Perfect Marriage!

Perfect Marriage!
BAB 27 : Tentang Perasaan



Anne terdiam tak sekalipun dia mengeluarkan suara, salahkah hatinya merasa sakit dan cemburu? Padahal mereka sudah sama-sama menikah, tapi kenapa tak sekalipun dia merasa di hargai. Anne menghela nafasnya, dia tak menatap James barang sedetikpun, mungkin memang ini bisa di sebut rumah tangga yang tidak sehat, tapi bisa apa kalau cinta yang ia rasakan sulit membuatnya rela untuk berpisah?


James menatap Anne dengan tatapan tidak enak, jelas saja dia tahu kalau Anne pasti sedang kesal padanya karena dia tidak segera kembali ke unit Don untuk melanjutkan kegiatan mereka tadi. Tapi tadi dia benar-benar terburu-buru saat Angel menghubunginya sembari terisak sedih, Angel meminta James untuk tidak memberitahu Anne karena tidak ingin Anne mengatakan pada Ayah dan Ibunya kalau dia bersedih ya jelas akan membuat orang tuanya merasa khawatir.


James kira hanya akan sebentar saja, tapi siapa sangka kalau Angel terus menceritakan banyak hal sembari menangis membuat James tidak enak untuk meninggalkannya, dan lagi James juga terlalu mengkhawatirkan Angel. Benar, Angel memang sudah menikah, tapi dia sulit sekali melupakan Angel dan tanpa sadar terus mengutamakan Angel dalam banyak hal.


" Kau tidak masak? " Tanya James, selain dia merasa lapar, dia juga berharap kalau pembicaraan tentang makanan akan membuat suasana menjadi kembali normal.


" Kau pergi lama sekali apa begitu sibuk dengan kegiatan mu sampai tidak sempat makan malam di luar? "


James menakan salivanya, entah mengapa dia merasa seperti bersalah. Apakah karena dia berbohong dan tidak menepati janji, ataukah dia merasa bersalah sebagai seorang suami?


" Aku tidak sempat makan di luar, kau sudah makan? Mau makan di luar tidak? "


Anne sebenarnya ingin sekali menolak ajakan James, tapi karena jarang sekali James mengajaknya keluar apartemen untuk makan, dia segera menyetujuinya. Yah, itu juga karena dia merasa lapar, saat di rumah Don dia sama sekali tak berselera makan, jadi perutnya masih lapar.


" Iya, aku ganti baju dulu. "


Setelah selesai Anne mengganti bajunya, James sudah akan bangkit untuk mengambil kunci mobilnya, tapi suara dering ponsel membuat James menghentikan langkahnya sembari melihat ponsel miliknya.


" Sebentar aku angkat telepon ya? "


Anne mengangguk, sembari menunggu James, Anne memilih untuk duduk di meja ruang tamu sembari menyenderkan tubuhnya di sana dengan santai.


Bukan dari Angel kali ini, tapi orang dari perusahaan tengah melaporkan adanya kendala yang terjadi karena model pria yang akan mereka gunakan tiba-tiba membatalkan kerja sama, itu di sampaikan langsung oleh pemilik agensi sembari meminta maaf yang sebesar-besarnya, alasan model pria itu membatalkan kerja sama karena sang model mengidap penyakit serius sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk rehat dan berobat.


Cukup lama James membicarakan masalah itu karena syuting iklan akan di adakan besok. Setelah melihat daftar model baru akhirnya James memutuskan untuk memilih salah satu dari mereka, dan akhirnya pembicaraan selesai.


James membuang nafas kasarnya, baru setelah itu dia berjalan untuk menghampiri Anne. Dia mematung begitu melihat Anne tertidur di ruang tamu. Jelas saja itu tida nyaman karena kursi yang ada di sana sangat kecil. James menghela nafas, padahal Ayah dan Ibunya sudah mendesak terus menerus untuk segera pindah, tapi beberapa waktu ini dia belum ada waktu untuk melihat-lihat tempat yang cocok untuknya.


Perlahan James mengangkat tubuh Anne, lalu memindahkannya ke tempat tidur. Sebentar dia memandangi wajah Anne yang polos tanpa make up, benar-benar terlihat sangat muda, bahkan wajah Anne seperti anak remaja yang begitu polos dan imut. James menggelengkan kepala karena cukup lama memandangi wajah Anne, yah dia juga heran kenapa dia bisa terpesona seperti itu.


" Maaf Anne. " Ucap James.


Sebentar James terdiam dengan tatapan menerawang mengingat apa yang di katakan Angel tadi.


" Aku tidak bisa bahagia, aku selalu melihat mu dimana pun, aku selalu teringat dengan semua kenangan kita sehingga aku kesulitan menjalani hari-hari dengan tenang. "


Entah, dia benar-benar dilema dan belum bisa berpikir jernih sekarang ini. Biarlah semua berjalan, mengalir seperti air, batin James di dalam hati. Hari ini dia benar-benar merasa lelah, meskipun lapar tapi rasa kantuknya benar-benar sangat tak bisa di tahan.


Besok paginya.


Anne bangun pagi-pagi sekali seperti biasanya untuk memasak, menu sederhana saja yaitu telur ceplok, sosis goreng. James yang sudah memasang alarm karena hari ini adalah hari Senin, dan dia harus bekerja di perusahaan Ayahnya. Setelah berpakaian rapih James keluar dari kamar, dia berjalan menuju meja makan untuk menyusul Anne yang sudah lebih dulu memulai sarapannya.


James berdehem sebentar untuk menghilangkan perasaan canggung di hatinya.


" Semalam, kau ketiduran jadi aku tidak tega membangunkan mu. "


Anne terdiam sebentar, jelas lah dia tahu karena saat James mengangkat tubuhnya dia terbangun tapi tetap berpura-pura untuk tidur.


" Iya. " Jawab Anne singkat.


" Nanti malam saja kita makan malam di luarnya, kau tidak usah masak, rapih saja sebelum jam delapan ya? "


Anne mengangguk, bahagia? Iya! Dia bahagia karena setidaknya masih ada kesempatan untuk mereka makan malam bersama di luar nanti.


" Iya. " Jawab Anne lagi.


Setelah sarapan selesai, James segera berangkat ke kantor, Anne yang hanya sendirian di rumah tentu saja tidak betah sehingga dia pergi ke gudang untuk mengambil peralatan melukis miliknya, pelan-pelan menyelesaikan gambar yang kemarin belum selesai.


Tak terasa hari sudah mulai malam, dengan segera Anne bersiap-siap. James juga sudah mengirim pesan dimana mereka akan makan malam nanti, tapi karena ada masalah sedikit James meminta Anne menunggu disana lebih dulu. Benar saja, Anne sampai lebih dulu dari pada James.


James yang kini tengah dalam perjalanan mendapatkan telepon, tadinya ingin mengabaikan saja, tapi saat melihat kalau yang menghubunginya adalah Angel, dengan segera James menerima panggilan teleponnya.


James, kau dimana?


Suara Angel benar-benar terdengar sangat sedih sehingga James memilih putra balik tanpa ingat bahwa Anne menunggunya. Beberapa saat kemudian sampailah James di sebuah taman kota tempat dimana Angel menunggunya.


" James? " Angel bangkit dan memeluk James sembari terisak pilu.


Di sisi lain, Ana terus menunggu James datang, dia benar-benar orang yang paling lama berada di sana tanpa memesan makanan. Pelayan juga sudah menawarkan menu beberapa kali tapi Anne meminta untuk menunggu suaminya. Sayang, suami yang dia maksud bahkan tidak datang sampai restauran itu tutup.


Bersambung.