
James membuka kaca jendela kamarnya dan sebentar mematung menatap pagi hari yang cerah hanya saja tak mampu membawa hatinya yang mendung merasakan betapa cerahnya pagi ini. Dia merenung memikirkan semua yang terjadi dengan kehidupannya beberapa waktu ini, pertama dia mencintai Angel tapi tak bisa menikahinya karena beberapa alasan. Lalu dia menikahi Anne dengan keterpaksaan, tapi pada akhirnya dia mencintai Anne dan dia tidak bisa membuat pernikahannya berjalan lancar. Apakah memang harus seperti ini jalak hidup yang harus di lalui hanya untuk mempertahankan semua pernikahan?
Suara ketukan pintu terdengar, membuat James berhenti untuk terus merenungi kehidupannya.
" Ada apa Bu? " Tanya James kepada Ibu Nori yang baru saja mengetuk pintu kamarnya.
" Ada tamu Tuan, namanya Tuan Don. "
James mengangguk paham, segera dia berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Don karena kalau sampai Don datang ke rumahnya pasti ada hal yang sangat penting untuk di sampaikan.
" Don? " Sapa James kepada Don yang sontak bangkit dari duduknya dan menjabat tangan James karena memang cukup lama mereka tidak bertemu secara langsung seperti ini.
" Hei, kau kurusan? Apa kau baik-baik saja? Kau kenapa pucat sekali seperti mayat sih? "
Bukan niat Don ingin protes dengan apa yang dia lihat, hanya saja James nampak begitu berbeda dari sebelumnya. Dulu meskipun katanya dia mencintai Angel dan tidak bisa menikahinya karena beberapa alasan James tidak terlihat seperti sekarang ini, gagalnya menikahi Angel kan adalah saat paling berat bagi James, jadi dia benar-benar heran juga penasaran kenapa penampilan James jadi seperti sekarang ini.
Don memaksakan senyumnya, dia mempersilahkan untuk Don duduk dan dia juga melakukan yang sama.
" Ada hal penting apa sampai kau datang ke rumahku? "
Don membuang nafasnya, rupanya James tidak ingin memberitahu keadaannya yang seperti ini karena apa, tapi dia juga tidak bisa memaksa dan memang benar ada hal penting yang harus dia bicarakan dengan James.
" Sekretaris lamamu, aku sudah menemukan keterlibatannya dalam membocorkan beberapa dokumen penting dari perusahanmu. Larisa, aku juga sudah mendapatkan beberapa bukti kedekatannya dengan Arthur, bahkan aku juga berhasil mencuri bukti transfer dokumen di antara mereka. "
James tersenyum tipis meksipun dia benar-benar tidak ingin melakukanya.
" Baguslah kalau begitu. "
Don mengeryit bingung, dia jelas keheranan dengan tanggapan James yang seperti tidak perduli sama sekali. Padahal beberapa waktu lalu James begitu gencar mencari bukti, bekerja keras untuk perusahannya agar bisa maju dengan usahanya sendiri berikut para pegawainya. Aneh, ini benar-benar aneh dan sangat tidak biasa untuk seorang James.
" James, ada apa? Kau terlihat sangat tidak baik sekarang ini, katakan padaku apa masalahmu, biarkan aku membantumu. "
James membuang nafasnya, sebenarnya dia benar-benar menganggap kalau tidak ada satu orang pun yang mampu membantunya, sehingga itulah kenapa dia memilih diam dan menikmati rasa sakit dan kerinduan terhadap Anne sendirian.
" Anne, dia meninggalkanku. "
Don terdiam meski dia terkejut dia benar-benar tidak memperlihatkan apa yang dia rasakan sekarang ini.
" Apa alasannya? " Tanya Don ingin tahu tapi juga menduga di dalam hati.
Don membuang nafasnya, dia menatap James dengan tatapan melas. Sekarang dia benar-benar sadar jika Anne jauh lebih dia cintai di banding Angel dulu karena kondisi James sudah bisa menjelaskan semuanya.
