
Anne dan James saling menatap penuh cinta di depan menara Eiffel. Kedua tangan mereka saling menggenggam satu sama lain untuk menyalurkan kehangatan di cuaca yang dingin. Rasanya mereka berdua benar-benar seperti pasangan yang baru saja menjalin hubungan asmara karena perasaan cinta di hati mereka seperti berkobar-kobar melebihi yang mereka pikirkan.
" I love you.... " Ucap James, tatapannya yang teduh penuh cinta itu membuat Anne tidak bisa menyembunyikan harunya hingg kedua pelupuk matanya mulai berair. Ini bukan kali pertama James mengucapkan kata itu, tapi tetap saja Anne selalu berdebar dan terharu.
" Aku juga! "
James tersenyum lebar, dia menarik Genggaman tangannya untuk mendekat agar tubuh Anne menempel padanya. James melepaskan genggaman tangannya untuk memeluk Anne erat-erat, beberapa saat lalu ingin memeluk Anne seperti hanya akan terjadi di dalam mimpinya saja, padahal dulunya dia sama sekali tidak mengharapkan Anne. Sekarang, wanita yang terkatung-katung karena perasaan seorang James yang sempat labil akhirnya bisa dia miliki tanpa perlu ragu dengan perasaannya. Cinta, iya! Cinta yang dia miliki untuk Anne benar-benar sangat besar sampai dia merasa sesak hanya karena hal sepele. Saat Anne menguap dan sisi matanya mengeluarkan air mata James langsung khawatir dan menanyakan apakah dia melakukan kesalahan, apakah Anne mulai bosan dengannya? Tentu saja Anne jadi begitu sering terbahak-bahak karena tidak bisa menahan diri tidak tertawa dengan James yang seperti orang bodoh.
Satu Minggu, adalah waktu yang di gunakan mereka untuk berlibur. Tidak ada hal yang tidak membahagiakan, mereka menjalani waktu dengan perasaan bahagia.
Setelah pulang dari liburan James dan Anne, Ibunya James semakin sadar benar jika dia memang tidak bisa mengotak-atik kehidupan rumah tangga anaknya sendiri. Bagaimanapun dia tidak buta dan terus memperhatikan bagaimana James terlihat begitu bahagia, dia sama sekali tidak pernah terlihat sedih, tertekan, bahkan James sama sekali tidak pernah menyentuh minuman seperti beralkohol saat Anne pergi dari rumah. Sepertinya hati seorang Ibu kini mulai kembali mendapatkan kesadarannya, tidak ada yang lebih penting di banding dengan kebahagiaan James, masalah cucu dia hanya bisa memerahkan saka kepada James dah Anne. Mereka bisa memiliki anak dengan cara menyewa rahim untuk anak kandung mereka berdua, tapi karena James sendiri ogah membawa wanita lain masuk ke dalam kehidupan rumah tangganya, sepertinya Ibunya James juga hanya bisa memerahkan semua kepada Tuhan sembari berharap suatu hari akan ada keajaiban untuk kesehatan Anne supaya dia bisa mengandung anaknya sendiri.
Hari demi hari terlalui, Anne masih rajin menjalani rutinitas terapi imun, James juga semakin bekerja keras untuk perusahaan yang kini sudah mulai melangkah dan dengan berani bersaing dipasaran.
" Sayang, besok akhir pekan jadwal kita ke panti asuhan kau bisa ikut kan? " Tanya Anne seraya berjalan mendekati James yang sudah lebih dulu menunggunya di atas tempat tidur.
James merentangkan tangannya agar Anne masuk ke dalam dekapannya, lalu mengecup keinginannya.
" Tentu saja jadi, memang siapa yang akan membiarkan istri manis ini pergi sendirian? "
Itu adalah kegiatan yang sudah beberapa waktu di jalani James dan Anne, mereka rajin menyambangi panti asuhan untuk memberikan dukungan finansial, Anne juga menjadi salah satu guru sekolah bagi anak-anak panti asuhan. Memang belum lama di lakoni Anne, tapi dia benar-benar mencintai pekerjaannya yang bayarannya adalah kebahagiaan luar biasa yaitu, senyuman dari anak-anak dan perasaan sayang yang tulus dari mereka.
Di tempat lain, Angel dan Gerry yang sudah memutuskan untuk kembali hidup bersama juga ya kalah bahagia hidupnya dari James dan Anne. Gerry nampak sangat bersemangat dengan janin yang sedang tumbuh di perut Angel, dia sering mengajaknya bicara bahkan sampai menceritakan pertandingan sepak bola padahal dia sendiri tidak tahu anaknya akan kaki-kaki atau perempuan. Saat bekerja juga Gerry terus menghubungi Angel untuk mengingatkan tentang makan, istirahat, minum susu, minum vitamin hamil, camilan buah, dan banyak hal lain. Memang sangat cerewet, tapi anehnya Angel benar-benar merasa sangat bahagia dengan perhatian Gerry yang berlebihan itu.
