Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
maaf, aku terpaksa



 


Seperti yang di ingin kan semua pasangan yaitu dalam hubungan ada nya sebuah rasa dan cinta. Apalagi jika akan melangkahi ke jenjang pernikahan. Tapi itu berbeda dengan nasib moza.


Kenapa? karena sekarang diri nya hampir masuk atau bahkan sudah terlanjur masuk ke jenjang pernikahan. Berbeda dengan impian nya, pernikahan yang akan moza lalui beberapa jam lagi adalah pernikahan dengan orang yang tidak mencintai nya atau lebih tepat nya orang yang sangat membeci nya.


menikah dengan orang yang tidak mencintai ku adalah hal terburuk bagi siapa saja lebih hal nya perempuan yang mana perempuan memiliki hati yang lembut dan mudah terluka.


 


Sekarang adalah beberapa jam sebelum pernikahan moza yang seharus nya di nanti kan dengan senyum manis tapi malah ada tangisan dalam acara tersebut. Moza sedang bersiap dengan gaun pengantin yang indah di tubuh nya. Bagi siapa saja yang melihat nya itu adalah gaun lembut dan mewah yang pernah di lihat mata.Tapi tidak bagi moza menurut nya ada di duri dibalik baju nya yang semakin. lama menggores tubuh nya karena bukan pernikahan seperti ini yang di impi kan nya.


 


saat waktu nya tiba untuk menuju altar pernikahan, tanpa sadar ia menetes kan air mata melihat laki laki yang memandangi nya dari kejauhan dengan penuh kebencian.


saat janji suci di ucapkan betapa gagah nya laki laki yang akan menjadi suami ku.


 


tapi sebenar nya ia bukan lah orang berhak mengguna kan gaun pengantin mewah ini, yang berdiri di samping nya seharus nya bukan dia.


karena laki laki yang dia nikahi adalah kekasih dari kakak nya sendiri yang membenci moza setengah mati. Pernikahan apa ini yang akan moza jalani kedepan nya?


Dia meremas gaun pernikahan nya yang membalut tubuh nya, tangan nya yang berkeringat melihat ayuna dari kejauhan yang memperhatikan dia dengan tatapan penuh kebencian dan terluka.


Ya, aku akui ketegaran ayuna karena ia dengan tegar tanpa menangis melihat kekasih nya menikahi adik nya sendiri.


Tapi bukan aku yang menginginkan pernikahan ini. Ya, ku akui aku pernah menyukai dean yang telah menjadi suami ku sekarang saat kami masih menduduki bangku kuliah semester terakhir. itu sebelum dia mengenal ayuna.


ayah angkat ku selalu pergi ke luar negeri dan hanya sesekali di rumah, selama beliau pergi aku tinggal di rumah bersama ibu angkat dan ayuna serta beberapa pembantu. Mereka tidak pernah suka saat melihat ku, maka nya aku lebih sering di dalam kamar dan membaca buku.


Bahkan sekarang saat pernikahan ku hanya ada ayah yang menemani ku, karena ibu dan ayuna tidak pernah mau menemani ku. Mereka hanya akan melihat diriku dari kejauhan dengan pernuh kebencian.


 


Setelah acara selesai, dean menarik tangan ku dengan kasar kedalam mobil yang akan membawa aku ke apartemen nya karena ia menolak sebuah rumah mewah yang di berikan tante amiel ibu nya. Dia mengata kan akan tinggal di apartemen saja.


aku sangat mengerti maksud nya karena ia akan membuat hidup ku lebih menderita lagi. Aku terpaksa menikahi dean karena tante ameil yang memaksa, aku sudah menolak nya tapi tante mengancam akan bunuh diri jika aku tidak menuruti nya.


aku tidak tau apa sebab nya tante lebih menyukai ku dan sangat tidak menyukai ayuna, dan karena hal itu dean malah berpikir aku lah penyebab ibu nya membeci ayuna.


saat kami sampai di apartemen nya dia membiar kan aku masuk dan menggatikan pakaian di kamar penganti kami. saat menuju kekamar kami aku mendengar ada suara seseorang sedang mandi di sebelah kamar pengantin kami. aku tidak tau itu siapa? sedang kan dean masih dibawah memparkir mobil. aku berpikir mungkin pembantu di apartemen ini. Tapi saat aku selesai mengganti pakain tidur dan saat ingin keluar kamar, aku berpapasan dengan seseorang yang saat itu juga akan keluar dari kamar sebelah.


 


\*TERIMA KASIH*\\


 


 


#siapa kah orang itu?


*novel ini hanya fiktif belaka