" James, anggap saja ini ujian untukmu, juga balasan dari apa yang pernah kau lakukan untuk istrimu. "
James menatap Don dengan tatapan penuh tanya juga dia terlihat kesal.
" Maaf mengatakan hal yang membuatmu kesal, hanya saja aku merasakan bagaimana sikap tidak baikmu terhadap Anne dulu. Ingatlah bagaimana kau melukainya, bagaimana dia seperti orang bodoh menunggumu datang kerumahku saat itu. Aku yakin banyak sekali perbuatanmu yang membuatnya kecewa tapi dia tetap bertahan kan? "
James terdiam, kini dia mengingat semua yang sudah ia lakukan terhadap Anne. Membawa Anne tinggal di apartemen yang sempit dan sudah mulai rusak, memberinya makan yang masuk dalam kategori tidak pantas, sibuk dengan Angel saat memilih gaun pernikahan dengan Angel, mengabaikan Anne di sana bersikap bahwa dia lah yang akan menikahi Angel, mengabaikannya berkali-kali, memintanya untuk terus menunggu tapi dia tidak kunjung datang, bahkan masih banyak hal yang sudah tidak dia ingat lagi.
" Mungkin Tuhan sedang ingin mengujimu, menguji perasaan cintamu, juga sebagai penentu apakah kau pantas menjadi suami dari Anne atau tidak. "
Don menatap James yang kini mulai gelisah menahan tangisnya.
" Aku minta maaf lagi karena harus mengatakan ini padamu, James. Tapi menurutku, akan lebih baik tidak membawa Anne kembali ke rumah ini kalau cara berpikir Ibumu masih tidak berubah. Jika kau memaksakan keadaan, kau akan menyakiti keduanya, dan aku yakin Anne akan tetap memilih meninggalkanmu lagi karena kesadaran diri dan empatinya sangat besar di banding Ibumu sendiri. "
" Don, sebenarnya aku bahkan sudah membenci Ibuku karena membuatku berpisah dengan Anne, tapi aku tidak berdaya karena bagaimanapun dia adalah Ibuku dan aku menyayanginya. "
Don mengangguk paham.
" Cara berpikir Ibumu mungkin terkesan salah, tapi dia juga memiliki alasan yang kuat dan logis. Masalahnya adalah, tidak semua orang mampu bersikap bijak meski mulutnya pandai menyampaikan kalimat indah dan bijak. Ibumu hanya menginginkan sesuatu yang dia anggap mudah tapi sulit untukmu, jalan tengahnya adalah saling mengerti saja. Ibumu hanya butuh waktu untuknya bisa memahami apa yang sebenarnya di butuhkan dan apa yang dia inginkan. James, walaupun aku tidak begitu memahami keadaan keluargamu, percayalah saja semua akan membaik seiring berjalannya waktu. "
" Entahlah, entah benar akan membaik karena pada akhirnya Anne kembali ke sisiku, atau membaik karena mau tidak mau aku harus menerima semua ini. "
Setelah kepergian Don, James kembali ke kamarnya, dia bersiap-siap untuk berangkat ke kantor karena ada beberapa hal penting yang harus dia kerjakan. Nanti setelah pulang rencananya dia akan mendatangi rumah orang tua Anne dan melihat jendela kamar Anne dari luar gerbang rumahnya. Barulah kalau sudah mati lampu di kamar Anne dia akan pergi ke bar dan minum sampai mabuk di sana.
Tapi sepertinya dia lagi-lagi harus menunda rencananya pergi karena ternyata Ibunya datang ke rumah dengan wajah sumringah entah apa yang sedang di rencanakannya.
" James, lihat! Ibu membawa photo dua gadis yang rencananya akan Ibu jodohkan denganmu. "
James menatap dingin wajah Ibunya yang tengah menyerahkan photo itu untuknya.
" Ibu ingin aku merobeknya, atau bisa ibu lakukan sendiri? "
Bersambung.