Empat tahun kemudian.
Anne dan James berada di sebuah pantai yang sudah lama mereka rencanakan untuk pergi kesana demi menyaksikan senja yang luar biasa indahnya. Mereka berdua tersenyum menikmati waktu membahagiakan yah belum tentu akan terulang kembali di masa depan.
Seperti itulah kehidupan yang di jalani James dan Anne. Mereka masih betah hidup berdua dan belum memikirkan soal anak, sebenarnya Anne sudah di nyatakan sehat dan bisa mengandung seperti kebanyakan wanita lain, tapi setelah setahun lalu di nyatakan sehat benar, Anne juga sudah berhenti minum pil penunda kehamilan, hanya saja sampai detik ini dia belum hamil meski sudah memeriksakan diri dan dia tidak mengalami masalah apapun, begitu juga dengan James.
" Sayang, bulan depan kita akan kemana lagi? "
James yang tengah memeluk Anne dari belakang kini semakin mengeratkan pelukannya. Ini sudah melewati empat kali peringatan pernikahan untuk mereka berdua, tapi perasaan yang dimiliki James masih sama seperti dulu, hari baru boleh saja datang setiap waktu, tapi cintanya kepada Anne tidak akan berubah selain bertambah banyak. Masa bodoh dengan adanya anak atau tidak, pernikahan yang seperti sekarang ini sudah membuatnya merasa cukup dan tidak menginginkan apapun lagi. Mungkin sebagian orang akan menganggap adanya anak adalah sebuah pelengkap yang levelnya paling sempurna. Tapi tidak untuk James dan Anne, pernikahan yah sempurna bagi mereka berdua adalah, memiliki hati yang sama, berjuang dengan tujuan yang sama asalkan hati mereka sama-sama bahagia. Mereka tidak pernah merasa kesepian karena mereka berdua pandai mengisi waktu satu sama lain, melakukan banyak hal baru bersama sehingga perasaan bosan yang kadang mereka rasakan menghilang.
Anne mengangguk setuju.
" Oh, iya! Besok sebelum berangkat pulang kita pergi ke pusat belanja ya? Kau tahu kan kalau Aterra sudah pintar menagih? "
James terkejut lalu mengangguk paham. Aterra adalah laki-laki Gerry dan Angel yang kini sudah berusia tiga setengah tahun. Sepulangnya mereka dari liburan, James dan Anne langsung menuju ke rumah Ayah Bien untuk merayakan hari ulang tahun Ayah Bien yang juga berbarengan dengan hari peringatan pernikahan mereka.
Semua orang nampak bahagia, James dan Anne hampir tak pernah cekcok dalam hal besar, meski belum memiliki anak kandung, tapi nyatanya dia memiliki banyak anak yang menganggapnya Ibu. Anne tak pernah merasa kesepian kalau soal anak, itu semua tentu saja karena anak panti, juga Aterra yang begitu dekat degan Anne, bahkan tidak jarang Aterra akan ikut Anne menginap dan hampir tak pernah menanyakan keberadaan Ibu kandungnya selama bersama Anne dan juga James.
Benar, seperti inilah pernikahan yang sempurna, saat sepasang suami istri menerima kekurangan satu sama lain, fokus kepada apa yang mereka miliki tanpa menuntut hal yang belum bisa dimiliki, maka pernikahan itu adalah pernikahan yang paling sempurna.
Ayah Bien, dan juga istrinya, kedua orang tua James merasa begitu bahagia melihat anak-anak mereka hidup dengan bahagia. Ibunya James yang beberapa waktu masih mengharapkan Anne cepat hamil juga mulai tak lagi memaksakan takdir, semua itu juga berkat Aterra yang memberikan banyak kebahagian sampai dia lupa kalau Aterra bukan cucu kandungnya. Tidak apa-apa, entah nanti akan memiliki cucu kandung sendiri atau tidak, bukankah hidup yang baik adalah hidup yang penuh syukur agar menjadi bahagia? Fokuslah untuk bahagia dengan hal lain saat tidak bahagia dengan yang di inginkan, ini bukan tentang memiliki apa yang orang lain miliki agar terlihat sempurna, tapi memiliki hati yang bersyukur untuk bagia adalah hidup bahagia yang sebenarnya.
TAMAT
Halo kesayangan akuh, apa kabar?
Aku mau ucapin banyak terimakasih karena sudah mengikuti cerita ini dari awal hingga akhir, maaf dengan banyaknya typo, maaf dengan jalan cerita yang kurang menarik dan kadang jadi buat males baca lagi.
Tapi aku beneran makasih banget karena dukungan dari kesayangan aku ini benar-benar menyemangati ❤️❤️
Karena cerita ini udah tamat, yuk mampir ke karya aku yang baru.
- My Bad Husband
- Holding The Heart
Di tunggu ya........