana sembari terus menyeka air matanya yang berjatuhan. James pria
itu sedari tadi hanya bisa diam dan seperti merasakan sakit yang di rasakan Anne. Begitu Anne melewatinya untuk keluar dia dengan segera mengikuti dan membarengi langkah kaki Anne dan sedikit menjelaskan agar tidak ada salah paham di antara mereka.
" Kali ini aku salah, tapi semalam aku sudah ingin pulang. Angel bilang dia kesakitan dan memintaku menemani, jadi maaf aku tidak pulang. "
Anne menghentikan langkah kakinya, lalu menatap James dengan tatapan yang tidak biasa untuk James lihat dari seorang Anne.
" Mulai hari ini, aku membebaskan mu. Kau tidak perlu menjelaskan apapun padaku, kau ingin menemui kakakku dan menemani sampai bermalam berhari-hari aku juga tidak akan melarangnya. Hanya saja jangan sampai kakak ipar tahu apa yang kalian lakukan, karena aku sudah akan lepas tangan, aku tidak ingin mengekangmu lagi dan memohon untuk di hargai sebagai seorang istri. " Anne menjauhkan langkah kakinya lagi, tapi karena James menahan lengannya Anne jadi berhenti lagi.
" Aku akan memberitahu apapun mengenai Angel padamu mulai saat ini. "
Anne tersenyum dengan tatapan tak percaya.
" Kenapa? Kau takut Ayahku marah dan mengambil tindakan tegas padamu? "
Bersambung.